Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
Benih benih unggul


Beberapa kali Rama mengecup kening Nara yang mengeluarkan bulir-bulir peluh. Tentu saja terasa asin, tapi dengan begitu, ia berharap akan menyalurkan rasa sayangnya untuk sang istri. Proses persalinan Nara yang kedua ini bukan sesuatu yang baru, namun tetap saja mereka sudah lupa bagaimana dulu sewaktu proses persalinan Azka.


"Yank mau makan ?" tanya Rama.


"Engga," jawabnya singkat-singkat.


"Aku suapin ya," paksanya, gelengan Nara tak digubris Rama, karena sedari pagi Nara belum masuk makanan apapun, sejak terjadinya pembukaan.


"Liat, pesawat mau masuk goa, aaa !!" imbuhnya menerbangkan sesendok nasi beserta lauknya sampai penuh dan muncung, ga kira-kira, yang disuapin itu orang yang bisa dibilang lagi sakit. Bukan kuda nil.


"Ga kurang gede ? Kenapa ga sekalian pake sendok tembok aja ?!" desis Nara. Laki-laki memang begitu, jika disuruh merawat orang sakit. Jangan dikira so sweet seperti layaknya di novel-novel. Realita tak sesuai ekspektasi sister...! Tapi Rama berusaha sebaik mungkin.


Terkadang Nara memintanya mengusapi pinggangnya yang terasa panas, terkadang sela-sela jemarinya diremas Nara, lumayan membuatnya kebas. Jangan remehkan kekuatan wanita, wanita lembut di luar tapi menyimpan kekuatan Iron man di dalamnya. Tapi Rama hanya bisa diam dan memberikan support terbaik untuk istri tercinta, padahal dalam hati menjerit ikut merasakan sakit. Definisi kamu sakit, aku ikut sakit.


"Sssssshhh...." desisan seperti ular berkali-kali Nara keluarkan.


"Sakit ya yank ?!" pertanyaan yang sudah pasti tak membutuhkan jawaban, karena tak mungkin Nara akan menjawab nikmat seperti santai di pantai sambil nyeruput kelapa dan merasakan angin laut yang melambai menyapa kulit.


"A, Azka ??" alisnya bertaut mengkhawatirkan sang anak sulung.


"Mboy sama ambu di rumah. Ka Nisa, bang Akhsan, semuanya ada buat mboy, jangan khawatir."


Rama terkekeh melihat Nara, baginya Nara selalu terlihat cantik dari hari ke hari, meski lagi ngeden sekalipun. Entah pelet apa yang dipasang Nara untuknya, yang jelas ajian jaran goyang saja kalah telak.


"Kamu cantik yank," pujinya melihat buliran keringat di wajah semulus keramik antik, dan seputih susu vanilla.


Nara menghembuskan nafas lelah, tak tau harus menjawab apa, suaminya ini memang penggombal handal, penyakit mulut manisnya memang sudah stadium akhir atau akut.


"Pukk !" Nara menepuk bahunya keras.


"Kamu sadar kan ? Aku yang lahiran kamu yang olengnya !"


"Sadar, sesadar-sadarnya !" serunya.


"Kalo mau gombal liat situasi kondisi dong A, jangan pas aku lagi kaya gini !" jawab Nara kembali mencengkram tangan Rama dan meringis.


"Kalo laki-laki ngegombal waktu ceweknya lagi cantik, lagi diem sambil liatin langit padahal jelas-jelas bintangnya ga bertaburan kaya meses di atas donat itu udah biasa, keliatan banget cuma ngarepin sesuatu !"


"Tapi kalo aku muji kamu lagi dalam keadaan yang kaya begini itu karena memang kenyataan, bagiku cantiknya kamu berkali-kali lipat saat kamu sedang memperjuangkan buah cinta kita, saat kamu lagi berkorban, sampai bertaruh nyawa hanya untuk membuat aku bahagia, dan itu membuat kamu cantik luar dalam," lanjutnya.


"Ahh, kamunya aja yang raja gombal ! Aku lagi poop aja kamu bilang cantik, aku lagi tidur mangap aja kamu bilang kaya bidadari, " Rama terkekeh mendengar pengakuan Nara. Dia memang seabsurd itu. Terkadang sampai sekarang, setelah menikah pun Rama masih sering usil pada Nara.


"Kamu tau ngga, kamu adalah laki-laki terkonyol yang cinta sama aku ?! Dan anehnya aku ko cinta sama kamu ?"


"Tau, sangat tau," jawab Rama.


"Nah ngaku kan, kamu tuh konyol !"


"Bukan ngaku aku konyol loh yank, tapi ngaku kalo kamu sangat mencintai aku," jawab Rama.


"Cih, " decih Nara.


"Sekarang aku percaya, kalo Gubernur Jakarta sayang sama aku, padahal kita ga saling kenal loh !" imbuh Rama.


Apa pulak laki-laki ini bawa-bawa Gubernur Jakarta segala.


"Kenapa ?"


"Udah usir kamu dari ibukota, sampe kamu ngungsi dan akhirnya menetap di Bandung, kayanya dia tau kalo kamu memang tulang rusukku.." jawabnya.


"A, bisa ngga sih ga usah canda. Aku lagi ga pengen ketawa denger banyolan kamu yang ga jelas."


Tepat pukul 04.30 WIB Nara melahirkan anak kedua mereka berjenis kelamin perempuan dengan bobot 2,9 kg dan panjang 50 cm.


"Azzalia Syaquila Al-Kahfi"


Lantunan adzan dikumandangkan Rama di telinga sang putri. Diantara kedua anaknya dapat dipastikan gen wajah Rama mendominasi Azka dan si cantik Azza mirip Nara, meskipun sifatnya tak tau seperti siapa nantinya.


"Sekarang bunda ada saingan cantiknya, " Azka sudah berumur 2 tahun dan sudah lepas ASI sejak beberapa bulan lalu.


"Mboynya bunda," Nara mengecup pipi Azka yang sudah wangi minyak telon dan bedak tabur.


"Neng, alhamdulillah. Sajodo (sepasang) !" ambu dan abah yang masih terlihat sehat bugar di usia senja ikut menjenguk membawa serta Azka.


"Aa mana neng ?" tanya ambu.


"Lagi bayar administrasi ambu,"


Tak lama Rama datang dari arah luar ruangan dan masuk ke dalam ruangan yang sudah ada ambu, abah dan Azka.


"Nia mana ?"


"Nia lagi ngajar anak-anak ngaji dulu, katanya ustadz Hasan keteteran."


"Ah paling biar bisa ketemu si ucup," jawab Rama.


"Incu abah meni geulis gini A, neng...kaya ibunya !" abah tersenyum lebar melihat Azza drngan pipi chubby dan kemerahan meronanya.


"Iya bah, siapa dulu atuh yang cetak adonannya ?!" jawab Rama jumawa.


"Ah, kamu mah cuma numpang nanam benih aja.."


"Benihnya juga benih unggul bah, hidroponik mah kalah !" jawab Rama.


"Dipikir tanaman, " gumaman Nara.


"A, plasentanya mana ? Biar ambu bawa pulang ?! Sekalian dimaaukkin kendi, biar ditanam di halaman barengan punya Azka,"


"Ada ambu, nanti biar Aa yang gali lubangnya !" jawab Rama.


🌻🌻🌻🌻🌻


Hay-hay gengs, mamah Nara udah lahiran nih. Cerita ini udah di ujung extra part ya, tapi jangan lupa buat cek selalu profil aku, karena setelah karyaku yang lagi on going sekarang akan tamat sebentar lagi, akan ada ceritanya si mboy gemoy, aa Azka-nya kita-kita.... Jangan lupa tengok ya 🤭🤭


Salam raja gombal se-alam semesta


RAMADHAN RESTU AL-KAHFI ❤❤



Azkara Wisesa Al-Kahfi, pas udah gede ya guys, see youu di kisahku...




Si cantik Azzalia Syaquila Al-Kahfi