Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
mulai sibuk.


happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


.


hoammm !!! aku mengucek mata yang masih terasa sepet,namun ini sudah pukul 04.30,bahkan Abah dan ambu saja sudah beraktivitas seperti biasanya.


sudah menjadi kebiasaan ku ,aku turun untuk mengambil air minum ,kupijaki anak tangga satu persatu , suasana belum begitu sibuk karena masih subuh , langit pun masih terlihat gelap , mentari belum mau menampakkan sinarnya..


senyumku terlukis ,tawa kecil keluar dari bibirku melihat para anggota geng motor yang terkapar tak sadarkan diri di tengah rumah ,dengan posisi yang beragam ,aku kembali dan mengambil ponselku memotret mereka yang tengah terlelap , tiba tiba saja otak usilku sinkron begitu saja setelah mengambil minum dan pergi ke kamar mandi aku mengupload sebuah foto yang menurutku cocok, dengan caption # habis mabuk janda ,anggota geng motor terkapar,minat adopsi? pm me..._wkwkwkwk#


mungkin hanya kang Miftah dan Rama yang posisi tidurnya kalem..beda dengan Ridwan, Gilang dan Bayu yang malah saling peluk


" astaga so sweet...." aku mengirimkannya pada Rika dan Vina.


aku cekikikan dan menggelengkan kepala.


" a...a....!!!" aku mengguncangkan tubuh Rama sambil berbisik menyuruhnya bangun untuk melaksanakan shalat subuh


Rama mengerjapkan matanya " kenapa yang ???" tanya nya...


" udah subuh..." aku menunjuk jam dinding ,ia mengucek matanya terduduk dengan wajah bantalnya


" aku tunggu di kamar..." bisikku lagi ia mengangguk


setelah membangunkan yang lain , Rama beranjak ke lantai atas menemuiku yang sudah memakai mukena ia mengurungkan niatnya untuk meminta morning kiss...


" sayang ko udah ambil wudhu dulu sih... " seraya menggaruk kepalanya tak gatal


" kenapa emangnya ??" tanyaku polos


" mau minta jatah morning kiss..." jawabnya


aku melihat sinis " cepetan ambil wudhu ..,a..! "


.


.


akhirnya kami shalat subuh berjamaah di kamar ,saat salam terakhir dan selesai berdo'a selepas sholat aku menerima uluran tangan Rama dan menyentuhkan ke kening dan ujung hidungku ,namun saat aku ingin menarik dan melepaskan , Rama menahan tanganku dan malah menarikku, ia mendudukkan ku di pangkuannya


" ga usah mesum gitu liatnya ... " tanganku mengusap wajah Rama dibalik kain mukena ,saat melihat tatapannya tersenyum jahil.


" cantik.." kekehnya.


" a...hari ini aku ngampus ya..!" rengekku tanganku kumainkan di dadanya menulis nulis kata please dengan telunjukku ,ia menyimak seraya mengangkat kedua alisnya


" di rumah bosen,lagian aku udah ga kenapa-napa,kalo kelamaan nanti ketinggalan materi pembelajaran...." adu ku.


" tangannya ga usah mancing mancing yang,masih ada yang lain..." kekehnya geli..


" ih...!!" pukulku di dadanya " fiktor...!!! " sarkasku (fikiran kotor) , Rama tertawa kecil.


" siapa yang ga kerang*sang kalo yang dipegang dada apalagi sama cewek cantik,halal pula..." jawabnya


" jadi gimana ??" tanyaku


" apanya ??" tanya nya menggoda " tergoda lah yang...!" kikik nya


aku cemberut ,aku sebal kalau Rama sudah menggodaku seperti ini...


" boleh ...tapi janji ga boleh luput dari pengawasan ku..." jawabnya menyentuhkan keningnya dengan keningku


" iya..janji..!!!" seruku..aku hendak mengangkat pan*tat ku namun Rama menahannya


" kenapa ??"


" baru aja dikasih ijin udah lupa.." ucapnya


" ga usah maen tebak tebakan deh...aku mau siapin sarapan sama bekal..." jawabku


" morning kiss ,yang....."


ya ampun Neptunus ternyata otak Rama masih nyangkut disitu....


"cup....!"


aku mengecup bibir Rama singkat " done...!!" seruku aku langsung berdiri dan membuka mukena ku ,tidak cukup sampai disitu rupanya Rama menarik pinggangku dan merapatkan nya dengan tubuhnya ,memiringkan kepalanya menempelkan benda kenyal nya ke bi*birku,mengabsen deretan gigi permanen ku dan mencari lidahku , seperti tak pernah puas hanya dengan kecupan singkat ....


setelah nafasku terasa memburu ia melepaskannya,mengusap bibirku dengan ibu jarinya...


" done...!!" kekehnya


" ga usah ada adegan gendong gendongan ke bawah ya a...malu ...." ucapku ,dan Rama menggandengku


" iya ..!!"


.


.


.


.


terlihat keempatnya sudah bangun ,inilah kebiasaan mereka , menunggui ambu yang berada di dapur sambil ngopi dan makan pisang goreng ,seraya tubuh yang masih terbungkus sarung ,sudah seperti bapak bapak ronda saja, tak menyangka saja mereka adalah anggota geng motor, dibalik kesangaran mereka dijalanan di belakang mereka hanya lah para pemuda yang sahaja ,Rama langsung saja bergabung dengan gerombolan kurawa pemakan pisang goreng ini ,


" neng...mau masak apa hari ini ??" tanya ambu ,saat aku mencepol rambutku ke atas dan meraih appron /celemek .


" mau bikin udang saus padang aja ,mbu..." jawabku membuka kulkas


" wah... Ra..!! pantesan Rama makin montok ..." tawa Ridwan


" bunda sama dedek ga boleh cape...kamu cukup bilang aja aku harus ngapain..." ujar Rama.


" ekhemmm...kacang kacang...." seru Gilang


" pukkk...!!!" tepukan Bayu di pundak Ridwan membuat pisang goreng yang tengah dikunyah Ridwan loncat dari mulutnya


" si*alan...sakit be*ge ...!!" kesalnya, sedangkan si pelaku hanya nyengir " kan situ nyamuk Wan....!!"


" udah ..udah kalian berempat nyamuk...termasuk ambu.." lerai ambu..


kang Miftah hanya sesekali tertawa melihat canda gurau dan kehangatan disini,jujur ia tak pernah mendapatkan nya bila di rumah kedua orangtuanya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka..dari keluarga keduanya inilah ia mendapatkan kehangatan sebuah keluarga.


" yang..ini dipotong gini ??" tanya Rama


" bukan ..a itu dipotek dulu kepalanya trus dibersiin kotorannya hati hati itu tajem..." tunjukku pada kepala udang...


" bau yang...." keluh Rama mencium bau tak sedap dari kepala udang.


" byurrrr.....!!!" Bayu menyemburkan kopi yang tengah ia seruput..lalu tertawa.


" namanya juga kotoran Ram...kalo yang wangi mah namanya parfum...." sarkasnya .


lalu aku memberikan beberapa bawang merah dan putih


" sini yang ,aku aja..."


" yakin ??" ia mengangguk " panggil chef Rama..." ia merebut bawang dan pisau tapi beberapa saat kemudian ia terisak,membuat penonton riuh tergelak...


" chef Rama...nangis gara gara bawang???" tawa Gilang.


ambu yang memperhatikan dari arah taman belakang tertawa melihat tingkah konyol putranya


" baru kali ini panglima tempur nangis cuma gara gara bawang..." ketiganya kembali tergelak termasuk aku .


Rama melempar bawang pada Gilang, Bayu dan Ridwan " si*alan...!!" sarkasnya mereka kembali tertawa puas


" kamu juga ngetawain aku yang ??" Rama meraih pinggangku dan menggelitikiku hingga aku kalang kabut dan tergelak .


" ampun a...itu nanti gosong..." tunjukku pada wajan .


peluh menetes di pelipisnya ,aku meraih tissue,mengelap keringatnya ,rambut disekitaran keningnya terkena peluh menambah kadar ketampanan nya ,give upplause for my husband yang dengan sukarela dan sayangnya membantuku memasak.


" cobain yang ...! enak ngga ??" tanya nya ,aku mengambil sendok lalu mencicipinya


" lumayan ...enak ko..." jawabku , sontak saja ketiga makhluk di depanku berebut ingin mencoba ,mereka mengambil piring dan nasi


" kalian mau apa ???" tanya Rama


" nyicip , Ram...." jawab ketiganya ,sedangkan kang Miftah lebih memilih menemani ambu di belakang menyiram tanaman sambil bercengkrama.


" ga ada ! balik...!!" usir Rama


" kita tim penilai ...kalo enak boleh lah buka resto...kaya kang Rasya..." jawab Gilang


" kang...ambu ...makan dulu ...!!" pekikku pada ambu dan kang Miftah.


" a tadi Abah bilang siang nanti kontraktor minta kejelasan ...." ucap ambu disela sela acara sarapan.


aku tau Rama memanglah sibuk ,aku hanya khawatir akan kesehatan nya ,ia harus berkuliah ,bekerja,mengurus usaha Abah pula belum lagi beberapa masalah sepele seperti kemarin


.


.


.


.


setelah selesai siap siap ,aku juga sudah mengganti perban yang membalut lengan Rama


" a ...jaga kesehatan,kamu ga usah khawatir sama aku ...ada yang lain..ada kang Miftah sama bang Akhsan di kampus..aku juga ga akan nakal ,pulang ngampus langsung pulang,kalo ada kerja kelompok diusahakan di adakan disini saja..." aku mengggenggam tangan Rama, setidaknya menjadi anak baik...???hahah bukan istri yang baik dan tidak nakal bisa meringankan beban Rama,ia tersenyum dan mengacak rambutku


" makasih ,sudah mengerti dan menerima ku..."


aku menggeleng " makasih udah sangat menyayangi aku..rasa sayang kamu begitu besar sampai akupun tenggelam di dalamnya,sampai orang orang ngiri sama aku..."


termasuk readers CDPPS....😁😁


perban terlihat setengahnya karena Rama memakai kemeja dan melintingnya sampai sebatas bawah siku,ponselnya bergetar rupanya mandor dari kontraktor itu menghubunginya , Rama melirik dan menatapku ,aku tau artian tatapannya .


" aku ga apa-apa..,kan masih bisa bareng kang Miftah..." aku mengusap-usap lengan Rama.


ia mengecup keningku lama " pulangnya kusuruh Abay buat jemput kamu.." jawab Rama


" a...aku selalu mangkir dari kegiatan kesenatan..ga enak sama yang lain.." walaupun ketua senat nya adalah kang Miftah tapi aku tak bisa seenaknya.


" aku udah bicara sama kang Miftah untuk sementara kamu off dulu dari kegiatan senat.. kalaupun nanti setelah melahirkan kamu bisa ikut lagi,daddy ga mau bunda sama dede kenapa-napa " jawab Rama memeluk ku sayang.


" sayang bunda sama dede buat daddy banyak banyak..." ucapku membuat Rama tertawa


" ga perlu apapun buatku yang penting bunda sama dede sehat selalu,tetap disamping daddy...." kecupan kembali mendarat di bibirku yang sudah memakai liptin


" dede...daddy pamit kerja sama kuliah dulu ,sehat sehat di dalam sana ya..bilangin bunda,jangan nakal di kampus kalo matanya jelalatan dede bikin bunda mual aja...." ucapnya di depan perutku


daddy sengklek...gumamku


kang Miftah sudah menunggu di ruang tamu


" Ra...kamu posting apa ini ??" kang Miftah menunjukkan ponselnya


astaga ...!! aku terkikik sendiri , baru ingat kalau aku membuat story medsos dengan postingan mereka yang sedang tertidur,banyak sekali chat di ponselku dan komenan di kolom komentar terutama teman teman perempuan ku


Rama melimpir ikut melihat " astagfirullah , Ra..." Rama ikut tertawa ,seketika wajahku memerah kesal pasalnya di kolom komentar kebanyakan dari mereka memuji dan bersedia jadi kekasih Rama dan kang Miftah...


" assalamualaikum...!!"


pucuk dicinta ulam pun tiba sedang hangat-hangatnya dibicarakan ketiga cs Rama datang lagi


" wa'alaikumsalam....!!"


" Nara...!!!" pekik mereka


" uppsss...!!!"


.


.


.


.


.


.