Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
abang tersayang....


happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


" brakkk..."


" aww....."


" sorry...sorry...."


" eh maaf ka ....ga sengaja..."


" aduhh makanya dek kalo jalan liat liat ..." ucap seorang mahasiswi senior berjilbab ....


bangkeeee!!!!gara gara terpesona sama nih kampus sampe nubruk orang...aku tertawa sendiri


" ampunnn..!!!!" aku mengetuk ngetuk jidatku sendiri


" heh...kamu junior....!!! mau tetep ngetuk ngetuk jidat kamu yg lebar atau mau gabung sama temen kamu yg lain ???" tunjuk seseorang dengan angkuhnya memakai almamater kampus tercinta


" iya ka...maaf..." aku membungkuk lalu bergabung


ini dia wajah wajah yg akan kuingat dan kutandai dengan tinta merah di catatanku


seperti biasa tugas tugas tak lazim sudah menanti di depan mata , seperti saat ini aku bersama kelompokku tengah berjuang meminta tanda tangan setiap anggota senat atau BEM kampus yg salah satunya kudengar adalah kaka terlucknut ku ,kenapa aku baru tau kalau bang Akhsan adalah anggota senat...,habis sudah sisa sisa keberuntungan hidupku senyum yg kupupuk sepanjang jalan karena statusku yg mahasiswi memudar mengingat nasibku kini ,aku hanya berdo'a semoga untuk kali ini abang tercinta ku khilaf dan menjadi abang yg baik....


lihat saja gayanya sekarang duduk dengan congkaknya ,kalau saja ada biji permainannya sudah kumainkan....


congklak itu Ra...congklak....(auth...)


" misi ka...kaka,, ka Akhsan kan ???" tanya Airin canggung, Airin adalah teman baruku , perawakannya hampir sama denganku hanya saja rambutnya pendek sebahu , sedangkan aku berada disebelahnya hanya melipat tanganku di dada


dengan gaya selangitnya yg menurutku sangat menyebalkan ia menaikkan alisnya sebelah


" iya...terus itu temanmu tidak minta ??" tanyanya menunjukku dengan dagunya ,senyum menyeringainya mengejek menggodaku


" suuttt Ra.... ngomong napa ..." senggol Airin


aku memutar bola mata malas dan menyerahkan buku tugas kami..." nih bang tanda tangan ,ga usah bikin ribet deh Nara capek...." aku menyodorkan buku dan pulpen lalu duduk di sebelahnya , mata Airin membola lalu menarikku refleks " Ra..,,lu apaan sih...cari mati ya...??" sewotnya


aku terduduk di lantai karena tarikan Airin dan ditertawakan oleh bang Akhsan


" apa sih Rin...biar aja toh dia ga akan berani ngehukum gue juga... " jawabku menepuk-nepuk celanaku


" maaf ya ka,teman saya memang sedikit kebentur tadi kepalanya makanya ga sadar ...."


aku mengernyit sedangkan bang Akhsan semakin tertawa " boleh..asal teman kamu ini nyanyi dulu di podium.." tunjuknya ke tengah lapang di sebuah podium


" bang..ih...apaan sih..loe kan tau gue ga suka ....."


" udah Ra cepet iya in aja daripada ga dapet tanda tangan..." bisik Airin memotong ucapanku sambil mendorong dorongku


" bang...." mataku melotot meminta bang Akhsan mengubah permintaannya namun ia hanya tertawa puas dibelakangku , mengekor dan menyuruh teman teman senatnya untuk menyiapkan mic...


tuh kan...!!kena deh gue dikerjain ,gue lebih memilih suruh bersiin gudang daripada harus jadi sorotan semua orang


" Satria...kasih anak ini mic.. kita punya bintang baru disini " pekik bang Akhsan


dasar kakak ga ada akhlak " oke kakak senior yg terhormat ,aku bakal nyanyi tapi dengan syarat semua anggota senat harus ngasih tanda tangannya...??gimana???" tanyaku berbalik badan


"oke deal...!!!" jawabnya menjabat tanganku


maksud bintang yg dimaksud mereka adalah bahan candaan baru sepertinya...


" oke...."


blasteran penghuni surga dan neraka tuh ya begini....wajah tampan tapi kelakuan nehiii...!!!


semua umpatan tak bersuara ,membuat bibirku komat kamit semakin membuat bang Akhsan tertawa puas " Rama harus tau nih..." gumamnya


" bang...!!!" ucapku yg tak yakin ...


" kenapa ??suara loe bagus Ra...kenapa harus malu sih...??? kan udah deal barusan " sarkas bang Akhsan. "saatnya tunjukkin bakat loe...adek gue yg boncel...!!!"


betapa malu nya aku ,,semua mata kini memandangku menjadikan aku obyek utama dengan tatapan bermacam-macam dan lebig banyak yg memandangku remeh...


" kasih gitar ..kasih gitar..." titahnya seperti majikan


sebenarnya apa sih jabatan bang Akhsan ????lihat saja nanti di rumah bang ,habis elu.....


" ayo.. Ra semangat !!" pekik Airin


lihatlah tatapan yg kudapat dari mereka seolah melucutiku dan ingin memakanku hidup hidup,keringat dingin sudah turun daru pelipis...


aku duduk di kursi yg sudah disiapkan dengan standing mic dan gitar yg kupegang ,sebagai balasan aku menarik Airin ke atas podium untuk menemaniku bernyanyi


Airin awalnya tidak mau tapi karena salahnya juga yg membuatku terjebak begini


" biarkan saja kekasihmu pergi


teruskan saja mimpi yang kau tunda


kita temukan tempat yg layak sahabatku


mengikuti alunan suara dan petikan senar gitarku Airin ikut bernyanyi...


kupercayakan langkah bersamamu


tak kuragukan berbagi denganmu


kita temukan tempat yg layak sahabatku


kita mencari (cari)jati diri


dengan lautan mimpi.....


aku bernyanyi untuk sahabat


aku berbagi untuk sahabat.....


next.......


Audy feat. Nindy


setelah lagu selesai tepuk tangan tertuju padaku dan Airin,ini sih gilaa namanya apa kata mahasiswi senior..?? kalo kek gini bisa bisa gue sama Airin di babad abis abisan dikira pamer bakat ....


senyum tersungging di wajah putih bang Akhsan ,dan benar saja kan dugaanku mereka kira aku sedang mencari-cari perhatian para senior terutama bang Akhsan


" woww....!!!junior satu ini boleh juga ...siapa nama loe ???" tanya Satria yg bergabung bersama beberapa anghota senat lainnya


" saya Airin ka...!!"


" bukan loe ...tapi dia !!" tunjuk senior berlesung pipi itu ,kulitnya hitam manis ....kulihat dari kejauhan juga ada kedua teman bang Akhsan yg pernah datang ke rumah waktu itu Titus dan Andri...


" gue ??? hamba Allah...." ucapku yg langsung pergi menemui abang tersayangku


" asem tuh anak , untung cantik lu..." dumelnya


di tertawai yg lain...


" nih catetannya ,mintain semua TTD anggota senat, dan selamat mulai sekarang abang udah bikin Nara jadi buronan mahasiswi senior yg ngira kalo Nara junior yg perlu diberantas..." sewotku


bang Akhsan mengacak rambutku " selamat !!!" ia mengulurkan tangannya " karena mulai saat ini hari hari kuliah loe bakalan seru....!!!"


" abang...,!!!,ikhhhh...." geramku


bang Akhsan mengambil catatan dan membubuhi tanda tangannya lalu mengedarkan catatan untuk meminta TTD pada setiap anggota senat.


semua mengira bang Akhsan menyukai ku ,,,,termasuk Airin


.


.


.


" Ra..gilaa sii...kayanya ka Akhsan suka deh sama loe..." bisiknya saat jam pulang sudah


" ga mungkin.." jawabku santai


" loe ga liat cara dia memperlakukan loe gimana ??" Airin masih tetap pada pendiriannya


" hati hati loh Ra...kudengar ka Akhsan tuh wakil ketua senat...idola juga , pasti banyak senior yg suka sama doi.. " ia mewanti-wanti


" masa sih...kalo gitu gue tunggu deh labrakan dari mereka..." jawabku asal sambil tertawa mengejek


baru saja berucap,rasanya mulutku saja masih basah ,tiga mahasiswi senior menghadangku dengan gaya angkuh dan centilnya,tidak ada kekasih bang Akhsan diantara mereka


syukurlah....calon kaka ipar gue bukan cabe cabean macam ketiga makhluk yg ada di depan gue..


" heh.. loe junior yg suka tebar pesona itu kan , gue peringatin sama loe ga usah so kecantikan disini apalagi sama anggota senat " ucapan yg keluar dari bibir yg bergincu merah memandang sebal ke arahku dengan mulutnya yg menyungging kaya emak emak kost kalo akhir bulan...


aku menahan tawa " pffftt...."


iya kali ,selera abang gue kaya gini ...yg ada dia dimarahin mamah karena ntar disangka bawa emaknya gorilla...


" gue emang cantik !!gimana dong ??" tanyaku songong


" ishhhh."


tangannya hendak menamparku namun ditahan bang Akhsan .


" Akhsan....!!"


" ka Akhsan..!!"


" jangan pernah nyentuh adek gue...." bang Akhsan mengibaskan tangan mahasiswi bernama velly itu


" adek....??!!!!" pekik mereka


" honey...." pekik seseorang mendekat menyapaku ,kami mendongak


ini dia kesayanganku ia membuka hoddie nya wajah tampan,beranting satu di telinga kirinya


.


.


.


.


.