
Pada saat Andika datang ke rumah Aulia, ternyata wanitanya itu sudah berangkat untuk bekerja. Akhirnya dia memutuskan untuk merenungkan nasibnya di sebuah Danau yang tidak jauh dari pusat Kota.
Pada saat dia tiba di sana, tanpa sengaja netranya melihat Andini yang sedang berduaan dengan Aiden.
"Bukankah itu wanita yang akan aku nikahi?" tanya Andika.
Awalnya dia tidak yakin jika itu adalah Andini, wanita yang akan menjadi istrinya. Namun, setelah mencocokkan wajah Andini yang berada di ponselnya dengan wanita yang berada di hadapannya, ternyata wajah mereka benar-benar sama.
Andika begitu penasaran, karena saat itu Andini sedang berduaan dengan seorang pria yang tidak dia kenal. Namun, mereka terlihat begitu dekat dan terlihat saling mencintai.
Andika berusaha untuk menajamkan kupingnya, karena dia Ingin mencuri dengar apa yang dibicarakan oleh Andini bersama dengan pria yang tidak dia kenal itu.
"Aku minta maaf Aiden, karena hubungan kita harus berakhir sampai di sini. Kita tidak bisa melanjutkan hubungan kita," ucap Andini.
Aiden terlihat begitu kaget mendengar apa dikatakan oleh Andini, padahal dia sudah merasa sangat senang karena Andini tiba-tiba saja meminta dirinya untuk bertemu di pagi hari.
Dia bahkan rela bolos bekerja hanya karena ingin menemui kekasih hatinya, dia begitu merindukan Andini.
"Kenapa bisa seperti itu? Padahal kita sudah berencana akan menikah, kamu tahu sendiri jika aku begitu mencintai dirimu," ucap Aiden dengan kecewa.
Andini terlihat begitu sedih, bahkan dia sampai menitikan air matanya ketika mendengar Aiden mengatakan hal itu.
Karena pada kenyataannya, dia juga begitu mencintai lelaki itu. Hanya saja dia tidak bisa menikah dengan Aiden, karena dia harus menuruti permintaan dari ayahnya.
"Maaf, tapi cinta kita tidak bisa bersatu. Aku harus menuruti permintaan ayah, aku harus menikah dengan pria pilihannya. Maafkan aku, ini adalah bentuk baktiku terhadap ayahku."
Andini berkata dengan sedih, dia bahkan terlihat menggenggam tangan Aiden dengan penuh kasih. Aiden hanya bisa menatap wajah wanitanya dengan penuh kesedihan.
"Kenapa Tuhan seakan tidak merestui jika kita harus bersatu?" tanya Aiden dengan matanya yang sudah basah dengan air mata.
Andini turut menangis saat melihat pria yang begitu dia cintai menangis sesenggukkan, dia tidak menyangka jika nasib cinta mereka akan seperti ini.
"Maafkan aku Aiden, maafkan aku. Ini semua bukan keinginanku, aku mencintaimu," kata Andini.
Tanpa banyak bicara, Andini terlihat memeluk Aiden. Dia seolah takut untuk kehilangan pria itu, tidak lama kemudian Andini terlihat melerai pelukannya.
Lalu, dia mendongakkan wajahnya dan menautkan bibir mereka. Aiden dan Andini terlihat berciuman dengan sangat mesra, mereka seolah mencurahkan semua rasa yang berkecamuk di dalam dada lewat sebuah ciuman perpisahan.
Andika yang melihat dengan mata kepalanya sendiri dengan apa yang Aiden dan Andini lakukan, langsung memalingkan wajahnya.
Rasanya dia tidak pantas melihat pemandangan seperti itu, sungguh itu adalah pemandangan yang tidak seharusnya dia lihat.
Ada rasa sesak di hati Andika ketika tahu jika Andini sudah memiliki kekasih dan rela melepaskan kekasihnya demi menikah dengan dirinya, itu sangat luar biasa, pikirnya.
Namun, ada rasa bahagia juga karena itu artinya dia akan memulai rumah tangga dengan Andini dari nol. Sama-sama tidak memiliki cinta, sama-sama mencintai orang lain.
"Pernikahan macam apa yang akan kami jalani nanti?" tanya Andika dengan sedih.
Karena tidak mau berlama-lama melihat Andini yang berduaan dengan Aiden, bahkan bermesraan dengan penuh hasrat, akhirnya Andika memutuskan untuk pergi dari sana.
Andika memutuskan untuk pergi ke perusahaan di mana Aulia bekerja, karna dia ingin secepatnya bertemu dengan Aulia.
Saat tiba di sana, Andika begitu kaget karena ternyata Aulia sudah tidak bekerja lagi di sana. Ini benar-benar di luar dugaannya.
Saat Andika bertanya ke mana Aulia pergi, pemilik perusahaan tidak menjawab apa pun. Dia hanya berkata jika Aulia sudah mengundurkan diri, Andika hanya bisa pasrah.
Dia benar-benar kesal, sedih dan juga marah karena ternyata sahabatnya itu mengundurkan diri tapi tidak memberitahukan hal itu kepada dirinya.
Andika bahkan kembali ke rumah Aulia untuk bertanya, sayangnya ibunya berkata jika dia tidak mengetahui apa pun.
"Ini sangat gila! Bagaimana bisa dia pergi tanpa berpamitan kepadaku? Bagaimana bisa dia pergi meninggalkan aku begitu saja?" tanya Andika.
Andika seperti orang gila saat itu, dia bahkan mencari tahu keberadaan Aulia di tempat biasa mereka sering menghabiskan waktu bersama.
Bahkan, Andika juga pergi ke kampus Adisha untuk bertanya kepada gadis itu. Sayangnya Adisha berkata jika dia tidak mengetahui apa pun.
Dia benar-benar frustasi karena ingin bertemu terlebih dahulu dengan Aulia sebelum dia menikah dengan wanita lain, sayangnya itu hanya angan.
"Oh ya ampun, Pimoy. Kamu ke mana? Aku begitu capek mencarimu ke sana ke mari, tapi kamu tidak ada," ucap Andika mengeluh.
Tanpa Andika tahu, Aulia langsung memutuskan untuk pergi ke tempat yang jauh agar tidak bertemu lagi dengan Andika.
Aulia yang sudah sejak lama mencintai Andika, sangat takut akan merasa terus sakit jika tinggal di kota yang salah dengan pria itu.
Aulia yang merasa sedih dan juga sakit hati akhirnya langsung meminta kepada atasannya untuk dipindah kerjakan ke pelosok saja, agar dirinya jauh dari jangkauan Andika.
Aulia bahkan pergi tanpa berpamitan kepada ibunya, karena saat dia hendak turun dari mobil dan berpamitan kepada ibunya, dia melihat Andika yang sedang menanyakan dirinya kepada ibunya tersebut.
"Aaarrgh!" teriak Andika perustasi.
Andika kini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia benar-benar tidak bersemangat dan hanya bisa pasrah dengan apa yang diminta oleh ibunya tersebut.
Keesokan harinya.
Andika dan Aulia benar-benar menikah demi perusahaan Wijaya, pernikahan itu diadakan secara sederhana. Karena memang kondisi dari Anjas yang saat itu benar-benar sudah sangat kritis.
Baru saja Andika dan Andini menikah, Anjas langsung masuk Rumah Sakit kembali dan dia menghembuskan napas terakhirnya.
Padahal, awalnya Andika ingin menceraikan Andini karena dia tidak mencintai perempuan itu. Sayangnya, setelah meninggalnya Anjas membuat dirinya tidak bisa meninggalkan Andini.
Apalagi dia sempat berjanji kepada Anjas jika dirinya tidak akan meninggalkan Aulia, kecuali Aulia yang ingin pergi dari dirinya sendiri. Dia akan relakan.
Sejak saat itu, Andika berusaha untuk menerima kehadiran Andini di dalam kehidupannya.
Begitupun dengan Andini, dia berusaha untuk menjadi istri yang terbaik bagi Andika. Walaupun saat itu tidak ada cinta di antara keduanya.
#Flash back off#
"Itulah kisah, Daddy, Sayang. Miris ya?" ucap Andika seraya menatap wajah putranya yang kini sudah tertidur dengan lelap.