Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Tamat


Satu tahun kemudian...


Pada akhirnya Dimas dan Bu Nadia telah ditetapkan menjadi tersangka atas pembunuhan berencana terhadap Bianca, rencana pembunuhan terhadap Joana dan Pak Riki, termasuk kasus korupsi pada dana perusahaan di Alpha. Sehingga pengadilan memutuskan bahwa mereka di hukum seumur hidup.


Dimas harus mengalami penderitaan disepanjang hidupnya karena kakinya telah diamputasi, sehingga dia kini hanya memiliki satu kaki saja dan sering mendapatkan olokan dari teman satu selnya, selain itu dia juga sering dihajar oleh mereka.


Sementara Bu Nadia, dia sering sakit-sakitan di sel tahanannya dan tinggal menunggu ajalnya tiba.


Dan juga Liam dia harus mendapatkan hukuman mati karena dia telah banyak membunuh orang sebagai seorang pembunuh bayaran.


Berkat pengakuan dari Bianca, nama Alvaro kini telah bersih dari daftar pelaku tindak pidana. Alvaro sering mengunjungi makam sang mantan istri dengan ditemani Joana.


Setelah menjalani operasi dan juga diatasi dengan begitu cepat, kini akhirnya Pak Riki telah sembuh sampai sekarang, keadaannya semakin hari semakin membaik. Kebahagiaannya semakin bertambah setelah kahadiran sang cucu tercinta.


Joana telah melahirkan seorang putra dua bulan yang lalu, seorang putra yang sangat tampan, wajahnya hampir mirip dengan Alvaro. Nama putra mereka adalah Dewangga Ferdinand Alpharez.


Selama ini Alvaro telah menjadi seorang ayah yang baik untuk putranya, dia juga menjadi seorang suami yang selalu siap siaga untuk istrinya, bahkan dia menjadi menantu yang membanggakan untuk ayah mertuanya, dan menjadi seorang detektif yang hebat dalam menangani banyak kasus.


Kemampuan dan bakat yang dia punya, itulah yang bisa membuat dia bangkit di dalam keterpurukannya, Alvaro memiliki insting yang sangat tajam dalam memecahkan sebuah kasus yang sedang dia tangani.


Mumpung Alvaro sedang santai, malam ini giliran Alvaro yang menidurkan putranya, sehingga sang putra yang masih berusia dua bulan itu kini telah tertidur dipelukannya. Akhirnya dia telah sukses mendapatkan gelar sebagai seorang ayah, tentu saja dia sangat bahagia dengan hal itu, dan sangat berterimakasih kepada Joana yang telah berjuang keras melahirkan putra terkasih mereka.


Alvaro pun menidurkan putranya ke ranjang khusus bayi, kemudian dia berjalan ke arah ranjang memandangi Joana yang sudah siap dalam membuat adik untuk Dewangga.


"Mari kita buat anak yang banyak, kalau bisa kita buat tim kesebelasan." canda Alvaro, dia sudah tak sabar ingin membuat adik untuk Dewangga, sehingga segera membuka pakaian Joana dan pakaiannya juga.


"Sekalian kita buat club sepak bola, Al." Joana terkekeh, dia pasrah saja, mungkin Alvaro sudah tidak sabar ingin berbuka puasa setelah dua bulan tidak tega menyentuh sang istri setelah melahirkan Dewangga.


Alvaro segera menyatukan tubuh mereka, hal tersebut sukses membuat mereka mendes-ah hebat. Namun sayangnya, baru juga nyelup, belum sampai menggerakkan batangnya, mereka terganggu dengan suara ponselnya Alvaro yang bergetar terus sedari tadi.


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Drrrrtt...


Sangat menganggu suasana.


"Angkat dulu, Al. Siapa tahu penting.".suruh Joana.


Alvaro terpaksa melepaskan sang joni di milik istrinya. Rupanya Gleen yang menelpon dirinya.


"Ada apa, Gleen?" tanya Alvaro ketika mengangkat telepon dari Gleen.


Satu tahun yang lalu Gleen telah dibuat botak oleh Danu, untuk menepati janjinya jika Alvaro jatuh cinta, maka Danu akan membotaki kepala Gleen, tapi sekarang rambutnya sudah tumbuh lagi.


Kemudian terdengar suara Danu berteriak, "Aku sudah melacak keberadaannya, nanti aku sherlock ke kamu, Al."


Jerome adalah seorang mafia yang telah membunuh para wanita dengan secara sadis, setiap istrinya berbuat kesalahan, maka akan dia penggal kepalanya. Sehingga dia telah menikah sebanyak tujuh kali.


Awalnya tidak ada satu orang pun yang curiga akan hal itu, tapi Alvaro merasakan kejanggalan jika mengingat nasib semua wanita yang Jerome nikahi mati secara tiba-tiba dan tidak boleh ada yang melayad dengan alasan privasi, dan Jerome melarang polisi untuk melakukan otopsi.


Setelah mendengar informasi dari Gleen dan Danu, Alvaro segera memakai pakaiannya kembali, kemudian dia mengecup kening Joana. "Nanti kita lanjut lagi setelah aku pulang, aku harus menangkap pembunuh biadab itu."


Joana menganggukkan kepalanya, dia paham betul dengan pekerjaan suaminya, dan dia sama sekali tidak mempermasalahkan pekerjaan Alvaro, yang pasti dia selalu mendoakan keselamatan Alvaro.


"Kerja yang semangat, Al!" Joana menyemangati Alvaro.


...****************...


Saat ini Jerome sedang berjalan mengendap-endap dari tempat persembunyiannya, dia keluar dari sana dengan terburu-buru karena takut ketahuan oleh polisi.


Kemudian Jerome masuk ke dalam mobil yang sudah standby supir pribadinya disana, "Kita harus pergi ke pelabuhan."


Jerome ingin melarikan diri ke luar negeri.


Sang supir yang mengenakan topi dan menutupi wajahnya dengan masker, dia hanya menganggukkan kepalanya, sementara Jerome duduk di kursi bagian belakang pada mobil itu.


Betapa terkejutnya Jerome ketika menyadari bahwa sang supir malah membawanya ke kantor polisi, bukan ke pelabuhan, bahkan sopir tersebut menghentikan mobil tepat di depan kantor polisi.


"Hei supir, kenapa kamu malah bawa aku kesini? Kamu mau cari mati ya!" Jerome sangat marah sekali.


Sang supir membuka topinya dan juga masker yang menutupi wajahnya, membuat Jerome terkejut, rupanya pria yang dari tadi menyetir mobil bukanlah supir pribadinya Jerome, melainkan Alvaro.


"Detektif Al?" Jerome tercengang melihatnya, dia segera menodongkan pistol yang selalu dia bawa ke arah Alvaro.


Namun, Jerome kalah cepat. Alvaro dengan cepat menyemprotkan bius ke wajahnya Jerome, membuat Jerome pingsan seketika dan pistol yang dia genggam terjatuh ke lantai mobil.


Saat Jerome tersadar dari pingsannya, dia sedang berada di depan pintu kantor kepolisian dengan posisi kaki dan tangannya terikat dan disamping tubuhnya ada beberapa berkas bukti kejahatan yang telah dia lakukan.


Itulah cara Alvaro dan teamnya untuk menumpas kejahatan, selain menangani kasus para klien, mereka juga berantusias untuk mengurangi angka kriminalitas yang terjadi di negeri ini.


...TAMAT...


...****************...


...Hidup tidak bisa diulang. Apa yang sudah terlanjur terjadi tidak akan bisa kita batalkan. Kita sendiri yang harus memutuskan, mau bangkit atau diam saja membiarkan diri tenggelam dalam keterpurukan....


...Terimakasih yang sudah membaca novel ini dari awal sampai selesai 🙏...