Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)

Bangkitnya Pria Hina (Detektif Al)
Promo Novel - Sang Penakluk Wanita (System Playboy)


Dia adalah seorang pria yang sangat tampan dan kaya raya, hidupnya merasa lebih sempurna setelah kehadiran seorang istri yang sangat cantik.


Tapi dengan teganya sang istri berselingkuh dengan kakak tirinya, kemudian mereka membunuh Bryan secara sadis demi mendapatkan seluruh kekayaan yang Bryan miliki.


Bryan diberikan kesempatan untuk hidup kembali oleh system, tapi dia harus menyelesaikan misi dari system yaitu harus bisa membuat banyak wanita takluk kepadanya, dengan syarat dia harus menyembunyikan identitas aslinya dan menyamar menjadi seorang ojek online.


Apakah Bryan sanggup menaklukkan hati para wanita dalam waktu satu bulan?


...****************...


Bryan Juan Pratama, dia adalah seorang pria yang sangat tampan dan kaya raya, dan dia juga adalah sang pewaris dari perusahaan Pratama Group.


Bryan merasa hidupnya sangat sempurna setelah menikah dengan Tasya, seorang istri yang sangat Bryan cintai dengan setulus hati. Sehingga dia akan melakukan apapun untuk mengabulkan apa saja yang Tasya inginkan, bahkan dia selalu bersikap romantis pada Tasya, dan selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk Tasya.


Tapi nasib naas telah menimpa dirinya, tiga bulan yang lalu Bryan mengalami kecelakaan, membuatnya tak bisa berjalan, hanya bisa mengandalkan kursi roda, dari sanalah penderitaan Bryan dimulai.


Selama ini Bryan di kurung di ruang bawah tanah, dia selalu disiksa oleh Jordan, kakak tirinya Bryan. Bryan yang cacat tak memiliki kekuatan untuk melawan, bahkan semua pembantu yang bekerja di rumah yang megah itu telah dipecat oleh Jordan.


Seperti hari ini, Jordan telah menyiksa Bryan dengan mencambuk seluruh badannya dengan ikat pinggang.


"Arrrgghh!"


"Arrrgghh!"


"Arrrgghh!"


Bryan beberapa kali dibuat merintih kesakitan setiap kali merasakan ikat pinggang tersebut melukai badannya, hampir sekujur tubuhnya dia merasakannya perih.


"Hahaha... bagaimana rasanya, Bryan? Apa masih kurang heuh?" Jordan tertawa puas melihat badan Bryan penuh luka, sampai baju yang Bryan kenakan berdarah.


Besi ikat pinggang itu sampai patah saking kerasnya pukulan demi pukulan yang dilayangkan oleh Jordan ke badan Bryan. Goresan demi goresan yang dihasilkan oleh pukulan ikat pinggang sangat menyiksa Bryan, membuatnya terus merintih.


"Hahaha... kamu dan ayahmu sama-sama bego. Apa kamu tahu bahwa akulah yang telah membunuh ayahmu itu? Aku yang membuat ayahmu kecelakaan." Jordan tertawa puas, membanggakan dirinya yang telah berhasil membuat ayah tirinya mati secara mengenaskan.


Bryan sangat marah mendengar kebenaran mengenai kematian ayahnya, "Brengsek kamu Jordan, aku akan membunuhmu."


Jordan tertawa kembali, dia menendang dada Bryan dengan sangat keras.


Bruuuk...


Sehingga Bryan terjungkal ke lantai bersama kursi rodanya.


"Pria lumpuh sepertimu bagaimana bisa membunuhku heuh? Jangan mimpi!" Jordan menatap tajam pada Bryan.


Bryan terbatuk-batuk, merasakan dadanya sangat kesakitan, karena Jordan menendangnya tepat kebagian dadanya. Kemudian Bryan melihat ada Tasya masuk ke dalam ruangan bawah tanah tersebut dalam keadaan telanjang, membuatnya sangat geram, tapi dia tak mampu untuk berkata, karena seluruh badannya sangat terasa menyakitkan.


"Hai sayang, kau ingin menggodaku." Jordan terkekeh begitu melihat Tasya berjalan ke arahnya sambil menari dengan keadaan telanjang bulat.


Jordan dan Tasya memang sering bercinta di depan Bryan, untuk membuat Bryan semakin terluka. Bukan hanya fisiknya yang dibuat terluka, tapi hatinya Bryan juga telah dibuat hancur oleh mereka.


Jordan segera membuka seluruh pakaiannya, kemudian dia menggendong Tasya, membaringkannya diatas matras, lalu mereka bercinta disana. Sehingga terdengar suara desa-han mereka begitu jelas.


"Ahhh... ahhh... lebih cepat sayang." Tasya menyuruh Jordan untuk mempercepat gerakannya.


Jordan terkekeh, dia menatap Bryan dengan penuh rasa kemenangan.


Bryan mengepalkan tangannya, ingin sekali dia membunuh dua makhluk berhati iblis tersebut, sayangnya untuk berjalan saja dia tak mampu.


Bryan merasakan kepalanya sangat sakit, sehingga dia telah kehilangan kesadarannya, mungkin karena tak sanggup lagi menahan luka yang sangat menyakitkan di sekujur tubuhnya.


****************


Kesadaran Bryan telah kembali, perlahan-lahan Bryan membuka matanya, dia terkejut ketika menyadari dirinya sedang berada di tepi jurang.


"Apa yang kau lakukan, Jordan?" Bryan sangat ketakutan sekali ketika melihat ke bawah sana, bagaimana dalamnya kondisi jurang tersebut.


Jordan sekarang ini sedang berdiri di belakang Bryan, pria itu terlihat sedang memegang kursi roda Bryan. "Aku hanya ingin mengantarkan adik tiriku ini ke neraka, untuk menyusul ayahnya, hahaha..."


Bryan sangat terkejut mendengarnya, "Sialan kamu, Jordan. Aku tak akan pernah memaafkan kamu. Aku akan membalas semua kejahatanmu."


Jordan terkekeh. "Lakukan saja di neraka sana bung."


Bryan berusaha sekuat tenaga untuk melawan, sayangnya Jordan telah melepaskan kursi roda, sehingga kursi roda tersebut bergerak sendiri, membuat kursi roda terguling membawa tubuh Bryan terjatuh ke dalam jurang.


"Hahaha..." Jordan tertawa puas, kemudian dia menatap Tasya yang sedang menunggunya di dalam mobil. Mereka telah berhasil melenyapkan Bryan.


Tentu saja nyawa Bryan tak terselamatkan, tubuhnya mengalami patah tulang, kepalanya terbentur ke batu yang besar, sehingga badannya telah bersimbah darah.


Nasibnya sungguh mengenaskan. Padahal selama ini dia sangat memperlakukan Jordan sangat baik, menganggapnya sebagai kakak kandungnya sendiri, tapi pria itu tega sekali membunuh dirinya, demi menguasai harta kekayaan yang Bryan miliki.


Ditengah kegelapannya malam hari, seekor serigala telah mencium bau darah segar disana, serigala tersebut berjalan mendekati tubuh Bryan yang sudah tak bernyawa lagi. Sebuah santapan yang sangat lezat.


Namun, ada sebuah cahaya berwarna biru membuat serigala tersebut ketakutan, sehingga sang serigala berlari kencang meninggalkan mayat Bryan.


Cahaya biru itu masuk ke dalam tubuh Bryan, membuat jari-jari tangan Bryan bergerak, dengan perlahan-lahan Bryan membuka matanya.