
Di keheningan malam, terlihat dua insan yang sedang melepas rindu, mungkin karena sudah lama tubuh mereka berdua tidak menyatu, sehingga malam ini sangat terasa syahdu.
Walaupun awalnya Joana berusaha menolak dengan keras, tapi tetap saja Alvaro pemenangnya, 1001 macam cara Alvaro lakukan untuk membuat Joana terbuai dalam permainannya, apalagi sentuhan kehangatan pria itu membuat tubuh Joana terus berdesir hebat. Tak Alvaro lewati sedikitpun, dia memberikan belaian lembut pada setiap inci tubuh Joana.
Bahkan pria itu telah berhasil membuat tubuh Joana tak memakai kain apapun lagi, begitu pun dirinya.
Yang awalnya bilang oh jangan, menjadi oh yes. Yang awalnya menolak, kini malah sangat menikmatinya.
Joana sungguh tak berdaya berada dibawah kekuasaan Alvaro, pria itu melahap habis bibir Joana, seakan merasakan lapar, kemudian kepalanya turun melahap buah dada Joana dengan begitu rakus, seperti bayi yang sedang kehausan.
"Al..." Joana ingin menolak, tapi wanita tersebut semakin terhanyut ke dalam pusaran gairah yang Alvaro ciptakan.
Dan Alvaro tak ingin mendengarkan protes dari Joana, dirinya telah dikuasai naf-su yang begitu menggebu, yang sudah dia tahan dalam waktu cukup lama, selama hampir satu bulan mereka menikah, ini ketiga kalinya mereka melakukannya lagi.
Pria itu begitu menginginkannya, dia menyesap dibagian puncaknya buah dada Joana, semakin membuat Joana kehilangan arah, mencengkram rambut Alvaro dengan kuat.
Tangan Alvaro turun dengan perlahan menyentuh sesuatu yang ada dibawah sana, sehingga kata Al berganti menjadi ah.
"Ahhh..." Tubuh Joana menggelinjang ketika merasakan Alvaro menggerakkan jarinya dibawah sana. Bermain dengan titik sensitif di daerah sana.
Jari Alvaro terus menggodanya, menelusuri kelembutan dibawah sana, membuat tubuh Joana terasa panas dingin dan menegang.
Alvaro menautkan kembali bibir mereka, sedangkan sidik jarinya terus bermain di bawah sana, bergerak maju mundur dengan tempo sedikit cepat. Joana seakan sedang dibawa berpetualang oleh Alvaro mengarungi samudera. Begitu menggetarkan sukma.
Joana mengeluarkan suara indahnya, memenuhi kamar Alvaro, membuat Alvaro semakin bergairah mendengar suara seksi Joana.
"Ahhh... Al..." Joana merasakan ada yang akan tumpah dibawah sana, tanpa sadar dia mencengkeram lengan Alvaro yang semakin gencar menggerakkan jemarinya dibawah sana.
Alvaro tersenyum puas, karena sudah tak ada penolakan di diri Joana, dia mulai menautkan kembali bibir mereka, dan mulai menyatukan tubuh mereka.
"Ahhh..." Joana menggila ketika merasakan ada sesuatu yang menyeruak masuk ke dalam miliknya, dia memeluk punggung Alvaro ketika pria tersebut memasukannya sepenuhnya.
"Oh Joana!" Alvaro merasakan senjatanya dijepit kuat oleh milik Joana. Tubuh Joana sungguh membuatnya candu, setiap kali menyentuhnya, rasanya tak ingin melepaskan tubuh indah itu. Denyutannya membuat Alvaro menggila. Pria tersebut begitu gagah memom-pa tubuh Joana.
Joana mengalungkan kakinya pada pinggang Alvaro, Alvaro memaju mundurkan pinggulnya dengan kasar, rasa sakit yang ada di punggungnya tidak dia hiraukan, yang ada saat ini dia merasakan kenikmatan yang begitu dahsyat, membuatnya harus melakukannya berkali-kali malam ini.
Alvaro membalikan tubuh Joana, sehingga posisi Joana kini membelakanginya, Alvaro ingin melakukannya dengan gaya yang berbeda, kemudian Alvaro memasukannya senjatanya kembali ke dalam milik Joana.
"Oh..." Joana merasakan sensasi yang berbeda dengan gaya seperti itu, dia menungging dan tangan Alvaro memegang pinggul Joana.
Alvaro mempercepat gerakannya, sembari memegang pinggul Joana, dia merasakan dirinya gila ketika melakukannya dengan gaya seperti itu.
Alvaro mengembalikan Joana ke posisi semula, dia memopa tubuhnya kembali dengan cepat, sembari mulutnya menyambar buah dadanya Joana.
"Mmmh.... ahhh..." Joana telah mendapatkan pelepasannya, tapi masih belum bisa berhenti, pria itu sungguh perkasa, bahkan dia sangat tampan.
Setelah lama bermain, akhirnya Alvaro telah mencapai pelepasannya, tubuhnya bergetar, menusuk semakin dalam, menyemburkan be-nih cintanya di dalam sana, sampai dia ambruk diatas tubuh Joana, menatap lekat wanita yang telah mengisi hari-hari Alvaro selama hampir satu bulan ini. Kemudian Alvaro menautkan kembali bibir mereka.
Joana pikir dia akan diberi waktu untuk beristirahat malam ini, tapi pria itu malah menggendongnya, membawanya ke kursi sofa, dan mereka pun melakukannya lagi dan lagi di kursi sofa sana.
Mereka bercinta dengan posisi Alvaro duduk di kursi sofa, dan Joana yang bergerak di pangkuannya. Pria itu telah mengajarkan berbagai macam gaya pada Joana.