
...***...
...*...
...*...
...*...
...○•○•●•♡•●•○•○...
...Happy Reading Guys...
...🤗🤗...
...○•○•●•♡•●•○•○...
...*...
...*...
...*...
...***...
《♡Author Pov♡》
Zea terus memperhatikan Zio yang tengah bersiap melempar bola kasti kecil itu.Namun bukanya fokus dengan Zio yang hendak melempar bola kasti,Zea justru terfokus menatap ketampanan Zio.Sehingga membuatnya terpesona.
"Ini gue yang baru sadar atau gimana sih.Kok Zio kelihatan beda ya sekarang.Kek ganteng banget gitu.Apalagi kalau diliat dari jarak sedekat ini " batin Zea sambil terus terfokus menatap Zio.
Tanpa Zea sadari,kalau perasaan cinta sudah mulai bersemi dihatinya saat melihat Zio.Dia tanpa sadar telah membiarkan kehadiran Zio masuk kedalam hatinya dan membuat dirinya nyaman.
Zio yang selalu bertingkah konyol didepannya.Zio yang selalu membuatnya tersenyum.Zio yang selalu perhatian padanya.
Zea sekarang sudah mulai sedikit demi sedikit menyukai Zio.Namun ia tidak menyadari akan semua itu.
Karna ia terlalu fokus memperhatikan Zio dan mengagumi Zio.Sampai-sampai membuat Zea tidak sadar kalau Zio sudah melempar bola kasti kecil itu dan berhasil mengenai kaleng-kaleng yang tersusun didepan mereka.
Bapak yang menjaga wahana permainan ini pun langsung menyerahkan boneka berwarna ungu yang diinginkan Zea.Dengan sigap Zio mengambil alih boneka yang ada ditangan bapak itu.
"Makasih ya pak "ucap Zio dengan sopan.
"Sama-sama,mas "ucap bapak itu.
Setelah itu Zio pun menoleh kearah Zea yang tengah memperhatikan dirinya.Zio pun mengernyit keheranan karna Zea terus benatap dirinya dengan intens.
"Ze "panggil Zio,namun tak ada sahutan dari Zea.
Gadis ini terlalu hanyut dalam pesona Zio.Sampai-sampai membuat dirinya kehilangan kesadaran atas dirinya.
"Zea "panggil Zio sambil menepuk pelan pundak Zea.
Berkat tepukan tangan Zio dipundaknya,Zea pun tersadar dari lamunannya.
"Hah ? iya gue.."ucap Zea setelah tersadar dari lamunannya.
"Lo kenapa ? "tanya Zio.
"Gue ?"beo Zea sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya.Lo kenapa ? kok kek ngelamun gitu ?"
"Ooh itu..gue..gue baik-baik aja kok "
"Serius ?"tanya Zio sambil menatap Zea dengan kerutan dikeningnya.
"Ck,iya "ucap Zea sambil berdecak kesal.
Zio pun ber-oh ria.Setelahnya ia langsung menyerahkan boneka yang di inginkan oleh Zea.
"Nih buat lo "ucapnya sambil menyerahkan boneka itu kepada Zea.
"Lo berhasil ngedapetinnya ?"ucap Zea dengan antusias mengambil alih boneka itu dari tangan Zio.
"Ya iyalah "ucap Zio sambil menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya "Siapa dulu dong,Zio gitu loh "songongnya.
Sedangkan Zea hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah Zio.
"Thanks ya "ucap Zio tulus sambil tersenyum lembut kearah Zio.
DEG
"Masya allah..manisnya senyumnya " batin Zio.
Setelah mengatakan itu Zea pun beranjak dari tempatnya berdiri.Sedangkan Zio berjalan disampingnya dengan beriringan.
"Mau kemana lagi ? trus mau main permainan apa lagi ?"tanya Zio sambil menoleh kearah Zea yang juga menatapnya.
"Gue gak pengen main lagi "ucap Zea sambil mengalihksn pandangan matanya dari Zio.
"Trus lo mau ngapain ?"
"Balik aja yuk "ajak Zea.
"Serius lo mau balik ?"tanya Zio.
"Hm "gumam Zea sambil menganggukkan kepalanya.
Entah kenapa terbersit rasa tidak senang dihati Zio saat mendengar Zea mengajak untuk pulang.Sepertinya Zio masih ingin bersama dengan Zea disini.Namun karna tidak ingin membuat Zea berpikir yang macam-macam tentang diri nya.Akhirnya Zio memutuskan untuk setuju dengan ajakan Zea untuk pulang.
"Ya udah kalau lo bilang pengen pulang"ucap Zio "Lagian kita udah hampir mainin semua permainan disini tadi"ucap Zio sambil tersenyum kearah Zea.
"Hm"gumam Zea sambil manganggukkan kepalanya.
"Yaudah.Yuk gue anter pulang "ucap Zio dan langsung menggengggam tangan Zea dan berjalan kearah motornya yang terparkir.
"Eh..iya"ucap Zea gugup saat Zio yang secara tiba-tiba menggenggam tangannya.
Jantung Zea benar-benar dibuat berdebar dengan semua perlakuan manis dari Zio.
Saat tiba didepan motornya.Zio langsung melepaskan genggaman tangannya ditangan Zea.Kemudian ia mengambil helm yang tadi Zea pakai dan memakaikannya dengan telaten ke kepala Zea.
Setelah ia memasangkan helm ke kepala Zea.Dia pun langsung memakai helm miliknya dan menaiki motornya.
"Ayo "ucap Zio sambil mengulurkan tangannya kearah Zea untuk membantu gadis itu berpegangan saat menaiki motornya.
"I-iya "ucap Zea mencoba menahan kegugupannya dan menyambut uluran tangan Zio.
HAP
"Udah ?"tanya Zio tanpa menoleh kearah Zea yang duduk dibelakangnya.
"Hmm"gumam Zea sambil menganggukkan kepalanya.
Zio pun mulai menyalakan motornya.Namun sebelum ia menjalankan motornya dia berucap.
"Pegangan Ze !"perintah Zio.
Sedangkan Zea yang duduk dibelakang Zea benar-benar sudah sangat gugup.Dengan hati-hati Zea mengulurkan kedua tangannya ke pundak Zio,sebagai pegangannya
"Ck..kok di pundak sih "ucap Zio berdecak kesal.
"Hah ?"bingung Zea.
Tanpa berkata sepatah kata pun Zio langsung menarik tangan Zea dari pindak nya dan meletakkan kedua tangan Zea dipinggsngnya.
"Pegangan itu tuh di sini,bukan di pundak !"ucapnya.
"Ck..iya.Ribet banget sih !"ucap Zea,berlaga kesal namun nyata nya dia hanya ingin menyembunyiksn kegugupannya dari Zio.
"*Aaa....baper g*ila* " batin Zea menjerit.
Zio pun langsung menjalankan motornya.Dibalik helm itu,Zio tersenyum lebar karna berhasil membuat Zea berpegangan dipinggangnya.
Terlihat sesekali Zio menundukkan kepala menatap kedua tangan Zea yang berpegangan di pinggang nya.Terlihat seperti Zea yang tengah memeluk Zio dari belakang.
...***...
Saat ini mereka berdua sudah tiba didepan rumah Zea.Tanpa berkata sepatah kata pun Zea langsung turun dari motor Zio.
Saat ia hendak membuka helm dikepalanya.Tiba-tiba Zio menjauhkan tangan Zea dan mengambil alih untuk membuka kan helm itu dari kepala Zea.
Setelah helm terlepas,Zio pun menyerahkan helm itu kepada Zea.Melihat itu sontak membuat Zea mengernyit, keheranan.
"Apa ?"bingung Zea.
"Simpan helm nya !"ucap Zio.
"Enggak perlu,Zi ! Gue ad-"belum selesai Zea dengan ucapannya,Zio langsung menyelanya.
"Udah.Simpan aja !"kekeh Zio menyerahkan helm itu kepada Zea.
"Ta-"
"Udahlah,Ze.Gue bilang simpen,ya simpen aja !"
"Ck...iya "pasrah Zea.
"Oh iya..nih bonekanya "ucap Zio sambil menyerahkan boneka itu kepada Zea dan disambut oleh Zea.
"Lo mau mampir dulu,gak ?"tawar Zea.
"Enggak deh !"tolak Zea dengan lembut "Lain kali gue bakal mampir kok.Sekalian buat ketemu sama mertua gue "ucapnya dengan senyum jenaka yang terpatri diwajahnya.
BHUG
"Jangan aneh-aneh !!"ucap Zea sambil memukul Zio dengan boneka ditangannya.
Sedangkan Zio pun tergelak melihat Zea yang kesal karna nya.Zea sendiri pun juga ikut tertawa karna nya.
"Zi "panggil Zea.
"Kenapa,hmm ?"tanya Zio sambil menoleh kearah Zea.
"Thanks untuk ini semua "ucap Zea lembut sambil tersenyum kearah Zio.
Zio pun tersenyum,kemudian menganggukkan kepalanya.
"Gue balik yak ?"pamit Zio.
"Iya "ucap Zea sambil menanggukkan kepalanya.
Zio pum memakai helm nya,kemudian menaiki motornya.
"Hati-hati ya "Ucap Zea tiba-tiba,sontak membuat Zio menoleh kearah Zea.
"Sekali lagi makasih untuk malam ini "ucap Zea sambil tersenyum manis kearah Zio.
Setelah mengatakan itu Zea langsung beranjak dari tempatnya berdiri dan langsung masuk kedalam rumahnya.Meninggalkan Zio yang terus menatap dirinya dengan senyum lebar dibalik helm itu.
...***...
...*...
...*...
...*...
...Sampai ketemu di part selanjutnya guys...
...*...
...*...
...*...
...***...