
...***...
...*...
...*...
...*...
...***HAPPY READING GUYS...
...🤗🤗***...
...*...
...*...
...*...
...***...
《♡Author Pov♡》
Saat ini Zea Cs,kedua orang tua Kamira,dan juga Zio Cs tengah berada di rumah sakit,menunggu kabar Kamira yang tengah ditangani oleh dokter.
Saat kedua orang tua Kamira datang,Zea pun langsung memceritakan semuanya kepada kedua orang tua Kamira tentang apa yang sudah terjadi.
"Tante maafin Ze "ucap Zea sambil menggenggam tangan Oliv.
"Gara-gara Ze,Kamira jadi kek gini "
"Gak sayang "ucap Oliv sambil membalas genggaman tangan Zea ditangannya.
"Ini bukan salah kamu sayang.Tapi ini sudah menjadi takdir Kamira.Kamu jangan nyalahin diri kamu sendiri untuk semua yang terjadi !!"ucapnya.
"Tap-tapi tan,coba aja Zea lebih waspada semua ini gak akan terjadi.Kamira pasti gak akan ada didalam sana "ucap Zea sambil menatap Pintu ruang di oprasi Kamira.
Sangat kentara di kedua manik mata Zea,tersirat penyesalan yang begitu dalam.
"Kamu jangan nyalahin diri kamu,Zea !!"ucap Hans,bokap Kamira.
"Mira tidak akan suka kalau melihat kamu menyalahkan diri kamu sendiri kek gini.Kamu tau kan ? Mira itu kuat,dia pasti baik-baik aja "ucap Hans.
"Iya Om "ucap Zea.
"Dengan keluarga pasien ?"ucap Dokter yang baru saja keluar dari ruangan tempat Kamira di oprasi.
"Iya dok "ucap Hans dan langsung mendekati Dokter itu.
"Kami orang tua nya dok "ucapnya.
"Begini Pak "ucap Dokter itu ragu.
"Ada apa dok ?"tanya Oliv harap cemas.
"Maafkan kami Pak.Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan nyawa anak bapak.Tapi tuhan berkehendak lain,pasien sudah meninggal pak "ucap Dokter itu.
DEG
BHUG
"Tante "ucap Zea dan yang lainnya.
"Mamah"ucap Hans.
Setelah Dokter itu mengatakan itu semua,Oliv pun langsung jatuh pingsan.Hans pun dengan sigap memggendong tubuh istrinya itu untuk di periksa.Zea pun lansung masuk kedalam keruangan dimana Kamira berada,di ikuti oleh Zio Cs,Alissya,Putri,Leviana,dan juga Christy.
Terlihat Kamira yang terbaring lemah di brangkar rumah sakit.Susterpun hendak melepaskan alat-alat yang menempel di tubuh Kamira.Namun dengan tegas Zea melarang suster itu untuk melepaskan alat-alat itu di tubuh Kamira.
"Jangan anda berani coba untuk melepaskan alat-alat ini.Kalau sampai anda berani melepaskan alat-alat ini.Maka saya tidak akan segan-segan mematahkan tangan anda itu !!"ucap Zea sambil menatap tajam Suster itu.
"Tapi say- "
"Jangan di lepas !!"bentak Zea menyela ucapan Suster itu.
"Ze tenang "ucap Putri mencoba untuk menenangkan Zea.
"Sus lebih baik anda pergi dari sini.Kalau anda tetap disini,saya tidak bisa menjamin anda akan baik-baik saja jika teman saya ini mengamuk "ucap Leviana.
Merasa dirinya dalam bahaya,Suster itu pun memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan membiarkan mereka semua masih berada didalam ruangan itu.
"Kamira "panggil Zea lirih sambil berdiri disamping brangkar Kamira.
"Bangun Ra ! Lo gak boleh pergi gitu aja hiks..hiks "ucapnya sambil terisak.
"Lo belum jelasin semuanya sama gue.Lo juga belum gue maafin Ra ! Jadi sekarang gue minta lo harus bangun hiks..hiks..jangan pergi Ra !!"
"KAMIRA BANGUN hiks..hiks.."ucap Zea terisak.
"T*ai lo ra "ucap Alissya.
"Lo jangan ninggalin gue dong !! Kalau lo ninggalin gue,siapa lagi temen gue kalau mau ngerecokin acara pertemuan keluarga besar kita nanti hiks..hiks.."isak Alissya.
"Kamora udah pergi ninggalin kita semua.Dan sekarang lo hiks..hiks..lo juga mau ninggain kita semua disini "ucapnya sambil mengusap air matanya yang terus menetes.
"Lo gak kesian apa sama nyokap bokap lo kalau lo pergi ninggalin mereka ? Sekarang mereka cuman punya lo Ra ! Kalau lo pergi mereka pasti bakal hancur Ra "ucap Alissya.
"Mereka udah kehilangan Kamora.Dan sekarang lo juga mau ninggalin mereka ? Lo mau mereka hancur lagi Ra ?"
"Gue mohon bangun Ra hiks..hiks.."ucapnya tertunduk lesu.
Melihat itu Derren pun dengan sigap menahan tubuh Alissya yang hendak terjatuh karna terlalu menangis.
"Tenang Sya "bisik Derren mencoba untuk menenangkan Alissya.
"Kamira hiks..hiks..Kamira Der.Dia hiks..hiks..dia ninggalin gue.Bahkan disaat hubungan kami tengah hancur seperti ini hiks..hiks "lirih Alissya.
"Tenang Sya.Kalau lo kek gini,siapa yang bakal nenangin Tante Oliv,Sya ?"ucap Derren.
"Tante Oliv "lirih Alissya.
"Lo harus kuat Sya.Lo harus jadi penguat untuk Tante Oliv di saat seperti ini "
"Derren "ucap Alissya sambil mengusap air matanya "Lo bener,gue gak boleh sedih. Karna Tante Oliv perlu gue !!"ucapnya.
"Nah gitu dong "ucap Derren.
Saat Alissya sudah tenang,berbeda dengan Zea yang masih menangis disamping Kamira.
"Mira b*ego "ketus Zea.
"Bangun gak lo ? Gue bakalan makin benci banget sama lo kalau sampai lo gak bangun sekarang !!"ucap Zea sambil mengguncang-guncangkan tubuh Kamira yang terbaring di brangkar.
"Bangun Ra " ucap Zea.
"Lo jangan ninggalin gue hiks..hiks..jangan ninggalin gue kek Kamora ninggalin gue Ra hiks..hiks "lirih Zea disela isakannya.
"Sabar Ze "ucap Zio sambil menyentuh pundak Zea "Lo harus ikhlas !!"ucapnya.
"Tap-"
"Ikhlasin Ze ! Kamira pasti akan tenang kalau lo ngikhlasin dia pergi "ucap Zio.
"Lebih baik sekarang kita keluar ya "usul Zio "Biar Suster ngurus Kamira "ucapnya,Zea pun mengangguk kecil.
Saat Zea ingin melepaskan genggaman tangannya dari tangan Kamira.Tiba-tiba Zea merasa seperti tangan Kamira membalas genggaman tangannya dengan erat.
"Ra "ucap Zea sambil menoleh ke arah genggaman tangannya dan tangan Kamira.
Sahabat Zea yang lain mendengar Zea memanggil nama Kamira pun menoleh kearah Zea.
"Ikhlasin Kamira,Ze !!"ucap Alissya.
"Mira bales mengggenggam tangan gue guys !!"ucap Zea.
Dia pun membuktikannya dengan mencoba untuk menarik tangannya.Namun genggaman tangan Kamira begitu erat di tangannya.Bukan hanya itu mereka semua melihat dengan jelas jari-jari Kamira bergerak.
"Gue manggil Dokter "ucap Zio dan langsung berlari keluar ruangan untuk memanggil Dokter agar bisa memeriksa keadaan Kamira.
Tak lama setelah Zio berlari keluar ruangan untuk memanggil Dokter.Akhirnya Dokterpun datang bersama dengan dua orang Suster.
Saat Dokter memeriksa keadaan Kamira,mereka semuapun berada di depan ruangan untuk menunggu.Sedangkan kedua orang tua Kamira tengah berada di UGD,karna keadaan Oliv,ibu dari Kamira yang tengah lemah.
"Gue ke toilet "pamit Zea.
Tanpa menunggu jawaban dari sahabat-sahabatnya Zea langsung beranjak pergi.
Saat ia tiba di toilet,dia pun mencuci wajahnya dengan air.Setelah itu dia menghubungi seseorang.
"Hallo Nona muda "sapa orang yang disebrang sana saat sambungan telpon terhubung.
"Gue mau lo cari tau tentang siapa dalang yang melakukan semua ini !!"ucap Zea.
"Semua apa Nona ?"bingungnya.
"Cari tau siapa orang yang sudah menembak sahabat gue saat berbicara dengan gue di rooftop sekolah ! Gue mau lo mencari tau itu "ucap Zea.
"Baik Nona muda "
"Kalau sudah ketemu,lo seret orang itu ke markas "
"Siap Nona muda "
Setelah selesai berbicara dengna orang yang ia telpon,Zea pun langsung pergi keruangan Kamira dirawar.Zea sudah mendapatkan pesan daru Leviana,kalau Kamira sudah djpindahkan ke ruangan rawat inap.
"Gimana keadaan Kamira ?"tanya Zea saat sudah tiba diruangan Kamira di rawat.
"Kata Dokter Kamira koma "jawab Alissya.
"Sampai kapan ?"tanya Zea lagi,Alissya pun menggelengkan kepalanya.
"Kata Dokter,mereka tidak bisa memastikan kapan Kamira akan sadar dari komanya "
"Tente sama Om udah tau ?" tanya Zea,Alissya pun menganggguk.
"Udah kok.Putri yang ngasih tau "jawabnya.
...***...
**GAYS..SERIUS NIH GUE MAU NANYA.GUE MAU GANTI PEMERAN ZIO SAMA ZEA DEH,GIMANA MENURUT KALIAN ? AND KALIAN BOLEH REKOMENDASIIN SIAPA ORANG YANG COCOK MERANIN ZEA DAN ZIO.
SILAHKAN KOMEN HA GUYS***..