
...***...
...*...
...*...
...*...
...○•○•●•♡•●•○•○...
...HAPPY READING...
...GUYS...
...🤗...
...○•○•●•♡•●•○•○...
...*...
...*...
...*...
...***...
《♡Author Pov♡》
Saat ini Zio cs tengah berada dikelas mereka.Karna Guru yang akan mengajar dikelas mereka tidak bisa hadir.
Akhirnya jadilah kelas ini sudah seperti pasar ikan saja karna ulah mereka semua.
Ada yang duduk dipojokan sama doi sambil nyender.Ada lagi kaum hawa yang berkumpul dimeja depan dekat jendela yang tengah asik berdandan ria.
Dan ada lagi yang lagi asik merumpi ria,siapa lagi kalau bukan kumpulan cewek-cewek.
Saat semua nya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.Tiba-tiba Raffael dan juga Alvano naik kearas meja mereka dan berdiri dengan santainya di atas meja.
Terlihat ditangan Raffael ada satu buku tulis yang dua gulung.Sedangkan ditangan Alvano ada sebuah sapu.
"HEI..EPRIBADEY..."teriak Raffael,sontak berhasil mencuri perhatian siswa/siswi dikelasnya ini.
"Dari pada kalian ngegorip trus ada yang nonton vidio yag kagak-kagak.Mendingan kira bikin konser dadakan aja dah"ucapnya.
"Gimana menurut kalian ?"
Tak ada yang menyahut,semuanya diam tak ada yang memberi respon apa pun atas ide yang diajukan oleh Raffael.
Merasa tak ada yang memberi respon apapun kepadanya,sontak membuat Raffael berdecak kesal.
"Ck..ya udah lah.Gue anggep diam kalian sebagai jawaban kalau kalian setuju sama ide gue"putusnya.
"Van"panggil Raffael kepada Alvano.
"Apaan ?"sahut Alvano.
"Nyok..konser "ajaknya.
"Gas keun "sahut Alvano sambil menganggukkan kepalanya.
"OKEY..AYO MULEKAN "teriak Raffael.
"MUSIC....."teriak Alvano.
"COBA KAU INGAT-INGAT KEMBALI SIAPA YANG ADA DI SAAT KAMU TERLUKA...AKU BUKAN DIA..NAMUN NYA KAU TAK PERNAH MERASA...."teriak Raffael sambil bernyanyi dengan berdiri di atar meja milik nya.
"AKU BUKAN DIA....NAMUN NYA KAU TAK PERNAH MERASA...."sambung Alvano berteriak sambil memain kan tongkat sapu ditangan nya seakan-akan memainkam gitar.
"SETELAH SEMUANYA KITA BERLALU...LUKA DIHATIMU TAK LAGI BERASA PILU...PAHIT..YANG KU TRIMA...MANISNYA ORANG LAIN YANG PUNYA..."sambung Raffael berteriak
"PAHIT..YANG KU TRIMA..MANIS NYA ORANG LAIN YANG PUNYA..."Sambung Alvano.
"Ayo nyanyi semuanya...!!"ajak Raffael heboh.
"KEKASIH ........"teriak seisi kelas,terlihat mereka begitu antusias menyanyikan lagu ini.
"DIMANA KURANG NYA AKU...PADA MU.."sambung Raffael mendramatis sambil menepuk-nepuk dada nya.
"SEHINGGA...."lagi-lagi seisi kelas menyahut dengan kehebohan mereka masing-masing.
"KAU TAK DAPAT MELIHAT CINTA...."teriak Alvano sambil menjadikam sapu ditangnnya sebagai mix.
"SAKIT MU......"teriak seisi kelas.
"SELALU AKU YANG ADA .....UNTUK MU..."sambung Raffael sambil mengusap kedua pipi nya seakan mengusap air mata yang menetes.
"SENANG MU...."seru seisi kelas.
"TAK PERNAH KAU BAGI UNTUK KU..."sahut Alvano sambil menepuk-nepuk dadanya.
"HARUS NYA AKU..."teriak Raffael dramatsi sambil menunjuk dirinya.
"BUKAN LAH DIRI NYA...ORANG YANG PERTAMA KAU CINTA.."teriak Raffael dramatis sambil menunjuk kearah Derren.
Sedangkan Derren hanya memutar bola matanya malas melihat kelakuan kedua sahabatnya ini.
"HARUS NYA AKU..."Kini giliran Alvano yang berteriak sambil menepuk-nepuk dadanya.
"BUKAN LAH DIRI NYA..ORANG YANG PERTAMA KAU CINTA..."tunjuknya kearah Derren dengan dramatis.
"Ngapa jadi nunjuknya kedua semua sih ?"batin Derren kesal.
"Anji*ng emang tuh cewek "sahut Alvano mengumpat.
"LANJUT AL.."seru Raffael.
"GAN..KEUN.."sahut Alvano.
"KAMU TUH CANTIK..."teriak Raffael.
"YEAH..."sahut sesisi kelas heboh.
"GAYA MENARIK ..."teriak Alvano.
"YEAH..."
"YEAH..."
"OM PUN TERTARIK.."teriak Alvano sambil mengusap rambutnya
"YEAH..."
"SIAP JADI SUGAR DADDY..."sambung Raffale sambil mrngusap bibirnya,menggoda.
"MAU GUCCI...LOUIS.....FENDI..."teriak Alvano.
"TINGGAL NGOMONG LANG...."belum selesai Raffael dengan lagu itu,tiba-tiba ada sebuah sepatu melayang dan mengenai kepala nya.
TUK
"Adoyy...sakett..."teriak Raffael mengaduh sambil memegang kepalanya yang terkena lemparan sepatu.
Seisi kelas pun terdiam dan langsung menatap kearah sang pelaku yang melempar sepatu itu kearah Raffael.
Terlihat didepan pintu,berdiri enam orang gadis cantik dengan tatapan kesal kearah Raffael.Siapa lagi kalau bukan Zea cs.Dan orang yang telah melempar sepatu kearah Raffael adalah Leviana.
"HEH..MARKONAH !! NGAPA LO LEMPAR INI SEPATU KE KEPALA GUE ?"teriak Raffael dengan penuh kekesalannya.
"Suka-suka gue dong "acuh Leviana.
"Ck...sakit ini loh Lev "kesal Raffael "Durhaka banget lo sama calon suami "
Leviana pun langsung membulatkan kedua matanya,saat mendengar ucapan Raffael barusan.
"NAJIS BANGET...LO JADI SUAMI GUE "sahut Leviana.
"WOY...jangan berantem !"tegur Putri.
"Ngapain kalian kesini ?"tanya Sean.
"Kita kesini cuman mau bilang,kalau dilapangan ada tamu tal diundang datang kemari "sahut Alissya.
"Tamu tak di undang ? maksud lo apa ?"tanya Derren dengan kerutan dikeningnya.
"Noh..lian aja sendiri "ucap Alissya.
Zio cs pun saling lirik satu sama lain,setelah nya mereka langsung bangkit dari bangku mereka dan berjalan kearah pintu kelas.
Kelima sahabat Zio berjalan keluar menuju lapangan,begitupun dengan Alissya,Kamira,Leviana,Putri,dan jiga Christy.Sedangkan Zea,baru saja hendak melangkah kan kakinya maju tiba-tiba Zio menggenggam tangannya.
"Hai manis "sapa Zio dengan senyum manis terpatri diwajahnya.
Zea pun memutar bola matanya malas melihat tingkah Zio.Dia sudah hapal betul,kalau Zio sudah kek gini.
Jika sudah seperti ini pasti dia bakal menggoda Zea lagi,sama seperti biasanya.
"Ck..apa ?"ketus Zea.
"Gue kira tadi lo kesini karna kangen sama gue"ucap Zio dengan raut wajah memelas
"Ternyata cuman mau ngasih tau tentang tamu tak diundang doang "
"Apaan sih ? gak jelas banget "
Zea pun langsung menghempaskan tangannya.Sehingga pegangan Zio ditangannya terlepas.Setelahnya dia langsung melangkah pergi untuk menyusul sahabat-sahabatnya yang berjalan terlebih dahulu didepannya mereka berdua.
"ZEA....!! teriak Zio dengan kerasnya.
Zea langsung menoleh kearah Zio yang berdiri dibelakangnya dengan jarak beberapa langkah saja dari tempatnya berdiri.
"Lo apa-apaan sih ? kenapa teriak-teriak kek gitu ?"ucap Zea sambil menatap tajam Zio.
Bukan hanya Zea yang menoleh kearah Zio,setelah cowok itu berteriak dengan kerasnya.Tapi juga sahabat-sahabat mereka yang berjalan terlebih dahulu dari mereka langsung menoleh kearah keduanya.
"Iti Zio kenapa teriak-terial kek bocah gitu ?"heras Alissya.
Saat kelima sahabat Zea keheranan saat melihat Zio yang berteriak barusan.Maka lain hal nya dengan kelima sahabat Zio yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Zio.
Mereka paham betul,kalaj saat ini Zio tengah bertingkah yamg aneh-aneh didepan Zea.Agar bisa mengambil perhatian gadis itu.
"Udah..gak usah perduliin mereka"sahut Endra "Paling Zio lagi PDKT sama Zea "ucapnya.
"Lah..kok PDKT gitu sih ?"heran Kamira.
"Ck..terserah dia aja dah "ucap Alvano "Mending kita kelapangan sekarang "ajaknya.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi kelapangan tanpa memperdulikan dua sejoli yang tengah bertingkah di koridor sekolah.
"Aaa...kok dilepas sih ?"rengek Zio.
Zea pun mendelik kesal kearah Zio yang berdiri disampaingnya dengan wajah ditekuk.Aaahh..terlihat sangat menggemaskan.
"Ini bocah kenapa sih ? kok jadi ngegemesin gini jadinya ?"batin Zea.
"Aaaaa...pegangan lagi dong Ze "rengek Zio.
"Ck..apa sih Zi ? jangan kek bocah !"kesal Zea.
"Aish...mau pegangan aaaa..gue mau pegangan tangan "Zio tetap kekeh dengan rengekannya yang meminta untuk berpegangan tangan dengan Zea.
"Diem gak lo !! "kesal Zea.
"Kalau lo kagak diem,gue tam*pol nih !!"ancam Zea.
"Aaaaaaa....gak mau "rengek Zio.
"Gak mau di tampol,tapi mau nya pegangan tangan "kekehnya dengan rengekan yang semakin menjadi-jadi.
Zea pun menggeram kesal melihat tingkah Zio yang keras kepala ingin bergenggaman tangan.Akhirnya,tanpa nerkata sepatah kata pun,Zea langsung menggenggam tangan Zio dan menyeretnya pergi.
"Nah..gini kek dari tadi "girang Zio sambil tersenyum penuh kemenangan,karna keinginan nya dituruti oleh Zea.
"B*acot !! ketus Zea.
"I love you too "sahut Zea.
"G*ila lo ?"ucap Zea sambil melirik kearah Zio yang berdiri disampingnya.
"Karna kamu "sahut Zio dengan senyum jail diwajahnya.
"BANG*SAD !!"kesal Zea mengumpat.
...***...