
"Rambut kamu wangi banget tha, kamu pake sampo apa?" Tanya Kevin.
"Aku pake sampo xxx kak," ujar Agatha.
"Owh ... Itu yah, kak boleh minta gak?" Tanya kevin.
"Boleh dong kak, yaudah nya," ucap Agatha sambil menyodorkan samponya.
"Oke makasih yah," ucap Kevin sambil mengambil sampo yang berada ditangan Agatha.
Lalu Kevin pun masuk kedalam kamar mandi itu, yang uda disiapin oleh pihak hutan. 15 menit kemudian akhirnya Kevin pun keluar dengan memakai celana jeans, sepatu putih, kaos putih dengan dibaluti jaket.
"Kita kok bisa caple kak kaos sama sepatu nya?" Tanya Agatha. Kevin yang mendengarkan penuturan Agatha hanya menaikan bahunya pertanda tidak tahu.
Lalu Kevin pun menyodorkan handuknya kepada Agatha, Agatha yang melihat Kevin memberikan handuk hanya bisa mengerutkan keningnya.
"Keringkan rambut aku, gantian," ujar Kevin yang se olah-olah tau apa yang dipikirkan Agatha.
"Kok aku, kenapa gak kak sendiri," ucap Agatha.
"Yah gantian dong, biar saling menguntungkan," ujar Kevin.
"Jadi kak ngapain rambut aku gak ikhlas?" Tanya Agatha.
"Kak ikhlas-ikhlas aja, tapi kak juga pingin dipegang rambut kak sama kamu," ujar Kevin.
"HM yaudah deh, tapi---
"Tapi apa," potong Kevin.
"Tapi aku gak nyampe kak, soalnya kak tinggi banget," ucap Agatha.
"Iya, yah, Sampek lupa kK, maka jangan terlalu pendek kali," ucap Kevin.
"Aku itu bukan pendek, tapi kak-nya aja yang ketinggian," ucap Agatha.
"Iya deh, kak yang ketingian," ngalah Kevin.
Lalu Kevin pun melihat sekelilingnya, kini Kevin melihat ada sebuah pohon yang sedang ditumbangkan.
"Yaudah kamu naik itu aja," tunjuk Kevin.
"Kak itu ketinggian, mana mungkin aku bisa manjatinnya," ucap Agatha.
Tanpa aba-aba Kevin pun langsung mengendong Agatha dan meletakan tubuh Agatha di atas pohon yang sudah separuh itu.
"Uda bisa kan, yaudah apain, jangan banyak alasan lagi," ujar Kevin.
Lalu Agatha pun langsung mengerikan rambut Kevin. Beberapa menit kemudian kini rambut Kevin pun sudah kembali kering.
"Yaudah Ayuk," ajak Kevin.
"Kak ini bodoh atau gimana sih, kak gak liat aku masik disini, Masak aku lompat bisa-bisa kaki aku luka," emosi Agatha.
"Owh iya kak lupa, yah maaf lah," ujar Kevin sambil menampakan muka lesunya.
"Is ... Cepatan turunin aku," ujar Agatha.
Lalu Kevin mengendong Agatha dan langsung menurunkan tubuh mungil Agatha. Lalu mereka pun jalan menunju perlombaan tanpa pembicaraan.
"Eh ... Sepatu sama kaos kalian kok sama yah, kalian sengaja caple-lan?" Tanya Marcel.
"Enggak ah, kebetulan aja," ucap Kevin.
"Yakin," ucap Marcel.
"Yakin," ucap Kevin dan Agatha kompak.
"Eak kompak yah," ujar Marcel.
"Apaan sih," ucap Agatha Dangan muka datarnya.
"Eh ... Kalian kok lama amet," ujar Dylan mengalihkan pembicaraan.
"Iya kami mandinya ganti-gantian," ujar Kevin. Dylan yang mendengar itu hanya ber oh ria saja.
"Ok anak-anak perlombaan akan segera dimulai, jadi di dalam Perlombaan ini terdapat enam regu bukan," ucap pak kepsek.
"Iya pak," teriak murid-murid.
"Oke jadi didalam 1 regu itu dibagi 3 tugas, 1 tugasnya memotong sayuran atau apalah, ke 2 tugasnya meracikan bumbunya, ke 3 tugasnya itu memasak, jadi kalian harus membagi kan tugas itu didalam Kelompok kalian, didalam tugas itu ada 2 orang yah, gak boleh laki-laki sama laki-laki, harus pria dan wanita, oke kalian bapak kasih waktu 5 menit untuk berkompromi, waktu mulai," tegas pak kepsek.
Murid-murid yang mendengar itupun mulai berkompromi dengan timnya.
"Kita gini aja, yang motong Dylan sama Amanda, sedangkan yang racik Marcel sama Kayla, dan yang memasak itu aku sama Agatha," ucap Kevin.
"Iya itu aja, gue setuju,'?" Ucap Dylan.
"Jadi kayak mana sama perempuan nya kalian setuju gak?" Tanya Marcel.
"Kita setuju aja," ucap Kayla dan dibalas anggukan oleh Amanda dan Agatha.
"Oke jadi keputusan udah bulat yah," ucap Dylan.
To be continue~
Makasih yah kalian telah mendukung aku, aku banyak terimaha kasih sama kalian terutama pada orang yang selelu memotivasi aku dari chatingan mau pun dari komentar, berkat kalian aku masik melanjutkan cerita aku,. Maaaf yah gyas kalok gak nyambung sialnya cerita sendiri.