Bad Boys Vs Bad Girls

Bad Boys Vs Bad Girls
Episode 55


(Sakit parah)


Dylan yang melihat kondisi Agatha hanya bisa menangis saja. Lalu Dylan pun duduk di kursi sebelah brankar Agatha.


Dylan pun menggengam tangan adek nya yang sudah pucat dan tidak bernyawa lagi.


"Dek kamu kenapa secepat ini pergi, kamu gak mau balas dendam sama mereka dek, kamu jangan pergi dulu dek, kamu jangan pergi dari sisi kakak dek, kakak sayang banget sama kamu, kamu mau tinggalin kakak sendirian, kalok kakak David tau kakak bisa dihukum, bangun lah dek, kamu apa gak sayang sama nenek, kakek, mereka yang selalu mendukung kamu dek, aku mohon bangun lah, ingat sayang misi kamu di dunia ini belum selesai, Masih banyak misi kamu dek di dunia ini, kamu harus bukti kan kepada mereka bahwasanya kamu bisa senang, balas dendam lah sama mereka dek, bangun lah Agatha, aku mohon dek, misi kamu belum selesai Agatha, misi kamu di dunia ini masih banyak dek," ucap Dylan sambil menangis.


Lalu Dylan pun menundukkan kepalanya dan mencium tangan Agatha. Tiba-tiba tangan Agatha bergerak dan alat jantung Agatha berbunyi. Dylan yang melihat pergerakan pada tubuh Agatha pun seketika menaikan kepalanya.


Betapa senangnya Dylan yang melihat alat berpredetksi jantung Agatha berbunyi kembali, dan dada Agatha yang naik turun.


"Dokter ..., Dokter," teriak Dylan.


Dokter yang mendengar teriakan Dylan langsung menghampirinya.


"Iya, ada apa tuan?" Tanya dokter.


"Dokter adek saya hidup kembali," ucap Dylan senang.


Dokter yang mendengar itupun langsung masuk ke dalam ruangan itu. Dylan yang melihat dokter masuk pun seketika mengikuti dokter, tapi dihalangi oleh salah satu suster.


"Tuan, tuan disini aja, kami akan berusaha akan melakukan yang terbaik," ucap suster itu sambil tersenyum.


"Tolong lakuin yang terbaik yah," ucap Dylan dan dibalas anggukan oleh suster.


Lalu suster pun menutup pintu ruangan itu. Tak berselang lama suster menutup pintu kini Yana pun jalan menghampiri Dylan yang sedang duduk di kursi rumah sakit itu.


"Dylan kamu kenapa gak masuk lan? kamu kenapa gak jagain jasad adik kamu? Mama tau ini berat sayang, tapi kita harus kuat, terus itu kenapa pintunya ditutup? Apa jasad Agatha Uda di Bawak ambulance?" Tanya Yana.


"Mama itu tanya satu-satu dong mah, gini yah mah, Dylan gak masuk karena dokter meriksa keadaan Agatha, Agatha itu masuk hidup mah, dan Agatha itu masik di rumah sakit di belum dibawak ambulance," jelas Dylan.


"Berarti yang terjadi sama mama itu hanya mimpi?" Tanya Yana.


"Mama itu gak mimpi itu kenyataan, Agatha hidup kembali mah, karena misi dia di dunia ini belum selesai," ucap Dylan.


"Misi? Maksudnya?" Tanya Yana.


Lalu Dylan pun menceritakan kejadian dia curhat kepada Agatha. Yana yang mendengar cerita itu pun seketika tersenyum.


"Makasih sayang, kamu emang kakak terbaik," ucap Yana sambil tersenyum.


"Itu bukan Dylan yang buat Agatha kembali ke dunia, tapi dia emang belum selesai misi dia di dunia mah," jelas Dylan.


"Iya sayang, kita harus banyak bersyukur kepada Tuhan," ucap Yana dan dibalas anggukan oleh Dylan.


Beberapa menit kemudian dokter pun keluar dari ruangan itu.


"Dokter gimana sama ke adaan anak saya, dok?" Tanya Yana.


"Alhamdulillah, anak ibu kembali hidup Bu, dan kita hanya nunggu beberapa jam untuk Agatha kembali sadar bu," ucap dokter.


"Sekarang kami boleh masukan dokter?" Tanya Leo.


"Boleh kok tuan," ucap dokter.


Mereka yang mendengar itupun seketika masuk ke ruangan Agatha. Lalu Yana pun duduk di kursi sebelah brankar Agatha dan menggenggam tangan Agatha.


"Sayang makasih kamu sudah mau balik ke dunia ini, mama janji sama kamu, kamu gak bakal ngerasain sakit hati lagi sayang, mama tau kamu pacaran kan sama Kevin, dan sekarang kamu di putusin sama kevin Kerana kamu dikiranya *******, mama tau sayang, mama tau," ucap Yana sambil menangis.


Beberapa jam kemudian akhirnya Agatha pun sadar. Mereka yang melihat Agatha sadar seketika tersenyum ke arah nya.


Kini Agatha membukakan matanya secara perlahan-lahan. Lalu Agatha pun melihat sekelilingnya, dan Agatha pun langsung duduk.


"Kalian siapa?" Tanya Agatha.


Mereka yang mendengar itupun seketika terkejut.


"Sayang ini kakak, kakak kamu, kakak Dylan, kakak yang kamu sayangi," ucap Dylan.


"Iya aku kenal sama kakak," ucap Agatha sambil tersenyum.


"Terus yang dua ini siapa dong?" Tanya Agatha.


Yana dan leo yang mendengar pengakuan Agatha pun seketika menampakkan muka yang begitu kecewa.


Agatha yang mendengar itupun seketika mengingat-ingat orang itu. Dan tiba-tiba.


"Akh kepala ku sakit," teriak histeris Agatha.


Lalu Agatha pun melihat wajah Leo sambil memegang kepalanya.


"Kamu ..., Aku gak mau ketemu kamu, hiks, aku gak mau liat muka kamu, kamu pergi hiks, kamu jangan siksa aku, aku takut hiks, aku takut, kamu pergi, jangan siksa aku hiks, aku gak mau liat muka kamu hiks, jangan siksa aku, ku mohon jangan, tolong jangan siksa aku hiks, hahaha aku emang seorang *******, aku seorang *******, hahaha aku *******, wanita ******, Kevin aku gak mau putus hiks, jangan tinggalin aku hiks," histeris Agatha.


Mereka yang mendengar itupun seketika terkejut.


"Mah Agatha kenapa macam orang gila gini?" Tanya Dylan.


"Mama juga gak tau Dylan, tadi dia enggak kayak gini, dan sekarang kenapa kayak gitu, dia kenapa ketawa, dan habis itu nangis, mama takut Dylan," ucap Yana sambil memeluk Dylan.


"Dokter," teriak Leo.


Seketika dokter pun datang ke ruangan itu sambil membawa suster. Lalu dokter pun langsung membius Agatha.


"Tuan, nona, lebih baik, tuan dan nona Tunggu di luar aja, kami akan urus pasien," ucap suster.


Mereka yang mendengar itupun seketika keluat dari ruangan itu. Beberapa menit dokter di dalam akhirnya dokter pun keluar dengan raut wajah kecewa.


"Dokter gimana ke adaan anak saya?" Tanya Leo.


"Keadaan anak tuan baik-baik saja, tapi anak bapak dan ibu mengalami depresi berat, mengalami kanker otak stadium awal, dan amnesia ringan pak, jadi saya sarankan anak bapak dan ibu dibawa ke ahli psikolog dan di bawah ke rumah sakit diluar negeri untuk mengobati kanker otak anak bapak dan ibu, sebelum kanker itu menyebar," jelas dokter.


"Baik dokter, terima kasih atas sarannya," ucap Leo.


"Iya sama-sama pak," ucap dokter.


Lalu dokter itupun pergi dari hadapan mereka. Mereka pun akhirnya masuk kedalam ruangan Agatha lagi.


"Kasian banget kamu sayang, bertubi-tubi sakit yang kamu rasakan, mau itu sakit secara batin maupun fisik sayang," ucap Yana.


"Mah ... Agatha kita Bawak ke Slovakia saja mah, disitu ada psikolog yang bagus, dan dokter ahli kanker juga mah," ucap Leo.


"Terserah papa aja, yang mana baiknya," ucap Yana tanpa melihat lawan bicaranya.


Lalu Leo pun menelepon orang seseorang dan kini tubuh Agatha di bawak oleh ambulance. Kini mereka pun sampai di bandara.


"Pah, mah, Dylan ikut yah, untuk jagain Agatha," ucap Dylan.


"Kalok kamu ikut, sekolah kamu gimana sayang!" Tanya Yana.


"Itu urusan belakang mah, yang penting keadaan Agatha," ucap Dylan.


"Ya udah kalok gitu," ucap Yana.


"Papa ikut yah," ucap Leo.


"Papa gak boleh ikut," ketus dylan.


"Loh kenapa?" Tanya Leo.


"Karena kalok papa ikut yang bisa Agatha makin depresi, udalah pah, papa gak usah ikut, ini sekalian reflesing bagi otak kami berdua," jelas Dylan.


"Kamu masik marah yah sama papa?" Tanya Leo.


"Aku gak marah kok, aku cuman mau ingatin papa aja, ya udah kami pergi dulu," ucap Dylan.


Kini pesawat pribadi milik keluarga Cheleo pun terbang ke angkasa.


Leo yang melihat penuturan Dylan pun seketika menitipkan air mata.


"Sakit yah pah?" Tanya Yana.


"Tau kan sekarang papa yang namanya sakit, papa masik mending dapet sakit yang gak seberapa, bedah sama anak kita yang dapat sakit begitu dalam, ini juga pelajaran untuk papa supaya gak jadi gegabah," ucap Yana.


Lalu Yana pun pergi dari hadapan Leo dan masuk kedalam mobil Lamborghini yang tadi di naikin oleh dia dan leo.


Leo yang melihat Yana masuk ke dalam mobil itu pun juga ikut masuk. Lalu mobil itu pun pergi dari bandara itu.


To be continue~