Bad Boys Vs Bad Girls

Bad Boys Vs Bad Girls
Episode 31


"Dokter gimana dengan Agatha? " Tanya Dylan.


"Em... Sebenarnya nona Agatha gak kenapa-napa dia hanya banyak pikiran aja, saya sarankan nona Agatha tidak boleh terlalu banyak pikiran, kalok nona Agatha banyak pikiran itu bisa membuat pendarahan pada bagian kepala nya, dan itu bisa membuat dia kenak kanker otak stadium awal, " jelas dokter.


" Apa kanker otak, " ucap mereka kompak.


"Iya kanker otak, tapi itu belum terjadi sama nona Agatha, maka saya saran kan seperti itu, dan saya harap selang infus nona Agatha janggan dicabut untuk dua hari ini, karna kalok nona Agatha mencabut selang infus, nona Agatha bisa di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari kedepannya, maka dari itu saya harap janggan di cabut selang infusnya, itu bisa membuat lelah bagi badan nona Agatha, " jelas dokter.


"Yaudah tuan saya pamit dulu, karena masik ada pasien yang haru saya tangganin, " sambung dokter.


"Owh yaudah dokter silakan, maaf saya gak bisa Anter, " ucap Dylan.


"Owh tidak papa, saya tau tuan Dylan lagi syok dengar nya, " ucap dokter.


Lalu dokter Bram pun pergi dari hadapan mereka, setelah dokter pergi Dylan dan teman-temannya langsung masuk ke kamar Agatha.


Dylan pun langsung duduk di bibir ranjang Agatha, sambil mengusap-usap kan kepala Agatha "dek loh kok bisa kayak gini sih, loh mikirin apa, loh tau kan kok gue gak suka nengok loh kayak gini, " ucap Dylan.


"Yang sabar LAN, mungkin ini ujian dari Allah, " ucap Rangga sambil mengelus punggung Dylan.


"Sampai kapan allah memberikan ujian terus sama Agatha, kenapa dia gak bisa ngerasain bahagia, kenapa adek gue yang dulu yang selalu ceria harus mendapatkan hal yang kek gini, apa sih yang dia pikirin, " ucap Dylan, kini bulir bening pun jatuh dari mata Dylan.


"Yang sabar LAN, gue yakin Agatha itu orangnya kuat, " ucap Marcel.


"Iya makasih, kalok Kelen mau pulang, pulang lah, " ucap Dylan tanpa berpaling dari mereka.


"Enggak kita disini dulu, sampai Tante Yana dan om leo datang, " ucap Gavin.


"Yaudah kalok itu mau Kelen, " ucap Dylan.


Lalu mereka pun lebih memilih duduk di sofa Agatha sedangkan Dylan dia masik setia di hadapan sang adek.


3 jam berlalu, selam 3 jam Agatha juga belum sadar begitupun dengan Yana dan leo mereka belum juga sampai.


Cklek


Terdengarlah suara orang membukakan pintu, mereka yang mendengarnya pun melihat ke suara itu, dan nampaklah sosok sepasang kekasih yang tak lain Yana dan leo. Kini Yana pun langsung menghampiri Agatha yang masik tertidur lemas.


"LAN apa kata dokter, " ucap leo.


"Gini pah, Kata dokter Agatha hanya banyak pikiran, maka dari itu Agatha gak boleh banyak pikiran kalok Agatha banyak pikiran itu bisa membuat pendarahan pada kepalanya, dan menyebabkan dia menghidap kanker otak stadium awal, maka dari itu kata dokter Agatha gak boleh banyak pikiran, " jelas Dylan.


"Apa sih yang dia pikirkan, " ucap leo khawatir.


" Trus pah kata dokter, selang infus Agatha gak boleh di cabut, kalok di cabut bisa buat badan dia lemas, " ucap Dylan.


"Yaudah yok kita keluar, janggan ganggu Agatha, biar kan dia istirahat, " ucap leo.


Lalu mereka pun keluar dari kamar Agatha tapi tidak dengan Yana, dia masik ada dikamar sang putri. Lalu Kevin and the geng pun pamit sama orang tua Dylan.


"Om kami pamit dulu yah, " ucap Kevin.


"Iya hati-hati yah, makasih uda jangain Agatha, " ucap leo.


"Iya om, sama-sama, yaudah kami pulang dulu yah om, assalamu'alaikum, " ucap Kevin.


" LAN kita pulang yah, loh yang sabar, gue yakin pasti Agatha sembuh, " ucap Kevin.


Lalu Kevin pun keluar diikuti teman-temannya. Mereka pun mengendarai motor mereka masing-masing.


Setelah Kevin dan teman-temannya pigi Dylan pun langsung kekamar Agatha diikuti sang papa.


"Uda siuman mah, " ucap leo.


"Belum pah, mama khawatir liatnya pah, apa kita Bawak kerumah sakit aja pah, " ucap yana.


"Gak osah mah, biar kan aja dia disitu, " ucap Leo.


"Yaudah mama, sama papa istirahat dulu, Agatha biar Dylan yang jaga, mama sama papa kan baru nyampe, yaudah sana istirahat nanti Sakit tau, " ucap Dylan.


"Yaudah mama sama papa beres-beres dulu, kamu jagain Agatha yah, " ucap yana.


"Ia mah, yaudah sana, " ucap Dylan.


Lalu Yana dan leo pun pergi dari kamar Agatha. Setelah Yana dan leo pergi Agatha pun membukakan matanya secara perlahan-lahan.


Dylan yang melihat Agatha Uda sadar pun begitu senang " dek loh dah sadar, " ucap Dylan sambil tersenyum.


"Uda kakak, " ucap Agatha.


"Kakak apa Agatha gak bisa mendapatkan cinta seseorang kakak, " ucap Agatha.


"Maksudnya dek, " ucap Dylan bingung.


"Udalah kakak gak ngerti, kakak gak tau rasanya sebagai perempuan, kakak kan laki-laki jadi gak tau apa yang dirasakan perempuan, " ucap Agatha kini bulir bening keluar dari mata Agatha dan membasahi pipinya.


Dylan yang melihat Agatha menangis pun langsung memeluk tubuh Agatha. "Dek loh kenapa, kalok Agatha ada masalah cerita sama kakak, kakak emang laki-laki, tapi kakak tau sakitnya yang dirasaian kamu, kamu cinta sama seseorang kan, " ucap Dylan.


"Iya kakak aku cinta sama seseorang, dan kakak tau siapa yang aku cintai? " Tanya Agatha, Dylan yang mendengarnya pun hanya menggelengkan kepalanya aja.


"Kakak aku cinta sama kakak Kevin, tapi kenapa kakak Kevin cinta sama Tania kakak, apa segitu besarnya kakak Kevin cinta sama kakak Tania, sampai kakak Tania selingkuh pun dia tetap cinta kakak, pasti kakak bingung kan kenapa aku tau, karna tadi malam aku dengar pembicaraan kakak, sama kakak Kevin, " ucap Agatha tersedu-sedu.


"Kakak aku sangat-sangat mencintai kakak Kevin, tapi apa yang kudapat, dia malah mencintai cewek lain, kenapa aku harus kenal sama kakak Kevin, kenapa kakak, aku gak sanggup hidup lagi kakak aku mau mati aja, aku gak mau hidup kakak, " ucap Agatha.


Dylan yang mendengar itu pun langsung melepaskan pelukan dan menangkup pipi chubby Agatha "Agatha janggan ambil keputusan kek gitu, Agatha mau mati hanya karna Kevin, Agatha emang gak sayang sama yang lain, yang lain sayang sama Agatha, " ucap Dylan.


"Jadi apa yang harus aku buat kakak, " ucap Agatha.


"Agatha harus bersifat sabar, itu lah kata-kata yang pas dalam setiap masalah, Agatha janggan bersifat yang bodoh, " ucap Dylan.


"Yaudah mending Agatha tidur lagi, habis tidur Agatha makan es krim sama kakak, " ucap Dylan.


Lalu Agatha pun merebahkan dirinya di kasur king size-nya. Setelah Agatha sudah memejam kan matanya Dylan pun tetap berada di samping Agatha.


"Vin..., Vin loh itu emang cowok bodoh,loh berharap sama cewek yang gak ada kepastian, loh harusnya beruntung mendapatkan cinta adek gue, " batin Dylan.


"Yang sabar yah dek, kakak yakin kamu bakal mendapatkan cinta lelaki yang tulus sama kamu, " sambung Dylan.


**To be continue**~