Bad Boys Vs Bad Girls

Bad Boys Vs Bad Girls
BGvsBB-59 Harus memilih


...***...


...*...


...*...


...*...


...***HAPPY READING GUYS...


...🤗🤗***...


...*...


...*...


...*...


...***...


《♡Author Pov ♡》


Setelah Rangga selesai mengobati luka di pergelangan tangan Kamira dan sudah memastikan kalau keadaan keponakannya itu sudah baik-baik saja,dia pun langsung kembali kerumahnya meninggalkan Kamira yang sudah tertidur dikamarnya.


"Saya titip Kamira ya Bi "ucap Rangga kepada Bi Iyem.


"Iya tuan "


"Kalau ada apa-apa kabari saya ya Bi !"


"Pasti tuan,saya pasti akan mengabari tuan kalau sampai non Kamira berulah lagi "


"Terima kasih ya Bi "


"Sama-sama tuan "


"Kalau gitu saya pamit pulang dulu ya Bi "pamit Rangga.


"Iya tuan.Hati-hati di jalan "ucap Bi Iyem.


"Iya Bi,Assalamualaikum "


"Waalaikumussalam "


Setelah itu Rangga pun langsung mengendari mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Kamira.


Tak lama setelah kepergian Rangga,Kamira pun terbangun dari tidurnya.Dia pun turun kelantai dasar dan pergi kedapur.Saat ia tiba didapur,dia pun melihat Bi Iyem yang tengah mencuci piring.


"Bi "panggil Kamira.


"Eh..Nona sudah bangun "ucap Bi Iyem saat melihat Kamira yang berdiri didekat meja makan.


"Iya Bi "


"Non mau makan ? kalau Non mau makan,biar Bibi siapin "


"Iya Bi,aku pengen makan "


"Yaudh biar Bibi siapin dulu ya Non "


"Makasih ya Bi "


"Sama-sama Non "


Saat Bi Iyem tengah menyiapkan makanan untuk Kamira,tiba-tiba ponsel milik Kamira berdering.Dia pun langsung mengangkat telpon itu saat tau siapa orang yang sudah menelponnya.


...*Manusia Dajh*al *...


"Ngapain lo nelpon gue ?" ketus Zea setelah panggilan terpon terhubung.


^^^"Tenang Kamira,jangan emosi "^^^


"Bicara sama orang kek elo itu emang bikin emosi "


^^^"Baiklah terserah apa kata lo"^^^


"Mau apa lo nelpon gue ? kalau gak penting mending jangan hubungin gue dah !!"


^^^"Gue mau ngajakin lo ketemuan"^^^


"Gue ogah !!"


^^^"Gue tunggu lo di cafe milik gue.Kalau sampai lo gak dateng,gue gak segan-segan bakal nyakitin sahabat-sahabat lo itu !!"^^^


"Jangan macem-macem lo,si*alan !!"


^^^"Gue tunggu "^^^


Setelah mengatakan itu panggilan telpon terputus.Sedangkan Kamira pun langsung bangkit dari kursinya.Melihat Kamira yang beranjak dari meja makan pun membuat Bi Iyem keheranan.


"Non mau kemana ? bukannya tadi Non mau makan "ucap Bi Iyem.


"Maafin Mira ya Bi.Mira harus pergi sekarang,nanti Mira makan kok "ucapnya sambil berlari kekamarnya untuk mengambil kunci mobil.


"Tap-"


"Bentar aja kok Bi,gak akan lama "


"Non hati-hati dijalan "


"Iya Bi,Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam "


...***...


Saat ini Kamira sudah tiba dicafe milik seseorang yang menelponnya dan memintanya untuk datang kesini.Saat ia masuk kedalam cafe,dia pun melihat seorang laki-laki yang tengah duduk dikursi dipojokan.Tanpa berkata sepatah katapun Kamira langsung menghampiri laki-laki itu dan langsung duduk dikursi didepan laki-laki ini.



"Gak usah banyak ba*cot !! to the point aja,ngapain lo minta gue dateng kesini ?"ucap Kamira.


"Santai Mir,jangan terlalu terburu-buru "


"Kalau lo gak mau ngomong alasan lo minta gue dateng kesini,gue bakal pergi selarang juga !!"ancam Kamira.


"Okey...okey..sepertinya lo gak bisa di ajak basa-basi ya "


"Gak perlu basa-basi,karna bagi gue setiap omongan bahkan muka lo itu udah basi,tau gak "ketus Kamira.


CIH


"Barbar juga lo ternyata "ucap Vino berdecak kesal.


"Cepet ngomong,apa mau lo ??"desak Kamira.


"Gue mau lo harus terus teror dia.Kalau perlu lo harus celakain dia dan buat depresi nya kambuh lagi "ucap Vino.


"LO JANGAN G*ILA YA VIN !!"bentak Kamira.


"Gue gak gila,gue cuman mau Zea balik lagi sama gue "ucapnya.


"Lo sadar gak sih Vin ? Kalau lo ngelakuin ini,itu bisa aja ngebahayain nyawa Zea,SI*ALAN "


"Dia gak akan kenapa-kenapa "ucapnya "Karna gue akan jadi penyelamat saat depresi Zea kambuh "


"Lo jangan mentingin diri lo sendiri Vin !! "geram Kamira "Lo itu gak cinta sama Zea,tapi lo itu cuman terobsesi untuk memiliki Zea,Vin "


"GAK !!"bentak Vino.


"Ini cinta,ini cinta gue buat Zea,bukan obsesi "tegasnya.


"Sadar Vin,sadar "


"DIEM LO !!"bentaknya.


Karna suara mereka berdua yang terlalu keras,sontak itu menarik perhatian pengunjung di cafe itu untuk melihat kearah mereka.Sedangkan Vino maupun Kamira tidak memperdulikan tatapan kebingungan dari orang-orang disekitar mereka yang memperhatikan mereka berdua.


"Gue gak mau ta ya Mir.Lo harus terus meneror Zea "ucapnya penuh kenekanan.


"Gak Vin !!"ucap Kamira sambil menggelengkan kepalanya "Gue gak bisa,gue gak sanggup lagi kalau harus terus nyakitin Zea kek gini "


"Okey kalau gitu "ucap Vino."Gue kasih lo dua pilihan "ucapnya,mendengar itupun sontak membuat Kamira langsung menatap Vino dengan kernyitan dikeningnya.


"Pilihan ? maksud lo pilihan apa ?"bingung Kamira.


"Gue gak bakal nyuruh lo buat neror Zea lagi.Tapi dengan satu syarat "


"Apa syaratnya ?"


"Gampang "ucap Vino sambil tersenyum tipis.


"Apa ?"


"Lo tinggal pilih aja dari dua pilihan yang gue kasih ke elo "


"Apa pilihannya ?"


"Pilihan pertama lo harus nyelakain Zea atau pilihan kedua lo harus ngorbanin nyawa lo sendiri buat Zea "ucap Vino.


Mendengar ucapan Vino barusan sontak membuat tubuh Kamira menegang,karna mereka terkejut sekaligus tidak menyangka kalau Vino bisa mengatakan itu semua.


"V-Vin -ucap Kamira terbata.


"Lo punya waktu sehari buat mikirin semuanya "ucap Vino menyela ucapan Kamira.


"Semoga lo memilih pilihan yang tepat Kamira.Gue tunggu jawaban dari pilihan lo itu "ucapnya dan langsung bangkit dari kursinya.Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan Kamira yang masih syok mendengar ucapan Vino barusan


Terlihat wajahnya berubau pias.Tangannya pun terkepal kuat sampai terlihat sedikit kemerahan karna terlalu kencang mengepalkan tangannya.


"Apa yang harus gue lakuin ?"gumamnya.


Terlihat dia kebingungan dalam hal mengambil keputusan untuk saat ini.Ini sudah yang kedua kalinya dia diberi pilihan seperti ini oleh Vino.Pertama kali dia di beri pilihan.Saat itu dihari pertama Kamira masuh disekolah yang sama dengan Zea.Kali itu pilihannya tak sesulit ini dan dia dapat langsung memilih.Tapi untuk kali ini,pilihannya terlalu sulit bagi Kamira.


Apa dia harus mengorban nyawanya sendiri atau terus meneror Zea dan berakhir patal untuk kesehatan mental Zea.Sungguh Kamira dalam posisi sulit untuk memilih.


Jika dia mengorbankan nyawanya,maka siapa yang akan membongkar kedok dua laki-laki yang berniat jahat kepada Zea ? Itulah yang alasan mengapa dia sulit untuk menentukan pilihannya saat ini.


"Maafin gue Ze "lirihnya.


"Gue bener-bener terpaksa harus ngambil keputusan ini "gumamnya pelan.


Kamira pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi keluar dari Cafe milik Vino ini.


Tanpa Kamira sadari ada seseorang yang terus memperhatikan gerak-gerik Kamira saat dia tiba di Cafe ini.Orang ini pun menyeringai saat melihat Kamira yang terlihat frustasi dengan semua masalah yang ia hadapai.


"Kita lihat,apa pilihan yang lo pilih Kamira ?"ucapnya sambil menyeringai.


...***...


***JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,AND FOLLOW YA GUYS.JANGAN LUPA JUGA BUAT NGASIH VOTE SEBAGAI DUKUNGAN KALIAN ATAS CERITA INI.


MAAF KALAU ADA TYPO,SOALNYA AUTHOR LAGI KURANG SEMANGAT BUAT MENGOREKSINYA,HEHEHE..


MAKLUM JIWA MAGER AUTHOR LAGI AKTIF-AKTIFNYA🤣🤣


JADI HARAP MAKLUM YAK GUYS


...SAMPAI KETEMU DI PART SELANJUTNYA...


...BYE***...