Bad Boys Vs Bad Girls

Bad Boys Vs Bad Girls
Episode 54


(Cukup sudah penderitaan ku)


"Gitu kak semua kejadian sebenarnya," ucap Amanda.


Tiba-tiba ada suara orang membuka kenop pintu.


Cklek


Orang itu pun langsung berjalan ke arah mereka.


"Kenapa tuh si Agatha? Gue dengar dengar dia putus yah sama Kevin," ucap orang itu.


"Iya kakak cel," ucap Amanda. Yaps orang itu adalah Marcel.


"Gue tahu dalang dibalik semua ini," ucap Dylan.


"Siapa kak?" Tanya Amanda.


"Pasti dalangnya itu si Vira, tapi kita cari dulu barang bukti sebelum kita nuduh," ucap Dylan.


"Bisa jadi sih kakak," ucap Amanda.


"kita pencer aja cari barang buktinya, kalau lo Marcel, lo mata-matain si Vira, kalau lo Kayla, lo ke hotel cari CCTV yang Agatha ke hotel sampai dia pergi dari hotel, terus itu kalau kamu Amanda, kamu ke hotel juga nyari CCTV yang dari Vira tabrakan sama Agatha, kalau gue, gue nanti mata-matain si vira, setuju nggak?," Ucap Dylan.


"Setuju," ucap mereka.


"Ya udah kalau kalian setuju, gue pulang dulu ya antar Agatha biar dia bisa istirahat aja di rumah," ucap Dylan dan di balas anggukan oleh mereka.


lalu Dylan menggendong Agatha ala bridal style dan memasukkannya ke dalam mobilnya.


15 menit kemudian akhirnya mereka pun sampai ke pekarangan rumah mereka, lalu Dylan pun menggendong Agatha Dan meletakkan tubuh Agatha di atas ranjang. Yaps orang tua mereka hari ini tidak ada di rumah lantaran mereka ada urusan mendadak.


Setelah Dylan meletakkan tubuh Agatha iapun pergi ke sekolah lagi.


***


Kini bel pulang pun berbunyi murid-murid yang mendengar bel pulang pun langsung menuju ke parkiran mereka begitu juga dengan Dylan. hari ini di Dylan tidak mengantar Amanda lantaran keinginan Amanda untuk pulang bersama Kayla untuk mengerjakan urusan mereka.


lalu Dylan pun langsung pulang. 15 menit di perjalanan akhirnya pun ia sampai di depan rumah. lalu Dylan pun langsung menuju kamar sang adek untuk melihat keadaannya. saat Dylan masuk betapa terkejutnya Dylan yang melihat kamar Agatha yang sedang berantakan dengan bantal, guling, selimut yang berada di lantai.


Lalu Dylan pun berjalan menuju Agatha yang sedang duduk di atas ranjang.


"Agatha," ucap Dylan.


Agatha yang mendengar namanya dipanggil pun langsung menoleh ke arah sumber suara. lagi-lagi Dylan dibuat terkejut oleh keadaan Agatha dengan wajah yang begitu pucat, rambut acak-acakan, serta mata yang begitu sembab.


"Ini semua mimpi kan kak?" Tanya Agatha.


"ini nggak mimpi ini kenyataan dan sekarang aku minta sama kamu, kamu segera move on dari si Kevin," ucap Dylan.


"kakak gila atau gimana, mana mungkin aku bisa move on dari kak kevin, kak kevin itu cinta pertama aku kak, dan kami pacaran itu hanya seminggu kakak, gak mudah bagi aku untuk move on sama dia kak," ucap Agatha.


"kamu bilang enggak bisa move on sama dia tha, asal kamu tau yah Agatha dia itu tadi di jam istirahat dia nembak si Vira, dan sekarang mereka pacaran, terus kamu ingat waktu kamu ke tabrakan, waktu kamu ketabrakan kamu itu amesia kan ada gak dia jenguk kamu ke Amerika, vinomat dia datang liatin kamu, dan saat itu kondisi kamu kritis bukanya dia melihat foto kamu tapi dia melihat foto cewek lain, dan tadi dia bilang kamu dengan sebutin *******, seandainya kamu emang ******* terus dia emang cinta sama kamu, pasti dia Nerima kamu itu apa adanya, dan dia akan ceramahin kamu untuk tidak berbuat hal itu lagi, kamu itu bodoh atau kayak mana, udah berulang kali aku ceramihin kamu tapi kamu terus ngeyel, dan kamu terus perjuangin dia, dan sekarang kamu mau perjuangin dia lagi,itu namanya kamu bodoh, sekarang kamu simpan kata-kata aku ini lebih baik dicintai dari pada mencintai, dan lebih baik di perjuangin dari pada memperjaluangkan, ingat tha, kamu camkan ucapan aku baik-baik," emosi Dylan.


"Oke kak Aku akan berusaha," ucap Agatha.


"Baguslah kalau kamu masih mau berusaha, ya udah aku ke kamar dulu nggak usah kamu nangis lagi gara-gara tuh cowok," ucap Dylan dan dibalas anggukan oleh Agatha.


***


Brak


tiba-tiba terdengar suara orang menunjang pintu, mereka yang mendengar itu pun seketika kaget dan langsung berdiri. Lalu orang yang menunjang pintu itu pun langsung berjalan ke arah mereka.


"Maksudnya apa di dalam foto ini?" Tanya orang itu sambil menunjukan foto di gawainya.


"Pah itu bukan aku pa, itu bukan aku, sumpah demi Tuhan pah," ucap Agatha. Yaps orang itu adalah leo.


"Alah gak usah alasan kamu, kamu kurang selama ini yang saya kasih sama kamu, oke ini semua sudah saya tanda yanganin, dan sekarang harta saya yang ada di Indonesia ini milik kamu, dan jangan kamu berbuat itu lagi," emosi leo. Sambil mencapakan sertifikat perusahaan nya.


"Pa percayalah sama aku pa, aku gak butuh semua ini aku cuman butuh kepercayaan papa," ucap Agatha sambil menangis.


Plak


Plak


Plak


Plak


Kini empat tamparan mendarat di pipi mulus Agatha yang membuat sang empu mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya dan terjatuh begitu lemas.


Lalu leo pun menjambak rambut Agatha dan menarik Agatha menuju atas. Lalu Leo pun mencampakkan tubuh Agatha di dalam kamarnya dan mengunci Agatha dari luar.


"Pah bukain pah," teriak Agatha.


Leo pun tidak menggubris ucapan Agatha ia pun langsung turun ke bawah dan masuk kedalam pintu kamarnya.


~Pov Agatha~


Saat ini aku pun dikunci oleh papa ku. Aku begitu terpukul dengan papah ku Yang tidak percaya sedikitpun padaku.


"kenapa, kenapa semua ini terjadi sama aku, apa enggak cukup penderitaan aku ,sudah cukup, sudah cukup semua penderitaan aku, sudah hiks," ucap Agatha sambil menangis.


Lalu Agatha pun meninju kaca yang ada di cerminnya itu.


Kini pikiran Agatha pun saat ini kosong, kamar Agatha sudah sangat sangat beserak layaknya kapal pecah. Lalu Agatha pun berjalan menuju kamar mandi dengan pikiran kosong.


"Aku harus mati, aku gak mau hidup di dunia ini, aku akan pergi dari dunia ini, ternyata kebahagian aku cuman sampai disini, aku gak mau nyusahin kalian lagi, aku akan pergi ke alam yang tenang, makasih kakak Dylan udah percaya sama aku, makasih pa, ma, atas kasih sayang kalian berikan pada ku, makasih Tante, nenek, kakek, opah, omah, om, paman, bibi, makasih buat kalian semua, yang selalu sayang sama aku, dan buat kamu kakak Kevin makasih udah ngasih aku kehancuran saat ini, i love you," ucap Agatha sambil menangis.


Kini Agatha pun masuk kedalam bak dan membiarkan air terus mengalir. Kini air mengalir melewati kepala Agatha. Bak yang Agatha dudukin kini pun sudah penuh dan melewati batas kepala Agatha. Agatha yang melihat bak nya sudah penuh pun seketika menutup matanya dengan perlahan.


~pov author~


Pagi pun tiba. kini mereka semua sedang sarapan. Dylan menatap wajah papa nya dengan pandangan yang tidak bisa di artikan.


"Papa udah buka pintu kamar Agatha kan?" Tanya Dylan dan dibalas gelengan kepala oleh leo.


"kenapa enggak dibuka sih pah, ini kan udah pagi Pah, Agatha seharusnya sarapan pagi Pa, dari tadi malam Agatha belum makan pa gara-gara perbuatan kayak gitu Pa, papa seharusnya berpikir dulu pa, Agatha itu gak boleh stres pah, kalok dia stress dia bisa kena kanker otak stadium awal Pa," jelas Dylan.


"Itu bukan urusan ku," ucap leo dengan datar.


To be continue~