
(Putus)
'Agatha kamu gak boleh berpikir kayak gitu, itu namanya kamu suudzan' batin Agatha.
"Yaudah yok sayang kita kekantin, nanti entar lagi bel loh," ajak Kevin. Agatha yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala pertanda setuju.
Lalu mereka pun berjalan menuju kantin. Saat ini mereka memilih kursi paling pojok.
"Kamu mau pesan apa tuan putri," ucap Kevin sambil tersenyum.
"Aku mau pesan bakso sama jus jeruk aja kakak," ucap Agatha.
"Oke," ucap Kevin. lalu Kevin pun memesan makan.
Beberapa menit kemudian akhirnya Kevin pun datang membawa dua bakso dan satu jus jeruk dengan dua penyedot.
"Ini makanannya tuan putri," ucap Kevin sambil menarukan pesan itu ke meja.
"Makasih kak, loh tapi kenapa cuma Satu jus nya? kenapa gak dua? terus itu penyedot nya kok dua?" Tanya Agatha.
"Satu-satu dong sayang kalok nanyak, ini aku sengaja buat jusnya satu karena aku mau kita kongsi minumnya, terus soal penyedotnya dua aku pingin kita minumnya sekali berdua biar so sweet," jelas Kevin.
"Oh ... Begitu," ucap Agatha.
"ya udah makan sayang," ucap Kevin dan dibalas anggukan oleh Agatha.
Lalu mereka pun makan dan meminum dengan satu gelas tetapi bedah sedotan.
________________________
Kini sudah seminggu hubungan mereka berlangsung. Setiap harinya mereka selalu melakukan adegan so sweet. Kini Gavin sedang pacaran sama Tania. Sebelum Gavin pacaran sama Tania ia meminta izin dulu kepada Kevin lantaran Kevin adalah matan pacarnya Tania, Kevin yang mendengar Gavin ingin menembak Tania pun setuju-setuju aja. Terkadang Kevin pun menasehatin Tania untuk selalu setia. Vira yang melihat kedekatan Agatha dan Kevin pun merasa panas dalam dirinya. Apalagi Kevin yang selalu menolak keinginan Vira untuk selalu berdua dengannya. Lantaran alasan ingin selalu berdua dengan Agatha.
Kini mereka sedang makan di kantin. Setelah makan, mereka pun langsung kekelas mereka masing-masing. Kevin selalu mengantar Agatha menuju kelasnya.
Saat ini bel pulang pun berbunyi. Murid-murid yang mendengar bel pulang berbunyi pun langsung berhamburan menuju kelas mereka masing-masing. Saat ini Kevin and the geng tidak bisa mengantarkan pujaan hatinya lantaran ada latihan basket.
"Tha, loh pulang sama siapa?" Tanya Amanda.
"Gak tau gue," ucap Agatha.
"Ya udah loh pulang sama kita-kita aja, soalnya gue di jemput tuh sama supir," ucap Kayla.
"Gak ngeropitin ni?" Tanya Agatha.
"Enggak lah tha, loh macam sama siapa aja bilang kayak gitu, ingat kita ini sahabat loh, kita akan selalu menemani loh dalam suka maupun duka," ucap Kayla.
"Em ... Jadi terharu," ucap Amanda dan Agatha.
"Hehehe, ya udah ayuk masuk," ajak Kayla.
Lalu mereka pun masuk ke dalam mobil Kayla saat ini pun mereka sudah sampai diperkarangan rumah Agatha.
"Makasih yah," ucap Agatha.
"Iya," ucap Kayla.
"Ya udah kita pulang dulu yah tha, dah," ucap Kayla dan Amanda sambil melambaikan tangan.
Lalu Agatha pun masuk kedalam rumah. Kini Agatha menuju kamar untuk membaringkan dirinya.
***
Pagi pun tiba. Pagi ini Agatha tidak pergi bersama Kevin lantaran dia tidak tidur dirumah. Agatha pun pergi ke sekolah bersama teman-temannya.
30 menit di perjalanan akhirnya mereka pun Samapi di sekolah. Kini Agatha dan teman-temannya keluar dari mobil Kayla.
Saat Agatha baru beberapa langkah berjalan tiba-tiba tangannya di cekal oleh tangan Kevin untuk menuju ke tengah-tengah lapangan.
Agatha yang di cekal tangannya pun seketika mengerutkan keningnya.
"Ada apa kakak ngajak aku kesini?" Tanya Agatha.
"Aku mau kita putus," ucap Kevin.
"Apa, putus, kakak becanda yah?" Tanya Agatha.
"Aku gak becanda, aku serius," ucap Kevin serius.
"Kakak jangan becandah deh, gak lucu tau," ucap Agatha tak percaya.
"Aku serius tha," ucap Kevin.
"Kakak gila atau gimana, hubungan kita itu masuk satu Minggu, dan kakak langsung minta putus," ucap Agatha dengan mata memerah.
"Iya aku gila, aku gila itu karena kamu," ucap Kevin.
"Karena aku, maksud kakak itu apasih, aku gak ngerti?" Tanya Agatha.
"Gak usah sok gak ngerti deh loh, alah loh gak usah sok-sokan polos, gue tau loh itu seorang *******," ucap Kevin dengan nada tinggi.
Bugh
Tiba-tiba ada seorang yang meninju muka Kevin yang membuat sudut bibir Kevin mengeluarkan darah segar.
"Maksud loh apa ngomong kayak gitu?" Tanya orang itu.
"Maksud gue yah gitu, asal loh tau adek loh itu seorang ******* LAN, dan apa adek loh kekurang duet, kalok dia emang ke kurangan duit bilang, gak usah jadi *******," ucap Kevin. Tapa orang itu adalah Dylan.
"Jaga yah omongan loh," emosi dylan. Kini tangan Dylan pun mengambang di udara untuk meninju seseorang. Tetapi tangannya pun dihalangi oleh Agatha.
"Uda kak LAN, jangan kak tinju kakak Kevin, biar dia hina aku gak papa," ucap Agatha. Kini air mata Agatha pun jatuh membasahi pipi mulusnya.
"Kamu masih mau belain laki-laki brengsek ini dek?" Tanya Dylan.
"Udah lah tha, gue itu gak butuh drama loh, dan loh makanya terima gue bilang gitu, karena emang kenyataan nya kan," ucap Kevin.
"Loh kan emang cewek ******, *******, pelakor, pengoda, dan lainya, dan aku mau hubungan kita itu berakhir disini karena aku gak mau pacaran sama seorang *******, dan loh, gue mau hubungan persahabatan kita putus," ucap Kevin. kini Kevin pun pergi dari hadapan mereka.
"Kakak Kevin aku gak mau putus kak, aku gak mau," teriak Agatha. Sambil mengeluarkan air matanya.
To be continue~