
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Menjelang sore,Darius terbangun dengan masih memeluk Sandra. Dia sangat senang bisa mengingat Sandra disaat-saat yang tepat, walaupun belum semuanya tapi dia berusaha untuk terus bersama dengan Sandra.
Darius bangkit dari tidurnya,dia melepaskan pelukannya dari Sandra. Rasanya sangat nyaman tidur diperlukan Sandra,dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Terbayang saat-saat dia masih menjadi roh,semuanya seolah menjadi nyata sekarang.
"aku ngak akan melepaskan mu san,aku akan membuatmu bahagia seperti janji ku dulu"ucap Darius sambil tersenyum senang
Setelah membersihkan dirinya,Darius keluar dari kamar Sandra dan mencari Adrian. Dia ingin membicarakan mengenai pernikahan nya dengan Sandra,Darius tidak ingin bertunangan . Dia ingin langsung menikah ,agar tak ada lagi yang bisa mendekati Sandra
Disaat Darius keluar dari kamar,saat itu juga Adrian ingin menuju ke ruang kerjanya yang melewati kamar Sandra. Darius tersenyum dan menundukkan kepalanya dihadapan Adrian
"tuan....ada yang ingin saya bicarakan"ucap Darius serius
"ikuti aku"jawab Adrian dengan tegasnya
Darius mengikuti langkah kaki Adrian,dia berjalan dibelakangnya hingga akhirnya mereka sampai disebuah pintu yang sudah dibuka oleh Adrian
Adrian masuk ke ruangan itu dan diikuti oleh Darius,Adrian sudah duduk di kursi kerja nya dan menatap tajam ke arah Darius yang masih berdiri didepannya
"duduklah"ucap Adrian
Darius duduk dikursi yang berada didepannya,dia merasa gugup karena ini hal pertama yang dilakukannya selama hidupnya. Berada didepan ayah dari orang yang dicintai nya,dia gugup karena ingin meminta restu untuk menikah dengan anak yang disayangi Adrian.
Apalagi dengan sikap angkuhnya dulu,yang menolak Sandra tepat dihadapan Adrian . Darius berpikir keras,bagaimana caranya agar Adrian merestuinya. Jika Adrian tidak merestuinya ,maka dia harus membujuk Elisabeth juga Roberto untuk meminta Adrian menyerahkan putri kesayangannya pada Darius
"ekhm....apa yang mau kau bicarakan? kenapa diam saja?"tanya Adrian menatap tajam pada Darius
Adrian masih mendengarkannya,sambil menatap wajah Darius yang masih bengkak kebiru-biruan dan sudut bibirnya yang sedikit robek. Darius menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya lagi
"huuuffff.....saya...saya ingin menikahi sandra"ucap Darius menatap mata Adrian
"menikah?apa kau sudah membicarakan nya dengan Sandra juga orang tua mu?"tanya Adrian memicingkan sebelah matanya
"saya sudah mengatakannya kepada Sandra,dia sudah setuju....dengan orang tua saya....saya harus meminta restu anda dulu,baru saya akan memberitahukan kabar ini pada orang tua saya."jelas Darius
"apa jawaban sandra?"tanya Adrian
"Sandra bersedia menikah dengan saya"ucap Darius
"baiklah....besok kau suruh orang tua mu datang,Minggu depan kalian menikah"ucap Sarah yang sedang berjalan masuk kedalam ruangan Adrian sambil membawa nampan yang berisi dua cangkir teh dan beberapa cemilan ditangannya
Adrian dan Darius tersentak,mereka terkejut karena tiba-tiba Sarah yang menjawabnya dengan santai. Sarah menatap Darius dengan tajam,tak ada senyuman juga tak ada keramahan dimatanya. Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah Adrian yang masih bingung
"benar kan sayang ....kita harus menikahkan mereka dengan cepat"ucap Sarah sambil duduk dipangkuan Adrian dan mengalungkan tangannya ke leher Adrian.
Adrian hanya mengangguk dan tersenyum menatap Sarah,dia membenarkan perkataan Sarah. Mereka memang harus segera menikah,sebelum hal yang lalu terulang lagi dan bisa membuat putri kesayangannya hamil
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih πππ