
💐💐💐💐💐💐💐💐
"kau masuklah....jaga luna,sebentar lagi mungkin dia akan bangun " ucap Richo yang berbicara pada seorang pelayan didepan pintu ruangannya
Suara Richo masih terdengar,hingga tak berapa lama luna membuka matanya dan melihat seorang pelayan masuk. Dia tidak melihat richo disana,dia mengambil ponselnya dan memeriksa nya. Tidak ada kiriman keluar,kemudian dia mengecek pulsanya dan jelas sekali pulsanya berkurang.
"ternyata dia sudah tau mengenai rebecca,pasti dia mendengar pembicaraan ku tadi dengan rebecca"gumam luna pelan
"aku harus bagaimana?apa aku beritahukan pada rebecca atau tidak ya...."ucap luna dalam hati
"ah....sebaiknya tidak usah,biarkan lah mereka bersama. Aku sudah lelah mengejar cinta Richo tapi tidak juga membuahkan hasil "gumam luna kesal
"luna....kau sudah bangun?tuan Richo baru saja pergi ,dia bilang kau bisa mengambil amplop uang ada diatas meja"ucap pelayan yang disuruh Richo tadi
Luna mengambil tasnya dan pergi keluar,dia ingin menghirup udara malam yang segar. Dia ingin segera pulang,pikiran nya kembali sedih lagi. Tadinya dia pikir Richo sudah bisa melupakan rebecca tapi ternyata dia salah,dia dimanfaatkan oleh Richo tapi tidak apa-apa menurutnya. Mungkin ini waktunya untuk rebecca dan richy mendapatkan kasih sayang dari Richo,setelah selama ini richy hanya mendapat kan kasih sayang dari rendy yang bukan ayah biologisnya
Luna berjalan dengan cepat hingga akhirnya seorang sekuriti memanggilnya,mendengar ada yang memanggilnya. Luna pun berhenti,dia melihat sekuriti yang sedang membopong seorang pria di tangannya. Luna berbalik dan mendekati sekuriti itu
"luna...luna..."panggil sekuriti itu lagi
"ada apa pak?siapa ini?"tanya luna menatap pria tinggi yang masih dipegangi oleh sekuriti itu
"trus apa hubungannya dengan ku?"tanya luna kesal,karena dia sudah sangat kesal mengingat Richo yang memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan alamat rebecca
"sepertinya tuan ini orang kaya,kamu antarkan dia pulang....siapa tau kamu diberikan tips olehnya,ini....kartu nama nya"ucap sekuriti itu
Luna mengambil kartu nama yang diberikan sekuriti itu,dia membaca nya dengan seksama. Kemudian tersenyum,tertulis disana ALEXANDER DIRGANTARA. Disana tertulis alamat kantornya saja,luna menatap ke arah sekuriti itu dengan bingung. Mana mungkin dia membawa tuan alex itu ke kantornya pada malam hari begini,karena saat ini sudah pukul 10 malam.
"rumahnya dimana?"tanya luna menatap kesal ke arah sekuriti itu,terlihat sekuriti itu hanya cengengesan saja.
"rumah saya di kompleks cemara raya perbukitan no 22 blok B"jawab alex dengan pelan,
Kepalanya terasa sedikit pusing,samar-samar dia mendengar suara wanita yang menanyakan alamat rumahnya. Tubuhnya benar-benar merasa lemas dan juga panas dingin tak menentu,hingga akhirnya dia menjawab pertanyaan wanita itu
"baiklah....ayo saya antarkan pulang tuan alex" ucap luna yang kini sudah memasukan alex kedalam mobil tua nya dibantu oleh sekuriti tadi
Alex menatap sekelilingnya,dia menarik dompetnya yang berada didalam saku celana nya dan mengeluarkan beberapa uang ratusan untuk diberikan pada sekuriti itu
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih 😘😘😘😘😘