
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Setelah membersihkan dirinya , Bryan berniat untuk segera menemui kliennya. Asistennya sudah memajukan pertemuannya saat ini kliennya sudah menunggu di restauran bawah disebelah resepsi pernikahan lucy dan billy, Bryan berjalan menuju pintu kamarnya tapi kemudian berbalik dan menatap wajah rosa yang teduh dan cantik menurutnya
Bryan meletakan kartu namanya,dia juga menuliskan sebuah pesan diselembar kertas untuk berjaga-jaga siapa tau rosa bangun. Entah mengapa hatinya sangat berat untuk berpisah dengan rosa,setelah meninggalkan pesan bryan langsung segera pergi menuju restauran
Satu jam berlalu,Bryan belum juga selesai dengan urusannya. Dia bersama asistennya sedang memeriksa dokumen-dokumen yang harus ditandatangani nya,hatinya sudah tertuju pada rosa. Dia ingin segera berlari kedalam kamarnya,dia takut jika rosa terbangun dan pergi meninggalkannya.
Sedangkan didalam kamar,rosa membuka matanya. Dia merasa bingung berada didalam sebuah kamar hotel yang bukan miliknya,rosa mencoba duduk dan bersandar sambil matanya berkeliling memandangi kamar hotel itu. Terlihat sebuah koper yang sudah dibuka dan berantakan,dia yakin kalau pemilik kamar itu seorang pria karena pakaian yang berada didalam koper adalah pakaian pria.
Tenggorokan nya terasa kering,dia menatap ke arah samping dimana ada meja dengan gelas berisi air minum. Rosa mengambilnya dan langsung meneguknya,dia mengingat kembali ucapan kedua orang tuanya dan sandra. Kemudian dia teringat juga menabrak seseorang,tapi dia tidak tau siapa karena saat itu pikirannya sedang kacau.
Rosa melihat kertas juga sebuah kartu nama diatasnya yang terletak disamping gelas air minum yang diambilnya,dia membaca kertas yang berisi pesan itu.
"jika kamu bangun lebih dulu,tunggu lah aku...jangan pergi ,aku akan membantu masalah yang sedang kamu hadapi...aku pria yang kamu tabrak tadi....aku tau kalau kamu sedang ada masalah,tidak mungkin kamu menangis seperti itu hanya karena tertabrak oleh ku....aku pasti akan membantu mu sebisa ku"
Rosa meletakan kertas itu diatas pangkuan nya,kemudian dia melihat ke arah kartu nama dan membacanya.
Bryan alexander, Presiden direktur Alexander grup
"bryan....pria itu seorang presdir,aku rasa dia pria tua...Aku akan menunggu nya,mungkin dia memiliki seorang putra yang bisa menikah denganku "gumam rosa dalam hati.
Rosa masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci wajahnya,dia ingin kembali ke kamar nya dan membersihkan riasan diwajah nya. Tapi saat dirinya keluar dari kamar,terlihat seorang pria sudah berdiri didepan pintu kamar mandi
"ya ampun" ucap rosa memegang dada nya karena terkejut,sedangkan sang pria hanya tersenyum memandangi wajah rosa yang masih sedikit berair. Wajah rosa terlihat lebih fresh dan lebih cantik dimatanya
"siapa kamu?apa kamu anaknya pak bryan?"tanya rosa lembut
"anak?"tanya pria yang ternyata memang bryan
"iya...kamu anak pak bryan yang saya tabrakan?"tanya rosa bingung
"apa dia pikir aku tua?mungkin karena jabatan ku di kartu nama itu,aku akan mengaku supirnya saja "batin bryan
"saya supir pak bryan nona,pak bryan tidak punya anak....saya disuruh pak bryan untuk melihat anda,jika anda sudah sadar maka saya harus mendengarkan masalah anda dan membantu anda. Begitu perintah pak bryan " jelas bryan berpura-pura
"huuuffff...ternyata begitu,pak bryan tidak punya anak laki-laki ya?"tanya rosa memastikan lagi,mana mungkin dia melepaskan kesuciannya pada pria yang sudah tua dan pastinya sudah menikah. Kemudian dia menatap bryan dari bawah sampai ke atas,terbesit ide didalam pikirannya.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih ππππππ