
💙💙💙💙💙💙💙💙
Luna kembali kedalam kamar alex dan mengambil kemeja bekas alex,dia keluar dari dalam kamar alex turun menuju kebawah. Dia ingin mencari dapur untuk mengambil air es ,dia ingin mengompres anak kecil yang dilihatnya tadi
Belum menemukan dapur,luna sudah bertemu pria paruh baya yang tadi membantunya memapah alex masuk kedalam kamarnya. Dia segera mendekati pria itu dengan nafas yang sedikit tersengal-sengal, dia memegang dadanya saat berada didepan pria paruh baya itu
"pak....dimana dapur?"tanya luna yang saat ini sedang diperhatikan oleh pria paruh baya didepannya itu
"ada nona?apa anda menginginkan sesuatu?"tanya pria itu
"anak kecil yang berada disebelah kamar tuan alex sepertinya demam,cepat bawakan air es...aku akan mengompresnya"ucap luna yang tidak menyadari kalau dia belum mengancing kemeja yang dipakainya
"baiklah....anda bisa membersihkan diri anda terlebih dahulu kemudian mengancingkan kemeja yang anda pakai,saya akan bawakan keperluan untuk demam ke kamar nona talita" ucap pria paruh baya yang sepertinya seusia dengan ayahnya
Luna menatap ke arah dadanya dan dengan cepat menutupinya, kemudian dia berlari ke dalam kamar alex lagi. Dia membuka pintu lain dari yang tadi dan ternyata itu kamar yang penuh dengan pakaian juga beberapa aksesoris pria,kemudian dia membuka satu lagi pintu di sebelahnya yang ternyata kamar mandi. Dengan cepat dia membersihkan dirinya ,kemudian dia keluar dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang tergantung didalam kamar mandi itu.
Luna masuk kedalam kamar yang banyak pakaian tadi,dia mengambil salah satu kemeja hitam milik alex walaupun terlihat kebesaran ditubuhnya yang kecil tapi dia tetap memakainya. Setelah memakai nya,dia langsung pergi ke kamar anak kecil tadi. Dia menatap pria paruh baya yang sudah membawa baskom berisi air es,luna mendekatinya dan duduk dipinggir tempat tidur. Dia menatap wajah pucat gadis kecil itu dengan tatapan kasihan,kemudian mengompres kening gadis kecil itu dengan lembut
"ini obat demam nona talita nona"ucap pria itu
"hah....apa dia sering demam?"tanya luna bingung karena sepertinya dirumah itu sudah siap sedia obat turun panas untuk anak anak
"dimana mama nya pak...."tanya luna menatap pria itu
"herman nona panggil saya herman,mama nona talita sudah meninggal saat melahirkan nona talita"jelas pria paruh baya itu yang ternyata bernama herman
"iya pak herman,kasihan sekali dia. " ucap luna sambil mengelus pipi gadis kecil itu
Luna masih menatap wajah gadis kecil didepannya,Dia mengganti kompresan nya kemudian membantu gadis kecil itu untuk meminum obatnya. Setelah itu luna kembali menghapus keringat gadis kecil itu yang ada di dahinya,sesekali mengecup kening nya dengan lembut.
Pak herman memperhatikan luna dan nona muda nya itu,dia tersenyum menatap keduanya. Dia benar-benar suka melihat luna yang suka grasak-grusuk tapi perduli dengan nona mudanya. Tak lama datang seorang pelayan wanita membawa nampan berisi makanan dan minuman hangat
"nona....ini makan lah dulu,"ucap pak herman
"eh....kenapa saya dibuatin makanan pak?saya ngak lapar kok"jawab luna malu-malu,memang sih dia lapar tapi masih bisa di tahan nya. Dia malu jika harus minta makan dirumah orang lain,pak herman menyuruh pelayan wanita itu meletakan makanan nya diatas meja dekat sofa yang tak jauh dari tempat tidur talita
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya.....makasih 😘😘😘😘😘