
❤️❤️🍀❤️❤️🍀❤️❤️
Tania sudah bersiap-siap ingin pergi ke apartemen tempat nya bekerja,hari ini dia akan menemui putra nya nyonya Frans. Pewaris perusahaan Frans,dia harus bisa menaklukkan hati si pria dingin itu. Dia sudah banyak mendengar tentang putra pewaris keluarga Frans yang tidak pernah serius dengan wanita,tapi tetap saja banyak yang ingin mendekatinya. Bukan karena kekayaannya saja,tapi juga ketampanan dan body nya yang kekar.
Selain tampan,tanpa warisan orang tuanya pun. Putra keluarga Frans memang ahli dibidang bisnis,terbukti dengan perusahaan nya diberbagai kota bahkan hingga keluar negeri. Makanya banyak wanita yang ingin menjadi istrinya ,bahkan berusaha menggoda dan naik keatas ranjangnya.
Saat ini Tania sudah berada didepan gedung apartemen milik keluarga Frans,Tania juga baru tau ternyata seluruh gedung apartemen itu adalah milik keluarga Frans. Sebagian ada yang disewakan dan ada juga yang sudah dibeli dan menjadi hak milik,Tania menekan bel apartemen. Walaupun dia punya kunci duplikat nya tapi karena dia merasa pasti nyonya Frans dan anaknya pasti sudah menunggunya didalam
Teet.....teeet....
Bel pintu berbunyi,seorang pelayan wanita paruh baya membukakan pintu. Dia menatap Tania sambil tersenyum
"silahkan nona,nyonya dan tuan muda sudah menunggu anda."ucap nya langsung saat melihat Tania
Tania merasa bingung, bagaimana pelayan itu tau kalau dia yang ditunggu oleh majikannya. Tania masuk,wanita paruh baya itu menutup pintu dan berjalan lebih dulu untuk menunjukan dimana nyonya dan tuan mudanya berada.
"kau sudah datang?ayo duduk lah dulu,kita sarapan bersama"ucap nyonya Frans yang juga sedang duduk dimeja makan
"bik Nani....siap kan semuanya"ucap nyonya Frans pada pelayannya
"sepertinya pelayan ini dibawa dari rumah nyonya Frans"gumam Tania dalam hati
"hhmm...sebaiknya kau ke kamar anakku saja,bangun kan dia. Skalian kau bisa menggodanya agar dia menyukaimu dan mau menikahi mu"ucap nyonya Frans saat Tania sudah menarik kursi makan dan berniat untuk duduk
Tania hanya mengangguk,dia berjalan ke dalam kamar yang pernah ditidurinya dengan Daniel. Dia menggelengkan kepalanya, mengusir bayangan Daniel yang ada dikepalanya
"kenapa aku jadi ingat Daniel?hiiisss...."desis Tania dalam hati
Saat sampai didepan pintu kamar nya,belum lagi diketuk oleh Tania. Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka,memperlihatkan sepasang sepatu yang terlihat mahal karena Tania menunduk melihat kebawah. Tatapan Tania naikan ke atas,celana jeans dengan rapi serta kemeja yang pas ditubuh kekar pria itu,kali ini Tania mengangkat wajahnya karena pria didepannya lebih tinggi darinya. Mata Tania membulat sempurna saat melihat wajah yang dikenalnya,apalagi baru saja berada dipikirannya.
"kau....sedang apa kau disini?ayo cepat pergi,nanti ketauan tuan muda"bisik Tania khawatir,takut jika ada yang melihat Daniel
cuuup....
Tania cemberut,dia mengibaskan tangan Daniel saat dia ingin memeluk Tania. Dia mendorong tubuh Daniel masuk kedalam kamar itu,Tania berpikir jika Daniel keluar dari kamar itu berarti tuan muda yang ingin ditemuinya tidak mungkin ada disana. Daniel mengikuti mau Tania,dia sudah berada didalam. Saat ingin menutup pintu kamarnya, pelayan yang tadi membuka pintu untuknya mendorong pintu itu dan membungkukan sedikit tubuhnya
"nona dan tuan muda sudah ditunggu di meja makan oleh nyonya besar"ucap pelayan paruh baya itu
"ya....kami akan segera kesana"jawab Daniel santai
Pelayan itu langsung keluar, sementara Tania menatap wajah Daniel dengan bingung. Dia seolah tidak percaya mendengar apa yang didengarnya,pikirannya sudah kemana-mana
"ternyata dia... putra keluarga Frans,pewaris kekayaan Frans "gumam Tania masih membuka lebar mulutnya,dia belum percaya sepenuhnya
"hei.....tutup mulutmu itu"ucap Daniel yang membuat Tania tersadar, dengan cepat dia menutup mulutnya
"hiiisssh....kau ini,membuat aku kesal saja"jawab Tania cemberut
"hhmm... apa benar kau putra keluarga frans?tuan Daniel?"tanya Tania masih belum percaya
"iya....Daniel fransdimitri"jawab Daniel
"waaah. ... ternyata dunia sempit ya?aku tidak menyangka akan berurusan lagi dengan mu"jelas Tania masih dengan kekesalannya
Daniel mengernyitkan dahinya,dia bingung dengan ucapan Tania. Berurusan apalagi?apa mungkin karena dia akan menjadi pelayan diapartemen Daniel?tapi Tania memang sudah menjadi pelayan diapartemen nya?Begitu lah yang dipikirkan Daniel.
Tania menarik tangan Daniel,dia tidak ingin membuat nyonya Frans menunggu. Dia juga masih berpikir bagaimana bisa dia merayu Daniel,tapi dia harus bisa atau dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘
insyaallah....sore aku up satu bab lagi ya,ditunggu bunga say....