
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sandra juga sudah tau seperti apa pamannya Darius ini,dia ingin mencari kesempatan untuk mengetahui keberadaan Darius dengan mendekati Danuarta. Adrian juga memberikan data-data mengenai Danuarta,dia akan melindungi putrinya dari laki-laki hidung belang seperti Danuarta yang berniat buruk pada putrinya
"ooooh....kamu putrinya tuan Adrian ya,kamu cantik sekali"ucap Danuarta sambil tersenyum menggoda
"terima kasih, kebetulan saya lagi ngambil cuti kuliah jadi ikut dengan papa karna pengen jalan-jalan saja"jawab Sandra
Adrian melihat interaksi antara Danuarta dan Sandra,dia tau kalau Sandra ingin segera mencari tau tentang keberadaan Darius. Sandra dan Adrian duduk berhadapan didepan perwakilan kerajaan dan Danuarta
Adrian membicarakan masalah kerjasama perusahaan nya dengan kerajaan, asisten Adrian menjelaskan semuanya kepada Danuarta. Sesekali Danuarta melirik ke arah Sandra,Sandra hanya bermain dengan ponselnya sambil menunggu Adrian dan Danuarta selesai dengan kerja sama nya.
Setelah selesai,Adrian ingin mengajak Sandra untuk kerumah sakit tempat Darius dirawat tapi Danuarta ingin mengajak Sandra berjalan-jalan melihat kerajaannya
"Sandra....kamu ikut dengan tuan Adrian karena ingin berjalan-jalan kan?kamu bisa ikut saya melihat-lihat istana kerajaan,kamu mau kan?"tanya Danuarta sambil tersenyum
"maaf paman,saya mau melihat teman papa dirumah sakit. Lain kali aja ya paman"jawab Sandra sambil tersenyum
"paman?kok manggil paman sih?"tanya Danuarta
Adrian ingin tertawa tapi ditahan nya , melihat tingkah laku Danuarta yang sedang menggoda putrinya membuatnya merasa geli. Karena umur Danuarta dan dirinya tidak jauh berbeda,tapi Danuarta tidak mau dipanggil paman oleh Sandra
"jadi panggil apa dong?"tanya Sandra pura-pura bingung
"kamu bisa panggil kakak saja"jawab Danuarta tersenyum malu
"uweeek....rasanya mau muntah aku dengarnya,tapi harus sabar karena aku harus bisa mengetahui keberadaan Darius"batin Sandra
"ha...ha....aduh....ha...ha..."tawa Adrian sambil memegang perutnya menahan sakit
Danuarta merasa heran melihat Adrian yang tertawa dengan kencangnya,hingga hampir seluruh pengunjung restoran melihat ke meja mereka. Sandra juga baru ini melihat Adrian tertawa dengan lepas,Sandra bingung dengan Adrian.
"apa yang papa tertawa kan ya?"batin Sandra
"maaf...maaf....saya kelepasan,ha...ha..."ucap Adrian sambil menutup mulutnya melihat ke arah Danuarta
Danuarta tersenyum kecut,karena dia sudah tau pasti kalau Adrian sedang menertawakan dirinya.
"ayo Sandra....kita harus cepat kerumah sakit sebelum tengah malam"ucap Adrian mengajak Sandra pergi
Sandra tidak tau mau ngapain ke rumah sakit,hanya saja Adrian mengatakan ingin menjenguk temannya yang berada di negara ini
Setelah berpamitan kepada Danuarta , kemudian Adrian dan Sandra berangkat menuju rumah sakit yang dimaksud oleh Adrian .
Akhirnya sampailah Sandra dirumah sakit,dia masih mengikuti langkah kaki Adrian. Adrian masuk ke salah satu ruangan yang sudah diberitahukan oleh asisten Adrian,dia juga sudah meminta izin pada dokter jaga .
"selamat malam...."ucap Adrian saat dia masuk kedalam sebuah ruangan yang didalamnya terdapat dua orang pasien
Sandra mengedarkan pandangannya,terlihat tiga tempat tidur dengan dua pasien diatasnya. Tidak terlihat jelas siapa yang sedang tidur diatasnya,Sandra juga melihat wanita paruh baya yang mungkin seumur dengan mama nya sedang duduk didekat salah satu pasien. Adrian mendekati wanita itu,mereka berpelukan cukup lama .
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘😘