
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Segala caci maki serta hinaan dilontarkan oleh ketiga wanita paruh baya didepannya,Minah hanya bisa menunduk dan menangis. Kemudian dia menguatkan kaki nya untuk melangkah pergi meninggalkan mereka,matanya bertatapan dengan mata biru diujung rak mini market itu.
Deg..
Seketika hatinya sakit,entah kenapa dada nya begitu sesak. Mata pria yang dicintainya,akan kah Danuarta mempercayai omongan mereka atau entah lah.. segala pikiran dikepala Minah mulai berputar,dia benar-benar takut kehilangan Danuarta tapi jika memang Danuarta tak mempercayai nya. Mungkin lebih baik seperti ini
Minah masih mendengar ucapan ketiga wanita didepannya,dia juga yakin kalau Danuarta mendengarnya. Minah masih berdiri ditempatnya sambil memandang mata Danuarta,dia ingin melihat tingkah Danuarta. Akankah Danuarta mendekatinya dan membelanya atau hanya diam saja ditempatnya?
Minah masih menunggu beberapa menit,hingga akhirnya telinganya sudah tak sanggup mendengar ocehan ketiga wanita itu. Dia juga tak melihat Danuarta yang datang membelanya,jadi dia memilih menguatkan hati dan kakinya agar dapat melangkah kedepannya.
Minah berjalan mendekati Danuarta,diwajahnya sudah mengalir deras air matanya. Entah mengapa hati nya sangat sakit melihat wajah Danuarta sekarang,ketimbang mendengar omongan ketiga wanita dihadapannya
Minah berjalan sambil menatap wajah Danuarta,mungkin untuk yang terakhir kalinya. Dia ingin mengukir wajah tua tapi masih terlihat tampan itu dihatinya,dia menyeka air matanya.
"hei....wanita sial,mau kemana kau?"teriak Mirna pada Minah
Minah tak menghentikan langkahnya,dia memandang wajah Danuarta sambil berjalan. Terlihat jelas wajah Danuarta memerah ,mungkin dia merasa malu untuk mengenal Minah saat ini hingga dia tidak ingin menyapa atau mendekatinya
Terlihat pakaian casual yang dipakai pria itu sangat mahal dan berkelas, walaupun hanya pakaian rumahan saja. Seketika jiwa penasaran Mirna mantan mertua Minah meningkat,dia berjalan mendekati sepasang manusia yang sedang berpelukan didekat rak itu
"eekhm....eeekhm... jadi masih ada yang mau dengan wanita sial ini?"tanya Mirna menatap sinis ke arah Danuarta
Kedua teman Mirna mengikuti Mirna dari belakang,mereka menunggu drama Minah selanjutnya. Danuarta mengepalkan tangannya,jika saja mereka bukan wanita bisa dipastikan kalau mereka akan kena tonjokan oleh Danuarta.
Mirna memperhatikan wajah Danuarta yang babak belur karena pukulan Mickey tadi,Mirna semakin berpikir kalau pria yang memeluk Minah bukanlah pria biasa melainkan preman jalanan. Mungkin pakaian yang dipakai oleh Danuarta merupakan pakaian hasil jarahan atau perampokan
"waaah....sepertinya dugaan ku benar,satu wanita sial dan satu nya lagi adalah preman yang suka merampok . Benar-benar pasangan yang pas"ucap nya lagi
"sudah selesai kalian menghina kami? seperti nya kalian akan mendapatkan hukuman atas itu"jawab Danuarta sambil mengeraskan rahangnya menahan amarah
"ha....ha....hukuman?kau pikir kau siapa?tuan kaya raya?pengusaha atau keluarga kerajaan?"tanya Mirna sambil tertawa terbahak-bahak dan diikuti oleh kedua temannya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih ππππ