
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
"pergi lah beristirahat,aku akan juga ingin istirahat"ucap Rina yang tau kalau Minah sedang bingung
"tapi....aku sebaiknya tidur bersama kakak saja disini"jawab Minah merasa tidak enak
"sekarang kau adalah istri nya,jadi kau juga harus melayani suami mu itu. Aku sudah terbiasa tidur sendirian ,lagian kamar ku ini bau obat . Nanti akan mengganggu janin yang kau kandung"jelas Rina
Minah pun menuruti perkataan Rina,dia berjalan menuju kamarnya bersama dengan Danuarta. Selama ini memang Rina ingin tidur terpisah dengan Danuarta,mengingat dirinya yang memiliki penyakit kanker. Karena tidak mau melakukan operasi maka dia harus meminum obat-obatan agar kanker yang berada dirahim nya tidak semakin membesar,dia juga sering pingsan dan menginap dirumah sakit.
Kepala rumah sakit adalah teman Rina sewaktu kuliah dulu,dokter Adrian seorang duda beranak dua. Anaknya juga sudah remaja, anak-anak sangat dekat dengan Rina karena mereka sering datang kerumah sakit untuk menemui ayah nya.
Rina lebih senang berada dirumah sakit,karena bisa bertemu dan bermain dengan anak dokter Adrian yang kedua. Anaknya berumur lima tahun saat istrinya meninggal dunia,jadi dia lebih dekat dengan Rina karena Rina lah yang sering mengajak nya bermain waktu itu. Rina sudah lama mengidap penyakit kanker rahim,dia tidak berani melakukan operasi karena takut dengan pisau bedah atau sejenisnya.
Setelah kepergian Danuarta dan Minah,Rina menangis meratapi dirinya. Dia memang sangat mencintai suaminya,rasa nya tidak rela jika harus berbagi suami tapi dirinya memang harus melakukan nya karena Danuarta memang membutuhkan seorang pewaris. Walaupun pernikahan mereka adalah pernikahan perjodohan,tapi bagi Rina adalah menikah hanya sekali seumur hidup.
Rina berniat,setelah Minah melahirkan maka dia akan meminta cerai dari Danuarta,dia ingin hidup dengan dunianya sendiri.
Keesokan paginya,Rina bangun dan ikut memasak bersama para pelayan didapur seperti biasa dilakukannya. Rina memang pandai memasak,dia juga sering membuatkan makanan untuk anak dokter Adrian yang berna Bella.
"selamat pagi..."sapa Rina saat melihat Minah dipapah oleh Danuarta.
Setiap pagi Minah akan mengalami morning sick ,tapi tidak separah biasanya karena adanya aroma tubuh Danuarta. Entah mengapa wangi tubuh Danuarta membuatnya sedikit tenang,tapi mana mungkin dia terus memeluk Danuarta. Yang ada mereka tidak akan keluar dari kamar seharian,Karena Danuarta, walaupun sudah tua tapi dia memiliki gairah seksual yang tinggi sehingga sering membuat Minah kewalahan.
"pagi kak....maaf sudah membuat kakak menunggu"jawab Minah
"ngak kok,makanan nya juga baru siap. Ayo kita sarapan"ucap Rina
"hari ini kamu akan cek up ke dokter kan?"tanya Danuarta disela-sela makannya
"iya...."jawab Rina sambil menyendokan nasi ke mulutnya
"kalau begitu aku akan mengantar mu"ucap Danuarta
"tidak usah.... sebentar lagi Adrian akan menjemputku,sekalian dia pergi ke rumah sakit juga"jawab Rina
Minah masih mendengarkan percakapan Danuarta dan Rina,masih menyimak.
"jangan ngerepotin orang lain,jika kamu ingin pergi bisa memakai mobil sendiri. Minta supir menemanimu"jelas Danuarta
Minah merasa Danuarta sedikit ketus berbicara dengan Rina,ada rasa tidak suka dihati Minah. Dia menatap Danuarta dengan tajam,seakan tau....Danuarta tersenyum menatap Minah ,Minah membuang wajahnya. Dia tidak menyangka kalau Danuarta berbicara kasar pada Rina.
"hai....selamat pagi"sapa seorang pria dari depan pintu tamu.
"maaf aku terlambat,tadi Bella sibuk minta ikut juga. "jelas pria yang mengenakan pakaian kemeja tangan panjang diikuti oleh seorang gadis kecil berumur sepuluh tahunan
"waaah....Bella juga ikut?ngak sekolah hari ini?"tanya Rina menatap Bella
Minah tersenyum melihat ucapan gadis kecil itu,menatap pria yang berdiri disamping Rina membuat mereka seperti keluarga kecil bahagia.
"ayo sarapan dulu,"ucap Rina sambil meletakan piring kosong ke depan pria itu
Rina mengambilkan makanan untuk Bella,dia tau Bella sangat menyukai udang goreng crispy.
"waaah....ini pasti masakan bunda,hhmmm....enak...."ucap Bella senang
Minah terus memperhatikan mereka,terlihat raut wajah senang pada Rina saat melihat Bella . Seperti menatap anaknya,pria disebelahnya juga tersenyum menatap Rina yang tidak memperdulikan nya.
"eekkhmm...."deheman Minah membuat pria itu malu
"oh iya....Drian,ini Minah istri Danuarta"ucap Rina memperkenalkan Minah
"hallo..."ucap Minah menundukan kepalanya
"oiya....saya dokter nya Rina sekaligus sahabat nya, ini anak saya Bella "ucap pria itu
"hallo Bella...."sapa Minah
"hallo Tante Minah "jawab Bella sambil tersenyum
."maaf ya karena waktu acara pernikahan kalian saya tidak bisa datang,banyak pasien yang harus ditangani"jelas dokter Adrian
"iya ngak apa-apa kok,aku tau kalau kamu sibuk"jawab Danuarta
"sekali lagi maaf ya....dan selamat atas pernikahan nya"ucap dokter Adrian merasa tak enak
"hhmm....paman sudah menikah lagi?ini istri paman ya?kalau begitu,bunda Rina buat ayah Bella aja ya paman. Biar bisa tidur sama ayah dan main sama bella"ucap Bella dengan santainya
"uuhuuk....uuuhuuk...."Rina tersedak makanan nya mendengar ucapan Bella yang terang-terangan
"bunda kenapa?"tanya Bella sambil mengambil minum dan memberikannya pada Rina
"Tante tidak apa-apa sayang...hanya tersedak saja"jawab Rina
"hhmm....kenapa manggilnya Tante trus bunda?"tanya Minah bingung
"hhm...waktu itu,Bella ingin Rina menjadi bunda nya. Tapi Rina kan sudah punya suami,mana mungkin bisa jadi bunda buat Bella. Bella tetap ingin memanggil Rina bunda walaupun Rina memanggil dirinya tante"jelas dokter Adrian melirik Danuarta,takut kalau Danuarta akan marah tapi sepertinya Danuarta biasa saja
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih 😘🥰🥰🥰🥰