
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Mirna melihat gerak-gerik dari majikan suaminya yang berjalan mendekati Danuarta dan Minah,dia tersenyum senang. Pasti majikan suaminya akan membuat Danuarta dan Minah malu,begitu lah yang dipikirkan Mirna
"hhmm....anda...tuan Danuarta?"tanya seorang pria paruh baya yang merupakan majikan suami Mirna
Danuarta tadinya masih mendengarkan pembicaraan Minah dengan Deni,dari sapaan yang dilontarkan oleh Deni seperti nya Deni memperlakukan Minah dengan baik. Hanya Mirna saja yang menghina Minah,Danuarta menoleh ke arah yang menyapa nya.
"benarkan?anda tuan Danuarta?"tanya pria itu lagi mendekati Danuarta dan menyalami Danuarta
Danuarta masih diam mengamati wajah pria itu,kemudian dia tersenyum saat tau siapa pria yang menyapanya. Minah memperhatikan Danuarta yang membalas uluran tangan pria yang merupakan majikan Deni
"iya,saya Danuarta."jawab Danuarta santai
"ya ampun....ada apa disini tuan?saya perwakilan dari perusahaan yang bekerja sama dengan kerajaan anda"jelas pria itu
"ini....calon istri saya sedang dihina oleh wanita itu"ucap Danuarta menunjuk Mirna
Mirna terkejut,dia menatap suaminya. Apa yang dibayangkan nya ternyata salah,mungkin benar ucapan pria yang melindungi Minah kalau dia merupakan dari keluarga kerajaan karena majikan Deni saja mengenalnya dan mengatakan begitu.
Tubuh Minah gemetar,dia sudah sangat ketakutan. Dia menggenggam tangan suaminya dengan erat,berusaha untuk tenang karena tubuhnya sudah mulai lemas.
Mobil polisi sudah memasuki parkiran ,mereka masuk dan menyapa Danuarta.
"maaf tuan kami terlambat,kami sudah menerima laporan anda. Dimana para wanita yang menghina dan menyebarkan nama baik calon istri anda?"ucap salah satu polisi yang memimpin didepan Danuarta
Danuarta hanya tersenyum,Minah menggenggam erat tangan Danuarta. Danuarta menatap Minah yang ketakutan,dia memeluk Minah
"sudah lah....jangan diperpanjang lagi"bisik Minah
"iya....sekarang kita pulang ya sayang,kamu ngak usah takut"ucap Danuarta
Danuarta dan Minah berdiri dan ingin berjalan keluar dari mini market,tapi kedua teman Mirna langsung menarik tangan Minah . Mereka sudah menangis,mereka meminta maaf pada Minah
"maafkan kami Minah,tuan.... kami tidak tau kalau Minah sekarang sudah menjadi calon istri anda"jelas kedua teman Mirna sambil menangis
Danuarta menatap Minah,dia ingin meminta jawaban Minah. Minah merasa kasihan pada mereka,jadi Minah mengelus dada Danuarta. Dia mencoba merayu Danuarta agar membatalkan niatnya untuk menuntut kedua teman Mirna juga Mirna,Minah juga kasihan pada ayah mertuanya jika Mirna masuk penjara.
"sayang....sudahlah,jangan diperpanjang lagi. Aku ngak apa-apa kok...."ucap Minah
"baiklah....kalian berdua tidak akan aku tuntut, Sekarang pergi dari sini"jawab Danuarta ketus
"terima kasih tuan...terima kasih minah"ucap mereka berdua ,kemudian mereka pergi keluar dari mini market itu dengan cepat
Sedangkan Mirna merasa takut,tapi juga dia tidak ingin meminta maaf pada Minah. Dia benar-benar membenci Minah,dia menatap Minah dengan tajam dan tatapan itu dilihat oleh Deni juga Danuarta.
"bagaimana tuan Danuarta?apa anda ingin memperpanjang masalah ini?"tanya kepala polisi yang masih berada disana
"tidak usah pak polisi,kami tidak apa-apa kok"jawab Minah,Danuarta menatap Minah.
"sayang.... kamu pasti denger aku kan?kalau ngak nanti aku ngak mau ikut dengan mu,aku mau tinggal dengan mbak Amanda saja atau dengan tuan Adrian "bisik Minah yang membuat Danuarta ketakutan
"baiklah....aku ngak akan memperpanjang masalah ini,asalkan wanita itu meminta maaf pada Minah....jika tidak,anda tau harus apa kan pak?"jelas Danuarta
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih 😘😘😘🥰
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳