
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Sebenarnya dewa menceritakan semuanya pada Darius , walaupun Darius tidak percaya sepenuhnya waktu itu. Dia merasa jika yang dikatakan dewa hanya lah akal-akalan dia saja agar wanita itu juga menyukainya,Darius merasa kesal dengan ucapan dewa. Karena dari ucapan dewa,berarti dia tau betul cerita Sandra .
Memang benar mereka ada kesamaan,Darius jadi merasa sedikit takut. Takut jika mereka benar-benar bersama,Darius terus memperhatikan mereka berdua
"baiklah Tante....kalau begitu kami permisi dulu ,aku ada urusan lagi"ucap dewa
"kami??"tanya Darius sambil mengernyitkan dahinya
Darius bingung,kenapa dewa mengatakan "kami". Kan yang mau pulang dia sendiri,"apa jangan-jangan dia mau membawa pulang Sandra juga?"batin Darius
Elisabeth mendengar pertanyaannya Darius, Roberto tersenyum. Dia menyadari kalau Darius benar-benar sudah mulai menyukai Sandra,dari sikap dan ucapannya yang keluar begitu saja saat dewa bersama dengan Sandra
"ada apa sayang?"tanya Elisabeth
"tenanglah sepupu ....aku akan pulang bersama dengan Sandra,apalagi Sandra masih baru dikota ini jadi aku ingin mengajaknya berkeliling agar dia tau daerah kota kita ini"jelas dewa sambil tersenyum mengejar Darius
"iya....kau benar dewa, sebaiknya kau bawalah Sandra berkeliling agar dia tidak merasa bosan dihotel saja"ucap Elisabeth
Sandra tersenyum mendengar nya,dewa ingin mengajaknya berkeliling. Walaupun niat awalnya ingin mencari Darius dan mengingat kan hubungan mereka,tapi tidak ada salahnya jika dia juga ikut berjalan-jalan dengan dewa. Hitung-hitung mengobati rasa sakitnya karena ditolak oleh Darius
"ya sudah....ayo kita berangkat"jawab Sandra sambil memegang tangan dewa
"Tante...paman....Sandra permisi dulu,besok Sandra kembali lagi"ucap Sandra sebelum pergi.
"dasar wanita murahan...."ucap Darius pelan,tapi masih terdengar oleh semuanya termasuk Sandra.
Sandra berhenti sebentar,dia tidak menyangka jika Darius akan mengeluarkan kata-kata seperti itu padanya. Tiba-tiba air matanya mengalir di pipinya,dia merasa sedih. Tapi tangan dewa langsung menariknya keluar dari ruangan itu,dengan langkah dipaksa Sandra berjalan mengikuti dewa dibelakang nya
"kau tidak apa-apa?"tanya dewa saat sudah berada diluar rumah sakit
Dewa memandangi wajah Sandra yang sudah dipenuhi air mata,dia menghapus air mata Sandra dengan jari-jarinya
"sakit....memang sakit jika dia tidak mengingat kita"ucap dewa menatap mata Sandra dengan tajam
"kau harus kuat....dapatkan lah kembali cinta mu,aku akan membantumu....ingat itu"jelas dewa sambil kedua tangannya memegang pipi Sandra dan masih menatapnya
"tapi...."jawab Sandra dan Langsung dipotong oleh dewa
"tidak ada tapi-tapi.....kau percaya padaku kan?aku tau siapa Darius ,jadi aku yakin semuanya pasti berhasil. Kau hanya mengikuti rencana ku saja,ok..."jelas dewa sambil melepaskan tangannya dari pipi Sandra dan membentukan salah satu tangannya dengan π
Sandra kembali teringat,sewaktu mereka sedang mencari tubuh Darius. Dewa mengatakan kalau dia juga mengalami hal yang sama seperti yang mereka alami,wanitanya lupa dengan kebersamaan mereka. Sandra merasa kasihan dengan dewa,karena mereka mengalami hal yang sama. Jika dewa benar-benar ingin membantunya,maka Sandra pun akan kembali membantu dewa.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih ππππ