
☘☘☘☘☘☘☘☘
"aku merindukan mu"bisik bryan terus menciumi pipi rosa
Rosa mendorong wajah bryan yang tidak berhenti mencium nya,dia menatap ke arah wanita yang duduk tadi. Wanita itu sudah berdiri dan mencoba mendekatinya ,dia ingin memukul wajah rosa tapi rosa menahannya dengan tangannya
"dasar wanita ******,pasti kamu ngaku-ngaku saja kan?"teriak barbara,hingga semua pengunjung restauran melihat ke arah mereka.
"aku ?ngaku-ngaku?"tanya rosa kesal,padahal yang mengatakan pacar kan bryan kenapa dia yang dibilang ngaku-ngaku. Begitu lah yang dipikirkan rosa
"berani sekali kau ingin memukul pacar ku hah?"bentak bryan kesal,semua mata masih menatap ke arah mereka
"sayang....aku ngak percaya dia itu pacar mu"ucap barbara sambil berteriak
"apa perlu aku buktikan pada mu hah?"tanya bryan kesal
Belum barbara menjawab,Bryan sudah mencium bibir rosa dan memeluknya dengan erat. Dia bahkan meremas dada rosa tanpa disadarinya,Bryan benar-benar bernafsu saat ini. Mungkin karena tiga hari ini dia terus memimpikan rosa,bahkan membayangkan wajah rosa yang selalu dirindukannya.
Rosa membalas ciuman bryan tapi tangannya menghempaskan tangan bryan ,kalau dibiarkan saja. Bisa-bisa mereka akan bercinta didepan umum,semua karyawan perusahaan bryan memperhatikan pertengkaran mereka tadi hingga akhir nya mereka tau siapa yang bakal menjadi nyonya alexander.
Barbara merasa kesal,baru kali ini bryan dekat dengan wanita tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Barbara memilih pergi meninggalkan bryan juga rosa yang sedang berciuman,bahkan bibir bryan saat ini sudah mendarat di leher cantik rosa. Bryan ingin turun...turun dan saat ini,bibirnya sudah berada di belahan dada rosa karena rosa memakai pakaian dengan belahan dada agak kebawah.
"hei...hei....orang nya sudah pergi,berhenti lah" ucap rosa mendorong bryan,sebenarnya dia ingin tapi tidak mungkin dia melakukannya didepan umum apalagi semua orang menatap mereka dengan intens
"rosa....aku ingin"bisik bryan dengan lembut,nafasnya sudah sangat kasar terasa di telinga rosa
Bryan menjauhkan tubuhnya dari rosa,melepaskan pelukannya dan menatap wajah rosa yang sudah memerah. Bryan menarik rosa untuk duduk dipangkuannya tapi rosa menolaknya,dia duduk disebelah bryan
"aku kemari karena ingin berlibur dan ingin membayar hutangku, berikan nomor rekening mu. " ucap rosa pada bryan yang masih menatapnya
"malam ini datang ke apartemen ku,kau bisa tinggal disana sesuka mu. Tidak perlu membayarnya, aku akan tinggal di rumah nenek ku " ucap bryan
"baiklah....berikan alamat apartemen mu,aku baru reservasi saja di hotel ini dan belum melakukan cein..."jawab rosa sambitersenyum
"kalau begitu sekarang saja,ayo aku antar kan" ucap bryan sambil berdiri dan menarik tangan rosa
"hei...kau kan masih harus bekerja,aku bisa kesana sendiri. Berikan saja alamatnya,aku akan naik taksi kesana"ucap rosa sambil menghempaskan tangan bryan
"aku bisa ijin,lagi pula aku hanya supir jadi tidak selalu dibutuhkan. Aku akan dihubungi jika memang pak boss ingin keluar dan pergi" jelas bryan lagi
"ooh....begitu,oke deh...yuk sekarang kita brangkat karena tubuhku sudah sangat lelah,aku ingin berendam di air hangat "jawab rosa
Bryan yang mendengar ucapan rosa langsung tersenyum,pikirannya sudah traveling kemana-mana. Dia ingin segera menyergap tubuh indah rosa yang selalu dirindukannya selama berapa hari ini
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih😘😘😘😘