Three Siblings Indigo

Three Siblings Indigo
Rencana Busuk Louis dan Jebakan Nyai Sundari


Pagi ini Louis mengendarai motornya menuju sekolah sambil melamun apa yang dilakukannya benar atau salah, pasalnya Annamarie menginginkan dirinya melakukan hal gila kepada Dania.


Louis tak mau lakukan itu jika dia melakukan itu dirinya selain masuk penjara juga membuat pengaruh bisnis pada ayahnya, sesampainya di sekolah Dania dan Mia juga Niken masuk gerbang sekolah sambil berbincang dan tertawa ria.


Louis dari kejauhan sudah menatap Dania dengan tatapan terencana sampai Billy menepuk pundak Louis, "ngapa lo bengong aja kaya sapi ompong." Billy meledek Louis, pria blasteran Portugal itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Broo ayolah cerita ama gua!" paksa Billy kepada Louis, lalu pria berseragam putih biru itu mulai membisikan rencananya kepada Billy.


Mendenfgar ajakan Louis senyum Billy langsung menghilang digantikan dengan wajah panik, "lu gila!" ujar Billy tak bisa mengerti ucapan Louis dan rencananya, "gua kagak mau ikutan masalahnya Dania anak Jendral cok!" ungkap Billy yang wajahnya sudah pucat dan berkeringat.


"Udah Broo lu kalo mau sendiri aja gua gak mau ikutan," ucap Billy langsung berlari.


Louis yang sudah gelap mata menelepon preman untuk menculik Dania dan membawanya ke suatu tempat, dirinya terpaksa melakukan ini guna mendapatkan ikrar bersama Dania.


"Victoria Alexandra Van Butjer hanya milik seorang Hans Russel," tekadnya yang sudah buta akan ambisi.


Saat tengah menyapu atau pikr pagi tiba-tiba saja Louis menedang sampah yang tengah di sapu oleh Dania membuat seisi kelas terdiam menunduk, sungguh persaingan yang sengit. Anak seorang Mayor Jendral Nathan Aditya Rejaya tengah ribut dengan donatur terbesar di sekolah ini.


"Louis lo apa-apaan sih!!" maki Dania yang kesal, Louis mendekat lalu menyentuh dagunya mata mereka saling bertatapan menyadari itu Dania langsung menepisnya dengan kasar.


"Apaan sih lo receh banget bule Depok!!" ungkap kesal Dania segera dirinya menyapu sampah yang berserakan lagi lalu menadahnya dalam pengki, tak lama Louis dengan kurang ajar berani memegang bokongnya.


PLAK!


Sontak tamparan itu melayang ke wajah Louis karena berani melakukan hal tak senonoh padanya, "lo kok kurang ajar ya!!" maki Dania.


"Louis lu apa-apaan sih?!" ujar Niken menimpali kelakuan Louis yang berbuat tak senonoh, "balik lu gak bakal selamat Dania." Louis menyeringai jahat seolah ada niat jahat pada Dania.


Hari ini Dania pulang menjelang magrib karena ada eskul dan beberapa pekerjaan, bersama Mia eskul menjadi menyenangkan saat berbincang tiba-tiba Dania mendapatkan penglihatan dirinya di sekap oleh Louis.


*****


Saat Pulang Dania berjalan bersama Mia saat ditengah Jalan mereka di cegat oleh sekelompok preman sewaan Louis, "woi tolonng!!" teriak Mia dan Dania.


Para preman itu hanya menculik Dania, lalu membawanya ke mobil. Gadis malang itu masuk ke mobil sedan hitam Dania terus meronta-ronta sampai penculik itu mengancam dengan menggunakan pisau membuat Dania dia dan tak berteriak.


Dania di bawa ke sebuah tempat bangunan terbengkalai, Dania keluar diarahkan berjalan dengan mata tertutup dirinya menaiki tangga lalu saat penutup matanya dibuka dirinya melihat Louis.


"Louis lu mau ngapain?" tanya Dania yang matanya mendongak ke atas saat melihat Louis dan posisinya dirinya di dudukan, "gua udah bilang dari awal ama lu." Louis bicara membuat Dania muak dan enggan menatap wajah pria ini.


Dania terus diam saat Louis terus memutar berjalan memutar, "lo semua boleh keluar bayaran udah gua transfer."


"Terimakasih boss," ujar mereka lalu keluar.


"Bunuh gua!" pinta Dania membuat Louis semakin ingin mendekati Dania.


Sampai suatu ketika wajah Louis pucat pasi saat melihat sesosok di belakang, Dania heran saat dirinya melihat Louis dalam keadaan seperti itu.


Dania memberanikan diri menoleh ke belakang dirinya tak menyangka siapa yang dilihatnya, Nyai Sundari wajahnya masih seperti manusia tapi wajahnya bersisik seperti buaya. Louis yang tak bisa berkata-kata malah pingsan di tempat sedangkan Dania berdiri.


Tak lama tangan Nyai Sundari mencekik lehernya, aroma amis seperti hewan kali menyeruak. "Apa kabar Juffrouw Victoria," sapanya.


Dania yang tak bisa menjawab karena cekikannya terlalu keras membuat Dania tak bisa bergerak, berbicara pun rasanya amat sulit.


"Oh ya aku lupa sesuatu...," ucapnya terhenti langsung tubuh Dania di hempaskan sampai terkena tumpukan besi, kening dan siku kiri Dania tergores dan mengeluarkan darah.


Nyai Sundari mengeluarkan mustika buaya berbentuk berlian berwarna hijau dirinya mengeluarkan itu, lalu dirinya dengan cepat kilat mendekati Dania yang masih bersimpuh dengan kening dan siku yang berdarah lalu kembali menarik tangan Dania untuk ikut.


Dania yang sudah mulai paham mau di bawa kemana melepas ikat rambutnya lalu menjatuhkannya tepat di bawah kakinya, juga dirinya tak membawa ponsel.


Nyai Sundari membawa Dania ke sebuah lorong menghubungkannya dengan hutan lalu Dania berusaha mencari batu agar bisa terlepas hingga dirinya mendapatkan batu dan memukul kepala nyai Sundari.


Dania langsung berlari ke sembarang arah dengan masih mengenakan seragam sekolahnya, dirinya berlari sampai Nyai Sundari yang sudah muak merubah wujudnya menjadi buaya raksasa dan mengejar Dania.


"Mau kemana kau Juffrouw ini alamku kau tak akan bisa lari dari sini!" ancamnya, mengejar Dania yang berlari entah kemana.


Dania bersembunyi di balik semak lalu dirinya memperhatikan Nyai Sundari masih mencarinya, Dania terengah-engah saat dirinya bisa bernafas lega akhirnya bisa lepas dari siluman buaya yang selama ini memiliki dendam kesumat padanya.


Tak lama sebuah tangan membekap mulutnya dirinya berteriak saat sesosok tangan pria membekapnya, Dania melihat orang yang dia kenal sungguh tak percaya, orang yang merencanakan hal buruk ini bisa ada di alam siluman.


"Lo ngapain kesini? kenapa lo bisa masuk?!" ujar Dania.


****


Mia segera menelepon Satria dan Amir perkara hilangnya Dania dirinya kini tengah bersama Amir dan Satria, "kok bisa di culik?!" ungkap Satria.


"Kagak tahu Bang saat lagi jalan pulang di cegat ama mobil yang isinya orang gak di kenal terus ancem kita," ujarnya.


Satria akan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa meminta bantuan ayahnya, jika Nathan sampai tahu putrinya di culik masalahnya bisa semakin runyam.


Di tambah dirinya sudah mendapatkan penerawangan jika dalang adalah Louis reinkarnasi dari Hans Russel musuh abadinya, "kelakuan bule sengklek!" makinya.


"Siapa Bang yang lu maksud?" tanya Mia yang duduk di sebelah Satria yang tengah menyetir mobil menuju suatu tempat.


"Noh siapa lagi! di sekolah tukang tindas!" gerutu Satria.


"Serius lu bang?! lu tahu darimana?" ujar Mia dengan mata membulat.


"Tadi ada masalah apa tuh bule jadi-jadian ama Dania?" tanya Satria yang masih menyetir dengan kaos tentara dan celana hitam.


Mia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.


"Si A*jing, Ke*arat!" Mendengar cerita Mia Satria memukul setir mobilnya dan mengucapkan sumpah serapah matanya juga mengerikan, hal itu membuat Mia was-was ketakutan. Tahu sendiri jika perwira tentara itu tampangnya seram ditambah jika marah akan sangat menyeramkan.


"Kagak usah takut lu ama gua, kagak bakal gua terkam lu secara lu cakep." Satria berusaha mencairkan suasana karena wajah Mia yang Arab membuat Satria kesemsem.


"Kagak usah gombal Bang! Gua mau Dania ketemu dulu!" tegas Mia yang pura-pura jual mahal, Mia sebenarnya berpikir apa ayahnya setuju jika dirinya menikahi kalangan bumi putera secara marga harus di pertahankan.


Sesampainya di gedung dengan teman-teman Satria dan beberapa pihak kepolisian yang sudah ditelepon langsung meringkus para Preman yang ada di gedung terbengkalai tersebut, saat mereka mengeledah lagi mereka tak menemukan apapun.


Sampai mereka melihat di lantai atas ada barang-barang Louis dan Dania, tas Louis dan ransel Dania juga ponsel keduanya.


Tapi dimana mereka, Satria yang ingin menerawang keberadaan mereka langsung di hampiri oleh Rizky temannya.


"Kenapa pula Dania," ujarnya.


Rizky menatap Mia sedangkan gadis itu hanya menunduk, "amboy cantiknya adek ini...siapa nama adek ini." Satria yang melihat Rizky kecentilan langsung menghentikan temannya.


"Heh buaya darat nih temen adek gua jangan macem-macem lu," ujarnya.


Mia hanya memutar bola matanya jengah, dirinya akan ke pihak kepolisian saat ditanya oleh bapak polisi untuk memberikan kesaksian atas kejadian ini.


#BERSAMBUNG