Three Siblings Indigo

Three Siblings Indigo
Thunder Swrotime


Dania amat tak menyangka yang dilakukan ibunya termasuk dosa besar menikah berbeda alam sangat dilarang oleh agama, “astagfirullah.” Dania menangis hidupnya penuh bencana selama ini karena masa lalu mendiang ibunya.


“Terus apa yang harus kita lakuin sekarang, Bang.” Terlihat dari wajah gadis itu dalam wujud Victoria yang ketakutan juga kebingungan.


“Bang gua takut, gua harus gimana! Gua gak mau disini!” ucap Dania yang menangis ketakutan ia amat takut tidak bisa kembali.


“Tenang ada gua,” kata Satria memeluk Dania.


“Sekarang lu harus bersikap biasa aja, nanti panggil Hanson papa.” Satria menjelaskan apa saja yang harus di lakukan oleh Dania.


Satria dan Dania memiliki Altar kecuali Rendy jadi bocah itu yang selamat, hanya saja darahnya manis. Ya darah Rendy sangat manis oleh karena itu diantara Dania dan Satria, Rendy lah yang paling istimewa karena darah manis itu sangat di sukai oleh mahkluk gaib dan jika menjadi tumbal akan sangat luar biasa hasilnya.


Rendy memang tidak di bully seperti kakak-kakaknya tapi bocah itu harus terus-menerus di Jahili bahkan di kejar setiap waktu oleh mahkluk halus, Dania sekarang keadaanya sudah baik-baik saja tidak seperti dulu.


Karena bibinya Defani adik mendiang ibunya membawanya ke psikiater kenalan sang bibi waktu sekolah dulu, keadaan Dania sudah lebih baik tapi sewaktu-waktu ia menangis sendiri karena memikirkan ibunya.


“Yaudah nanti malem lu makan di bawah lu ngerti ‘kan caranya bersikap selayaknya cewek eropa,” kata Satria.


Dania hanya menggelengkan kepalanya lalu Satria segera menjelaskan. “Gini deh ‘kan disini kita dua hari, lu coba nonton film Eropa klasik bagaimana cewek Eropa bersikap,” jelasnya.


Dania hanya mengangguk mengerti, “yaudah nanti ada Dokter Stefani lu manggil dia nanti Tante aja.”


Dania mengangguk lalu Satria turun dari ranjang dan keluar kamar ia mengerti semuanya sudah saatnya Dania tahu, Satria berharap ini tidak akan mempengaruhi pelajaran Dania di sekolah.


Jason dalam wujud Satria harus segera pergi ke sekolah, seolah Satria tahu apa saja jadwal dan apa yang harus dilakukan dalam wujud Jason kesehariannya. Satria berfikir apa Dania bisa menjalankan hidup disini.


**************************************************


Di rumah Mia dan Bi Jum melihat Dania tak sadarkan diri dari pingsannya, jadi Bi Jum membawanya ke sofa ruang tamu begitu juga Mia. “Aduh Bi gimana nih?” tanya Mia dengan panik kepada Bi Jumi.


“Udah sabar aja Non,” ucapnya.


Mia dan Bi Jumi tidur di sebelah Dania yang terbaring karena rohnya di bawa oleh the black robe, Mia amat tak mengerti sama sekali tapi di kamar tiba-tiba Rendy terbangun ia melihat di hadapannya ada sesosok anak-anak bule.


Satunya perempuan dan satunya laki-laki, mereka adalah Victoria dan Jason anak-anak Nadia dalam wujud anak kecil seolah Rendy antara sadar dan tidak sadar. Dia tak mengerti apapun.


Tapi semakin di perhatikan lebih detail Rendy melihat the black robe, bocah itu tak tahu mahkluk apa ini karena Nadia mendiang ibunya tidak pernah menceritakan mahkluk apa ini. Rendy ingin bangun tapi tak bisa seolah tubuhnya di tahan.


“Siapa kamu?” tanya Rendy.


The Black Robe memberikan sesuatu kepada bocah berumur 10 tahun itu, sebuah nasihat atau wejangan. Rendy yang ketakutan tak mendengarkan apa isi nasihat itu karena ia sudah sangat ketakutan.


Si jubah hitam ini sangat mengerikan melayang seperti bayangan hitam dengan tudung menutupi wajah dan tubuhnya, sambil membawa pedang atau disebut Thunder Swrotime. Rendy tak mengerti apa yang harus di lakukan kemampuan indigonya terbatas ini akan menyakitinya.


Rendy tak bisa mengimbanginya tak lama si jubah hitam merubah wujudnya menjadi kucing hitam seketika seluruh kamar beraroma melati, Rendy masih keringat dingin ia tak tahu harus apa.


“Mama! Mama!” ucap Rendy dalam keadaan lemah wajahnya pucat.


*********************************************************


Dania tertidur setelah di periksa oleh Dokter Stefania sepupu Hanson, Satria dalam wujud Jason menganggukkan kepala tanda semua akan baik-baik saja. Di tidurnya roh dan jiwa Dania melewati lorong waktu hanya mendengar suara jarum jam.


Dania melihat dari kejauhan ada the black robe, lalu membawa pedang Thunder Swrotime. Pedang yang membuka portal waktu hanya kemampuan indigo tertentu atau yang menikahi juga memacari jenis hantu dari waktu berbeda yang bisa masuk ke portal waktu.


Gadis itu ketakutan tatkala si jubah hitam tiba-tiba menghilangkan pedangnya lalu kedua tangannya memberikan pilihan lagi kepada Dania berupa apel emas di tangan kanannya dan di tangan kirinya berisi keranjang yang berisi permata warna-warni.


“Ayo pilih yang mana?” tanyanya kepada Dania.


Dania kebingungan apa yang harus dia pilih karena ia sama sekali tak mengerti maksudnya, sampai si jubah hitam menjelaskan jika apel emas ini adalah sebuah yang berharga dalam mitologi Yunani apel emas ini memicu konflik tapi berakhir bahagia.


Sekeranjang buah permata warna-warni ini tunjuknya di tangan kirinya adalah sebuah simbol kesakitan, kebaikan, juga kemenangan. Si jubah hitam mengatakan ini akan menjadi jalan hidupmu di saat cakranya sudah sempurna yakni umur 16 tahun.


Dania tak mengerti apa yang di maksud dengan cakra, gadis itu tak paham apa yang sebenarnya di maksud the black robe dan apa yang dimaksud mahkluk aneh ini. “Aku pilih sekeranjang permata warna-warni,” ungkapnya.


Dania memilih sekeranjang buah permata warna-warni karena di matanya sekeranjang permata itu yang menarik di matanya, entah mengapa hatinya memilih sekeranjang permata warna-warni.


“Baiklah ini akan menjadi jalan hidupmu, cakramu akan sempurna dan mekar saat usia 16 tahun jadi bersiaplah berjalan di atas arang untuk menuju kedewasaan.”


Si jubah hitam menghilang. Dania amat tak mengerti apa maksudnya tapi entah mengapa ucapannya selalu terngiang di pikirannya sampai ia melihat cahaya yang menyilaukan lalu Dania terbatuk-batuk terbangun.


Dania menyadari jika ia berada di sofa tertidur, Mia dan Bi Jumi juga ikut terbangun lalu Jumi terburu-buru mengambil air ke dapur untuk di minumkan kepada Dania. “Lo gak apa-apa?” tanya Mia kepada sahabatnya dengan khawatir.


“Gak apa-apa, tapi badan gua sakit semua.” Mia lalu membantu Dania berdiri untuk membantunya menuju kamar.


Dania menatap sahabatnya ia melihat saat SMA mereka tidak bersama tapi saat kuliah nanti ia akan bersama kembali dengan Mia, Dania merasa Mia lah satu-satunya gadis yang dapat memutuskan kemampuan ini.


Maksudnya adalah Mia akan dinikahkan dengan Satria karena Mia memiliki darah luar Nusantara yaitu Yaman, tapi jika sang kakak ingin kemampuannya bertambah kuat atau turun ke pada anak dan cucunya maka menikah dengan gadis berdarah asli Jawa.


Dania bicara dengan leluhurnya dengan media cermin menggunakan darahnya, tapi apa ayahnya Mia setuju jika Mia menikah dengan kakaknya. Mia mengatakan ayahnya ingin Mia menikah dengan pria keturunan Arab tapi jika Mia ingin menikah selain Arab pria itu harus memenuhi syarat yaitu harus seiman.


“Yaudah lu butuh sesuatu?” tanya Mia kepada Dania.


Dania hanya menggelengkan kepalanya dengan lesu, Mia segera membawa buku ke kasur Dania karena mereka harus menyelesaikan PR sebelum hari senin. Mereka bicara sambil belajar bersama waktu mereka akan habis menjelang masuk SMA.