
Dania melewati lorong waktu menuju tempat yang dikatakan Irene entah benar atau salah dirinya tak memiliki pilihan, saat berjalan di lorong waktu tiba-tiba tangan Dania di tarik oleh seseorang ternyata itu adalah Irene.
"Irene je---" ucapan Nadia terpotong saat Irene membekap mulutnya lalu Irene bicara dengan nada pelan dan tangannya masih setia membekap mulutnya.
"Ssssttttt, je bisa diam ik akan ajak je ke suatu tempat untuk selamatkan je selama seminggu." Irene mengandeng tangan Dania melewati lorong gelap tangannya membawa lampu minyak tanak klasik sambil membimbing Dania dalam wujud Victoria.
"Dania je bisa lindungi ik dan je," ujar irene menatap sahabatnya sambil membawa lampu minyak ditangannya Dania hanya mengangguk memberi jawaban.
"Kita mau kemana Irene?" tanya Dania kepada sahabatnya.
Irene hanya tersenyum lalu menjawab, "ke suatu tempat kau akan bertemu dengan saudaraku Vladimir van Jong." Irene bicara menatap lembut temannya, "dia akan melindungimu dari Hans Russel dan reinkarnasinya." Irene bicara kepada Dania.
Gadis Belanda yang berusia belasan tahun ini masih setia mengandeng sahabatnya melewati lorong gelap dengan mengandalkan lampu minyak, Dania percaya kepada Irene karena energi yang di dalam tubuh Irene memiliki energi baik putih.
Berbeda dengan hantu Belanda yang banyak ia temui seperti ayahnya Hanson memiliki energi coklat ambisius dan serakah, Dania menatap tangannya berubah menjadi putih kulitnya seperti kulit orang Eropa.
Irene membuka pintu yang menuju ke sebuah masa dimana jaman penjajahan tapi bukan Batavia melainkan Bandoeng, suasana kotanya masih ada trem dan mobilnya masih sangat kuno abad ke 19.
Mereka hanya keluar dari sebuah bangunan dengan pintu kayu klasik Dania melihat dirinya keluar dari bangunan seperti manusia pada umumnya, di sekitaran bandung mereka berjalan di trotoar tangan Dania masih setia di genggam oleh Irene.
Dania di ajak berjalan sampai di sebuah rumah dengan halaman luas bergaya kuno dengan di tumbuhi banyak tumbuhan merambat dirinya di bawa, hingga tak lama keluarlah sosok pria Belanda berambut coklat cerah dengan kemeja lengan pendek dan celana coklat.
Dirinya menatap Dania, hingga Irene maju untuk memberikan tangannya agar di kecup. "Vladimir!" ujarnya.
"Aha Irene Mijn neef," ujarnya dalam bahasa Belanda yang artinya sepupuku.
Dania yang bertubuh Victoria maju lalu memberikan tangannya, Vladimir hanya diam mematung sampai lamunannya terhenti saat Irene menepuk bahu sepupunya itu.
"Hallo Victoria Alexandra Van Buthjer!" ujar Vladimir Van Jong.
Cup!
Satu kecupan membuat aliran aneh dari tangan Dania menuju ke seluruh tubuh membuat pipi Dania bersemu, "Jaa Thanks Sinyo." Victoria tersenyum lalu Vladimir mempersilahkan kedua gadis itu duduk.
"Santi! Santi! Bisa siapkan teh dan cemilan!" perintah Vladimir.
Victoria reinkarnasi Dania memejamkan matanya ia mengingat sesuatu, ternyata Vladimir berwajah Eropa dan Arabian. Ada wajah Rusia Eropa Timur, Jerman dan Belanda Eropa Barat, Juga ada darah Iran melalui kakak pihak ibu.
Hidungnya sangat mancung melengkung, ditambah matanya bulat dan bewok tipis membuat kesan kharismatik pada diri Vladimir Van Jong.
"Jadi je sedang menghindar dari pernikahan dengan Hans Russel," ucap Vladimir dengan senyum kecut tapi masih terlihat tampan.
Victoria hanya mengangguk, "apa kau bisa membantuku?" ujarnya.
Vladimir Van jong memajukan tubuhnya lalu tertawa renyah, Victoria dan Irene heran padahal tak ada yang lucu dengan perbincangan mereka. "Vlad kenapa kau tertawa?! apa ada yang lucu!" ungkap Irene dengan kesal nadanya sepertinya tak suka dengan sikap Vladimir.
"Ik hanya merasa gadis seperti je berdua tak bisa selesaikan masalah dan selalu butuh bantuan pria," ujar Vladimir dengan santainya.
"Jika je tak bisa bantu kami! maka kami akan pergi dari sini!" ujar Victoria dengan kesal.
Saat kedua gadis itu ingin berdiri tiba-tiba tangan Victoria atau Dania ditahan oleh Vladimir, membuat aliran darah memompa sampai ke wajah Victoria.
Vladimir merasa wajah Victoria memerah karena kesal padahal sebenarnya terjadi Victoria bersemu malu, "ik akan bantu je."
"Nee ik tak akan membuang uang ik untuk hal sepele seperti ini...," ucap Vladimir masih setia menatap wajah Victoria dengan penuh minat.
"Lalu apa yang akan je perbuat?" tanya Victoria.
"Tinggallah sementara waktu disini...bersama ik," ujarnya.
Ucapan Vladimir membuat mata Irene membulat dan Victoria membentuk O pada mulutnya, Vladimir memeluk Victoria dalam pelukannya di saksikan Irene van Jong.
*************
Malam semakin larut Louis dengan kesal menari anggar dari tempatnya lalu menghentikannya karena hampir mengenai Aksa sepupunya, "kenapa gak lo lanjutan hah!" ungkap Aksa menatap sepupunya yang sangat keras kepala ini.
"Gua gagal nikahin dan bikin ikrar ama Victoria!" ujarnya.
"Woilah cari cewek Belanda lain! gua tahu lu mau bikin bisnis," kata Aksa tapi Louis yang sudah kepalang emosi malah menarik kerah baju Aksa.
"Ayo pukul gua agar bisa buat lo puas!" ujar Aksa dengan nada keras.
Louis yang mendengar itu melepaskan cengkeramannya lalu pergi meninggalkan tempat itu, dirinya harus ke sebuah penjara atau telepati untuk berkomunikasi dengan ibunya Annamarie atau dengan ayahnya Russel tapi saat mau telepati untuk kebatinan tiba-tiba ibunya masuk kamar.
"Louis!" ujarnya.
"Eh Mama kok masuk kamar?" tanya Louis.
"Kamu apa-apaan sih ama Aksa!" marah ibunya.
"Yang penting udah minta maaf," ujar Louis dengan enteng. Lalu dirinya menyuruhnya ibunya bertanya lagi jika tak ada maka ibunya keluar dari kamarnya karena dirinya harus tidur karena besok ada ujian sekolah.
Nyonya Aljendro orang Bogor hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat tingkah putranya persis seperti suaminya, Tuan Aljendro belum pulang dari Chicago karena ada urusan bisnis dan pekerjaan besok baru pulang.
Sebenarnya Louis menginginkan Dania hanya untuk memanfaatkan pengaruh keluarga Rejaya saja, secara Nathan adalah Jendral yang mampu membuat sedikit pengaruh pada bisnisnya. Ditambah khodam cantik yang dimiliki Dania membuat dirinya semakin beruntung sebenarnya apa yang diincar Louis dari Dania.
Louis yang sudah terobsesi memiliki Dania sudah berani memajang foto Dania untuk wallpaper ponselnya tanpa seizin Dania, padahal hal ini termasuk ain. Kalo pun Dania terkena ain darinya akan senang, dari dulu sebelum reinkarnasi memang altar milik Louis sudah terobsesi untuk memiliki Dania.
Louis melewati lorong waktu melihat the black robe masih sibuk membenahi jam-jam yang berada di lorong waktu karena sikap serampangan seorang bocah, tapi Louis tak peduli dirinya hanya ingin menemui Annamarie guna mendapatkan penjelasan.
Dirinya ingin menemui ibunya hanya untuk mengetahui perihal Dania, Louis berhasil menjadi Hans dan menemui Annamerie meski tak bisa memeluknya tapi Louis bisa bicara dalam jarak 3 meter, "mama Hoe is het?" tanya Hans kepada ibunya.
Tapi Annamerie hanya menekuk lututnya dengan lingkaran hitam, rambutnya yang pirang mulai kusut. "je liat keadaan ik?" ujarnya.
"Mama ik ingin menikahi Victoria tapi dia malah kabur!" ucap Hans dengan kesal.
"Lupakan ****** itu! karena saudaranya ik jadi terjebak disini!" makinya dengan suara meninggi perlahan berdiri.
"A-apa ada yang harus aku lakukan untuk bantu je mama," tawar Louis terbata-bata kepada ibunya.
Annamarie tersenyum lalu mengagguk dirinya meminta suatu hal gila kepada Hans untuk membalas rasa amarahnya kepada reinkarnasi Victoria.
#BERSAMBUNG