SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 246 Harapan Di Dalam Kegelapan


***


Wilayah selatan Iwagakure, bukit Fukuma.


"Tahan! Semuanya tahan! Kita jangan gegabah! Huff ... huf ...." Subaki berteriak dengan nafas terengah-engah.


98 anak buahnya banyak yang terluka menghadapi Yokai yang memiliki lel buronzu. Yokai tersebut berbentuk monster pohon yang sangat besar dan memiliki warna batang tubuhnya merah. Bukan hanya itu, daun-daun di rantingnya berwarna ungu pekat memiliki racun syaraf. Kalau terkena bisa lumpuh selama 15 detik.


"Shukuchi: Hayai itte!" Hakurou terus menyerang untuk memotong setiap ranting yang cukup menyusahkannya tersebut.


Dia terus menebas dengan melesat dari bawah pohon hingga ke atas. Oleh karena itu, Hakurou harus hati-hati dan bergerak cpeat mennghindari serangan lesatan daun-daun ungu yang dtiembakan dari ranting-ranting pohon Yokai yan bernama Enrun tersebut.


"Groaaar ...!" Enrun meraung keras dan menusukan akarnya ke daam tanah dan menjelajahi bagian dalam tanah di radius 200 meter.


Akar-akar Enrun sangat halus pergerakannya. Bahkan tidak bisa diprediksi oleh para ANBU yang bertipe sensor.


Hakurou terus menebas untuk memotong ranting-ranting beracun tersebut. Akan tetapi setiap kali dipotong, ranting tersebut akan tumbuh dengan daun yang lebih lebat.


"Sial! Ini membuatku kesal, aaargh!"Hakuoru kesal dan kehilangan kesabaran menghadapi ranting-rating Enrun yang beregenerasi dengan cepat.


BAM!


Tangan Enrun berbentuk ranting pohon yan besar menghantam tubh Hakurou dan membuatnya terpental menabrak permukaan bebatuan hingga hancur.


BOOM!


Tulnag punggung Hakuoru retak, bersamaan itu pula akar-akar keluar dari dalam permukaan tanah dan menjerat 99 anggotan ANBU termasuk Subaki.


"Aaaakh ...!" 99 anggota ANBU memekik kesakitan dan berontak. Namun, chakra mereka diserap dan tbuh mereka perlahan menjadi kering seperti terkena penyakit kurang gizi.


"Groaaar ...! Groaaar ...!" Enrun terus meraung keras dan menunukan bahwa dia sangat kuat pada Hakurou, Subaki dan 98 anggota ANBU yang lemah tak berdaya.


"Komandan, kamu memang benar-benar ingin membunuh kami. Ini bukan latihan, tapi pembunuhan mas ---"


"Senryupo: Tendo No Ken Xuan Wu!" Kembaran diri Akira dengan mata rinnegan hiau tiba-tiba uncul dan menusukan pedang hijau ke permukaan tanah.


Gelombang keut berwarna hijau pekat menyebar cepat dalam radius 300 meter. Untuk memulihkan tubuh Hakuru da 99 anggota ANBU dan tubuh mereka semua dipindahkan ke gedung perserikatan shinobi serentak untuk menyelamatkan mereka.


Kelima kembaran diri Akira menyebar mengelilingi Enrun yang sudah bertambah merah padam tubuhnya. Matanya berkilau merah dengan tatapan tajam ke arah 6 kembaran diri Akira.


[Ding! Memotong 10 poin chakra Enenra karena telah menggunakan jutsu dengan chakra Enenra]


[Ding! Selamat, poin yang tersisa saat ini 29 poin chakra Enenra]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa terkejut ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa terkejut ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa terkejut ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa terkejut ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa terkejut ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa terkejut ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan chakra Enenra dari rasa kagum ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan chakra Enenra dari rasa kagum ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan chakra Enenra dari rasa kagum ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan chakra Enenra dari rasa kagum ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan chakra Enenra dari rasa kagum ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan chakra Enenra dari rasa kagum ....]


[Ding! Selamat tuan telah mendapatkan chakra Enenra dari rasa kagum ....]


[Ding! selamat, tuan ....]


[Ding! Selamat, poin yang tersisa saat ini 229 poin chakra Enenra]


Pedang surga Xuan Wu menghilang setelah memulihkan luka Hakurou dan 99 anggota ANBU yang sudah dipindahkan ke perserikatan shinobi.


Keenam kembaran diri Akira yang sudah menngelilingi Enrun menautkan tangan, semua mata rinnegannya berubah menadi warna emas dengan tanda segel pertapa Naga di dahi mereka, "Senryupo: Ryuseikiyojin!"


Muncul penghalang berbentukhexagonal mengelilingi Enrun dan mosnter tersebut mencoba melawan dengan menembakan daun-dan beracun yang dia anggap bisa menghancurkan penghalang hexagonal tersebut.


Keenam kembaran diri Akira menautkan tangann dengan sangat erat, hingga urat otot di kedua lengan dan mukanya menonjol keluar. Bersamaan itu pula pengalang hexagonal menyempit dan membuat tembakan daun-daun berkecepatan tinggi tersebut beratuhan ke permukaan tanah.


Dinding penghalang terus bergerak epat untuk menghimpit tubuh Enrun dan berhasil membuatnya tida berdaya dengan meraung kesakitan, "Groaaar ...!"


Enrun mencoa melawan dengan menjulurkan akar dari bagian bawah batangnya dan masuk ke dalam tanah. Namun, dinding penghalang tersebut ternyata tertanam sampai ke bawah dan atasnya menjuang sampai ke langit.


Semua pasang mata warga Iwagakure juga bisa melihatnya dan itu membuat para shinobi yang memiliki level genin, chuunin, jounin, anbunin, sannin dan kagenin, jinchurikinin semunya bersiaga dengan kejadian tersebut.


Tsuchikga Arakami yang sedang menandatangani beberapa dokumen pun berhenti melakukan aktivitasnya dan keluar dari kantornya melalui jendela dengan terbang cepat menggunakan teknik keijuugan.


Kembali ke Enrun, dia terus berontak dan melawan dengan menembakan daun-daun dan akar-akar yang araknya sudah dipersempit oleh keenam kembaran diri Akira.


Tubuh Enrun semakin remuk dan retak dengan darah coklat merembes deras di sekujur tubuhnya. Akibat dinding penghalang Hexagonal yang semakin kuat menghimpitnya.


Keenam kembaran Akira semakkin kuat menautkan tangan dan serentak berteriak untuk menambah daya himpit dinding penghalang hexagonal demi menghabisi Enrun.


Dan ....


Tubuh Enrun hancur menjadi bubur darah dan menjatuhkan batang prisma kristal buronzu yang berwarna coklat terang.


Keenam kembaran diri Akira melonggarkan tautan tangannya untuk menghilangkan dinding penghalang hexagonal yang menghimpit tubuh enrun sebelumnya. Salah satu dari kembaran diri Akira mengambil batang prisma kristal buronzu.


Keenamnya merasakan firasat buruk dan berpindah tempat ke enam titik di ujung wilayah Iwagakure untuk membentuk kembali dinding penghalang hexagonal guna melindungi desa dari ancaman yang sudah di depan mata.


Setelah keenam kembaran diri Akira pergi, sepasang mata merah menyala muncul dari dalam portal buronzu yang berwarna ciklat dengan petir putih yang bergemericik dan saling bersahutan.


Sepasang mata merah menyala tersebut bertambah banyak dan dari dalam portal keluar Enren sang monster pohon yang lebih kecil dari Enrun. Bersaaman itu pula keluar kawanan Laba-laba setinggi 2 meter bernama Kuchgumo dan Ganigumo sang Laba-laba raksasa.


"Groaar ...!" Kawanan Yokai tersebut meraung keras setelah mencium bau chakra dari wilayah desa Iwagakure. Bau chakra tersebut tentu saja dari para shinobi dan enambah n**** makan mereka dan segera ingin melahapnya.


Tidak berhenti disitu, portal buronzu juga muncul di berbagai tempat di luar wilayah desa dan dari dalamnya keluar kawanan Ganigumo, Kuchigum, Enren dan Enrun.


Suara gemuruh langkah kaki disertai kepulan denu yang tebal memumbung tinggi di sekitar luar dinding penghalang hexagonal yang dibuat oleh keenam kembaran diri Akira.


Kawanan Yokai tersebut berhasil meraih dinding penghalang dengan rasa lapar yang amat santa dan membbuat mereka sangat bruta menghantam dinding-dingding penghalang hexagonal.


BAM! BAM!


Ini merupakan serangan gelombang Yokai pertama kali yang terjadi di Iwagakure. Semua warga segera masuk ke dalam rumah dengan raut muka seputih kertas dan tubuh gemetar.


Proyek perbaikan Iwagakure dihentikan karena semua pekerjanya ketakutan. Awan gelap menggulung di langit, menambah kesan gelap dan hawa kematian yang pekat membuat semmua shinobi dan warga Iwagakure semakin ketakutan.


***


Gedung perserikatan shinobi.


Bunshin Akira tiba di dalam gedung dan memberikan gulunga surat pada Nanoko dan hilang dari pandangan Nanoko menjadi kepulan asap setelah menyelesaikan tugasnya.


Gulungan surat itu berisi, supaya Nanoko segera membuat senjata dengan ketiga batang prisma kristal yang memiliki kepadatan chakra 10 kali lipat dari batang prisma kristal tetsu yang biasanya dia buat.


Hal itu tentu saja tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena Nanoko harus berkonsentrasi lebih fous sebelumnya untuk mengurai batang besi tersebut.


Hidup-mati semua warga Iwagakure berada di tangan Nanoko saat ini. Ditambah lagi Hakuro dan 99 anggota ANBU masih dalam keadaaan syok setela mendapatkan serangan dari Enrun.


Hanya Nanoko, sembilann anggota perserikatan shinobi dan keenam kembaran diri Akira yang bisa diandalkan untuk menahan serangan dari gempuran para Yokai.


"Ketua, gawat! Portal level buronzu telah banyak bermunculan dan para Yokai telah menyerang Iwagakure!" lapor salah satu anggota perserikatan shinobi yang ditugaskan untuk mengintai.


Samuchi hanya bisa menghela nafas panjang dan pikirannya buntu serta pasrah, "Aku tidak tahu apa harus kita lakukan? Kalau ada Ryustuki, mungkin akan ada sousi tapi dimana dia?" balasnya sembari memiat keningnya berkali-kali.


"Ketua, biarkan kami pulih. Nona Nanoko sedang mengusahakan membuat senjata secepat mungkin. Bunshin Akira tadi kemari dan memberikan surat. Menurut wakil komandan Subaki, Akira sedang menalankan tugas diluar Iwagakure dan dinding penghalang hexagonal yang megitari Iwagakure merupakan perbuatan Akira," terang Hakurou berapi-api dan mulai kembali bersemangat.


"Yosh, kita masih bertahan. Semuanya ayo kita hancurkan para Yokai dan buktikan kalau erserikatan shinobi bukan Organisasi yang dipandang sebelah mata!" teriak Samuchi berapi-api.


"Haaaa ...!" balas serentak semuang anggota perserikatan shinobi dan 99 ANBU Iwagakure.


Samuchi dan Miami mempersiapkan senjata yang diperlukan anggota perserikatan shinobi dan 99 ANBU iwagakure untuk bertempur dengan para Yokai level buronzu.


Kali ini Akira membayar 25.000 ryo untuk membeli senjata yang akan digunakan oleh 99 ANBU Iwagakure dan uang tersebut dikirmkan melalu teknik hiraishin ke salah satu bunshin miliknya yang telah mengirimkan gulungan surat.


Semua shinoi Iwagakure dari berbagai level dibantu ANBU Iwagakure menyebar ke berbagai penjuru. SHinobi-shinobi dari berbagai Klan di Iwagakure juga ikut membantu demi mempertahankan Iwagakure dari gelombang serangan kawanan Yokai.


Hakurou sendiri masih berada di gedung perserikatan shinobi. Dia meminta Nanoko membuatkannya satu katana untuk Hakurou dengan batang prisma kristal tetsu berukuran jumbo tersebut.


Nanoko berkonsentrasi melebur batang prisma kristal yang sulit dilebur dan membutuhkan chakra yang cukup banyak. tetapi, Nanoko tidak menyadari kalau tubuhnya memiliki bagian chakra dari Akira yang bisa menggunakan mode pertapa Naga.


Awalnya, Nanoko kesusahan melebur batang prisma kristal tersebut. Namun setelah berkonsentrasi penuh, dia berhasil mengurainya dan disegel ke dalam formasi pembentukan senjata sesuai imajinasi dari Nanoko.


Bola cahaya melayang di depan Nanoko dan Hakurou yang membantu Nanoko menyeka keringat di dahinya.


Bukannyamelihat bola cahaya tersebut yang merupakan katana yang ia pesan, pandangannya teralihkan oleh muka Nanoko yang menurut Hakurou cantik dan manis.


"Andaikan Nona Nanoko mau menjadi istriku, sungguh aku sangat senang," gumam Hakurou dengan mata yang berbinar-binar.


Nanoko mendengarnya, hanya bisa tersipu malu dan Nanoko uga merasakan hal yang sama. Man mungkin mau menolak pria tampan seperti Hakurou yang kuat dan mampu diandalkan tersebut.


"I-ini tuan Hakurou." Nanoko menyodorkan bola cahaya yang sudah menadi katana dan sudah digengggaman tangannya dengan kedua pipi merona.


"Te-terima kasih." Hakurou menyambut tangan Naonoko yang lembut dengan tertunduk malu, kedua pipinya jyga merona dan detak jantung tak beraturan.


"Ehem ...." Samuchi tiba-tiba berada di belakang Hakuoru yang sedang malu-malu kucing dengan Nanoko. "Ehem-ehem .... Kalau mau menikah nanti, aku uga menunggu senjata buatanmu, N-o-n-a N-a-n-o-k-o."


"Maaf-maf ketua." Nanoko langsung memungkukhormat berkali-kali ke arah Samuchi dan membuat Hakuoru juga ikut malu dengan melakuka hal yang sama dengan Nanoko.


Setelah menerima katana dari Nanoko dengan sarung dan gagang serta ring katana berwarna jingga. Hakurou meminta Nanoko untuk memindai wilyah yang memiliki banyak Yokai dan menurut pemindaian radar chakra Nanoko, wilayah timur laut Iwagakure yang memiliki banyak Yokai.


"Shukuchi: Hayae Itte!" Hakurou mengetuk-ngetukan ujung kaki kanannya. Lalu melesat secepat kecepatan super dewa menuju wilayah timur laut Iwagakure yang dipenuhi hutan beracun.


Setelah memegang katana yang dibuat oleh Nanoko. Dia merasakan chakra lebih meluap-luap di dalam tubuhnya. Oleh karen itu, Hakurou merasa kekuatannya meninkgkat auh pesat.


Hanya dalam tiga nafas, Hakuro sampai di wilayah timur laut Iwagakure. Banyak shinobi yang ketakutan dan tidak berani keluar dari dinding penghalang hexagonal. Mereka hanya menunggu, menunggu para Yokai itu kembali ke dalam portal.


"Pengecut! Semua shinobi Iwagakure ternyata pengecut. Walaupun aku pernah menjadi sampah, aku masih lebih berani daripada kalian!" teriak Hakurou menghardik semua shinobi Iwagakure dan ternyata mereka semua sebagian adalah dari Klannya sendiri, Klan Shion.


"Omong kosong kau Hakuoru! Jangan mentang-mentang kau dari perserikatan shinobi kau berlaku sombong. Selama ini kau hanyalah aib dan smapah bagi Klan Shion. Kamu tak pantas mengatakan kami pengecut, cuih!" hardik Shion Kirou yang merupakan sepupu Hakurou.


"Ya, aku memang sampah. Lalu kalian yang pengecu ini apa?" ledek hakuro dan membuat semua anggota Klan Shion raut mukanya merah padam dan menggertakkan gigi. "Sudahlah, tidak ada gunanya berdebat dengan kalian. Lebih baik lihat aku dan amati!"


"Sombong! Sampah sepertimu mana mampu membunuh para monster itu, tolol!" hardik Kirou dan semua anggota Klan Shion menatap sinis Hakurou dengan mengumpat serentak di dalam hati semoga Hakuoru mati dimakan oleh para Yokai.


Hakurou membentuk pose batoujutsu dan menyelimuti tubuhnya dengan aura chakra berwarna merah pekat, "Shukuchi: Hayai mitte!" teriaknya dan tubuhnya hilang dari pandangan.


Tubuh Hakurou berkedip dan muncul di luar portal tepatnya di kerumunan kawanan Yokai yang sedang menyerang dinding penghalang hexagonal. Namun, bukan hanya ada satu tubuh Hakurou, totalnya ada tujuh tubuh Hakuoru termasuk Hakuoru yang asli.