SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 242 Ujian Masuk Kesatuan ANBU Iwagakure


***


7 hari kemudian.


Nanoko mendapat pekerjaan tambahan. Dia sudah berhasil membuat senjata sebanyak mungkin dalam 7 hari menggunakan bahan batang prisma kristal dan semua persedian batang prisma kristal tersebut habis.


Perlahan tapi pasti, anggota perserikatan shinobi pun bertambah dan dalam 7 hari kemarin, 8 portal tetsu yang tersisa sudah berhasil ditutup. Total anggota aktif perserikatan shinobi yang menjelajah adalah 10 anggota termasuk Akira dan Hakurou.


Berkat Nanoko yang cepat menyediakan senjata yang terbuat dari batu logam tetsu, proses penutupan portal pun sangat lancar.


Ketua Samuchi mengumumkan hadiah nak tiga kali lipat untuk anggota baru dan bisa menyelesaikan satu portal tetsu pertama. Dia juga mengklaim, bahwa senjata dari bahan pisma kristal tetsu hanya ada dijual di gedung perserikatan shinobi. Jika ingin membelinya harus mendaftar menjadi anggota perserikatan shinobi.


Kebodohan dan ketamakan Kaijin kini kena batunya. Pejabat tinggi Iwagakure menginginkan senjata yang sam denngan bahan yang sama seperti pesanan sebelumnya. Namun Kaijin tidak mempunyai bahan tersebut.


Kaijin meminta Klan-klan yang memesan padanya untuk menjadi anak buahnya untuk menjelajah. Akan tetapi tanpa informasi terperinci dari perserikatan shinoi mengenai level portal, mereka semua berakhir dengan kematian.


Kaijin ditangkap dan dipenjara atas nama perbuatan ilegal. Semua Klan yang mendukungnya menyuap pejabat hakim untuk melepaskan mereka dari jeratan hukum karena telah bersekongkol dengan Kaijin.


Agar tak buka mulut, Kiajin diberi racun penghancur suara dan seamanya Kaijin bisu. Itu hukuman yang pantas untuk orang yang tamak dan serakah.


Akira yang mendengar kabar tersebut tersenyum puas. Dia bisa membalas dendam dengan cara yang elegan tanpa harus turun tangan.


Saat ini Akira sedang berada di training field untuk menjalani ujian masuk kesatuan ANBU Iwagakure sesuai rekomendasi Hakurou yang berhasil menekan Subaki.


Tetapi, karna Akira hanya terlihat oleh mereka memiliki level genin satu dianggap sampah oleh para pengawas ujian termasuk Tuschikage Arakami.


"Sungguh menyedihkan pemuda Ryutsuki ini. Benar-benar orang yang direkomendasikn oleh sang sampah sejat Iwagakure, hahaha ...." Tsuchikage Arakami tertawa sinis menatap Akira yang sedang berbaris di barisan depan.


Ada beberapa anggot Klan yang juga mengikuti masuk kesatuan ANBU Iwagakure. Jumlah totalnya ada 30 orang dan akan diadakan kompetisi pertarungan. Tentu saja yang kalahh ggugur dan hanya dipilih 5 peringkat atas terbaik.


"Silahkan pilih nomor undian!" teriak Kakuchi pengawas pertama ujian masuk kesatuan ANBU.


Akira maju pertama dan merogoh kotak berisikan bola bernomor. Dia tetap tenang walau dipandang sinis dan banyak suara sumbang yang merendahkannya.


"Kalian itu hanya sampah. Lihat saja aku akan membuat kalian menjadi sampah dan menginjaknya di bawah telapak kakiku sebentar lagi," gumam Akira menyeringai licik. Lalu mengangkat tangannya, "Nomor 7!"


Satu persatu shinobi jounin dari berbagai klan mengambil bola bernomor yang akn dijadikan acuan para pengawas untuk menentukan pertandingan shinobi memperebutkan posisi lima terbaik peringkat atas.


Selesai semua pengambilan nomor dan susuan pertandingan sudah dibuat. Untuk mempersingkat waktu, pengawas ujian langsung melaksanakan 15 pertandingan.


Akira melawan salah satu jounin dari Klan Yoshitsugu bernama Gabo Yoshitsugu. Kebetulan klan Yoshitsugu telah menandai Akira sebagai musuh beuyutannya yang haus dibunuh.


Dalam pertandingan perebutan kursi anggota ANBU, shinobi yang bertanding diperbolehkan membunuh satu sama lain. Gabo yang sudah lama menyimpan dendam karena anggota Klan Yoshitsugu telah dipermalukan oleh Akira tempo hari.


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa dendam Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa dendam Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa dendam Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa dendam Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa dendam Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa dendam Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan ....]


[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 99 poin]


Akira tersenyum simpul lalu matanya membelalak melihat panel hologram merah yang terus berdenting dengan suara mekanis khas Evolt. Dia tak menyangka akan semudah ini mendapatkan poin chaka Enenra.


Jikuchi menembakan suar ke atas langit dann suara ledakannya terdengar keras. Semuadrone yang digunakan sebagai CCTV pengawas ujian telah disebar untuk mengawasi jalannya pertandingan babak pertama kompetisi masuk kesatuan ANBU.


"Hari ini adalah hari terakhirmu melihat dunia." Gabo menekuk kelima jarinya bergantian dengan urat otot yang menojol di seluruh wajahnya. Kemudian merapal segel tangan, "Doton: Iwa bunshin no jutsu!"


Dari punggung Gabo muncul 5 tanah berbentuk dirinya dan menjadi kembaran diri Gabo. Kemudian kelima kembara diri itu menyebar untuk mengepung Akira.


Keenamnya termasuk Gabo yang asi merapal segel tangan dan menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah, "Doton: Doro hoshi!"


Dari kedua telapak tangan keenam Gabo muncul tanah berlumpur dan melus sampai radius 500 meter. Jangkaun jutsu yang sangat luas bagi seorang jounin.


Akira melompat tinggi dan menarik gagang Ryutaiga yang berada di pinggang belakang dengan bergumam, "Untuk menghadapi kalian tidak perlu tenik senryupo. Cukup ini saja, nuibari no jutsu!"


Akira melayang di udara dengan posisi kaki di atas dan kkepalanya dibawah dan merubah ryutaiga menjadi bilah pedang anggar dengan ujung kawat tajam.


Pemuda berambut merah tersebut melesat sangat cepat seperti meijak angin untuk melakukn tusukan secepat kilat engan mengikat keenam tubuh Gabo dengan kawat tajam tak terhinggga yang keluar dari ujung gagang ryutaiga.


KRIEET! SLASH!


Gabo terpundur dengn Kedua kakinya bergesekan pada permukaan yang sangat licin. Dalam terpundu tersebut, Gabo merapal segel tangan, "Doton: Domu!"


Tubuhnya yang memiliki warna kulit sawo matang itu berkilau menandakan jika kulitnya telah dilapisi lapisan besi untuk memperkuat pertahanan tubuhnya yang tinggi dan kekar seperti para binaraga.


Akira kmbali melesat dan Gabo masih terpundur. Pemuda berambut merah tersebut hanya ingin bermain-main dengan Gabo dan membunuhnya perlahan-lahan dengan menyiksanya.


Akira melakukan gerakan tusukan yang sama dan bolak-balik untuk mengikat tubuh Gabo dengan kawat-kawat tipis yang sangat tajam.


Gabo berhasil terjerat dan meraung keras, "Aaaargh ...!" Kemudian kawat-kawat tipis tajamtesebut putus berkeping-keping.


Gabo menyerang balik dengan melesatkan pukulan yang sangat cepat dan kuat ke dada kiri Akira.


Tubuh Akira berkedip dan berindah tempat di belakang Gabo. Pukulan pria kekar tesebut hanya mengenai ruang kosong. Disaat itu Akira membentuk enam bola spiral bertekanan tinggi, "Ryuton: Roku tsuin rasenryu!"


Rasengan, raiqirin, azuran, gokaebi, satsujin, dan raikoha dihantamkan ke betis kiri, betis kanan, lengan kiri, lengan kanan, punggung dan pinggang Gabo.


BOOM!


Kepulan asap menghalangi pandangan. Semua pengawas ujian yang berjumlah lima orang termasuk Tsuchikage Arakami tidak bisa melihat apa yang terjadi di training filed pertarungan antara Akira dan Gabo. Mereka berlima memang sedari awal terus memperhatikan Akira.


"Cepat carii tahu dari kamera engawas yang lain!" titah Tsuchikage arakami dengan berteriak dan tidak sabar melihat jalannya pertandingan Akira dengan gabo yang terhalangi oleh kepulan debu yang tebal.


Setelah kepulan debu mereda, Gabo masih kuat berdiri tegap. Hanya mendapatkan luka sedang. Akira sengaja mengontrol chakranya agar tidak membunuh Gabo dengan cepat.


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan ....]


[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 199 poin]


Amarah Gabo berada dipuncaknya dan berkobar-kobar hingga aura membunuhnya menyelimuti seluruh tubuh Gabo yang mirip Ade Ray tersebut.


Gabo mengigit kedua jempol tangannya dan merapal segel tangan pemanggilan, lalu menghentakan kkedua telapak tanganny ke permukaan lumpur hingga memuncrat ke tubuhnya, "Kuchiyose no jutsu!"


BOOF!


Muncul kepulan asap disertai Naga api yang diselimuti api hijau yang berkobar-kobar. Naga api berwran merah setinggi 10 meter tersebut menatap nyalang Akira denngan mata merah yang menyala-nyala.


Semua pengawas ujian banggun dari kursinya dengan memnjatuhkan rahang dan mata membola, "Lu-luar biasa?! Salah satua Naga asuci agung, Ryuhou?!"


Ryuhou memegang pungggung kiri Gabo dan menyalurkan chakra penyembuhan untuk memulihkan luka Gabo dan meningkatkan kekuatannya.


Gabo semangatnya membara dan melesat ke arah Akira dengan aura api hijau yang berkobar-kobar di tubuhnya.


Gerakannya jauh lebih cepat dari sebelumnya. Namun tetap saja itu tak bisa mengimbangi kecepatan Akira.


Ryutaiga disarungkan dan menghindari setiap serangan taijutsu milik Gabo. Serangan puulan dan tendangan tersebut hanya mengenai ruang kosong dan begitu Akira menyerang balik dengan pukulan ke lengan kanan Gabo.


BAM! KRAK!


Tulang lengan kannanya patah, akan tetapi dengan api hijau yang berkobar di tubuh Gabo. Patah tulang tersebut langsung pulih dan Gabo bisa menyerang kembali Akira dengan sangat brutal.


Akira sengaja menyilangkan tangannya untuk melindungi antara bagian dada dan kepala. Dia ingin mengkuru sejauh mana kekuatan Gabo dan Ryuohu.


BAM! BAM!


Tubuh Akira perlahan terpundur terkena hnataman pukuln gabo yang bertubi-tubi. Dengan tersenyum dibalik silangan tanganya, Akira memprovokasi Gabo, "Aku cukup kecewa. Rasa pukulan ini lebih sakit dari gigtan semut."


Gabo tambah geram, urat otot disekujur tubuhnya tambah menonjol dan meningkatkan kecepatan serta kekuatan pukulannya disaat bersamaan.


Fluktuasi udara di sekitar tubuh Akira dan Gabo terjadi. Akibat gelombang fluktuasi udara disertai deru angin yang kencang tersebut, permukaan lumpur dan batu di sekitarnya beterbangan.


"Cukup sudah waktu bermain-mainnya." Aira mendorong silangan tangannya untuk mementalkan pukulan beserta tubuh Gabo. Secepat kilat dia menarik gagang Ryutaiga untuk menebas kepala Gabo. "Ryuton: Shibuki no jutsu!"


BOOM!