
Akira sampai di depan pintu rumah pandai besi Kaijin dan mengetuk pintunya dengan pelan, "Permisi! Akira datang!"
Kaijin yang sedangg bersantai ria sambil meminum sake dalam keadaan setengah mabuk bangkit berdiri. Jalannya agak limbung dan membukakan pintu dengan tersenyum licik begitu melihat Akira.
"Maaf, tuan Ryutsuki. Sepertinya anda harus membayar 5000 ryo untuk pembuatan senjata pesanan anda. Semua kristal yang anda berikan semuanya tidak bisa dibuat senjata, sebab ketika dipanaskan langsung menguap dan aku harus mencari batu llogam yang lebih bagus dari prisma kristal itu," jelasnya berbohong.
"Baiklah." Akira mengeluarkan uang 5000 ryo dan memberikannya pada Kaijin. Begitu pula sebaliknya Kaijin memberikan 3 sarung panjang brwarna hitam berisi satu sarung dua kodachi pedang Akira. "Terima kasih atas kerjasamanya."
Akira pun pergi setelah menerima kodachi dan dia sudah tahu ini akan terjadi. Makanya dia akan punya rencana cadangan dan pasti akan membuat malu Kaijin.
Sebelum Akira ke rumah pandai besi Kaijin. Dia mendapatkan informasi dari Miami tentang Kaijin yang merupakan seorang pandai besi yang tamk dan serakah. Dia akan menghalalkan segala macam alasan untuk membohongi pelanggannya, kecuali kepada para pejabat tinggi Iwagakure yang memesan senjata padanya.
"Biarlah, aku akan balas dendam dengan cara yang elegan pada anda tuan Kaijin," batin Akira dengan tersenyum licik.
Sebenarnya, batang prisma kristal tersebut digunakan Kaijin untuk membuat semua senjata pesanan milik pejabat tinggi Iwagakure. Dengan kata lain, hanya perlu mengungkap kebenaran jika senjata milik mereka menggunakan prisma kristal yang bisa membunuh para Yokai. Maka perserikatan guild bisa membalik keadaan.
"Tunggu, sepertinya Nanoko bisa menjadi pembalik keadaan dan juga sumber uang bagi perserikatan shinobi. Kemampuannya itu .... Hahahaha ...." Akira tertawa jahat sembari melompati satu gedung ke gedung lain menuju perserikatan shinobi.
Tak berapa lama, Akira sampai di gedung perserikaan shinobi. Di depan gedung ada seorang pria memakai seragam ANBU Iwagakure dan memakai topeng Hanya. Dia adalah Shion Hakurou dari Klan Shion.
Hakurou memiliki rambut berwarna ungu pudar dengan gaya rambut belah dua acak dengan kulit yang putih bersinar. Namun ketampanannya justru berbandng terbalik dengan kemampuannya. Hakurou merupakan pendekar pedang terburuk dan ANBU terburuk di Iwagakure.
Pemerintah desa mengirim Hakurou, tujuannya adalah melenyapkannya dari kemiliteran Iwagakure. Hakurou terlalu banyak mengorbankan Anbu-anbu lain yang peduli padanya dan selalu mati di medan pertempuran akibat melindungi Hakurou.
Akira langsung tertarik dengan Hakurou, "Analisa statusnya, Evolt!" batinnya tersenyum simpul pada Hakurou.
[Ding]
[Analisa status]
¤---------------¤--------------¤
[Nama: Shion Hakurou]
[Umur: 32 tahun]
[level: Anbunin 1]
[Kemampuan: Kenjutsu rank E, Ninjutsu Doton rank C, Kinjutsu: Tenkensu Shukuchi (Terkunci)]
[Job: igaku Ninja]
¤---------------¤--------------¤
"Wow, sungguh menarik. Aku ingin meningkatkan kekuatan si sampah ini. supaya bisa dijadikn bidakku menghancurkan Kaijin sialan itu. Tapi aku tidak punya poin chakra Enenra. Bagaimmana ya? ... aha," batin Akira sembari berpikir, lalu menmukan ide yang brilian.
Hakuruo mendekati Akira dan sebelumnya sudah diberitahu oleh Miami tentang Akira kepada Hakurou. Bahwa Hakurou akan menjelajah bersama Akira masuk ke dalam salah satu portal tetsu yang masih tersisa,
"Ehem ...." Akira berdehem keras dan mennyodorkan tangan pada Hakurou untuk berkenalan dan pria berambut ungu yang sudah melepas topengnya dengan raut wajah murung tersebut menyambut tangan Akira. "Aku Ryutsuki Akira. Senang berkenalan dengan tuan."
"Jangan panggil tuan! Namaku Shion Hakurou," balas Hakurou masih dengan raut wajah yang murung, malah tambah murung dari sebelumnya.
Dia diancam oleh komandan Anbu saat ini, yakni Subaru Komaki dari Klan Subaru. Jika dia gagal seperti sebelumnya, maka akan dikeluarkan dari kesatuan ANBU.
Padahal menjadi Komanan ANBU merupakan cita-cita besar Hakurou.
"Oh, Hakurou senpai. Anda pria yang sangat tampan," puji Akira dengan mengulas senyuum lebar pada Hakurou dan membbuatnya tersipu malu.
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan ....]
Akira tak menyangka, hanya sekedar memuji Hakurou. Dia mendapatkan poin chakra Enenra mapai 50 poin.
Pasalnya, Akira adalah orang yang pertama memujinya dan tentu saja pujian pertama ini memberikan kesan dan kekaguman mendalam pada Hakurou yang sering dihina, direndahkan dan dibuli oleh teman sejawatnya di kesatuan ANBU.
Secepat kilat Akira meraapal segel tangan setelah mengaktifkan mode pertapa Naga, "Senryupo: Takamaru no jutsu!"
Saking cepatnya, mata Hakurou tak mampu menangkap gerakan Akira dan mode pertapa Naga yang sedang diaktifkan oleh Akira. Hanya dalam beberapa nafas, tubuh Hakurou diselimuti aura berwarna ungu. Ya, kali ini warnanya ung terang.
[Ding! Memotong 20 poin chakra Enenra untuk menaikan level shinobi Shion Hakurou dari level Anbunin 1 ke level Kagenin 2]
Akira tidak menghentikan proses menaikan level Hakurou dan menaikan rank kenjutsu miliknya. Bagi Akira dengan menaikan ranku jutsu Hakurou, itu bisa sangat berguna di dalam portal untuk membantunya menghabisi para Yokai.
[Ding! Memotong 10 poin chakra Enenra untuk menaikan rank kenjutsu dari rank E ke rank S Shion Hakurou]
[Ding! Saat ini poin chakra Enenra tersisa 20 poin]
[Ding! Selamat, Shion Hakurou berhasil membuka segel Kinjutsu: Tenkensu Shukuchi rank E]
Akira tersenyum puas dan dia kembali menaikan rank kinjutsu: tenketsu shukuchi dari rank E ke rank S.
[Ding! Memotong 20 poin chakra Enenra untuk menaikan rank Kinjutsu: Tenkensu Shukuchi dari rank E ke rank S shinobi Shion Hakurou]
[Ding! Saat ini poin chakra Enenra tersisa 0 poin]
Tubuh Hakurou serasa sangat ringan seperti kapas, bahkan lebihh ringan dari itu. Di dalam kepalanya juga terlihat gerakan-gerakan teknik bepedang atau kenjutsu yang seama ini dia latih. Namun tak membuahkan hasil.
Kinjutsu: tenkensu shukuchi merupakan teknik bepedang terlarang milik klan Shion. Setiap kali digunakan maka nyawa pengguna akan berkurang satu tahun. Karena saking kuatnya teknik tersebut untuk bertarung.
[Ding! Selamat, tuan telah menyuntikan chakra Enenra ke dalam tubuh Shion Hakurou karena telah menghabiskan 50 poin chakra Enenra. Setiap menggunakan jutsu serangan pada Yokai naik dua kali lipat dan pertahanan resistensi terhadap serangan para Yokai naik 50%. Efek pengurangan umur ditiadakan]
Hakurou tidak bisa mengekpresikan dirinya yang sangat senang. Karena tiba-tiba dia naik level secara signifikan, ditambah lagi dia sudah menguasai semua teknik shukuchi milik klannya dan merupakan kebanggan dari Klan Shion.
Baik di dalam Klan dan kesatuan ANBU, Hakurou selalu dibuli karena lemah dan sampah. Tapi kali ini dia sudah tak sedih lagi dan bisa membuktikan diri untuk merebut gelar ketua Klan Shion dari oang yang selama ini dia benci dan selalu membulinya.
Akan tetapi, dia masih bingung kenapa dia bisa nak level secara signifikan hanya dalam waktu kurang dari 1 menit.
Akira yang sadar akan kebingunagn yang dialami oleh Hakurou, langsung menarik tangannya. Untuk segera pergi menjelajah portal yang berada di wilayah timur laut Iwagakure.
Mau tidak mau, Hakurou mengikutinya dan rasa bingung tersebut dia lupakan. Kini dia punya gelanggang arena, yakni portal dimensi tetsu sebagai ajang pembuktian dirinya terhada wagakure dan Klannya.
Hakurou dalam keadaan berapi-api dengan semangat bekobar-kobar. Dia berlari sangat cepat melebihi kecepatan kilat menggunakan teknik Hayai Itte menuju portal tetsu.
"Aku senang melihat orang yang berubah perasannya menjadi lebih optimistis. Waktunya aku menyusul, hiraishin no jutsu!" Akira juga tubuhnya berkedipi mengejar Hakurouu yang sudah ditandai telapak tangannya dengan segel hiraishin.
Mereka berdua tiba hanya dalam hitungan satu nafas saking cepatnya kecepatan mereka berdua.
Hakurou bertambah kagum dengan Akira yang mampu mengimbangi kecepatannya. Dia tak menyangka level genin satu yang semula dia anggap sampa ternyaa memili kecepatan yang setara dengannya.
"Mohon maaf, Ryutsuki. Jika aku merendahkanmu di dalam hati. Aku tidak ada maksud dan sangat menyesal." hakurou langsung memungkuk hormat pada Akira dengan penuh penyesalan.
Akira menanggapinya dengan tersenyum lebar dan menegakan badan Hakurou, "Tidak apa-apa. Akan sangat wajar jika orang sepertiku direndahkan dan dipandang ebelah mata. Ayo, kita masuk ke portal!"
Mereka berdua pun masuk portal dengan pola petir yang lebih besar, walaupun warnanya sama, yakni warna putih.
Benar saja ketika mereka sudah masuk, nampak hamparan padang pasir dengan banyak piramida. Hawa panasnya juga dua kali lipat dari dua portal tetsu sebelumnya.
Akira langsung waspada dan menarik enam kodachinya yang dia himpit diantara sela-sela jarinya membentuk 3 cakar panjang.
"Aku sungguh meremehkan Ryutsuki. Dari pedang yang ia pergunakan, aku rasa Ryutsuki bukan shinobi sembarangan atau lebiih tepatnya shinobi yang ahli dalam berpedang. Lebih baik aku berteman dengannya," batin hakurou denga mata berbinar penuh dengan kekaguman.
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan ....]
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 35 poin]
Akira menyunggingkan senyum melihat panel hologram merah di depannya, "Hehehe, aku memegang 6 kodachi ini ternyata membuat Hakurou kagum. Sungguh pria yang sungguh polos," batinnya tersenyum licik
"Kyaaak ...!" Yokai berbentuk burung Feniks dengan api berkobar-kobar menyelimuti tubuhnya terbang cepat ke arah Hakurou dan Akira.
Jumlahnya hanya 3 ekor, akan tetapi badannya sangat besar dua kali lipat dari tubuh Titan Goremu.
Hakurou agak gentar melihat lawan sebesar itu. Tapi Akira meleat cepat seperti memijak angin ke arah kawanan Sururu dan membat semangat hakuoru kembali terbakar.