SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 237 Penerus Yang Melebihi Kekuatan Pendahulunya.


Hamparan luas padang pasir hnya tertangkap oleh sepsang mata milik Akira dan Nanoko.


"Apakah dimensi tetsu ini hanya berisikan bebatuan dan juga padang pasi seperti Sunagakure?" pikir Akira dengan mata berkeliling daerah di sekitarnya.


Nanoko memejamkan mata menidai dengan sensor chakra tingkat tinggi bernama teknik Kami no ishiki yang mampu memindai wilayah hingga radius 10 km dn tidak bisa tertutupi oleh teknik penyembunyian chakra apapun.


"Sungguh mengerikan?!" Nanoko matanya membola. Dia melihat menggunakan persepsi kami no ishiki, bahwa banyak Yokai dengan berbagai bentuk bergerak perlahan ke arahnya. "Akira, kita harus bersiap dan tetap berjaga disini. Kita tidak boleh membiarkan mereka keluar dari dalam dimensi tetsu ini."


"Ya, baiklh," balas Akira dengan tersenyum simpul. Dia tidak akan turun tangan sama sekali dan membiarkan Nanono membereskan semuanya, supaya dia bisa beradaptasi dengan semua teknik ninjutsu yang sudah dikuasainya saat ini.


Melihat bahaya di hadapannya, Nanoko merasa terancam dan secara otomatis merala segel tangan, "C6: Kami nendo no kyuden!"


Akira dipeluk pinggangnya oleh Nanoko dan melompat sangat tinggi sembari memuntahkan tanah liat yang sangat banyak dari mulutnya.


Tanah liat tersebut membentuk benteng istana yang telah dipersenjatai dan Nanoko kembali merapal segel tangan, "Koton: Koton kyuden no yoroi!"


Benteng istana tersebut diselimuti lapisan berlian transaparan dan pasukan tanah liat yang keluar gerbang utama benteng istana tanah liat. Juga telah memakai zirah berlian berwarna biru transparan.


Dibarisan depan berjejer rapi pasukan berkuda yang membawa berbagai macam tombak, mulai dari tombak javelin sampai tombak naginata.


Kekuatan istana benteng tanah liat tersebut tiga kali lipta lebih kuat dari milik teknik C6 milik Mishima.


Mata Akira berbinar-binar melihat kemampuan ninjutsu milik Nanoko. Dia tak menyangka akan melebihi ekspektasinya. Bahkan bisa menyatukan dua ninjutsu kekkai genkai sekaligus.


Para Veiga terbang cepat ke arah bentng istana tanah liat. Nanoko dan Akira sekarang sedang berada di atas Naga tanah liat yang dibuat oleh Nanoko dan terbang diam di atas benteng istana tanah liat sembari melihat keadaan sekeliling.


Enam moncong dari setiap sisi kubus di tubuh Veiga keluar dan masing-masing dari Veiga siap menyerang dengan menembakan sinar-sinar laser ke arah benteng istana tanah liat yang mereka anggap sebagai ancaman.


Proyektil-proyekti laser dengan jumlah yang tak terhitung melesat cepat ke arah pasukan berkuda.


Nanoko melambaikan tangan dan berteriak dengan berapi-api seperti Jendral perang yang memimpin banyak pasukan, "Pertahanan absolut!"


Pasukan infantri yang membawa pedang dan perisai segera berlari cepat ke depan pasukan kavaleri dengan membentuk formasi pertahanan absolut, yakni berbaris rapi dengan menutupi tubuh mereka dengan perisai besar untuk membentuk dinding perisai.


BOOM! BOOM!


Proyektil-proyektil laser tersebut meledak ketika menghantam dinding perisai. Akan tetapi, pasukan infantri yang membentuk dinding perisai tersebut, sama sekali tidak bergeming walau dihantam rentetan proyektil laser dengan kecepatan dan daya rusak yang cukup kuat.


Nanoko kembali melambaikan tangan dan pasukna panah yang berada di belakang barisan pasukan kavaleri bersiap melepaskan anak panah ke udara dengan target ratusan Veiga yang sedang melesat cepat ke arah barisan dinding perisai.


SHUA! SHUA!


Ribuan anak panah dilesatkan ke arah veiga dan menghujani mereka. Ribuan anak panh tersebut memiliki efek ledak dan tarikan gravitasi yang sangat kuat.


BOOM! BOOM!


Parisan pasukan infantri yang membentuk barisan dinding perisai dengan cepat membuka jalan untuk pasukan kavaleri. Nanoko tetap diam melihhat jalannya peperangan dari atas. Dia gunakan tindakan ini juga untuk menghemat pengleuaran chakranya yang tinggal 50% lagi.


Teknik C6: Kami nendo no kyuden telah menguras 50% chakra milik Nanoko. Maka dari itu dia harus menghemat dan mulai menyadari jika dirinya sudah naik level dan naik rank jutsu terlalu signifikan.


Nanoko tidak curiga sama sekali dengan Akira akan kekuatannya yang meningkat terlalu pesat. Di dunia shinobi ini belum pernah diketemukan seorang shinobi mampu menaikan level sinobi lain dengan sangat ekstrim. Apalagi Akira hanya terlihat dari penilaian mata Nanoko di level genin 1.


Nanoko yang sudah sada akan kekuatannya diliputi tanda tanya besar akan kekuatannya yang langsung naik secara signifikan.


Pasukan kavaleri menghunuskan tombak, target mereka adalah para Veiga yang masih hidup dan sudah tergeletak tak berdaya di permukaan tanah akibat efek anakk panah gravitasi.


BAM! BAM!


Ujung tombak pasukan kavaelri menghantam kulit paa Veig dengan sangat kuat dan menembus kubus-kubus tesebut hingga hancur.


Dalam 30 menit, ratusan Veiga berhasil dibanntai dengan teknik serangan kombinasi dari pasukan kavaleri dan pasukan panah.


Ratusan prisma kristal berjatuhan setelah tubuh-tubuh Veiga lenyap perlahan mennjadi partikel-partikel kristal tetsu.


Akan tetapi masalah tidak berhenti disitu saja. Raksasa golem tanah tiba-tiba terjatuh dari langit dan mengnatamkan kedua kakinya ke permukaan tanah dan menghancukan semua pasukan kavaleri.


BOOM!


Permukaan pasir daalam radius 1km bergetar disertai kepulan debu yang tebal menjulang ke langit. Benteng istana tanah liat pun ikut bergetar dan dinding di bagian selatan dan utara retak. Bahkan menara-menara istananya runtuh berjatuhan ke permukaan lantai. Sungguh serangan yang amat dahsyat yan dilancarkan Titan Goremu.


"Groaaar ...!" Titan Goremu meraung keras dan wilayah dalam radius 10 meter bergetar permukaan tanahnya. Bahkan debu tebal yang menghalangi pandangan mereka terhadap manusia batu tersebut lenyap seketika akibat raungan Titan Goremu.


Nanoko merapal segel tangan dan Naga tanah liay yang ditunggangi melesat cepat ke arah Titan Goremu,"C4: Susano'o Karura!"


Nanoko memuntahkan tanah liat berwarna hitam dan membentk Susano'o milik Madara Uchiha dengan dua empat tangan yang memegang empat katana.


Susano'o tanah liat yang sudah diperkuat dengan teknik koton sama besar dan tingginya dengan Titan Goremu.


Chakra nanoko lanngsung turun drasstis dan tubuhnya merasa lemas. Lalu berlutut satu kaki dengan dada kembang-kempis.


Akira melihat Nanoko sudah mampu beradaptasi dengan kekuatannya menyunggingkan senyum. Dia cukup puas dengan teknik senryupo yang bisa menaikan dan menurunkan level seara cepat. Hanya cukup membayar dengan poin chakra Enenra.


Jika Nanoko tahu Akira bisa menaikan dan menurunkan level shinobi serta rank jutsu semudaah mengedipkann mata. Dia bisa muntah darah melihatnya.


Akira tetap diam dengan menyilangkan tangan dan tak ada niatan sedikit pun untuk membantu nanoko sat ini. Tapi melihat chakra nanoko yang terus turun drastis, ada rasa iba dihati Akira untuk membantunya dengan memberikan pil chakra pda Nanoko.