SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 234 Kelebihan Senryupo


Setelah mengatakan informasi tersebut, Akira tersenyum licik dan tak menngelurkan lagi 197 prisma kristal tetsu. Benda itu bisa dijual dengan harga tinggi jika bisa dibuat senjata.


Untuk itu setelah melaporkan semua misinya. Dia akan pergi mencari pandai besi untuk membuat senjata dari prisma kristal tetsu.


Dengan hanya memberikan 3 prisma kristal, Nanoko, Miami dan Samuchi tidak akan curiga pada Akira.


Jika semua kristal putih tersebut diberikan semua kepada perserikatan shinobi.


Maka mereka akan mencurigai Akira sebagai shinobi yang mampu menutup portal dimensi tetsu. Padahal Akira tidak mau menonjolkan diri, agar bia perlahan masuk ke dalam Yon Kingu untuk mendapatkan lebih banyak informasi rahasia.


"Baik, kami menerima misimu dan kami annggap telah selesai. Terima kasih atas kontribusimu." Samuchi secara langsung memberikan hadiah berupa uang 10.000 ryo.


Padahal seharusnya 5000 ryo, namun karena Akira memberikan banyak informasi yang sangat berguna, Sammuchi menambahkan hadiahnya.


"Terima kasih ketua perserikatan." Akira menunduk hormat dan menerima uang tersebut. "Oh, ya. Apakah anda tahu ketua? Dimana pandai besi di desa Iwagakure?"


"Untuk apa kamu mencari pandai besi? Jika kamu ingin menjelajah kami menyediakan persediaan senajata," sergah Samuchi masih belum paham penjelasan Akira sebelumnya mengenai cara melukai Yokai.


"Terima kasih atas kebaikan hati ketua perserikatan." Akira menunduk hormat dengan tersenyum tipis ke arah Samuchi." Memang benar ku akan menjelajah lagi, namun aku ingin mencoba membuat senjata dengan prisma kristal itu. Mungkin saja membunuh para Yokai akan lebih mudah."


"Baiklah, sepertinya idemu bisa kita coba. Jika berhasil, bukan tidak mungkin kita bisa menghabisi para Yokai itu lebih cepat, hahaha ...." Samuchi tertawa girang sambil menepuk-nepuk pundak Akira.


Menurutnya ide Akira sangat brilian dan terlalu jenius. Kemudian dia melanjutkan, "Nanoko! Miami! Perbaharui informasi perserikatan shinobi dan tingkatkan hadiahnya. Masalah kekurangan uang, pakai saja uang pribadiku."


Samuchi begitu sangat optimistis dengan ide Akira dan semua informasi yang telah diberikannya. Perserikatan shinobi seperti mendapat angin segar disaat kondisi perserikatan shinobbi diangap sampah oleh pemerintah Iwagakure.


Akira pun tersenyum puas, idenya ditanggapi sangat baik oleh Samuchi. Pria berbadan kekar dengan banyak luka di kedua pipinya menunjukan rumah pandai besi yang cukup terkenal di Iwagakure, berada di bukit bagian Timur Iwagakure.


Setelah mendapatkan informasi itu, Akira tidak langsung ke rumah pandai besi bernama Ginkin tersebut. Akan tetapi, dia pergi mennuju restoran Ke-biri untuk melunasi hutangnya.


Sesampainya di restoran Ke-biri, Yukimaru menyambut Akira dengan tersenyum kecut, mukanya penuh dengan lebam ungu. Sepertinya Yukimaru mendapatkan siksaan dari Kido.


"Nona, kenpa dengan wajah anda." Akira membelai pipi Yukimaru dan membuatnya merona. Lalu mengeluarkan satu pil chakra dan memberikannya kepada Yukimaru, "Telanlah! Lukamu akan sembuh dan wadah chakramu pasti akan meningkt pesat. Aku harap kamu bisa melawan jika ditindas."


"Terima kasih tuan." Yukimaru menerima pil bir itu dengan tersenyum kecut dan menelannya.


Hanya dalam satu detik luka lebam di wajahnya langsung lenyap, wadah chakranya meningkat, dan levelnya juga meningkat pesat dari genin satu langsung naik ke chuunin sembilan.


Bukan hanya itu, wajahnya bertambah cantik dan kulitnya putih, mulus, serta berkilau. Siapapun lelaki yang memandangnya pasti ingin memakanya dan meneteskan air liur.


Tapi tidak bagi Akira, dia biasa saja melihat kecantikan dan keseksian tubuh Yukimaru yang naik sangat drastis.


"Nona, berapa hutangku?" tanya Akira sambil menyodorkan uang 1000 ryo.


"Hanya 100 ryo tuan. Ini terlalu banyak tuan. Tunggu aku ambilkan kembaliannya." Yukimaru pun akan bergegas ke arah mesin kasir, nammun ditarik tanganya ke arah dada Akira.


Kedua mata saling menatap, wajah Yukimaru sudah semerah kepiting rebus dan manik mata biru tersebut terperangah menatap wajah tampan Akira. Dia mencoba menutup mukanya dengan rambut berwarna kuning keilauu untuk menutupi rasa malunya.


"Ma-aaf, tuan. Apakah uang ini sekalian juga untuk makan?" tanya Yukimaru mengalihkan perhatian.


Hati yukimaru merasa meleleh digoda terus oleh Akira dan rasanya dia ingin terbang ke langit ketujuh akibat dilempar senyum menawan dengan terus-menerus.


Yukimaru mempersilahkan Akira duduk, namun tidak di ruangan pelanggan VVIP lagi. Dia takut dilabrak oleh Kido lagi, sebab setiap hari Kido selalu menggunakan ruangan itu untuk makan dan berkumpul dengan teman-temannya.


Yukimaru membawa banyak makanan yang berada di meja beroda yang didorong oleh Yukimaru. Pemilik kedai penasaran terhadaporang yang sedang dilayani oleh Yukimaru dan dari kejauhan dia mengintip.


"Restoran hari ini masih sepi. Tapi sudah ada pelanggan level kakap yang datang. Bahkan dia memesan cukup banyak dan melebihi pesanan VVIP tuan Kido. Aku harus mendekatinya, mungkin saja di seorang yang berpengaruh," gumam Hosamu.


Akira menarik tangann Yukimaru dan mendudukan wanita seksi tersebut di pangkuannya, "Tolong! Suapi aku nona. Akku akan membayarmu lebih, jujur aku menyuaimu," godanya sambil menghembuskan nafas mendesah di telinga Yukimaru dan membuatnya tersipu.


"I-Iya, tuan." Yukimaru grogi dan perlahan dengan tangan agak gemetar menyukai Akira.


Rupanya Kido dan teman-temmannya sesama anggota klan Yoshitsugu yang baru saja selesai mengevakuasi warga masuk ke dalam restoran.


Melihat Yukimaru yang tambah seksi dan cantik sedang dipangku oleh Akira. Kido menatap nyalang dengan mengeraskan rahang, emosinya meluap-luap seperti air panas yang sudah masak ketika direbus.


"Bajingan! Bangsat! Dia berani memeluk wanitaku dan menauhnya dipangkuan. Cari mati dia!" geram Kido dan teman-temannya juga ikut gera,m


Diam-diam Kido sangat menyukai Yukimaru, namun rasa sukanya terlalu berlebihan dan menjadikannya posesif pada Yukimaru.


Padahal diantara Yukimaru dan Kido tidak ada komitmen hubungan apapun. Akan tetapi setiap kali Yukimaru didekati pria lain, maka Kido akan cemburu buta dan memukulinya.


Kido melesat cepat dan mennghantamkn pukulan ke arah pipi Akira dan pemuda berambut merah tersebut diam, tidak menghindar sama sekali.


BAM!


Pukulan kuat Kido besarang di pipi kiri Akira dan membuatnya sedikit mengluarkan darah, tapi tubuhnya sama sekali tidak bergeming.


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kekaguman Yukimaru]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kekaguman Yukimaru]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kekaguman Yukimaru]


[Selamat, ....]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kemarahan Kido]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kemarahan Kido]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kemarahan Kido]


[Selamat, ....]


Akira tersenyum simpul walau dipukul oleh Kido. Dia mendapatkan 50 poin chakra Enenra dari ledakan emosi Yukimaru dan Kido.