SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 245 Terkencing-kencing


"Ba-baik, komandan," ucap serentak 99 anggota ANBU dengan raut muka seputih kertas dan tubuh masih gemetar.


"Aku akan menunjuk Subaki senpai sebagai wakil komandan. Agar para senpai tidak canggung lagi. Tapi aku akan merubah beberapa peraturan dan aku akan tulis di didning masuk gedung. Aku tidak mau melihat anak buahku lemah. Maka dari itu untuk latihan pertama, kita semua akann pergi ke portal buronzu," tegas Akira dengan aura kharisma yang mendominasi.


"Baik, komandan!" balas serentak 99 anggota ANBU Iwagakure dengan lantang.


"Maaf, komandan. Lalu bagaimana dengan misi-misi yang diberikan oleh desa," sergah Subaki menunduk hormat dengan berlutut satu kaki.


"Bawakan semua misinya!" titah Akira dan Subaki berdiri lalu berlri ke dalam gedung untuk mengambil satu gulungan sedang berisi misi dari desa.


Subaki kembali dan memberikan gulungan sedang itu pada Akira, "Ini komandan silahkan!" ucapnya.


Akira membuka gulungan tersebut dan membacanya perlahan agar emahami semua misi yang diberikan oleh desa yang saat ini perlu banyak bantuan dari desa-desa sekitarnya untuk membangun kembali bangunan desa.


"Biar semua misi ini aku yang urus." Akira mengambil gulungan kecil dan menulis surat untuk Hakurou. "Wakil komandan Subaki! Bawa semua anggota ke perserikatan shinobi dan mmenaftarlah menjadi anggota. Satu lagi, beli senjata diperserikatan shinobi untuk persiapan menjelajah sebagai latihan kali ini dan berikan surat ini pada Hakurou senpai!"


"Baik, Komandan!" balas Subaki dengan lantang.


Kesembilan puluh sembilan anggota ANBU Iwagakure tubuhnya berkedip mengggunakan teknik shunsin untuk berteleportasi ke gedung perserikatan shinoi sesuai arahan dari Akira.


"Sekarang giliran sampah sepertimu. Ryuton: Shinku!" Akira menautkan tangan sembari beralan perlahan menuu mayat Hujuo. Lalu kakinya dipegang dan dilempar ke dalam robekan ruang hampa yang telah diciptakan oleh Akira. "Selamat tinggal!"


Setelah membereskan semua masalah tersebut, Akira menulis dua gulungan surat berisi terbunuhnya Hujuo dan penyerahan jabatan komandan kepada dirinya dari Subaki untuk diberikan pada Tsuchikage Arakami.


Akira sudah memprediksi Tsuchikage akan menerima keputusan tersebut. Karena menurut firasatnya, Tsuchikage Arakami sudah mempercayai dirinya. Tinggal menaikan reputasi kesatuan ANBU dibawah pimpinannya agar menjadi lebih baik.


Akira segera bergegas menuju kantor Tsuchikage untuk melapor dan menerima misi darurat yang telah ia baca di gulungan berisi seluruh misi untuk ANBU. Namun Akira sudah memilah dan memilih misi mana yang penting bagi percepatan perbaikan desa.


Pemuda berambut merah tersebut tubuhnya berkedip dan tiba di dalam kantor Tsuchikage menggunakan teknik shunsin dan segera berlutut satu kaki.


"Maaf, Tsuchikage sama. Aku menggangu waktu anda, ada beberapa hal yang penting," ucapnya menaruh dua gulungan surat di mea Tsuchikage yang sedang menandatangi dokumen-dokuemn penting dengan raut muka kusut.


"Kamu, Akira. Baik." Tsuchikage Arakami mengambil satu persatu gulungan tersebut dan membacanya. Sesuai prediksi Akira dia menerimanya, "Bagus, aku ingin ada inovasi di ANBU. Aku rasa kamu memang pantas menduduki jabatan tersebut. Sepertinya orangnya sudah datang, lepas topengmu Akira."


Akira melepas topengnya dan sosok gadis yang merupakan putri pertama Klan Harasaki mengetuk pintu, "Silahkan masuk!" sahut Tsuchikage Arakami dengan suara berat.


Gadis tersebut sangat cuek dan dingin. Dia beralan lurus tanpa menoleh sedikit pun ke arah Akira.


"Tsuchikage sama, maaf mengganggu waktu anda. Bagaimana sudah menemukan orang yang akan melindungiku untuk bertemu ... di Kirigakure?" tanya gadis berambut merah muda pekat yang menjuntai ke pinggang dengan mata merah muda yang begitu menawan.


"Sudah," jawab Tsuchikage Arakami dan memanggil Akira dengan sandi nama, "Kirin, bersiaplah!"


"Siap, Tsuchikage sama!" sahut Akira dengan menegakan badan seperti tentara.


Dalam surat sebelumnya yang sudah dibaca oleh Tsuchikage Arakami. Akira menuliskan, kalau semua anggotanya ditugaskan untuk membereskan masalah portal sekaligus sebagai latihan. Maka dari itu, Akira akan menerima semua misi penting untuk kesatuan ANBU.


Tanpa ragu, Tsuchikage Arakami karena sudah melihat kemampuan Akira dalam bertarung. Oleh karena itu keamanan Iwagakure saat ini diserahkan langsung kepada Akira.


Sebelum Akira ke kantor Tsuchikage, dia telah memasng banyak tanda hiraishin di setiap gedung-gedung penting Iwagakure dan menempatkan semua bunshin atau kembaran dirinya untuk menjaga Iwagakure selama semua anggota ANBU dan dirinya pergi menjalankan misi.


Mayumi menerima gulungan surat dari Tsuchikage Arakami dan menyimannya ke dalam saku bagian dalam bajunya. Lalu membalikan badan dan berjalan perlahan untuk keluar dari kantor Tsuchikage. Akira mengikutinya dari belakang, sebab misinya adalah mengawal Mayumi menemui Mizukage Raiga.


Mereka berdua akan pergi melalui jalur darat, jalur kereta Kaminarimon telah hancur bersama hancurnya Namigakure dan juga Konohagakure. Hanya bisa menggunakan jalur kereta dari Kumogakure menuju Kirigakure.


Mayumi yang bukan seorang shinobi, melainkan politikus dari Klan Harasaki yang selalu ditugaskan Iwagakure untuk bernegosiasi dan meupakan aset terbesar Iwagakure di bidang politik karena selalu mendapatkah hasil yang selalu diluar ekspektasi.


Tapi setiap kali bertugas, Mayumi tidak mau ditemani dan dijaga. Tentu saja ini menyulitkan desa, sebab akan kehilangan talenta poltik yang hebat kalau tidak waspada.


"Putri, apakah tidak berbahaya kalau tidak dikawal?" tanya Akira dan tidak dijawab oleh Mayumi.


"Tolol, lalu kamu itu siapa?" batin Mayumi kesal dengan menekuk wajahnya.


Mayumi memasuki mobil off road yang memiliki empat senapan di atapnya. Peluru-peluru yang ditembakn dari senapan tersebut terbuat dari chakra dan sudah terisi penuh di dalam gulungan yang sudah dimasukan ke dalam senapan tersebut.


"Kenapa diam saja? Cepat masuk!" ketus Mayumi melihat Akira hanya berdiam diri di samping mobilnya.


"Maaf, Putri." Akira pun segera masuk ke dalam mobil dengan menghela nafas panjang. Belum pernah dia berhubungan dengan gadis yang sombong, dingin dan acuh tak cuah seperti Mayumi.


Mobil pun berangkat menuju Takigakure, sebab tujuan akhirnya agar cepat sampai di Kirigakure, harus menaiki kereta Kaminarimon yang menuju Kirigakure.


Dalam perjalanan, keduanya bungkam, tidak ada satu kata pun keluar dari mulut mereka berdua.


Akira tetap fokus mengawasi daerah sekitarnya menggunakan persepsi tenseigan dan Mayumi fokus menyetir. Saking fokusnya menyetir, Mayumi tidak sadar jika Akira menggunakan tenseigan.


"Cih, aku tak menyangka shinobi lemah sepertimu masuk ANBU dan mau mengawalku," cibir Mayumi dengan melirik sinis. Kebanggaannya sebagai anggota Klan Harasaki yang melebihi Klan Yoshitsugu terlalu tinggi.


"Putri, kebanyakan orang yang salah menduga itu tidak berakhir baik," balas Akira tersenyum tipis dan sudah menyadari ada yang menguntitnya dari 30 menit yang lalu. "Jika aku katakan kita telah diikuti dari 30 menit yang lalu, apakah Putri percaya dan aku bisa membunuh 30 orang bandit tersebut tanpa menyentuhnya? Cukup aku duduk disini."


"Omong kosong! Aku hanya mengetahui jutsu seperti itu hanya bisa dilakukan seorang Madara Uchiha. Shinobi sepertimu hanya sampah dan bukan keturunan Uchiha mana mampu," hardik Mayumi dengan menunuk muka Akira dan itu sebuah penghinaan yang besar untuknya.


"Baiklah, kalau tidak percaya. 10 ... 9 ... 8 ... 7 ---"


"Apa yang sedang kamu lakukan bohoh," potong Mayumi dengan membentak.


Akira sedang menghitung mundur 30 shinobi yang akan mendekatinya dan dari persepsi pandangn mata tenseigan, sebentar lagi mereka akan melemparkan kunai peledak.


BOOM!


Benar saja 10 kunai dilemparkan ke arah mobil yang sedang dikendarai oleh Mayumi dan Akira. Akira mengguanakan teknik tendo no ken: Tao Wu untuk menyelimuti mereka berdua dan mengamankannya dari ledakan beruntun yang menghancurkan mobil milik Mayuki tersebut.


[Ding! Memotong 100 poin chakra Enenra karena telah menggunakan jutsu dengan chakra Enenra]


[Ding! Memotong 5 poin chakra Enenra karena telah menggunakan jutsu dengan chakra Enenra]


[Ding! Selamat, poin yang tersisa saat ini 94 poin chakra Enenra]


Akira sudah menggendong Mayumi ala bridal style. Gadis berambut merah muda pekat tersebut raut waahnya pucat pasi dan memeluk erat leher Akira dan membenamkan wajahnya di dadanya.


"Putri, kita sudah mati. Lihatlah raa neraka sudah datang," canda Akira mengerjai Mayumi yang selalu dingin daan ketus padanya. Kemudian Akira melanjutkan dengan berguma, "Aku melihat gadis yang arogan dan dingin ini seperti ini, sangat imut."


"Ayah! Ibu! Aku tidak mau mati masuk neraka!" teriak Mayumi histeris dan cairan bening menetes deras di kedua pipinya, "A-aku ti-tidak ma-mau ma-mati, hiks-hiks ...."


Disaat terdesak pun Akira masih mau mengerjai Mayumi. Padahal sudah dikepung oleh 30 shinobi yang memiliki level sannin satu dan merupakan organisasi bawah tanah di Takigakure. Mereka mengincar hidup Mayumi yang selalu menjadi penghalang Organisasi Renbo masuk ke dalam Iwagakure.


Mayumi semakin erat membenamkan wajahnya ke dada Akira dengan mata terpejam. Dia merasa nyaman bersandar di dada bidang Akira yang begitu kuat tapi lembut.


Akira menurunkan tubuh Mayumi dari pelukannya, namun enggan turun. Dengan terpaksa Akira mengaktifkan rinnegan dan mengaktifkan jutsu yang belum pernah di aktifkan sebelum-sebelumnya, "Ryuton: Rikkudou no jutsu!"


Dari punggung Akira keluar 6 orang Akira yang lain dengan kedua mata yang sama. Lalu menyebar dan mengelilingi tubuh Akira.


[Ding! Memotong 50 poin chakra Enenra karena telah menggunakan jutsu dengan chakra Enenra]


[Ding! Selamat, poin yang tersisa saat ini 44 poin chakra Enenra]


Setiap kembaran diri Akira dan bukan bunshin tersebut memiliki kemampuan yang berbeda-beda seperti keenam pain. Namun kemampuannya melebihi ketujuh pain.


Dari berbagai arah, 30 anggota Organisasi Renbo menembakan bola api yang sangat besar, "Katon: Goukakyu no jutsu!" terianya serentak.


"Gakido!" Kembaran diiri Akira yang berada di depannya, warna mata rinnegannya berubah menadi warna coklat terang dan membentuk kubah pelindung berwarna cklat teran transparan.


Bola-bola api tersebut terserap ke dalam kubah pelindung yang melindungi ketujuh Akira dan Mayumi.


"Habisi mereka semua!" titah Akira yang asli dengan tatapan mata tajam.


Kembaran diri Akira yang memiliki manik mata rinnegan coklat mengangkat kedua tangannya dan melayang ke udara. Kubah pelindung yang dibuat oleh dirinya itu ditembus olehnya.


Mayumi bertambah ketakutan saaat hawa gelap menyelubungi wilayah dalam radius 500 meter. Begitu pula dengan ketiga puluh anggota Organisasi Renbo, mereka semua terduduk lemas dengan mata membola dan menatuhkan rahangnya.


Fluktuasi udara terjadi dalam radius wilayah tersebut dan menciptakan awan hitam pekat bercampur hawa gelap dari energi yang telah dikeluarkan oleh kembaran diri Akira yang memiliki rinnegan coklat.


Bola api yang sebelumnya diserap oleh kubah pelindung, muncul di atas kepala Akira yang memiliki rinnegan coklat. Bola api itu berwarna hitam dengan gemericik petir bersahutan.


Pedang Taou Wu yang melayang mengelilngi tubuh Akira tertancap otomatis ke permukaan tanah dan memperkuat kubah pelindung yang melindungi keenam Akira dan Mayumi.


Pedang coklat tersebut memiliki kesadaran sendiri. Pedang itu tahu jika serangann yang akan dilancarkan oleh kembaran diri Akira memiliki daya rusak yang sangat dahsyat.


Bola api hitam itu membesar dengan diameter 30 meter dan dilemparkan ke arah spemimpin Organisasi Renbo yang tepat lurus dengan tubuh Akira yang sedang menghadap.


"Semmuanya kabur! Kita takan selamat!" teriak Gintoki pemimpin Organisai Renbo.


Akan tetapi bola api hitam itu sudah menyentuh permukaan tanah dan ketiga puluh anngota Organisasi Renbo terkena ledakannya.


BOOM!


Cahaya terang yang terus menyebar membentuk siluet kubah putih menghalangi pandangan hingga menlat ke lanngit membentuk pilar. Kepulan debu dan asap selanjutnya muncul mengiringi cahaya ledakan tersebut juga menulang ke langit membentuk siluet jamur.


Getaran ledakannya sampai terasa ke wilayahh lima desa, yakni Iwagakure, Takigakure, Amegakure, Ishigakure dan Takigakure.


Ledakan itu juga mengenai kubah pelindung yang mmelindungi ketujuh Akira dan Mayumi. Tetapi, tidak ada imbas dan efek sedikit pun terhadap kubah pelindung tersebut. Karena kubah pelindung yang diperkuat efek pertahanan pedang surga Tao Wu mampu menyerap semua jenis ledakan chakra.


Mendengar suara ledakan yanng sangat dahsyat dan cahaya yang terang benderang serta getaran di permukaann tanah, Mayumi tubuhnya mengigil dan raut wajahnya semakin pucat seputih kertas. Akira berhasil membuat Mayumi ketakutan setengah mati dan menganggap itu hukuman untuk dirinya dari raja neraka.


Kepulan asap, debu dan cahaya telah mereda. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya permukaan tanah yang berubah menjadi cekungan kawah dengan asap panas masih mengepul dari permukaan tanah tersebut.


"Putri, apakah dadaku ini sangat nyaman untuk tempat bersandar. Sampai-sampai pinggangku hangat oleh cairan istimewa darimu," ledek Akira dengan menyunggingan senyum.


Ya, benar, Mayumi telah buang air di celana dan saking derasnya membasahi perut serta bagian vital Akira.


Diledek seperti itu, Mayumi langsung mebelakan mata dan menampar pipi kiri Akira, "Tidak mungkin! Aku gadis suci dan bermartabat! Itu pasti kamu yang buang air dan membasahi celanaku!" hardiknya kesal.


"Kalau memang tidak buang air, kenapa waamu pucat ketakutan dan mebbuat tubuhku ikut bergetar. Aku cukup kecewa dengan gadis suci dan bermartabat seprti Putri, beluum bertemu raja neraka saja sudah ketakutannya minta ampun setengah mati," ledek Akira menyunggingkan senyum dan sangat puas mengerjai Mayumi sampai ketakutan seperti itu.


Akira menengok ke kri dan ke kanan dengan mengangguk memberi isyarat kepda keenam kembaran dirinya untuk menyusul anak buahnya yang sedang kesulitan menghadapi perlawanan para Yokai di portal buronzu.


"Hiraishin giri!" gumam Akira untuk memindahkan keenam kembaran dirinya menuju wilayah selatan Iwagakure.


Akira melihat dar persepsi mata tenseigan, salah satu Yokai berhasil keluar dari portal, Hakurou dan kesembilan puluh sembilan anak buah Akira sedang menghadapi mereka, namun saat ini terdesak. Karena Yokai level buronzu lebih kuat dua kali lipat dari Yokai level tetsu.