SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 243 Cacing Berharap Menjadi Naga? Mimpi!


[Ding! Memotong 10 poin chakra Enenra karena menggunakan jutsu dengan chakra Enenra]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa marah Gabo Yoshitsugu]


[Selamat, tuan ....]


[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 225 poin]


Akira melompat mundur dan tubuh Gabo meledak menjadi kabut darah bercampur kepulan cahaya, debu dan asap yang tebal.


Setelah asap mereda, Ryuhou pun hilang menjadi kepulan asap. Naga api itu telah kehilangan tuan dan kembali ke gua Ryuchi.


Kelima pengawas menjatuhkan rahang dan matanya melebar melihat hasil pertandingan antara Akira dan Gabo. Pertandingan tesebut dimenangkan oleh Akira sang genin level satu.


"Ti-tidak mungkin?! Di-dia bisa membalikan keadaan?! Pa-padahal sudah sangat terdesak?!" Kelima penngawas masih tidak mempercayai hasil akhir pertandingan tersebut dan menganggap ini hanyampimpi disiang bolong.


Lima belas pertanidngan berakhir, seiring dengan berakhirnya pertandingan Akira dan Gabo. Tersisa lima belas peserta dan semuanya kembali ke tempat pengawas ujian. Untuk diumumkan pertandingan selanjutnya yang diundi secara acak.


Meilihat Akira selamat, keempat belas shinobi jounin terheran-heran dan menganggap jika kematian dan kekalahan Gabo hanya kebetulan.


Namun kelima pegawas yang melihhatnya dengan drone kamera penngawas tidak lagi meganggap rendah Akira. Ditambah lagi semua jutsu yang Aira keluarkan bukann umumnya jutsu yang berada di Iwagkure. Hal ini tentu membuat kelima pengawas tambah penasaran dengan Akira.


Akira dan keempat belas shinobi jounin lain bergantian mengambil bola bernomor di dalam kotak.


Akira yang suka dengan angka tujuh, kembali mendapatkan nomor 7 dengan bantuan tenseigan. Da menggunakan tenseigan secepat kilat dan seperti menghentikan waktu. Makanya tidak dapat dideteksi oleh kelima ujian pengawas.


pemuada bermata merah darah trsebut beruntung kali ini. Dia tidak ikut bertanding, karena tidak ada lawan untuknya.


Akira duduk agak jauh dari tenda para pengawas ujian. Dia duduk santai sembari menikmati bento yang telah dibeli di restoran Ke-biri.


Persepsi mata tenseiganna dia edarkan untuk melihat semua kekuatan peserta lain. "Oh, rupanya masih ada anggota klan Yoshitusugu yang lain. Aku akan membuat semuanya lemah. Senryupo: Hakui no jutsu!" gumamnya tersenyum licik.


[Ding! Memotong 27 poin untuk menurunkan level Juron Yoshitusgu dari level Anbunin 1 ke level genin 1]


[Ding! Memotong 27 poin untuk menurunkan level Goron Yoshitusgu dari level Anbunin 1 ke level genin 1]


[Ding! Memotong 27 poin untuk menurunkan level Rimari Yoshitusgu dari level Anbunin 1 ke level genin 1]


[Ding! Memotong 27 poin untuk menurunkan level Geshikon Yoshitusgu dari level Anbunin 1 ke level genin 1]


[Ding! Memotong 27 poin untuk menurunkan level Tanuchi Yoshitusgu dari level Anbunin 1 ke level genin 1]


[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 90 poin]


Kelima pertandingan yang melibatkan Klan Yoshitsugu, baru berjalan 30 detik, kelima anggota Klan Yoshitsugu langsung tewas serentak karena perbedaan shinobi yang ditantangnya.


Hal ini menimbulkan kecurigaan besar kelima pengawas, tapi kecurigaan itu dinisbatkan pada siapa.


"Tidak mungkin shinobi levelnya bisa turun signifikan secara bersamaan. Jika menggunakan kinjutsu pun tidak mungkin seperti ini. Tidak mungkin pula dewa ikut campur dalam masalah ini?" pikir Tsuchikage Arakami melliihat masalah yang terjadi sat ini dengan raut muka dipenuhi tanda tanya besar.


"Cih, nampknya aku harus kehilangan aset poinku karena tlah melemahkan mereka. Permainan ini kurang seru nampaknya. Aku haruspikirkan cara lain agar lebih banyak mendapatkan poin chakra agar aku bisa terus bermain," batin Akira berdecih kesal karena semua mainannya tewas.


Akibat insiden tersebut, ketua Klan Yoshitsugu yang telah ikut melihat dari tenda khusus empat 5 Klan teratas Iwagkure protes.


"Maaf, Tsuchikage sama. Ini tidak adil bagi Klan kami. Pasti ada yang meracuni anggota Klan kami dan aku tahu pelakunya." Wusui Yoshitsugu melirik tajam ke arah Akira. Lalu menunjuknya, "Dia pasti pelakunya!"


Akira bangkit perlahan dengan raut muka polos dan berpura-pura tidak tahu dengan menunjuk dirinya sendiri, "Aku?! Apakah ada bukti patriark Kla Yoshitsugu?"


"Kau!" Wusui semakin geram, raut mukanya merah pada, sebab Akira masih menyangkalnya seperti tidak terjadi apa-apa.


"Tuan Wusui, maaf. Di dunia shinobi ini tidak ada satpu pun shinobi yang mampumenurunkan level begitu sangat drastis. Sekalipun itu Rikudou Sennin. Jadi masalah ini aku anggap selesai dan tak pelu diperdebatkan lagi," kata Tsuchikage arakami dengan nada berat dan berwibawa.


Tentu saja semua klan Yoshitsugu tidak terima engan keputusan Tsuchikage Arakami.


[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 500 poin]


Sampai-sampai mata Aira membola melihat panel hologram tersebut dan membatin, "Apa?! I-ini terlalu banyak?!"


Semua angota klan Kido menaruh dendam kesumat ke Akira dan akan terus menyelidikinya. Mereka semua bubar meninggalkan area ujian dengan perasaan marah, kecewa berat, dan dendam.


Ujian pun dilanjutkan dengan peserta yang tersisa delapan peserta termasuk Akira.


Mereka kembali mengambil undian bola bernomor yang berada di kotak kayu. Agar tak dicurigai, Akira sengaja mengambil nomor lain bukan nomor tujuh.


Semua shinobi menyebar dan bersiap bertanding dengan lawan masing-masing. Akira kali ini melawan shinobi jounin yang memiliki level Anbunin 9 dan memiliki jutsu tersembunyi khusus.


Bisa dikatakan, Jenon merupakan shinobbi berdarah Klan campuran. Mulai dari Uchiha, Uzumaki, Senju dan Otsutsuki. Bentuk tubuhnya normal dan matanya juga normal pada umumnya manusia. Tapi kemampuannya itu yang berbeda yang memiliki kemampuan dari keempat Klan tersebut.


"Aku tak menyangka genin satu sepertimu memiliki mata Klanku. Sungguh ayam lemah yang menjadi aib bagi Klanku," cibir Jenon dengan tersenyum sinis pada Akira.


"Maaf, senior. Aku suka cara dirimu menunjukan jati dirimu seperti seorang Naga. Tapi apakah tidak malu jika Naga tersebut sebenarnya cacing tanah?" balas Akira yang mengorek hidungnya satu persatu dengan sangat santai.


Jenon mengeraskan rahang, dahinya memunculkan tanduk Otsutsuki dan segel karma berwarna merah menjalar di sekujur tubuhnya. Rambutnya yang berwarna hitam legam menjutai sepunggung berubah waran menjadi merah marun, "Aaaaargh ...!"


Jenon melesa cepat ke arah Aira yang berjarak 10 meter. Pertandingan kali ini idak dibutuhkan aba-aba dari kelima pengawas. Selama para peserta siap, mereka bisa langsung bertarung.


Jenon melesatkan tendangan dan ditangkis dengan lutut Akira yang membentuk siku. Setiap pukulan dan tendangan yang diiarahkan ke Akira, dia tangkis dengan mudah. Mata Akira terus bergerak cepat untuk mengantisipasi dan membaca gerakan serangan Jenon yang sangat cepat.


Akira menemukan celah untuk menyerang balik dan berhasil melesatkan tendangan lurus tepat mengenai perut Jenon.


SRAAK!


Pria berambut keriting tersebut terpundur dengan merangkak hingga kepulan debu menghalangi pandangan.


Jenon bangkit dengan melompat dan merapal segel tangan. Kemudian menautkan tangan dan dia masuk dalam mode sennin, "Senpo: Shinku! Senpo: Kage bunshin no jutsu!"


Di udara, Jenon salto sambil melakukan cakaran untuk merobek banyak ruang hampa dan bersamaan itu pula muncul 10 kembaran dirinya. Kemudian 10 duplikat dirinya masuk ke dalam 10 robekan ruang hampa.


"Aku senang, akhirnya ada yang bisa bermain denganku." Akira menautkan tangan dan mengeluarkan ratusan rantai ungu dengan ujung kepala Naga, "Ryuton: Haze no kusari!"


Ujung rantau kepala Naga tersebut semuanya masuk ke dalam robekan ruang hampa untuk mengejar kembaran diri Jenon.


Pria bermata hitan tersebut juga tidak kalah mengeluarkan rantai dari Klan Uzumaki, "Kongeki fusa!" teriaknya.


Rantai-rantai besar keluar dari punggung Jenon dan masuk ke dalam semua robekan ruang hampa.


"Sungguh lucu, sungguh lucu. Seekor cacing mau menyamai seekor Naga?" Akira mengepalkan tangan kanannya dan berteriak, "Aaargh!"


Rantai ungu tersebut ternyata telah menjerat rantai perak milik Jenon di dalam ruang hampa. Bukan hanya itu 10 kembaran dirinya juga dijerat oleh rantai tersebut dan menghisap chakra Jenon dengan cepat.


"Bodoh, aku menggunakan senjutsu. Kau akan jadi batu jika menyerap chakraku ber ---"


"Oh, iyakah?" Akira tersenyum licik dan rantai-rantai tersebut menarik tubuh Jenon ke dalam robekan ruang hampa miliknya sendiri. "Itu tidak berlaku denganku sang pemilik doujutsu sejati dan kau hanya perlu dimusnahkan. Ryuton: Limbo!" Rinbo Hengoku!"


Akira menciptakan kembaran diri berjumlah 4 orang dan itu tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Sesaat kemudian keempat kembaran diri yang hanya bisa dirasakan dengan sensor chakra senjutsu melesat serentak dan memukul tubuh Jenon yang sudah tidak bisa bergerak lagi.


BOOM!


Tubuh Jenon hancur menjadi bubur darah, kepulan asap dan debu menghalangi pandangan.


[Ding! Memotong 100 poin karena telah menggunakan jutsu yang menggunakan chakra Enenra]


[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 400 poin]


Kelima pengawas yang mengawasi lewat kamera pengawas hanya bisa menjatuhkan rahangnya. Jenon merupakan shinobi yang diandalkan dan diprediksi menjadi Tsuchikage berikutnya. Tapi semua pupus oleh Akira yang terlalu bersemangat dalam bertarung dengannya.


Dia hanya tidak bisa melihat seorang manusia yang hanya memiliki darah cabang dan campuran menunjukan kesombongannya di depan sang pemilik sejati keempat klan tersebut.


Darah yang mengalir di dalam tubub Akira merupakan darah utama dari keempat klan tersebut. Oleh karena itu, Akira hingga mampu mengakses Ryuzugan.


Pertandingan Akira dan Jenon selesai di sesi pertama. Tiga pertandingan lainnya masih terus berjalan dan sama sekali tidak menarik kelima pengawas lainnya.


"Apakah kamu melihatnya?" tanya Tsuchikage Arakami.


"Ya, itu jutsu yang pernah Madara tunjukan di perang shinobi keenam untuk membekuk semua bijuu," jawab serentak keempat pengawas lainnya.