
"Baik, tuan ...."
"Ryutsuki Akira dan tolong buatkan 6 pedang berjenis kodachi untukku tapi dengan bilah lurus dari prisma kristal ini," potong Akira menunduk hormat pada Kaijin. "Berapa biaya yang perlu aku bayar untuk membuat senjata pesananku?"
"Tidak perlu tuan Ryutsuki. Setelah aku amati secara seksama, kristal ini mampu menghantarkan chakra jauh lebih baik dari semua batu logam yang pernah aku tangani untuk menciptakan sebuah senjata," jawab Kaijin dengan tersenyum puas.
Baginya, prisma kristal yang telah diberikan oleh Akira merupakan harta karun yang tak ternilai harganya. Sebagai pandai besi, Kaijin memiliki mata yang sangat jeli dalam menilai sebuah batu logam.
"Baiklah, aku akan pergi dan tidak akan mengganggu tuan Kaijin lagi. Aku akan datng satu minggu lagi." Akira menunduk hormat dan mengira Kaijin akan mennyelsaikan pesanannya dalam jangka waktu yang cukup lama.
"Tuan Ryutsuki. Anda boleh datang esok hari, aku akan bekerja lembur untuk menyelesaikan pesanan anda. Ini sebagai balas budi terhadap apa yang diberikan anda padaku. Anda benar-benar pahlawanku."
Kaijin sampai memungkuk hormat pada Akira yang telah menyelesaikan masalah kekurangan batu logam untuk menyelesaikan pesanan para pejabat tinggii Iwagakue.
"Tidak perlu sungkan tuan Kaijin. Aku hanya membantu sedikit dan mungkin bisa menyelsaaikan masalah anda." Akira menegakan badan Kaijin karena tidak enak hati dengan sikap Kaijin yang terlalu berlebihan dalam mengekspresikan rasa terima kasih.
Urusan Akira dan Kaijin telah selesai, namun pemuda berambt merah tersebut tidak bisa iam melihat Iwagakure porak-poranda saat ini. Disatu sisi dia tidak ingin menonjol, tapi disisi lain rasa kemanusannya telah memanggil dan tak bisa membiarkan waga Iwagakure menderita saat ini.
Tiba-tiba terbayang dalam pikirannya jika terjadi hal yang sama dengan Hoshigakure ketika diserang oleh para Yokai.
Tapi, misnya untuk mencari banyak informasi mengenai Yon Kingu menguatkan tekadnya dan percaya jika para anggota inti Senso No Haijo bisa menyelesaikan semua masalah di Hoshigakure saat ini.
Akira kembali ke gedung perserikatan shinbi. Saat ini dia tidak punya tempat untuk merebahkan badan. Cara terhemat agar Akira tidak mengeluarkan uang yang sangat banyak hanya untuk menginap di penginapan adalah tidur di gedung perserikatan shinobi.
Nanoko yang mempunyai teknik deteksi chakra Enenra terus menulis di papan ketik komputernya. Mengenai misi-misi baru yang sejalan dengan kemunculan portal-portal dimensi tetsu yang terus bermunculan sangat banyak.
Nanoko juga mengubah hadiah penjelajahan dimensi tetsu menjadi dua kali lipat. Supaya menarik minat banyak shinobi pengelana maupun shinobi Iwagakure sendiri mau ikut andil dalam misi menjelajah portal-portal dimensi.
"Akira kamu akhirya datang." Nanoko menghela nafas panjang dengan melempar senyum lebar padanya. Seakan dia menemukan cahaya harapan dari kedatangan Akira ke gedung perserikatan shinobi.
"Ada apa, Nona? Apakah kauu merindukanku?" goda Akira sambil mencolek aggu naoko dan membuatnya tersipu malu.
"Dasar laki-laki mesum, hmph!" Nanoko menggembungkan pipi karena digoda Akira. Padahal dalam hatinya sangat senang dagunya dicolek oleh Akira.
"Ehem ...." Nanoko berdehem keras untuk menutupi rasa malunya dan melanjutkan, "Sepertinya portal tetsu semakin banyak. Saat ini hanya aku dan kamu yang bisa melakukan penjelajahan."
"Ketua Samuchi sedang memohon pada desa untuk mau mengirimkan beberapa Jounin dan Anbunin agar mau membantu kami untuk menjelajah. Bagaimana menurutmu?"
"Ada berapa portal tetsu yang muncul saat ini?" tanya Akira berpura-pura terkejut dan agak gemetar tubuhnya. Dia hanya sedang mendalami kepura-puraannya menjadi shinobi yang pengecut dan lemah dimata mereka.
"Saat ini ada 10 portal tetsu yang terdeteksi di radar chakra Enenra. Aku sudah menaikan teknik pendeteksian chakra milikku agar bisa melacak dan mendeteksi chakra Enenra lebih akurat dan lebih luas jangkaunnya," jawab Nanoko penuh percaya diri.
Akira berpura-pura terkejut dengan mata membola dan menglus dagunya, "Hmm ... sepuluh ya. Baik, aku ikut pergi. Tapi apakah tidak apa-apa menghadapi para Yokai tanpa persiapan yang matang dan pesedian senjata yang mumpuni?"
"Itu memang hal buruk jika kita bertidnak secara gegabah. Tapi aku hanya tidak bisa berdiam diri melihat portal tetsu yang semakin banyak."
"Aku takut portal ini berkembang ke level yang lebih tinggi seperti informasi yang kamu berikan. Yokai level tetsu saja sudah mebuat shinobi Iwagakure kewalahan, apalagi level dari tetsu." Nanoko matanya berkobar-kobar dan mengepalkan tangan.
"Aku semangat seperti ini. Tapi jika terlalu semangat juga tanpa ada persiapan, bukankah hanya menghantarkan nyawa?" pikir Akira dan melanjutkan, "Evolt, analisa status Nanoko!"
[Ding]
[Analisa status]
¤---------------¤--------------¤
[Nama: Nanoko Kagane]
[Umur: 27 tahun]
[level: Jounin 9]
[Kemampuan: Ninjutsu Bakuton rank E, Ninjutsu Koton rank E, Taijutsu rank E, Ninjutsu Doton rank C, Ninjutsu Raiton rank D, Ninjutsu Katon rank E. (Berpotensi menciptakan ninjutsu Kekkai touta)]
[Job: Igaku Ninja]
¤---------------¤--------------¤
"Ninjutsu yang cukup hebat. Tapi, apakah Nanoko menyadarinya? Menurut analisaku tidak. Padahal kalau diasah dengan baik, kekuatannya bisa setara kage," batin Akira menopang dagu sambil melihat panel hologram berisikan status dari Nanoko. "Senryupo: Takameru no jutsu!"
[Ding! Memotong 18 poin chakra Enenra untuk menurunkan level shinobi Kido Yoshitsugu menjadi level Sannin 9]
[Ding! Memotong 30 poin chaka Enenra untuk menaikan rank ninjutsu bakuton dari rank E ke rank S shinobi Nanoko Kagane]
[Ding! Memotong 30 poin chaka Enenra untuk menaikan rank ninjutsu koton dari rank E ke rank S shinobi Nanoko Kagane]
[Ding! Selamat, Nanoko Kagane berhasil membangkitkan kekkai touta ninjutsu Kobakuton rank E]
[Ninjutsu Kobakuton merupakan teknik memanipulasi tanah liat, dan besi untuk dijadikan suatu bentuk sesuai keinginan pengguna, serta setiap bentuk yang dibuat oleh pengguna bisa dimasukan elemen ledak di dalamnya]
Tubuh Nanoko diselimuti aura biru pekat cukup lama hingga 10 detik. Akira melihatnya sangat puas, namun kepuasannya itu sementara ketika melihat rank ninjutsu kobakuton hanya rank E.
"Senryupo: Takamaru no jutsu," gumam Akira menatap Nanoko.
[Ding! Memotong 6 poin chakra Enenra untuk menaikan rank ninjutsu koton dari rank E ke rank C shinobi Nanoko Kagane]
[Ding! Saat ini poin chakra Enenra tersisa 1 poin]
[Ding! Selamat, tuan telah menyuntikan chakra Enenra ke dalam tubuh Nanoko Kagane karena telah menghabiskan 50 poin chakra Enenra. Setiap menggunakan jutsu serangan pada Yokai naik dua kali lipat dan pertahanan resistensi trhadap serangan para Yokai naik 50%]
"Baiklah, ayo kita berburu!" Akira menarik tangan Nanoko dan membuat kedua pipinya merona. Baru kali Nanoko dipegang tangannnya oleh seorang lelaki, apalgia lelaki yang memegangya sangat tampan]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kekaguman Nanoko]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kekaguman Nanoko]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kekaguman Nanoko]
[Selamat, ....]
[Ding! Saat ini poin chakra Enenra tersisa 11 poin]
Susasan malam yang sangat gelap hanya bertahtakan bintang-bintang di langit. Tidak membuat semangat Akira dan Nanoko pudar untuk menjelajah.
Ya, hanya mereka berdua. Tidak ada lagi shinobi yang lain. Semua shinobi sibuk membereskan reruntuhan bangunan dan mereka terus bekerja sampai malam, demi mengembalikan keadaan Iwagakure seperti semula.
Demikian juga perserikatan shinobi haus bekerja keraas menangkal serangan dari para Yokai yang sedang mengancam Iwagakure.
Akira dan Nanoko melompatti satu bebatuan ke bebatuan lain menuju wilayah bukit bagian barat, 300 meter ke arah barat daya dari titi portal tetsu sebelumnya.
Ada rasa takut dihatti Nanoko, sebab baru pertama kali dia menjelajahi portal. Nanoko juga belum menyadari jika dia sudah bisa menggunakan niinjutsu bakuton, ninjustu koton, dan ninjutsu kobakuton. Teknik takamau sungguh tidak terasa di dalam diri Nanoko dan sangat halus, sehingga tidak bisa dirasakan oleh Nanoko.
Mereka berdua tiba di depan portal yang diselimuti petir putih yang bergemericik dan bersahutan satu sama lain.
"A-akira, apakah tidak apa-apa kita masuk ke dalam?" tanya Nanoko dengan raut seputih kertas dan tubuh agak gemetar.
Akira memegang kedua tangan Nanoko dengan tatapan tajam, "Tenanglah, akku yakin kamu bisa. Kamu punya potensi setara dengan para kage. Sekarang coba kamu rasakan kondisi tubbuhmu dan pejamkan mata."
Nanoko pun memejamkan mata ssesuai arahan Akira dan merasakan wadah chakranya. Matanya langsung membelalak ketika merasakan wadah chakranya melebar,"Ti-tidak mungkin??! Ba-bagaimana bi-bisa?! A-aku di level Sa-sannin 9?!"
Nanoko merasa syok dan terduduk lemas denngan mata membulat dan ahang terjatuh, bahkan tubuhnya gemetar. Entah gestur dan ekspresi apa yang dikeluarkan tubuh Nanoko atas responnya terhadap kondisi dirinya yang tiba-tiba naik level secara signifikan.
"Kenapa?!" Akira berpura-pua panik dan menegakan badan Nanoko lalu memeluknya. Kemudian melanjutakn dengan membatin, "Ah, lumayan juga aku bisa memeluk gunung kembar yang sangat hot."
[Selamat, tuan mendapatkan 2 poin chakra Enenra dari tindakan mesum ringan pada Nanoko]
[Selamat, tuan mendapatkan 2 poin chakra Enenra dari tindakan mesum ringan pada Nanoko]
[Selamat, tuan mendapatkan 2 poin chakra Enenra dari tindakan mesum ringan pada Nanoko]
[Selamat, ....]
[Ding! Saat ini poin chakra Enenra tersisa 31 poin]
Akia kembali menaikan rank ninjutsu kobakuton milik Nanoko sembari kelembutan pantat Nanoko yang sangat kenyal dan membuat candu bagi Akira. Belum pernah dia merasakan tekstur pantat sekenyal ini, "Oh, tidak sangat menggemaskan," batinnya.
Nanoko masih syok dan tidak sadar jika pantatnya terus diremas-remas lembut oleh Akira.
[Ding! Memotong 31 poin chakra Enenra untuk menaikan rank ninjutsu koton dari rank C ke rank A shinobi Nanoko Kagane]
[Ding! Saat ini poin chakra Enenra tersisa 0 poin]
Aira sadar dan melepaskan tangannya dari pantat Nanoko dan mundur tiga langkah, "Aku minta maaf!" ucapnya dengan membungkuk hormat.
"Eeeeh .... Meminta maaf untuk apa?" tanya Nanoko menyipitkan mata karena bingung dengan tindakan Akira.
"Intinya aku meminta maaf. Sudah tidak perlu dibahas lagi. Ayo, kita selesaikan 10 portal tetsu ini sebanyak mungkin!" Akira menarik tangan Nanoko demi menutupi semua kecanggungan dan penyesalannya karena meremeas lembut pantat Nanoko disaat dia sedang syok.