
"Sial, gara-gara bersemangat aku jadi kelepasan mengeluarkan jutsu dari rinnegan," gumam Akira menekuk mukanya karena kesal dengan dirinya sendiri.
Setelah pertandingan babak selanjutnya semua selesai. Akira langsung dipanggil oleh Tsuchikage Arakami ke tenda pengawas.
Tanpa basa-basi, Akira dinyatakan lulus dan langsung diberi jabatan wakil komandan ANBU Iwagakure menggantikan Hujuo Kisami. Dia juga menjadi ANBU yang langsung melindungi Tsuchikage. Intinya tangan kanan Tsuchikage.
Setelah melihat kemampuan Akira yang unik, kelima pengawas mempertimbangkan Akira untuk lulus dan diberi jabatan yang cukup strategis didalam kesatuan ANBU.
"Ryutsuki Akira, sekarang kamu lulus masuk kesatuan ANBU dan mendapatkan jabatan wakil komandan ANBU," tegas Tsuchikage Arakami dengan aura wibawa yang mendominasi.
"Terima kasih, Tsuchikage sama. Mohon bimbingannya." Akira membungkuk hormat ke arah lima pengawas dan membatin dengan tersenyum licik, "Setelah ini waktunya beraksi untuk mencuri semuan informasi di Iwagakure. Sementara ini aku akan meminta Tsuchikage untuk membantu perserikatan shinobi."
Tsuchikage Arakami mengumumkan hasil melalui suara pengeras dan ketiga peserta lain yang lolos tidak dapat menerimanya.
Mereka mulai menyusun rencana untuk menggulingkan kedudukan Akira sebagai wakil komandan ANBU. Hasil itu uga mengejutkan SUbaki Komaki dan Hujuo Kisami.
Mereka sudah menyiapkan pesta penyambutan yang buruk untuk Akira dan tentu saja ingin mencelakakannya.
Keputusan itu juga mengundang banyak polemik di jajaran petinggi Iwagakure dan beberapa Klan teratas di Iwagakure. Mereka menolak keras Akira sebagai wakil komandan ANBU. Mereka menginginkan sebuah bukti konkrit bahwa Akira pantas menduduki jabatan tersebut.
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan ....]
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 1000 poin]
"Wow-wow!" Akira melebarkan mata melihat pemberitahuan panel hologram dan membatin dengan tersenyum girang. "Sungguh, permainan ini akan semakin seru."
***
Keesokan harinya, gedung perserikatan shinobi.
Akira terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi tubuhnya. Dia bermimpi Hoshigakure kekuarangan uang dan diboikot perdagangannya dengan seluruh dunia. Akibatnya, persediaan makanan, senata, obatan-obatan habis dan berimbas pada kekalahan pasukan Chojuro di Kirigakure.
"Huff ... huff .... Sial. Mimpinya terlalu buruk. Aku tidak bisa membantu saat ini. Aku akan berusaha mencari jalan dan maafkan aku yang telah memblokir komunikasi kalian. Aku akan pergi menemui Azura, hiraishin no jutsu!" Akira bertelepotasi dan berpindah tempat ke markas Senso No Haijo.
"A-akira sama." Azura yang sedang meracik pil hiringu dan pil chakra melebarkan mata dan langsung bangkit memeluknya. "Ka-kami rindu padamu, hiks-hiks ...."
Akira melepaskan pelukan Azura dan mencium keningnya. Lalu menceritakan semua kondisinya saat ini untuk menjalani misi di Iwagure untuk mencari rahasia Organisasi Yo King dari awal sampai akhir.
"Kebetulan, kami punya stok pil melimpah tapi tidak bisa dijual keluar." Azura memberikan laporan yang membuat Akira tersenyum lebar.
"Baiklah, bungkus semuanya. Jika sudah aman kembalilah ke Kumogakure, bisnis ipil disana harus terus dilanjutkan agar kita bisa mempertahankan eksistensi diri," pinta Akira lalu mencium kening Azura dan membuatnya tersipu.
Azuura menyiapkan 1 juta pil hiringu dan 2 juta pil chakra yang telah disimpan ke delam gulungan besar. Akira menyimpannya ke dalam inventaris sistem dan kini perasannya lega setelah mengetahui kondisi Organisasi Senso No Haio saat ini.
Ditambah lagi, Hanabi dan Sarada serta semua shinobi Konohgakure yang selamat dalam perang membantu mereka memakmurkan Hoshigakure. Masalahnya cuma transaksi perdagangan mereka diboikot.
Semenjak Namigakure dan Konohagakure hancur, semua transaksi legal terselubung dengan Kumogakure sudah tak bisa dilanjutkan lagi.
Sumber daya ikan, tanaman, dan semua set militer milik Senso No Haio di Namigakure hancur. Maka dari itu Aira sebagai pemimpin Senso No Haijo harus memikirkan cara untuk mendapatkan lebih banyak uang dan peluang transksi perdagangan walaupun itu legal terselubung seperti yang sudah dilakukannya di Kumogakure.
"Aku pergi, aga yang lain. Kita sudah kehilangan dua saudara kita. Aku hanya bisa mengandalkanmu untuk menjaga yang lain." Akira memeluk erat Azura yang sudah dianggap istri keduanya itu. Tidak ada waktu untuk bermantap-mantap saat ini.
"Hirashin no jutsu!" Akira kembali ke gedung perserikatan shinobi dengan berteleportasi dan untung saja tidak ada yang melihatnya.
Setelah ini dia akan pergi ke gedung kesatuan ANBU Iwagakure untuk menerima penyambutan sebagai anggota baru.
Akira secepatnya membersihkan diri dan masih memakai baju ninja putih kebanggannya dengan pedang Ryutaiga ditaruh secara horizontal di pinggang belakangnya.
"Selamat ya Ryutsuki," ucap Hakurou, Miami, Samuchi dan Nanoko serentak dengan tersenyum lebar.
"Ya, sama-sama. Au akan membantu perserikatan shinobi ini dengan kekuatan ANBU Iwagakure," tegas Akira dengan menunduk hormat ke arah mereka berempat satu persatu. "Aku pergi dahulu, dadah! Ryuton Shinku!"
[Ding! Memotong 100 poin chakra Enenra karena telah menggunakan jutsu dengan chakra Enenra]
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 1000 poin]
"Bocah gendeng!"
"Gila itu si Akira!"
"Bukan main!"
"Aku tak menyangka dibalik level genin satu. Dia mampu menggunakan jutsu ruang. Sialan memang!"
Mereka berempat mengumpat serentak dengan mata melebar dan merasa telah dibohongi. Walaupun begitu, mereka berempat tetap bangga ana Akira. Setidaknya, perserikatan shinobi punya orang yang bisa diandalkan.
"Pantas saja dia memiliki ide-ide brilian dan mampu menembus penelaahan protal tetus pertama kali. Rupanya dia bukan orang sembarangan," celetuk Samuchi dengan tersenyum girang.
"Ya, kita dibohongi," timpal Miami dengan tersenyum girang juga.
"Tunggu, jangan-jangan aku ...." Nanoko melebarkan mata dan tidak melanjutkan kata-katanya. Dia menduga kenaikan levelnya dan semua jutsu yang telah Nanoko kuasai merupakan akibat dari Akira.
"Maksudmu? Kamu juga ...." Hakurou uga berpikiran hal yang sama dengan Akira gara-gara melihatnya bisa melakukan teknik ruang yang telah dia tiruketika melawan Jenon.
***
Akira sudah diberi seragam ANBU dengan seragam bau merah dengan sepatu booth, pelindung lengan, dan pelindung dada berwarna coklat serta topeng hitam. Itu merupakan seragam ANBU Iwagakure terbaru.
Semua anggota ANBU berpura-pura tersenyum senang, terutama Hujuo yang abatannya dicopot dan digantikan dengan Akira. Dia merasa sangat kesal dengan Akira dan ingin sekali membunuhnya.
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa iri ....]
[Selamat, tuan ....]
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 1000 poin]
Akira sudah paham mereka akan melakukan apa untuk menatuhkannya. Maka dari itu dia berinisiatif terlebih dahulu, "Jika ada kurang berkenan dengan diriku menduduki jabatan wakil komandan ANBU. Aku bersedia menerima tantangan kalian!" teriaknya.
Semua anggota ANBU menyeringai dari balik topengnya. Rupanya Akira bisa membaca pikiran merak saat ini dan tentu saa ini adalah kesempatan baik untuk membunuh Akira ditempat.
"Aku!" kata Hujuo lantang dengan mata nyalang dibalik topengnya.
Akira sudah menduga orang yang pertama kali menantangnya adalah shnobi yang jabatannya telah dicopot digantikan oleh dirinya.
"Baik, tapi aku mau pertandingan sampai mati," tegas Akira dan melanjutkan, "Aku tidak akan menggunakan ninjutsu, taijutsu, dan kenjutsu untuk melawan kalian semua," tegas Akira dengan menyeringai di balik topengnya. "Ryuton: Mugen Tsukuyomi!"
Akira tanpa disadari oleh mereka melepaskan teknik ilusi tanpa batas. Namun hanya ditujukan pada 100 annggota ANBU Iwagakure saja.
Tubuh mereka langsung terduduk lemas dengan mata membelalak dan mulut terbuka lebar.
Di dalam dunia ilusi yang Akira buat, mereka semua terebak di dalam neraka. Tubuh mereka semua disiksa berulang-ulang tanpa henti, namun siksaan Akira yang paling kejam daan brutal hanya ditujukan padda Hujuo untuk menghabisinya.
[Ding! Memotong 1000 poin chakra Enenra karena telah menggunakan jutsu dengan chakra Enenra]
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 0 poin]
Akira langsung berlutut satu kaki dengan tubuh sangat lemas, dadanya kembang-kempis tak karuan. Karena staminanya langsung terkuras habis.
Akira segera mengeluarkan 10 pil chkara untuk mengembalikan staminanya dengan cepat, "Sial, teknik ini menguras stamina dan poin chakra Enenraku semua sampai habis. Pantas saja teknik ilusi tak terbatas ini bisa membuat semua shinobi masuk ke dalam dunia ilusi tak terbatas," gumamnya kesal dengan nafas yang kembali normal.
Akira melepaskan teknik ilusi tak terbatas pada semua anggota ANBU Iwagukure. Semuanya terbangun dengan tubuh gemetar dan waah seputih kertas, kecuali Hujuo. Dia masih memejamkan mata karena jiwanya tidak kuat menahan siksaan Akira yang terlampau brutal di dunia ilusi miliknya.
"Bagaimana rasanya hidup di alam yang aku buat?" tanya Akira dengan menyeringai jahat dan sudah melepas topengnya.
"Am-ampuni kami wakil ko-komandan." Semuanya berlutut satu kaki dengan tubuh masih gemetar.
"Wakil ko-komandan, tidak. Maksudku Ko-komandan, mulai sekarang a-aku mengundurkan diri menjadi komandan. A-aku akan menyerahkannnya pada Komandan Akira," kata Subaki dengan nada bergetar.
Bagaimanapun juga siksaan Akira melemahkan mental mereka. Wajar saja jika Subaki dan lainnya ketakutan dan patuh pada kekuatan Akira saat ini.
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan ....]
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 99 poin]
"Nampaknya mendapatkan poin chakra Enenra ini sangat mudah dan menghabiskannya juga sangat mudah," gumam Akira dengan menyunggingkan senyum.
"Baiklah, aku terima keputusanmu. Tapi ingat jangan sampai kabar ini keluar. Kalau sampai ada yang keluar, aku tak segan-segan mengabisi kalian seperti dia!" Akira menujuk tegas mayat Hujuo dan membuat mereka bertambah ketakutan.
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa takut ....]
[Selamat, tuan ....]
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 188 poin]