
Ketiga Naga tanah liat tersebut terbang melesat ke arah Matatabi yang terus menembakan bola api biru yang berukuran besar.
Bola-bola api biru tersebut berhasil dihindari dengan mudah oleh ketiga Naga tanah liat. Kepala ketiga Naga tanah liat tersebut menyeruduk dengan tenaga yang sangat kuat ke kepala, badan, dan ekor Matatabi hingga menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat.
BOOM!
Permukaan pasir dalam radius 500 meter beterbangan dan menutupi pandangan. Sejauh mata mendang, Mishima hanya melihat kepulan asap dan debu yang tebal.
Matatabi terpental sejauh 100 meter, hantaman kepala Naga tersebut cukup keras dan melukai tulang hingga retak di bagian yang terseruduk oleh kepala mereka bertiga.
“Ini belum berakhir.” Mishima menautkan tangan dan membentuk Elang tanah liat untuk terbang mendekati Matatabi, “Katsu!”
Dari kelima mulut Naga tanah liat, muncul seberkas sinar berwarna jingga yang terkumpul dari chakra negatif dan positif di sekitar gurun iblis.
cahaya tersebut membentuk bola yang jingga yang diselimuti petir berwarna jingga yang bergemericik disertai deru angin yang sangat kuat. Lalu ditembakan ke arah Matatabi yang sedang meringkuk lemas.
Permukaan apasir beterbangan dan membelah udara disekitarnya. Tercipta gelombang kejut di area yang dilewati bola jingga yang memiliki kepadatan chakra yang sangat pekat itu.
BOOM! BOOM!
Lima bola raksasa jingga menghantam tubuh Matatabi serentak. Tubuhnya berlubang dan hampir sekarat dibalik kepulan asap dan debu yang menjulang ke langit. Sisa-sisa dari ledakan tersebut membentuk cekungan kawah berpermukaan pasir disertai magma yang sangat panas yang menenggelamkan tubuh Matatabi.
“Groaaar …!” Matatabi meraung kesakitan. Namun, Matatabi yang sekarang bukan Matatabi yang Naruto kenal. Matatabi yang sekarang telah terkontaminasi chakra Enenra dan merubah tubuhnya.
Raungan keras Matatabi merupakan pertandan untuk memanggil chakra Enenra yang masih menyebar pekat di sekitar wilayah Sunagakure.
Tubuhnya yang berwarna biru berubah menjadi warna ingga dengan loreng merah, matanya nyalang berwarna hitam pekat dan tubuhnya 10 kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
“Gawat! Paman Mishima lari!” teriak Akira yang menyadari jika Matatabi telah berevolusi menjadi Shinka Matatabi, bahkan lebih kuat dari itu.
Terlambat, Akira memberitahu Mishima sangat terlambat. matatabi hilang dari pandangan Mishima dan berhasil menghancurkan 3 Naga tanah liat dari jutsu C7 milik Mishima. Kaki depan kanannya diayunkan cepat untuk menghantam Mishima.
BAM!
Mishima terpental sangat jauh sampai ke perbatasan hutan antara Konohagakure dan Sunagakure. Elang tanah liat yang ditumpanginya juga hancur dalam sekali tepukan oleh kaki depan kanan Matatabi.
SRAAK! BOOM!
Tubuh Mishima terus menghantam pepohonan dan tidak berhenti, semua pohon yang ditabrak tubuh Mishima tumbang.
“Uhuk-uhuk!” Mishima akhirnya berhenti setelah menabrak dinding sebuah gua dan dinding gua tersebut retak dengan menyisakan cetakan tubuh Mishima. Dia beberapa kali batuk darah dan sekarat. “Selamat tinggal Akira sa ….”
“Tidak! Hiraishin no jutsu!” Akira yang belum pulih dari luka yang diakibatkan chakranya dipakai terus menerus oleh anggota ini Senso No haijo terpaksa menolong Mishima yang sedang sekarat.
Tubuh Akira berkedip dan muncul di depan Mishima. Kemudian dia menempelkan kedua telapak tangannya di dada Mishima, “Kisho tensei!”
Chakra berwarna biru menyala terang dari kedua telapak tangan Akira. Mishima sudah memejamkan mata dan hampir saja nyawanya dicabut oleh malaikat pencabut nyawa.
Akira harus menggunakan kinjutsu tersebut. karena medikal ninjutsu yang lainnya tidak mampu untuk menyelamatkan nyawa Mishima. Akira hanya dua pilihan, pertama menggunakan kinjutsu kisho tensei atau menggunakan kinjutsu rinne tensei.
“Groaaaar!” Shinka Matatabi meraung keras dan memindai seluruh tempat untuk mencari keberadaan Mishima untuk membalas dendam.
Raungan keras Matatabi sampai terdengar ke wilayah Sunagakure dan membuat takut warga. Namun, salah satu Kyu Zepan-teki dari klan Masamune yang mengkhianati Kazekage Shinki, menghubungi para atasan mereka yang masih hidup, yakni Raiga Hoshigaki, Hyuga Yoda, dan Azuga Baroi untuk datang ke Sunagakure.
Raiga Hoshigaki tiba-tiba keluar dari pusaran emas. Itu adalah jikkukan ninjutsu yang dikembangkan oleh Yoda menggunakan cakra sel Kitana.
Kembali ke Akira yang sedang diburu oleh Shinka Matatabi yang sudah naik level signifikan ke level Ryunin dua dan terus naik signifikan sampai ke level Ryunin 9.
Hidungnya mengendus dan mengecilkan tubuhnya gar bisa melesat lebih cepat mengejar Akira yang chakra sudah dapat ia rasakan.
Raiga hoshigaki pun segera melesat keluar dari kantor Kazekage. Dia sudah menemukan keberadaan Matatabi yang bergerak cepat ke arah hutan perbatasan antara Konohagakure dan Sunagakure.
“Paman Kishima, bertahanlah! Guhak!” Akira mengerahkan semua energi kehidupannya dan semua chakranya untuk menyelamatkan Mishima.
Matatabi semakin mendekat, namun Mishima bellum ada tanda-tanda untuk sadar.
“Sial, si kucing lair itu juga mengejarku, aaaaargh! Kuchiyose no jutsu!” Akira memanggil Ryudoko tanpa merapal segel tangan dan mengaktifkan tensei-rinnegan. “Rinbo hengoku!”
Ryudoko muncul dari kepulan asap dilangit dan segera terbang secepat kilat ke arah Matatabi untuk menghalanginya agar tidak sampai ketempat Akira yang sedang fokus menyelamatkan Mishima.
Matatabi mengecilkan tubuhnya dan berbentuk seperti manusia, namun mukanya tetp muka kucing. Rambutnya biru panjang menjuntai sampai ke pinggang dan sangat berkilauan. mengenakan jubah Rikudo Sennin tapi berwarna biru dengan kedua lengan memakai senjata cakar.
“Hanya siluman rendahan berani melawanku, mati!” Matatabi dengan raut sinis menyabetkan senjata cakarnya dan menciptakan gelombang angin berbentuk sabbit yang sangat besar.
SWUSH!
Ryudoko yang sedang secepat kilat memiringkan badan agar tak terkena siluet sabit angin dn benar saja badan Ryudoko tidak terkena.
“Hahaha … ini baru permulaan.” Matatabi menjentikan jari dan sabit angin yang sudah melewati tubuh Ryudoko tersebut berbalik arah dan mengejar Naga tanah itu.
SLASH! BOOF!
Punggung Ryudoko terkena siluet sabit angind dan langsung memuncratkan darah. Naga tanah itu kabur menjadi kepulan asap, sebab tak kuasa menahan rasa sakit dari sayatan siluet sabit angin yang dilesatkan oleh Matatabi.
Dari jauh terlihat pria yang memiliki tanda silang di kedua pipinya dan berambut acak panjang menjuntai sampai ke pinggang.
Dia adalah Raiga Hoshigaki yang memakai seragam petinggi Yon Kingu, berupa jubah berwarna merah dengan pelindung dada berwarna merah juga dan kaos lengan panjang dengan lencana naga di dada kirinya.
“aku tak menyangka Bijuu sepertimu bisa bereveolusi menjadi bentuk manusia. tapi sayang sebentar lagi kamu akan dikorbankan untuk membangkitkan kekuatan yang lebih hebat dari pohon Shinju atau Jyuubi —”
“Jangan banyak bicara!” potong Matatabi dengan mengeraskan rahang dan sudah berpindah tempat di belakang Raiga.
TRANG!
Matatabi hendak menusuk punggung Raiga dengan senjata cakarnya. Namun entah darimana muncul pedang Samehada menangkis tusukan cakar tersebut.