SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 216 Penyesalan Yang Dalam


Yureka membulatkan mata mendengar keterangan Akira. Pasalnya, semua yang dikatakan pemuda berambut hitam legam tersbut benar dan tidak ada yang meleset.


"Sudahlah, daripada Nona mengusirku lebih baik Nona aku sembuhkan. Aku jamin Nona nanti malam tidur pulas." Akira menggandeng tangan Yureka untuk masuk ke dalam Ruko yang sudah dirubah menjadi Klinik dalam semalam.


Seperti Kerbau dicocok hidungnya, Yureka pasrah tangannya ditarik Dokter culun tapi jika dilihat lebih dekat ternyata dibalik kacamatanya, Akira sangat tampan.


Semua naka buahnya pun hanya membulatkan mata, melihat Kapten mereka dibawa masuk untuk diobati. Mereka tak bisa berbuat apa-apa.


Akira mendudukan Yureka pada salah satu kursi khusus yang ia pesan pda Hiza. Kursi tersebut akan Aira gunakn untuk merelaksasi pasiennya sebelum diobati atau operasi dengan metode yang bukan umumnya seorang Dokter.


Akira memijat kedua pundak Yurkea dengan lembut. Perempuan berambut hitam pendek tersebut merasakan sensasi yang begitu lembut seperti disentuh bulu-bulu kucing yang tebal. Matanya terpejm, sampai-sampai melenguh nikmat. Bahkan hasrat terpendam seorang wanitanya tiba-tiba bangkit.


Pijatan lembut Akira membuat Yureka nyaman dan tentram, sekaligus merasakan sentuhan lembut seorang lelaki dewasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Dalam pijatan lembut tersebut, tanpa dirasakan dan dilihat oleh Yureka, Akira melakukan totokan secepat kilat pada titik meridian tertent untuk melancarkan aliran darah yang tersumbat di dalam tubuh Yureka.


Seluruh aliran darah ditubuh Yureka mengalir lancar dan tingggal proses terakhir, yakni memberikan 10 pil hiringu. Karena penyakit yureka lumayan kronis, tapi sepertinya ia tak memperdulikannya hingga bertambah parah saat ini.


"Nona, silahkan telan semua pil ini! Aku akan membantu tubuh Nona unuk mnyeraapnnya dengan sangat cepat dan Nona bisa langsung sembuh," pinta Akira menyodorkan 10 butir pil hijau ke depan muka Yureka dari belakang tubuhnya.


Tanpa basa-basi dan kepercayaan pada Akira, walaupun baru mengenalnya. Yureka menela 10 butir pil hijau tersebut sekaligus, "Gluk!"


Akira menempelkan kedua telapak tangannya ke pundak Yureka untuk membantunya menyerap 10 pil hiringu tersebut, supaya bekerja lebih cepat dan maksimal untuk menyembuhkan penyakit jantung Yureka yang sudah kronis.


Asap hitam yang sangat pekat dan mendesis keluar dari seluruh pori-pori tubuh Yureka. Kepulan hitam tersebut sangat bau, karena merupakan racun yang tak bisa didetoksifikasi oleh sistem imunitas di dalam tubuh Yureka.


Yureka merasa tubuhnya seringan kapas, tidak seperti sebelumnya agak berat, selayaknya rantai yang sudah berkarat dan macet yang tidak bisa berputar di dalam sebuah gear.


Akira memaksimalkan chakra senjutsu miliknya untuk mnyerap cepat 10 pil hiringu dan hanya dalam 5 mnit semua pil di dalam perut Yureka berhasl diserap.


"Dokter, tubuhku sangat ringan. Berapa biaya yang perlu aku bayar? Di Konohagakure belum ada dokter hebat seperti anda," puji Yureka menolh ke arah Akira dan tersenyum padanya.


"Nona terlalu sungkan. Aku hanya dokter biasa. Untuk pembayaran aku tak ingin mengambilnya dari Nona. Tapi apakah aku akan tetap ---"


"Tidak. Aku jamin tidak ada orang lagi yang berani menyentuh Dokter. Jika butuh bantuuan, datang saja ke kantor polisi Konohagkure," potong Yureka.


"Baik, terima kasih Nona." Akira tersenyum lebar sambil menangkupkan tangan.


Yureka wajahnya sangat sumringah dengan mata berbinar-binar. Akhirnya penyakit yang selala ini membbuatnya kesakitan telah sembuh dan sanga cepat sembuhnya oleh Akira.


Akira tidak banyak melalukan pergerakan yang frontal di dalam Konohagakure. Dia harus terus menjaga hubungan baik dengan semua warga dan para pejabat Konohagakure untuk mendapatkan keberadaan lokasi semua Klan yang dipenjara.


Berkat Yureka sembuh, mulutnya tanpa sadar terus mempromosikan klinik milik Akira ke warga sekitar. Banyak orang yang berbondong-bondong datang ke klinik Akira dan ia layani dengan baik tanpa dikenakan biaya khusus pembukaan di hari pertama ini.


Mikha juga datang ikut membantu Akira di klinik sebagai resepsionis, sekaligus belajar pada Akira medikal ninjutsu.


***


Perbatasan Otsugakure dan Kirigakure.


Chojuro dan Kagura telah sampai di wilayah negara Air. Mereka berdua ditugaskan oleh Akira untuk melihat keadaan Otsugakure, sebab sudah 3 hari tidak ada kabar dari Tenshikage Zyushiki.


Sesampainya disana, dari jauh kedua pasang mata Chojuro dan Kagura melihat daratan Otsugakure yang sangat subur telah berubah menjadi dtaran tandus. Disana sudah tak ada tanda-tanda kehidupan.


"Apa?! Apa yang terjadi?" Chojuro dan Kagura serentak membulatkan mata dengan sebulat-bulatnya.


Mereka berpikir keras dengan keadaan Otsugakure saat ini. Namun tidak hal yang bisa ditemukan dalam pikiran dan prediksi mereka tentang kejadian di depan mata mereka sekarang ini.


Rencana awalnya, mereka akan menysusun rencana merebut Kirigakure dari tangan Raiga Hoshizaki. Mereka berdua meminta bantuan Tenshikage untuk pelakukan penyerangan bersama dalam satu minggu kedepan. Nyatannya, rencana ini sekarang terkubur dalam-dalam.


Mereka berdua mencoba memindai semua wilayah Otsugakure dengan chakra sensor masing-masing dari wilayah utara ke selatan dan dari wilayah barat ke timur. Tapi tetap saja tak menemukan satupun keberadaan chkara salah satu anggota klan Otsutsuki.


"Sensei, sepertinya mereka semua telah hilang," kata Kagura dengan mata membola. Disusul bulir-bulir cairan bening meluncur perlahan di kedua pipinya.


"Sudahlah, ini sudah terjadi. Tapi aku yakin mereka takan madi semudah itu. Mereka adadlah klan turunan pertama dari leluhur Ryutsuki," balas Chojuro menepuk pundak Kagura agar tak bersedih lagi.


Kagura mnyeka air mata di kedua pipinya dan berkata, "Ya, sensei. Anda benar, mereka takan mati semudah itu. Lebih baik kita berpencar, mungkin kita bisa menemukan salah satu dari mereka yang mash hidup."


"Baik." Chojuro mengangguk pelan dan tubuhnya berkedip, "Shunsin no jutsu!"


"Shunsin no jutsu!" Kagura juga tubuhnya ikut berkedip. Keduanya hilang dari pandangan untuk mncari keberadaan anggota klan Otsutsuki yang mungkinmasih ada yang selamat dari serangan salah sau Kyu Zenpan-Teki.


Setelah lam berlari dengan cepat, Kagura menemukan sesosok perempuan dari klan Otsutsuki yang masih hidup. Tubuhnya terkapar lemah dan chakranya telah habis. Dadanya kembang-kempis, dan mulutnya berismbah darah, tergeletak di cekungan kawah.


Kagura segera berpindah tempat ke sisi kanan gadis berambut putih tersebut, "Bu-bunuh saja a-aku. Nimoshiki takan meng-mengkhianati Akira sama," lirih Nimoshiki dengan mata membelalak dan nafas tak beraturan.


"Tenanglah." Kagura mengangkat kepala Nimoshiki dan menyandarkannya pada paha kirinya. Lalu menelankan 10 pil hiringu dan 10 pil chakra satu persatu untuk memuliihkan tubuh Nimoshiki yang terluka parah.