
"Jutsu macam apa itu?!" Hakurou berdecak kagum melihat Akira yang bisa berlari di udara seperti memijak angin. Matanya tidak berkedip sedikit pun saking kagumnya terhadap teknik berpedang milik Akira.
Dia merasa terbakar semangatnya untuk ikut bertempur dengan Akira. Tubuh Hakurou diselimuti aura putih dan menarik gagang ninjato di belakang punggungnya.
"Waktunya beraksi! Shukuchi: Hayai itte," ucapnya lalu melesat ke udara seperti memijak angin. Namun kecepatannya dua kali lipat dari kecepatan Akira.
"Senso no odori!" Akira yang sudah dekat dengan salah satu Sururu langusng menebas tubuhnya dengan kecepatan cahaya.
SLASH! SLASH!
Garis-garis siluet berwarna putih tergambar acak di salah satu tubuh Sururu. Akira berhasil menumbangkan salah satu Sururu dan tubuhnya berjatuhan ke permukaan pasir dan beberapa tubuh bagian lain jatuh menimpa piramida hingga menghancurkannya.
BOOM!
Namun sayang bagi Hakurou yang memncoba memotong kepala Sururu yang lain. Bilah katananya patah ketika menyentuh leher Sururu dan dirinya terkena luka bakar ringan oleh api yang berkobar-kkobar di leher burung raksasa tersebut.
KLANG!
Untung saja dia membawa persediaan pil chakra dan pil hiringu. Dengan sangat cepat, Hakuoru menelan 2 pil hiringu untuk memulihkan lukanya.
"Sial, pil yang tak bisa diiandalkan. Efektifitasnya sangt buruk," gerutu Hakurou yang mencoba menyeimbangkan badan di udara dan melihat luka bakarnya yang lambat untuk pulih.
Akira paham dengan kondisi Hakurou yang pedangnya patah dan melempar dua kodachi sekuat tenaga ke arah pria berambut ungu tersebut dengan berteriak, "Tangkap kedua pedang itu! Kedua pedang itu dibuat dari prisma kristal yang dijatuhkan oleh para Yokai!"
"Prisma kristal?! Yokai?!" Hakurou melebarkan mata sambil menangkap kedua kodachi yang dilemparkan oleh Akira dan menyelimutinya dengan chakra Hakurou yang erwarna putih. "Kedua pedang inni memang terlalu ringan. Tapi aku merasa pedang ini terlalu kuat. Shukuchi: Shide!"
Hakurou melesat cepat ke arah Sururu yang bersiap menembakan bola-bola api ke arahnya. Saking cepatnya, tubuhnya seperti membelah diri menjadi empat duplikat.
Hakurou berhasil menembus bola-bola api yang ditembakkan oleh kedua Sururu. Tubuhnya seperti menembus bola-bola api sakig cepatnya. Namun setelah terllewati oleh tubuh Hakurou, bola-bola api itu lenyap.
SLASH! SLASH!
Hakuru berhasil menggapai salah sattu Sururu yang terbang semakin tinggi dan melepaskan tebasan acak bertubi-tubi. Garis-garis siluet berwarna putih tergambar acak dan sangat banyak di kedua tubuh Sururu. Memotong kedua burung raksasa api tersebut menjadi kubus-kubus seluas dua meter per segi.
Setelah tiga Sururu dibantai oleh Akira dan Hakurou, pintu keluar portal langsung terbuka. Sebelum keluar, Akira mengambil tiga prisma kristal yang dijatuhkan oleh ketiga Sururu.
"Itu prisma kristalkah?" tanya Hakurou yang melihat Akira mengumpulkann prisma kristal dan mereka berdua sudah turun ke permukaan tanah dengan raut wajah sumringah.
"Ya, sekarang senpai tahu bukan? Jika kita bisa berburu Yokai dengan senjata yang dibuat dari batang prisma kristal yang dijatuhkan oleh Yokai yang telah mati?" jawab Akira dan menjelaskan pada Hakurou supaya dia bertambah yakin tentang kegunaan prisma kristal.
"Ya. Nampaknya aku juga akan mendaftar menjadi anggota perserikatan shinobi. Selain hadiah misinya yang cukup besar dibandingkan dengan gajiku di kemiliteran Iwagakure, aku juga inngin membuktikan kekuatanku di mata Klan dan Iwagakure." Hakurou mengangguk tegas penuh dengan rasa percaya.
[Ding! Memotong 1 poin chakra Enenra karena menggunakan Kenjutsu yang dialiri chakra Enenra]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari kekaguman Shion Hakurou]
[Selamat, tuan ....]
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 49 poin]
"Rencana berhasil, hahaha ...," batin akira tertawa jahat karena telah membuktikan tentang kebenaran tentang hal yang berhubungan dengan portal dimensi tetsu.
"Terima kasih atas bantuannya, Ryutsuki." Hakurou mengembalikann kedua kodachi milik Akira. Namun ditolaknya dan malah memberikan keempat kodachi lainnya.
"Tidak perlu. Ini untuk senpai. Aku masih punya pedang ini," sergahnya.
"Terima kasih banyak. Setelah keluar dan mendapatkan hadiah aku akan mentraktirmu, Ryutsuki," kata Hakurou dengan tersenyum lebar.
Mereka berdua pun berlari cepat menuju pintu keluar portal yang akan tertutup 5 menit lagi.
Sesampainya di gedung perserikatan shinobi yang masih tetap sepi. Akira melaporkan misinya dengan memberikan bukti 3 prisma kristal.
Namun Nanoko yang sudah siuman merasakan kepadatan chakra Enenera yang lebih pekat di ketiga batang prisma kristal yang Akira taruh di atas meja resepsionis.
"Nona Nanoko, anda sudah sadar," sapa Akira dengan tersnyum ramah dan membuat Nanoko merona kedua pipinya.
"Ya, terima kasih atas bantuannya," balas Nanoko dengan tertunduk malu. Kemudian dia megenag salah satu batang prisma kristal, "Akira, kamu hebat. Kepdatan chakranya kemungkinan dua atau tiga kali lipat yang telah kamu kumpulkan sebelumnya."
"aku tidak paham Nona, hehehe ...." Akira terkekeh engan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kemudia dia melanjutkan, "Tapi aku punya firasat, setelah ini akan ada banyak shinobi-shinobi mendaftar menjadi anggota perserikatan shinobi. Bagaimana jika prisma kristal sebelumnya dibuat senjata oleh Nona Nanoko?"
"Olehku?!" Nanoko menujuk dirinya sendiri dengan mata melebar. "Jangan bercanda Akira!"
"Maaf, Nona Kagane." hakurou menyela pembicaraann mereka berdua dan melanjutkan, "Apa yang dikatakan oleh Ryutsuki benar. Setahuku Klan Kagane memiiliki jutsu tersembunyi untuk membuat senjata. Walau aku akui, maaf, tidak sehebat Shinichi Kudo dan juga Kurogane Tsubasa."
Bisa dikatakan, Nanoko merupakan anggota Klan terakhiir dari Klan Kagane. Dia tidak tahu tentang semua jutsu klannya sendiri, sebab 7 tahun lalu akira meledakan Iwagakure dan Klan Kagane tewas tak tersisa hanya menyisakan Kagane Nanoko.
Saat itu Nanoko berumur 7 tahun dan masih di akademi Iwagakure. Nanoko tergolong shinobi sampah yang lulus akademi di umur 12 tahun. Karena dianggap lemah, maka desa Iwa memperkerjakannya di perserikatan shinobi mengikuti Samuchi.
Nanoko memejamkan mata dan menarik nafasnya daam-dalam. Mencoba mencari jutsu yang dibicarakan oleh Hakurou di dalam kepalanya. Banyak rahasia di kepalnya yang beum dia jelajahi setelah membangkitkan ninjutsu koton, ninjutsu bakuton, dan ninjutsu kobakuton.
"Yosh, kamu benar senpai!" Nanoko meninju telapak tangannya dengan berapi-api.
Sebab telah meneukan teknik tersembunyi untuk membuat senjata yang diwariskan turun temurun oleh Klan Kagane ke semua anggota Klan sejak baru berumur satu hari.
Hakurou yang sudah yakin langsung mendaftar menjadi anggota perserikatan shinobi. Sedangkan Akira menerima hadiah atas misinya.
Satu portal tetsu dihargai 15.000 ryo, untuk batang prisma kristal saat ini hanya menjadi simpanan aset bagi perserikatan shinobi dan belum bisa dicairkan uangnya. Sebab batang prisma kristal belum diubah menjadi senjata dan dijual ke khalayak umum. Jadi Akira mendapatkan uang dari ua portal tetsu sejumlah 15.000 ryo.
Akira memberikan 2000 batang prisma kristal sebagai hadiah kerjasama dan mendorongnya untuk segera membbuat senjata umum dan khusus dari batang prisma kristal tersebut.
***
Gedung kesatuan ANBU Iwagakure.
Hakurou mengetuk pintu ruangan komandan ANBU, dan memanggil, "Komandan! Aku Hakurou izin masuk!"
"Hm ...!" sahut Subaki.
Hakurou membuka pintu dan mata Subaki melebar, sebab tidak ada luka sedikit pun di tubuh Hakurou. Subaki berharap minimal Hakurou pulang untuk melapor dalam keadaan cacat dan itu membuat hatinya senang.
"Hakurou, k-kamu sudah pulang," sapanya dengan mata membola.
"Iya, komandan." Hakurou memberikan gulungan surat berisi informasi rincian mengenai portal tetsu dari awal sampai akhir. "Itu laporan aku ikut menjelajah dan laporan hasil investigasi di gedung perserikatan shinobi."
"Satu hal lagi komandan," sambung Hakurou dan meletakan seragam ANBU beserta topengnya ke meja Subaki, "Aku ingin mengundurkan diri dari kesatuan ANBU. Aku sudah mendaftar menjadi anggota perserikatan shinobi."
"Bagus, enyahlah dari kesatuan ANBU. Aku tidak mau sampah sepertimu mengotori ANBU," cibir Subaki dengan tesenyum sinis.
"Sampah atau tidak, itu terserahku. Yang jelas ANBU ini hanyalah tumpukan seonggok sampah." Hakurou menyeringai dan tanpa disadari oleh Subaki, pria berambut ungu tersebut sudah berada di belakang Subaki menghunuskan kodachinya ke lehernya.
"Ke-kenapa dia tiba-tiba pulang secepat itu?! A-apa yang terjadi?!" pikir Subaki dengan mata membola dan menjatuhkan rahang.
"Tidak usah terkejut komandan. Aku beritai, eh, beritahu. Aku telah mengaktifkan teknik terlarang Klan Sion, anda tahu bukan?" bisik Hakurou di telinga kanan Subaki dan matanya tambah membola seperti mau lepas dari sarangnya.
Alih-alih ingin merendahkan dan membuli Hakuoru lagi sebelum dia keluar dari kesatuan ANBU. Subaki malah dipermalukan oleh Hakurou dengan cara yang elegan. Tidak perlu banyak sanggahan kata, cukup dengan tindakan.
"Jangan bercanda!" Hakurou meruang keras dan mengeluuarkan aura membunuh untuk menekan Hakurou yang sudah berpindah tempat di depan pintu ruangan Subaki.
Teknik tenkensu shukuchi memang sangat cepat. Bisa dikatakan setara dengan teknik hiraishin.
Namun, teknik tenkensu shukuchi mengandalkan tubuh pengguna yang bergerak melebihi kecepatan super dewa, sedangkan teknik hiraishin hanya perpindahan tubuh penguna satu titik tanda segel ke tanda segel yang lain.
"Kenapa? Mau bertarung denganku? Aku siap kapanpun." Hakuru menyarungkan lagi kodachinya dengan tersenyum simpul ke arah Subaki. "Oh, ya. Mungkin sebagai penggantiku aku akan merekomendasikan satu nama. Namanya Ryutsuki Akira, dia seorang genin dan kesatuan sampah ini cocok untuk, hahahaha ...."
Subaki tambah kesal, matanya nyalang, raut mukannya merahh pada dengan urat otot menonjol diseluruh mukanya. Darahnya sudah memuncak ke ubun-ubun ingin sekali menghajar Hakurou yang kurang ajar padanya. Akan tetapi, setelah memeriksa level Hakurou, Subaki tak berdaya dan merasa bukan tandingan Hakuoru