SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
RA 148


"Tenanglah, aku tidak akan membunuh kalian semua, hahahaha ...." Akira melayang turun perlahan. Kemudian melanjutkan, "Aku hanya ingin bekerja sama dengan kalian tanpa paksaan."


Total ada 1500 orang yang berada di arena bawah tanah, semuanya langsung berlutut satu kaki dan menundukan wajah kecuali Orochimaru serta Denji.


"Lalu kerjasama apa yang kamu inginkan, Akira?" tanya Orochimaru dengan tatapa menelisik.


"Aku hanya meminta tempat penelitianmu. Aku akan memberikan suntikan dana, senjata, dan tentunya sesuatu yang tidak dimiliki desa-desa lain." Akira tersenyum dengan tatapan tajam pada Orochimaru. Kemudian mendekati telinga Orochimaru dan sambil berbisik, "Aku sedang mengembangkan pil penaik level shinobi yang aku beri nama pil Eneru, perpaduan pil chakra dan sesuatu yang hanya aku yang punya, chakra Ryubi."


Orochimaru yang mendengar bisikan Akira matanya membelalak, raut mukanya penuh minat, dan lidahnya menjulur panjang menyapu semua sudut bibirnya.


"Baiklah." Orochimaru tersenyum puas dan tubuhnya berkedip. Selama ini Orochimaru sifatnya berubah setelah perang dunia shinobi kelima, sebagai pemimpin tertinggi desa Otogakure ia selalu memikirkan keberlangsungan Otogakure di mata dunia dan juga peningkatana kekuatannya. Tidak sebelum era perang dunia shinobi keempat selalu memikirkan dirinya sendiri, pemikiran Uchiha Sasukelah yang mengubahnya.


Ketika melihat Denji, Ororchimaru seperti melihat Sasuke dan Mitsuko di saat bersamaan. Dengan sepenuh hati ia melatih Denji dan juga menanamkan beberapa sel DNA berbagai klan seperti klan Kaguya, klan Jugo, sel DNA Jirobo, sel DNA Kidomaru, dan juga sel utama dirinya sendiri. Namun justru tindakannya itu memperlambat dan menghambat pertumbuhan wadah chakra di dalam tubuh Denji. Tentu saja Akiralah yang berhasil merusak batasan di tubuh Denji.


{Gaki! Kau selalu seenaknya menggunakan chakraku, mulai sekarang aku memutus jalur chakraku pada wadah chakramu, hahahaha ... rasakan!}


***


Esok harinya.


Akira dan Denji sedang menuju daerah perbatasan antara Otaogakure dan Konohagakure untuk berburu yoru hewan buas.


[Ding! Terdeteksi semua hewan buas dalam radius 5 km, berevolusi ke tipe level stealth dan level akuma]


"Denji, kamu beristirahatlah! Aku ingin meregangkan otot-ototku ini yang sudah kaku. Aku melihat dari persepsi mata byakugan banyak hewan buas disini, aku ingin mengumpulkan yoru sebagai bahan pembuat kristal Omyoji dan juga pil Samsara, evolusi dari pil Eneru." Akira menarik gagang Ryutaiga dari sarungnya yang berada di punggung, lalu mengibas-ngibaskan bilah Ryutaiga.


"Maaf, Akira sama." Denji menunduk hormat. Kemudian melanjutkan dengan mengaktifkan pedang saber chakra berwarna biru di tangan kanannya, "Lebih baik aku saja yang berburu Akira sama. Kemampuanku ini sudah tumpul setelah satu bulan liburan."


"Baiklah, kita bagi saja wilayahnya. Aku ke barat dan kamu ke timur." Akira menunju jarinya ke arah kanan lalu ke kiri. Kemudian melanjutkan dengan menyeringai tajam, "Jangan lupa kumpulkan yoru sebanyak mungkin!"


"Baik, Akira sama!" Denji menunduk hormat dan mengaktifkan segel karma shinka no juin evolusi dari 3 segel kutukan Ryuko no juin, Chi no juin, dan ten no juin. Tubuh Akira dan Denji berkedip melakukan shunsin no jutsu ke bagian timur serta barat.


Akira berpindah tempat sejauh 500 meter dari tempat mereka berkumpul, melompati satu dahan pohon ke dahan pohon yang lain. Persepsi mata byakugannya memperlihatkan sekumpulan elang yang sangat besar, 10 kali lipat dari berada di atas bukit samping danau perbatasan Konohagakure.


[Ding! Terdeteksi semua hewan buas dalam radius 10 km, berevolusi ke tipe level monster dan level akuma]


Akira melihat layar hologram berwarna merah di depannya hanya menaikan alisnya, karena baru saja berevolusi ke tipe level stealth dan level akuma. Sekarang wilayahnya meluas sampai radius 10 km, berevolusi ke tipe level monster dan level tenshi.


Akira langsung berbalik arah ke arah timur menuju Denji karena sangat mengkhawatirkannya. "Benar-benar merepotkan," gumamnya menyeringai kesal dan mempercepat gerakannya. Sambil melanjutkan, "Nampaknya si kadal buduk sudah menarik kembali chakranya, aku sudah tak bisa seenaknya menggunakan chakranya yang tidak terbatas. Solusinya aku harus membuat pil Samsara secepatnya untuk menaikan levelku tanpa harus menyerap yoru."


"Boom ...!" Suara ledakan terdengar sangat keras, asap membumbung ke langit. Denji bertarung dengan kawanan banteng yang telah berevolusi menjadi minotaur. Suara ledakan itu hasil dari Denji menghantamkan raikoha ke salah satu minotaur.


Asap mengepul menghalangi pandangan, "Groaaaar ...!" Myrios evolusi dari minotaur dan merupakan boss hewan buas, bertubuh tegap berdiri layaknya manusia, mempunyai dua sayap naga berwarna coklat, kulit tubuhnya berwarna coklat, setinggi 10 meter meraung keras menepuk-nepuk dadanya.


Serangan raikoha yang dihantamkan oleh Denji, tak mampu menembus kulitnya yang sangat keras. "Apa?!" Denji mengernyitkan dahinya setelah kepulan asap mereda dan nampak tubuh Myrios yang sedang meraung keras masih utuh, tak ada luka sedikit pun yang menggores kulitnya. Kemudian melanjutkan dengan menyeringai tajam, "Ternyata leve hewan buas lebih kuat daripada level shinobi."


Empat Minotaur berlari cepat ke arah Denji, setengah tubuhnya yang bertubuh manusia dengan kepala banteng bertanduk panjang siap menyeruduk Denji.


Denji merapal segel tangan hanya dengan satu tangan kirinya, karena tangan kanannya membentuk pedang saber chakra berwarna biru. "Suiton: Mizu no ken!" Denji mengalirkan chakra elemen air di tangan kirinya dan membentuk bilah pedang.


"Syat ...!" Denji hilang dari tempatnya berdiri dan melesat ke arah Minotaur dengan menebaskan kedua pedangnya ke tanduk Minotaur untuk memotongnya. Namun tebasan tak mampu memotong tanduk Minotaur yang sangat keras.


"Bang ...!" Perut Denji terseruduk kepala Minotaur dan terpental menabrak beberapa pepohonan hingga membuatnya tumbang.


"Groaaar ...!" Empat Minotaur meraung keras penuh dengan kemenangan, setelah salah satu dari mereka berhasil menghantam tubuh Denji.


"Guhak!" Denji memuntahkan banyak darah. Lalu menelan pil hiringu untuk memulihkan luka dalamnya, "Benar-benar kuat, kedua pedangku tak mampu menembusnya, huff ... huff ... huff ...," gerutunya menyeringai kesal dengan nafas tak beraturan.


"Boom ...!" Denji secepat berguling dan hampir saja terkena hantaman dua tangan Myrios yang ditautkan ke arah Denji. Gerakan Myrios sangat cepat, hanya sepersekian detik tiba-tiba muncul di atas Denji.


Myrios terus membuat Denji terdesak dengan menghantaman axe punch ke arah Denji, untung saja reflek tubuh Denji sangat cepat, hanya dengan berguling ia berhasil mengjindari setiap axe punch yang dilancarkan oleh Myrios.


"Groaaaar ...!" Myrios meraung keras dan menyeringai geram, urat ototnya menonjol besar dengan tubuh berwarna coklat kemerahan karena geram setiap pukulannya, tak ada satu pun yang mengenai Denji.