
Perlahan tapi pasti luka di tubuh Nimoshiki pulih. Dia pun mencoba duduk dan menyeka daraah di sudut bibirnya. Dia pun menceritakan semua kejadiannya dari awal hingga akhir.
"Bedebah!" Kagura raut muka daan seluruh tubuhnya dipenuhi urat otot dengan mengeraskan rahang. "Lalu masih ada yang selamat?"
"Ada, tapi segera beritahu teman andaa tuan Mizukage untuk kemari." Nimoshiki bangkit dari duduknya dan melebarkan mata untuk mengakitfkan rinnegan merah di kedua matanya. "Mereka berada di dimensi milik tuan Tenshikage."
"Untung saja klan Otsutsuki merupakan sekutu Akira. Aku yang berada siampingnya saja sudah merasa ketakutan. Apalagi jika dia dijadikan istri, pasti istri yang ...," batin Kagura tiba-tiba memikirkan jodohnya, "Aiih .... Kenapa tiba-tiba memikirkan pasangan?"
***
Ishigakure.
Senju Shin dan Denji Nagano tiba di sebuah kedai dan sedang memperhatikan beberap shinobi Ishigakure yang sedang mengirimkan informasi penting ke Iwagakure.
Mereka berdua sedari tadi mengintai mereka, namun sepuluh sannin dari Ishigakure tersebut tak mampu melihat Denji dan Shin. Denji menggunakan teknik suteru agar keberadaan fisik mereka tidak dapat diketahui oleh para sannin Ishigakure tersebut.
Gerakan para sannin ini ppun sangat waspada, mereka berbicara menggunakan bahasa isyarat atau lebih tepatnya menggunakan teknik terepashi, yakni teknik berkomunikasi melalui pikiran yang dihubungkan dengan benang chakra halus yang terhubung di kepala mereka dan hanya bisa berkounikasi jarak dekat sejauh radius 100 meter.
"Bro, mereka pintar. Mereka menggunakan teknik tertentu agar tak diketahui musuh. Tapi bukan namanya Denji jika tidak tahu benang chakra yang halus terhubung diantara kepala mereka," kata Denji menunjuk ke arah 10 sannin Ishigakure yang sedang memutari salah satu meja di kedai Wabufuku tersebut.
Berkat teknik suteru yang digunakan Denji, mereka berdua tidak dapat diketahui keberadaannya, baik chakra maupun suara. Teknik ini sungguh sangat mematikan.
Shin hanya bisa menyipitkan mata dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Hehehe .... Aku malah melihat mereka hanya diam membisu. Lalu apa yang mereka katakan?"
Denji merapal segel tangan yang cukup panjang, namun sangat cepat, "Suiton: Mizu Ito! Ninpo: Suteru!"
Dari sepuluh jari Denji, keluar benang air yang sangat kecil, menjalar cepat ke arah setiap kepala sannin Ishigakure dan tidak dappat dirasakan oleh mereka.
Denji segera mengetahui keberadaan gulungan yang disegel kuat didalam tubuh salah satu shinobi sannin Ishigakure. Akan tetapi, Denji tidak mengetahui isi informasi yang berada didalam gulungan tersebut.
"Shin, tangkap mereka secepat mungkin. Aku akan ketahuan. Ayo lakukan sebelum mereka kabur!" titah Denji.
Sayangnya, mereka bersepuluh menyadari jika mereka sedang dibajak pikirannya oleh Denji. Walaupun menggunakan teknik Suteru, namun itu sia-sia sebab mereka menggunakan se Kitana ditubuh mereka yang mampu membaca jenis chkara apapun yang masuk ke dalam tubuh mereka.
"Kita sedang diintai. Ayo kita pergi!" teriak kapten Odawari. Setelah itu ,mereka bersepuluh langsung berpindah tempat menggunakan teknin shunsin.
"Sia;, mereka pergi! Ayo kejar!" Denji dan Sin juga berteleportasi mengejar mereka yang kabur ke dalam hutan Omarigani. Hutan yang berbatasan dengan empat desa, yakni Iwagakure, Ishigakure, Kusagakure, dan Amegakure.
Salah satu sannin menyadari jika mereka telah diikuti dan yang mengejar mereka telah berhasil mengejarnya.
"Kalian pikir akan mudah menangkap kami yang merupakan 10 sannin Ishigakure." Riko menggigit kedua jempolnya dan merapal segel pemanggilan, lu menghentakan kedua telapaknya ke permukaan tanah, "Kuchiyose no jutsu!"
BOOF!
Dari dalam kepulan asap muncul salah satu Naga agung berelemen air bernama Ryuyori, dan meraung keras mengeluarkan kabut tebal yang menghalangi pandangan, "Groaaar!"
"Cih, hanya mainan anak-anak genin." Denji yang saling memunggungi dengan Shin dan tatapan waspada merapal segel tangan, "Suiton: Rekkuha!"
Lalu kedua tangannya dihentakan ke permukaan tanah dan dalam radius 500 meter tanahitu bergetar hebat selayaknya gempa bumi berskala 2.2 magnitudo.
"Hai bro, kamu selalu berlebihan." Shin juga merapal segel tangan, lalu menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Denji untuk melakukan serangan kombinasi, "Suiton: Shinkuuha!"
10 Sanin mundur dengan melompat cepat. Dari dalam tanah muncul pilar-pilar air bertekanan sangat tinggi dan terus meluas cepat sejauh 500 meter.
Pilar-pilar air tersebut menjulang ke langit dan memotong apapun yang berada disekitanya. Dari pilar air yang menjulang ke langit tersebut dan bertubrukan dengan atmoosfer di udara membentuk awan berwarna biru dan menghujani sepuluh sannin Ishigakure dengan puluhan ribu pedang air yang cukup besar.
SWUSH! BOOM!
"Aaaakh ...!" pekik tiga sannin sangat keras ketika dadanya tertembus pedang air dan langsung tewas seketika.
Berkat dorongan chakra dari Shin, serangan pilar air Denji bertambah luas radius serangannya. Dari jarak radius 500 meter dan terus meluas mengejar 6 sannin Ishigakure. Riko sendiri dilindungi oleh Naga agung air miliknya dengan bola pelindung air dan masih berada di dekat Denji juga Shin.
"Aaaakh!" Satu persatu sannin Ishigure tewas seketika terkena pilar air milik Denji yang sangat kuat dann tubuh mereka meleleh seperti terkena cairan asam yang sangat kuat.
Odawari merapal segel tangan dan sangat cepat, lalu menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah, "Doton: Tajuu tekkyu no jutsu!"
Odawari melindungi tubuhnya dengan bola pelindung besi dan berlapis-lapis. Walau iitu percuma dan mampu dihancurkan oleh pilar air dan pedang air dari serangan kombinasi Denji juga Shin.
Chakra Denji dan Shin langsung terkuras habis, dada mereka kembang kempis dengan nafas tak beraturan. Segera mereka meneln 10 pil biru untuk mengembalikan chakra mereka.
Teknik suteru atau teknik siluman telah berakhir seiring habisnya chakra Denji. Riko bisa melihat keberadaan Denji dan Shin yang sedang menormalkan ritem nafasnya.
Riko merapal segel tangan, lalu menempelkan tangan kanan ke punggung naga setinggi 1.5 meter tersebut, "Suiton: Shinkuuha!"
SWUSH!
Dari dalam mulut Ryuyori mengeluarkan air bertekanan tinggi juga sangat cepat ke arah Denji dan Shin.
"Gawat?!" Shin melebarkan mata daan reflek merapal segel tangan, "Doton: Tajuu Doryuheki!"
Puluhan didning tanah muncul dari permukaan tanah untuk menghentikan laju kecangnya pedang air yang memanjang dari mulut Ryuyori.
Dinding-ding tanah itu dipotong oleh pedaang air dan berhasil mengenai pundak kanan Shin dan membuatnya meringis kesakitan disertai darah yang merembes deras, "Aaaaakh! Uuuugh!" pekiknya sangat keras.
"Shin!" teriak Denji dan langsung memapah Shin untuk mundur. Denji tidak akan membiarkan Shin mati. Bagi seluruh anggota organisasi Senso No Haijo, sesama agota adalah teman sekaligus saudara juga keluarga yang harus dilindungi.
Riko merapal segel tangan kembali dan masih menempelkan telapak tangannya ke punggung Ryuyori, "Suiton: Tajuu mizukyu no jutsu!"
Ryuyori menembakan bola-bola air bertekanan tinggi dang sangat cepat untuk memborbardir Denji juga Shin. Riko takan membiarkan mereka berdua kabur.