
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐ ๐ฎ๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ
Cheng yang akan menjadi seorang ayah selalu pulang lebih awal untuk merawat istrinya yang hamil walaupun sudah ada ibu ye yang membantu. Paman go dan paman Xulchu melihat itu hanya tersenyum karena mengingat saat mereka juga pertama kali menjadi seorang ayah
Setelah melewati 3 bulan kehamilan yeri mulai stabil dan nafsu makanya juga meningkat
Melihat itu cheng dan ibu ye bahagia bahkan setiap pulang kerja Cheng selalu membawa kue-kue untuk yeri makan tak lupa buah selalu tersedia di dapur, kamar dan diruang tamu
Ibu ye tidak bisa berseru melihat kehilangan putrinya sangat makmur siapa di desa yang seperti putrinya saat hamil tidak perlu bekerja hanya perlu duduk diam dan fokus merawat kehamilan
Dia bersukur Cheng adalah menantunya
Banyak gosip tentang yeri yang beruntung karena memiliki suami seperti Cheng tapi nyatanya Cheng yang bersukur memiliki istri yang mencintainya
Ternyata di desa bukan hanya yeri yang hamil tapi juga fangyi dia hamil tapi tetap turun ke tanah untuk mencari poin sungguh kedua wanita ini memiliki hidup yang berbeda
Jika satu memiliki hidup makmur yang satu memiliki hidup sengsara dan selalu kelelahan
Selama bulan-bulan kehamilan perut yeri membesar dan Cheng selalu bangun dan tidur dengan menyentuh perut yeri merasakan gerakan sekecil apapun
Setiap hari perut yeri membesar setiap saat karena itu Cheng meminta untuk rajin minum susu dan makan buah sebelum tidur Cheng akan mengajak jalan-jalan untuk melancarkan saat melahirkan
Ayah ye juga sering ke gunung mencari herbal untuk membantu menghilang bengkak pada kaki akibat kehamilan
yeri selama kehamilan selalu tersenyum melihat keluarganya sangat perhatian dan suaminya mencintanya
Wajah yeri juga semakin berdaging, kulit memutih kemerahan sangat segar dan baik
Banyak wanita yang sudah melahirkan iri dengan perawatan yang di dapatkan yeri
Memasuki bulan ke 6 kehamilan Cheng dipromosikan ke jabatan wakil direktur dan direktur lama di pecat karena tidak becus dalam bekerja hanya duduk dan melakukan korupsi setiap saat
Keluarga ye bahagia dengan promosi Cheng dan makan malam hari itu sangat kaya paman li dan bibi, serta paman du dan bibi du juga di undang untuk merayakan promosi Cheng
Ibu ye terus tersenyum membayangkan putrinya dapat makan-makan kota setiap saat dan tidak perlu turun ketanah
Yeri tersenyum bahagia memeluk Cheng sepanjang malam tapi karena takut menjepit perut yeri, Cheng hanya mengenggam tangan gadis itu
Fangyi yang pulang kelelahan dari ladang melihat orang yang di cinta sedikit demi sedikit berubah merasa patah hati menyentuh perutnya yang membesar dengan sedih
Tapi enggan untuk berpisah karena yakin kekasihnya akan menjadi orang kaya
Bukan karena tanpa sebab fangyi mengatakan itu karena weuxing memiliki latar belakang keluarga yang mampu ibunya seorang pekerja Federasi perempuan, ayahnya seorang direktur pabrik biji-bijian, kakak laki-lakinya pekerja tetap di pabrik daging dan istrinya bekerja di agen pemasokan
Melihat keluarga seperti itu siapa yang tidak senang
" kau pulang cepat bukan aku makan, aku lapar " teriak weuxing kesal
Fangyi tidak mau berlama-lama langsung pergi menasak mengeretakan gigi membayangkan yeri akan menatapnya iri karena dia dapat kembali ke kota dan tinggal di rumah besar memiliki pekerjaan bagus serta anak-anak yang pintar
Kelahiran yeri semakin dekat dan perut yeri sangat besar karena takut terjadi apa-apa Cheng membiarkan yeri masuk kerumah sakit lebih awal
Dan benar saja pada hari yang di tunggu Cheng tidak bisa tidur nyenyak karena takut sewaktu-waktu yeri akan melahirkan
" Cheng aww "
Cheng bangun melihat yeri agak kesakitan langsung memanggil dokter setelah di cek bahwa sudah mulai pembukaan , yeri di bawa ke ruang persalinan
Cheng tidak bisa tenang mondar-mandir di pintu hatinya sakit mendengar wanita di dalam kesakitan memanggil namanya
Jika buka karena ibu dan ayah ye menenangkannya dia pasti akan menerobos masuk kedalam menemani istrinya
Tak lama suara hati menangis terdengar
Cheng senang tapi khawatir dengan keadaan istrinya
Saat perawatan keluar membawa bayi itu Cheng langsung bertanya kondisi istrinya mendengar semua selamat dan yeri melahirkan bayi perempuan Cheng bahagia
Dengan gugup mengendong bayi itu dengan lembut bayi itu tidak seperti bayi pada umumnya yang berkerut fitur wajah putrinya sama seperti yeri dia bahagia memiliki bayi perempuan
Melihat menantu mereka menyanyangi putrinya hati kedua orang tua ye lega takut Cheng lebih memiliki bayi laki-laki
Hingga yeri didorong keluar dari ruangan persalinan Cheng menatap dengan sedih " menantu kau bekerja keras "
Yeri tersenyum kemudian menutup mata Cheng ketakutan tapi setelah mengatakan bahwa pasien Hanya kelelahan baru lah Cheng sedikit tenang
Di kamar bangsal yang khusus dipesan Cheng tidak ada orang lain selain yeri disana jadi yeri tidak akan terganggu
Esoknya saat yeri membuka mata dia melihat suaminya tengah membujuk gadis itu untuk berhenti menangis
Mendengar suara putrinya menangis yeri sedikit tertekan ingin memberikan makan putrinya tapi air susunya belum ada
Yeri sedih tapi setelah ditenangkan oleh Cheng bahwa itu wajar karena belum makan, Cheng meminta ibu ye membuat hidangan ikan gurcia yang sangat bagus
Setelah yeri jauh lebih berenergi saat anak itu bangun ingin makan air susu yeri keluar bahkan kelebihan karena itu dibutuhkan bantu suami untuk mengurangi
" berikan bayi itu pada ibu , Cheng akan membantu mu " ibu ye membawa cucunya keluar
Yeri sangat malu sedangkan Cheng sangat senang membantu yeri mengurangi jumlah asinya
Tanpa sadar yeri mendesah saat Cheng mengurangi asi itu jika buka karena melihat yeri masih belum pulih Cheng pasti sudah memakan istrinya
Dia buka seorang vegetarian tapi demi anaknya dia menjadi vegetarian beberapa bulan ini dan harus menunggu lagi
Merasakan tatapan panas suaminya dia memerah malu bahkan Cheng tak tinggal diam juga ******* bibir istrinya hingga menjadi bengkak
Saat ibu ye kembali dia melihat kedua pasangan itu sedikit malu
Ibu ye tidak peduli menepatkan kembali cucunya pada tempat tidur bayi
Awalnya yeri ingin langsung pulang tapi Cheng menolak dengan tegas dan harus tinggal di rumah sakit 3 hari lagi untuk lebih amannya
Cheng sama sekali tidak takut mengeluarkan uang karena dia menghasilkan uang itu demi istri dan anaknya jadi wajar jika istrinya harus dinomor satu kan
Setelah tiga hari Cheng meminjam traktor untuk membawa yeri pulang . Menutup tubuh yeri dengan rapat Cheng dan ibu ye membawa yeri dan putrinya kembali ke rumah