
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ฌ๐๐
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Setelah berbicara sebentar cheng berpamitan pergi dari sana dan memilih tempat tidak jauh menyaksikan gubuk itu dengan tenang
Disisi gubuk itu keluarga ni berada di dalam menunggu dan benar saja suara langkah kaki benar-benar terdengar dari luar mendekati gubuk wajah keluarga ni semakin buruk
Saat pintu gubuk terbuka terlihat nier bersama dengan Kangjian masuk
Plak
Ibu nie langsung menampar dengan keras " apa salah ku melahirkan putri tidak berbakti seperti mu yang mencoba merusak reputasi keluarga sendiri apa kau ingin adik mu tidak menemukan menantu " suara penuh dengan kemarahan dan ketidaksukaan
" ibu _ "
" jangan panggil aku ibu " suara ibu nie penuh kemarahan
Ayah nie juga tak kalah marah terus memarahi nie dan memukul gadis itu sesuai dengan rencana mereka akan membuat cheng dan nier tertangkap tidur di kang beberapa warga desa tiba-tiba saja beberapa warga desa datang dan melihat keluarga ni memarahi nier di gubuk
' bukan kah ada orang berselingkuh? ' batin mereka bingung
Cheng melihat beberapa warga telah datang berjalan mendekat kearah mereka seperti tidak terjadi apa-apa
Dari luar cheng dapat mendengar sumpah serapah yang dilontarkan kepada keluarga ni untuk nier Tak lama nier keluar ditarik oleh keluarganya
Melihat itu cheng tidak merasa kasihan siapa pun yang berniat membuat dia menjauh dari yeri tidak akan termaafkan .
Setelah keluarga ni bubar barulah semua penduduk pulang kerumah tapi dengan gosip baru yang lebih
Cheng tidak pulang tapi pergi ke gunung mencari tanaman herbal yang bisa di jual
Ding Terjual....
Ding Terjual.....
Disaat cheng terus menjual beberapa bunga dan tanaman herbal atau bibit tanaman lainnya
Disepanjang jalan cheng menemukan banyak harta karun semakin masuk kedalam semakin banyak
Hati cheng bahagia mulai berterimakasih dengan ke pengecut orang dulu yang tidak berani menjelajah kedalam gunung puas mengambil banyak hal barulah cheng turun kebawah kembali ke rumah dengan kelelahan
Melihat rumah yang akan siap besok suasana hati cheng senang membayangkan dia dan yeri tinggal disatu rumah dan memiliki anak dan menyaksikan anak itu tumbuh dewasa bersama
.
.
.
.
Cheng bangun lebih pagi siap memulai kehidupan baru
Disaat cheng menyelesaikan pekerjaan rumahnya surat dari pabrik kain juga telah tiba dan hanya perlu cap stempel dari paman li sebagai kapten
Menyelesaikan rumahnya cheng memberikan para pekerja 15 sen sebagai upah para penduduk merasa jauh lebih bahagia dan memiliki kesan bagus terhadap cheng
Setelah para penduduk yang membantu cheng pergi , cheng melirik para rumah yang belum terisi barang dengan nostalgia mengingat dari kecil dia tinggal bersama ayah dan ibunya disini
Mulai membersihkan setiap sudut apalagi dengan daya tahan tubuh cheng dapat menyelesaikan dengan cepat
Melirik setiap rumah dengan puas, kebun rumah juga sudah mulai tumbuh tidak perlu terlalu di siram
Sesuai waktu yang diperkirakan cheng seorang datang mengatakan kapten mencari cheng
Dirumah paman li cheng duduk dan bibi li menyeduhkan air gula padanya cheng dapat liat raut wajah mereka bahagia
" cheng paman mendapatkan surat dari pabrik kain kau bisa bekerja mulai besok "
" paman aku tau waktu ke kota aku tidak sengaja menyelamatkan orang dan orang itu memberikan pekerjaannya pada ku karena memiliki pekerjaan bagus lainnya di kota lain " cheng berbohong dengan mengatakan rahmat penyelamatan tapi itu satu-satunya cara paling aman
Paman li mengangguk percaya " itu bagus paman ikut senang " ujar paman li tidak menyembunyikan kebahagiaannya bohong kalau cheng tidak tersentuh dulu dikehidupan pertama terlalu percaya dengan keluarga lama cheng dia harus bekerja dan tidak tau bahwa banyak orang selalu menyanyanginya dan memperhatikan dirinya
" paman jika aku menemukan pekerjaan dikota aku akan memberi tau paman "
Paman li dan bibi li langsung menolak " tidak perlu kau bekerja karena kau anak baik , paman dan bibi tidak akan mengambil keuntungan "
Cheng semakin memiliki kesan baik untuk paman li dan bibi li awalnya jika dia menerima cheng tetap akan mencarikan dengan ikhlas
Paman li menyerahkan surat itu pada cheng " cheng,paman telah memberikan stempel pada surat ini ambil lah "
Mengenggam surat itu cheng menatap dengan tatapan perasaan ' ini adalah awal baru dan tidak boleh mengulang kembali hal yang sama ' batin cheng
" cheng , paman akan menemani mu ke kota untuk bertemu dengan direktur bengkel apa kau ingat "
" paman tentu saja aku ingat " cheng tersenyum
Paman li mengangguk. Bibi li hanya pasrah dengan kedua orang ini yang kecanduan bekerja
" ayah / ibu aku pulang " suara gadis terdengar
Bibi berbalik gembira melihat gadis itu "jiaer " bibi li menyambut gadis itu
" bagaimana pernikahan sepupu mu " tanya bibi li
" ibu sangat bagus " gadis itu bersorak gembira menceritakan saat-saat pernikahan tapi langsung sadar ada orang lain yang ternyata cheng " saudara cheng apa kabar " jiaer menyapa cheng Karena umur jiaer sama dengan chenyer jadi tidak masalah kalau panggil cheng saudara
" gadis lebih sering temanin ibu mu, ayah dan saudara cheng harus pergi " ujar paman li langsung membawa cheng pergi
Dengan mengunakan trator kecepatan pergi ke kota lebih cepat dari pada mengunakan gerobak keledai. Dengan arahan paman li cheng menyetir menuju pusat kota dan dapat cheng liat bengkel itu adalah bengkel negara bisa di liat dari banyak pekerja dan mobil yang masuk kedalam
Traktor cheng berhenti di bengkel itu karena beberapa orang sudah familiar dengan paman li jadi traktor dapat ditaruh di depan tanpa ada yang mengeluh
Masuk kedalam diarahkan paman li cheng melihat seorang pria tua yang seperti pemimpin tengah menatap gusar kearah pekerja perbaikan itu dapat disimpulkan oleh cheng mereka tidak menemukan kesalahan mobil itu
" direktur weigang " sapa paman li dengan sopan
" li kamu disini apakah ini adalah cheng " pria tua yang merupakan direktur bengkel itu menatap cheng dengan tersenyum
" benar ini adalah orang yang aku katakan "
Pria itu gembira " kalau begitu kamerad cheng pria tua ini meminta tolong " ujarnya sangat bahagia walaupun tidak terlalu berharap karena melihat umur cheng
Cheng mengangguk tidak banyak bicara maju ke depan mulai memeriksa " paman mesin mobil ini sudah lama tidak dibersihkan "
" terus apakah kau melihat masalahnya " direktur penuh harapan
" paman ini hanya beberapa kabel yang longgar tapi ada yang harus diganti " jelas cheng mendapatkan tatapan tidak percaya dari senior yang merupakan perbaikan dari bengkel itu
" ah benarkah "
" iya apakah paman punya mobil rusak aku bisa mengambil suku cadang dari mesin itu "
" ada ada " pria tua itu langsung menjawab membawa cheng ke tumpukan mobil rusak
Melihat lusinan mobil rusak cheng mengernyit tidak percaya