
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Di keluarga ye sudah ramai dengan kerabat yang bertanya tenang kebenarannya cheng membeli Tv tak hanya itu kabar ini gembira bagi keluarga ye dan kabar buruk bagi keluarga chen
Bukan hanya kabar yang baik tapi juga membuat kedua orang tua ye tersenyum bangga dengan menantunya karena dapat membuat mereka di sanjung oleh para kerabat
Namun mereka tetap tidak bodoh karena mereka tau sifat dari para kerabat ini sangat serakah dan hanya mementingkan diri sendiri....
" paman bagaimana jika kita berkunjung ke rumah yeri " suara wanita dengan tersenyum berkata membuat para kerabat langsung setuju
Ayah ye mantap keponakannya dengan tidak terlalu senang hanya kerabat mereka yang bodoh percaya dengan tampilan polos itu
" tidak kedua pasangan itu beberapa hari menikah membutuhkan waktu berdua " ayah ye menolak dengan tegas
Kerabat itu kecewa tapi tetap akan pergi walaupun ayah ye menolak . Berpamitan lebih awal mereka dengan buru-buru pergi ayah dan ibu ye menatap dengan tatapan tidak senang tapi khawatir dengan menantu dan putri mereka
Cheng dan yeri yang tengah menikmati waktu bersama tiba-tiba terganggu dengan suara ketukan keras dipintu
Wajah cheng berubah menjadi suram dan tidak senang di pandang
Yeri juga tidak tau siapa yang mengetuk menatap cheng dengan bingung " biar aku melihat "
Yeri mengangguk dengan patuh mengikuti perkataan cheng
Cheng keluar membuka pintu melihat selusin orang yang menunggu dengan tidak sabar tapi wajah cheng lebih galak
Tanpa sadar para pria takut untuk maju meneguk lidah " saudara cheng kenapa kau tidak menyuruh kami masuk " suara dari pria yang hampir seumuran dengan cheng berkata
Cheng dengan datar mempersihlakan mereka masuk tidak membawa ke akal membiarkan duduk diluar bagaiamana pun ada tv dan mesin jahit yang dibeli oleh cheng untuk yeri dia tidak mau anak-anak beruang itu merusak hadiah untuk istrinya
Para bocah kecil itu sering menjadi penganggu tapi melihat wajah cheng mereka bersembunyi di belakang keluarga mereka tidak berani melihat
Yeri yang melihat kerabat keluarganya datang langsung memberikan air putih untuk mereka
Melihat hanya air biasa yang disajikan wajah mereka menampakkan tidak puas sama sekali karena tidak senang bibi kedua yeri berkata " yeri kenapa hanya air biasa keluarkan gula biar aku menambahkannya "
Ucapnya tidak tau malu tapi yang lain menatap dengan setuju, yeri menatap mereka dengan tidak percaya tapi berbeda dengan cheng yang sudah melihat sifat mereka di kehidupan seperti biasa tidak terkejut
" paman / bibi gula tidak ada kami tidak membeli kalau tau kalian datang kami akan akan membelinya " cheng dengan datar menjawab
Mendengar itu bibi kedua yeri tidak bisa berkata-kata hanya menelan ketidak puasanya dalam hati
Kedua bibi dari yeri melihat sekeliling dengan penasaran secara langsung bertanya dimana tv itu
Cheng menatap mereka dengan tajam
seakan tau maksud mereka datang .bibi yeri adalah orang yang suka menjadi penganggu di desa suaminya jadi tidak mengejutkan dia langsung berdiri melihat kesemua ruangan mencari keberadaan tv itu
Saat menemukan dimana letak tv itu mereka berseru menyayangkan bahwa hal baik tidak berada di rumah mereka...
Kemudian tak sengaja kedua bibi yeri melihat mesin jahit di sisi lain mau tidak mau merasa semakin cemburu
" berapa harga mesin jahit dan tv ini pasti sangat mahal " seru bibi kedua yeri
Entah dari mana datangnya keberanian bibi kedua yeri berkata " cheng / yeri apakah bibi bisa meminjam mesin jahit ini " tangannya
yeri tidak ingin memberikan karena tau bibinya tidak akan mengembalikan cheng juga tau pikiran yeri tapi tidak ingin istrinya turun tangan makanya cheng langsung berkata " tidak "
Bibi kedua yeri pikir cheng akan menyetujui karena mereka adalah kerabat istrinya apalagi setidaknya memberikan mereka wajah
Paman yeri melihat istrinya yang di tolak merasa sedikit cemberut tapi tidak bisa mengatakan apa-apa karena ini adalah barang pihak lain
Ditolak bibi yeri seperti tidak malu menatap tv dengan Berbinar-binar dia yakin saat putranya lulus dari SMA dia akan bekerja dan lebih mampu dari pada menanti suami keponakan yang tidak pernah dia pikirkan akan menikahi orang yang mampu.
" cheng cepat nyalakan " bibi ketiga dengan antusias mengunggu cheng menyalakan tv
Tidak seperti selirnya yang lain yang dengan langsung meminjam siapa yang bodoh akan meminjamnya
Cheng tidak terlalu memperdulikan menyalahkan tv selama mereka tidak menyentuh barang-barang itu tidak apa
Disaat tv mulai menyala semua orang berseru tak bisa menahan gembira kebetulan sekali paman li dan bibi li datang
" cheng apakah kau dirumah " suara paman li datang
Cheng keluar dari ruang aula menyanbut paman li ke aula membiarkan yeri menuangkan air gula pada paman li
Kerabat yeri melihat perbedaan dalam hal penyambutan membuat mereka sedikit tidak puas ingin berbicara tapi melihat itu adalah kapten brigadir mereka pasti akan dikritik
" cheng apakah ini tv yang kau beli " tanya paman li menatap dengan tersenyum
Cheng mengangguk membuat paman li menghela nafas
" ah lebih baik dari pada tv dirumah ku " paman li sedikit iri tapi matanya tidak bisa menunjukkan kebahagiaan
Cheng tersenyum kepada paman li " paman kau memiliki tv lebih dahulu sebelum diri ku siapa yang didesa tidak iri pada mu "
Paman li tersenyum berbincang sebentar dengan cheng mengabaikan kerabat yeri
Melihat keterasingan itu mereka tidak bermaksud untuk diam berlama-lama disana tanpa pamit pulang tapi berencana akan melunasi hutang besok pada kakaknya
Tapi mereka tidak tau ayah ye dan ibu ye menutup pintu selama seharian hingga besok penuh membiarkan yaghong dan baixong membawa kerumah nenek mereka
Agar tidak terganggu dengan kedatangan serangga liar yang berisik
Paman li dan bibi li tidak lama dirumah cheng karena menyampaikan berita pada cheng bahwa paman li membutuhkan bantuan cheng untuk mengendari traktor ke kota untuk menjemput para pemuda pelajar yang dikirim untuk membangun negara
Mendengar itu cheng merasa marah tapi langsung tenang karena merasa kedua belum kenal jadi tidak perlu di masukan ke hati tapi jika dia mencoba menyakiti yeri dia akan membuat perhitungan
Tapi waktu kedatangan ini lebih cepat dari waktu yang ada di kelahiran pertama
Apakah karena dia terlahir kembali?? Menyebabkan efek kupu-kupu sehingga semua terjadi lebih cepat
Apakah semua peristiwa buruk itu akan terjadi lagi cheng agak takut jika dia harus kehilangan yeri lagi
Karena takut cheng terus nengekori kemana pun yeri pergi, melihat hal itu yeri bingung bertanya dengan genit dengan tangan melingkar di leher cheng
" ada apa "
Cheng tidak mengatakannya tapi melihat tangan yeri tidak jujur memprovokasinya sebagai seorang pria tentu saja dia tidak tahan
Malam itu cheng bermain dan tidak melepaskan setiap inci dari tubuh yeri dan yeri merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakan