SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI

SUAMI KU TERLAHIR KEMBALI
wanita gila penganggu


๐™Ž๐™š๐™ข๐™ค๐™œ๐™– ๐™จ๐™ช๐™ ๐™– ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™˜๐™š๐™ง๐™ž๐™ฎ๐™– ๐™–๐™ช๐™ฉ๐™๐™ค๐™ง ๐™ฎ๐™–


๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™Ÿ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™  ๐™™๐™ž๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™ฃ


๐™๐™ฎ๐™ฅ๐™ค ๐™—๐™š๐™ง๐™ฉ๐™š๐™—๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ


๐™‰๐™ค ๐™ฅ๐™ก๐™–๐™œ๐™ž๐™–๐™ฉ โŒ


...โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โŠนโŠฑโœซโŠฐโŠนโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€...


Pagi yang baru cheng bangun dengan hati yang indah karena tinggal satu hari lagi lah dia akan bisa bersama yeri dan hanya perlu membuat fangyiย  menjauh dari keluarga kecilnya dan tidak membiarkan dia menyakiti yeri


Setelah berpakaian cheng memberikan kunci rumah kepada bibi li agar membantu mempersiapkan pernikahan tentu saja cheng tidak pelit memberikan 300 yuan untuk mempersiapkan semuanya awalnya bibi li menolak karena sudah menganggap cheng adalah putranya sendiri tapi karena sikap keras kepala cheng bibi li dengan terpaksa menerima dan berjanji akan memberikan cheng pernikahan yang baik


Cheng tersenyum menyapa bibi li sekali lagi kemudian pergi bekerja


bekerja seperti biasa dipabrik cheng tiba-tiba mendapatkan berkas pengeluaran dagang ada di mejanya cheng menatap paman go " paman siapa yang meletakkan ini " tanya cheng bingung


Paman go menggelengkan kepala tidak tau


Cheng menghela nafas duduk mulai mengerjakan berkas itu tapi di waktu yang sama paman pi menatap dengan tersenyum misterius


Paman go juga penasaran siapa yang meletakkan itu karena biasanya akan di antar oleh sekertasi direktur tapi sekarang tiba-tiba ketiga meja ada berkas di atas meja membuat paman go bingung


Tapi entah kenapa dia curiga para paman pi karena kurangnya bukti tidak berani mengatakan secara langsung


Hanya diam sibuk dengan berkas yang ada di depannya . Hingga jam istirahat berbunyi cheng lega untung saja dia pernah bekerja di supermarket dan sering menghitung pengeluaran seperti ini


Tapi perasaannya tidak enak jika meninggalkan berkas itu sendiri disaat tidak ada yang melihat cheng memasukan berkas ke dalam ruang penyimpan menganti dengan berkas kosong


" cheng ayo kita pergi makan siang " teriak paman go


Cheng mengangguk langsung menghampiri paman go pergi bersama ke kafetaria


Ternyata perasaan cheng dan paman go disaat mereka pergi sesuatu terjadi di kantor . Cheng yang tengah asik makan dengan paman go dan paman xulchu serta teman paman xulchu


Selesai makan mereka berjalan bersama kembali baru saja di tengah jalan mereka bertemu dengan paman pi yang mukanya agak ketakutan


Bisa mereka liat dia sedang di marah oleh direktur dan pemimpin pabrik dengan keras saat paman pi melihat kami di langsung menunjuk dan berkata " itu dia aku memberi berkas dan data keuangan ke mejanya "


Cheng menatap dengan bingung tapi kemudian paham yang seharusnya mengerjakan berkas di atas mejanya adalah paman pi tapi malah meletakkan di atas mejanya dan tidak mengatakan apa-apa


Direktur menatap cheng dan bertanya dengan serius " kamerad cheng apakah yang dikatakan tuan pi benar "


Cheng mengangguk paman pi langsung senang " liat aku tidak berbohong "


" aku memang mengerjakannya karena berkas itu berada tepat di atas meja " jelas cheng tau dengan trik paman pi


" kau berbohong jelas kau yang meminta agar kau mengerjakannya " paman pi cepat mengelak


Cheng menatap dengan males " direktur kau bisa bertanya pada paman go, disaat aku datang dia juga sudah tiba dan melihat tiba-tiba ada berkas di atas meja "


Direktur menatap paman go mengkonfirmasi paman go mengangguk


Paman pi menatap paman go dengan marah


" direktur itu _ "


Pemimpin pabrik menatap dengan tenang menatap cheng yang dapat mengatasi dengan tenang Mengangumi reaksi tenang diusia muda ini. Sekaligus penasaran kehidupan cheng sehingga dapat membuat dirinya tenang dalam mengatasi masalah


" direktur aku salah jangan pecat aku " paman pi ketakutan


Direktur menatap dengan marah ke arah paman pi Karena membuat masalah di depan pemimpin membuat dia kehilangan muka


" cukup buat ulasan 10.000 kata kemudian baca di depan pertemuan besok " titah direktur


Paman pi langsung terduduk di tanah hancur sudah hidupnya jika dia memiliki catatan kejahatan dia akan susah untuk di promosikan di masa depan


Cheng dan paman go serta yang lain tidak merasa kasihan karena melihat paman pi terlalu arogan dan suka menyinggung orang biasa dan menjilat orang besar.


Tidak menunggu cheng langsung mengeluarkan dari ruang penyimpanan tapi seakan keluar dari balik mantelnya


" pemimpin ini yang kalian cari, ini adalah perhitungan yang telah saya selesaikan " cheng menyerahkan dengan rendah hati


Direktur lega karena berkas ini akan digunakan saat rapat nanti sore bersama beberapa perusahaan lain untuk memenangkan investasi dari seorang keturunan Tionghoa kaya yang baru kembali dari luar negeri berencana memberikan investasi pada perusahaan negeri nya


" bagus bagus " direktur lega kemudiam direktur membawa pemimpin pergi


Meninggalkan paman pi


Cheng dan paman go serta yang lain meninggalkan paman pi sendiri disana


Di dalam ruangan paman go sangat marah " cih pria tua itu tidak tau malu " gerutu paman go


Cheng tidak berbicara membiarkan paman go tenang sendiri


Setelah paman go tenang barulah dia duduk meminum teh yang di bawa dalam bolot enamel


" paman jangan marah orang seperti itu tidak pantas dipikirkan" ucap cheng


" kau benar " jawab paman go tapi dia paling benci orang seperti iniย  yang mengunakan orang lain sebagai batu loncatan


Disaat mereka sedang berbicara di lain tempat beberapa wanita pabrik sedang berkumpul memisahkan kain yang cacat dan yang bagus


" Qia mei apakah kau benar-benar menyukai kamerad cheng " tanya seorang gadis dengan muka penasaran


Gadis yang dipanggil Qia Mei mengangguk di adalah gadis yang menyatakan cinta namun ditolak " tapi aku dengar di telah memiliki tunangan dan akan menikah? " seorang gadis dengan warna kulit lebih gelap dari yang lain berbicara


Qia mei menatap dingin kearah gadis hitam itu " cih apakah kau pikir gadis desa dapat membuat aku menyerah semudah itu " dengan nada arogan


" tapi bukan kah itu salah " seorang gadis bertanya dengan ragu-ragu


Qia mei yang selalu merasa bangga pada dirinya menatap jijik kearah gadis itu " cih ini adalah urusan ku dan bukan urusan mu kau liat saja kamerad cheng pasti akan menyukai ku " dengan tatapan percaya diri


Para sahabat hanya menghela nafas tidak mau ikut campur atas urusan temennya itu sibuk melirik pekerjaan dengan serius


Saat jam pulang mereka bersama-sama keluar tidak sengaja Qia mei melihat cheng mengendarai sepedah dengan merek Phoenix yang jarang dimiliki orang-orang kecuali jika di kaya


Keinginan Qia mei semakin kuat ingin memiliki cheng dia pasti akan menjadi orang yang menerima tatapan iri dari para pekerja wanita pabrik yang lain


Dengan langkah besar dia memanggil cheng bukannya cheng berhenti tapi cheng tetap berjalan mengabaikan panggilan dari Qia mei karena menurut cheng dia tidak kenal dengan lesbian itu dari pada membuang waktu lebih baik kembali menyiapkan hal untuk pernikahannya