
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐
๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐๐
๐๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
suasana bahagia cheng melihat gadisnya yang tertidur dengan pipi buah persik dan plum tampak sangat nyenyak dalam tidur . Cheng memeluk yeri memeluk tertidur dengan bahagia
Keesokan harinya tidak ada yang serius, cheng bangun merapikan rumah dengan pelan-pelan karena takut membangunkan yeri
Entah sejak kapan Cheng telah menumbuhkan kebiasaan bangun sangat awal dan membereskan segalanya.
Tak lupa Cheng membuat soup bubur untuk yeri menambahkan dua telur
U
ntuk mengisi tubuh gadisnya
Disaat Cheng tengah menyiapkan tiba-tiba sebuah lengan melingkar di pinggangnya " suami " suara yeri agak genit
Cheng membeku tampak sedikit panas tapi melihat istrinya sedikit mengantuk dia melepaskan pikiran kotor itu
" ayo makan " Cheng tersenyum berbalik memeluk gadis itu dengan satu tangan dan tangan lain membawa mangkuk sarapan
Duduk bersama menyantap sarapan keduanya tersenyum manis satu sama lain
Mengosok pipi gadis itu di tangannya Cheng mengecup pipi gadisnya itu baru pergi bekerja dengan semangat 45
Bahkan saat melewati paman penjaga pabrik Cheng menyodorkan rokok sebagai sapaan
Paman penjaga tau siapa Cheng menyukai pemuda yang mampu menerima rokok dengan senang hati
Berbincang sebentar barulah Cheng pergi ke kantor melihat tempat paman pi telah di ganti oleh orang lain
Cheng cukup terkejut menatap paman go tanpa sadar
Paman go dengan suara kecil berkata pada Cheng " dia mengundurkan diri "
Cheng terkejut tapi paman go tadinya juga terkejut tidak nenyangka pi akan mengundurkan diri hanya karena masalah keluarga
Paman go menepuk bahu Cheng meminta tidak terlalu ikut campur , tentu saja Cheng setuju kembali ke tempatnya duduk mulai mengerjakan pekerjaannya
Paman go sesekali berbincang dengan Cheng sambil mengerjakan berkas kedua orang itu juga tak melupakan orang baru itu dengan ramah mengajak berbicara
Mereka berdua mendapatkan pemahaman baru dengan perbicaraan dengan pria tua itu dia sangat masuk akal, logis dan jujur tapi Cheng tidak mempercayai semudah itu karena cover bisa saja menipu
Tapi tetap Cheng berbicara dengan ramah selama orang itu baik maka Cheng juga akan baik....
Saat jam istirahat mereka bertiga ke kafetaria melihat menu hari ini adalah pencake kentang, acar lobak dan udang tepung dan pangsit
Karena itu ramah para pekerja mengantri membeli lebih banyak pangsit
Cheng juga ingin mencicipi pangsit buatan paman Xu
Setelah mencicipi segala hidangan yang dibuat paman Xu Cheng mengacukan jempol
Cheng bangkit langsung meminta paman li menyisakan pangsit untuk dirinya saat jam pulang pulang di akan mengambilnya
Setelah menbayar Cheng dengan lega bersama paman go dan paman jiang kembali ke kantor
" asisten vei " sapa Cheng membuat sangat asisten yang mondar-mandir di depan kantor mereka kaget
Dengan tergesa-gesa menghampiri Cheng " Cheng aku minta tolong pada mu ya "
" ????? "
" asisten direktur tidak masuk karena sakit aku lupa mencarikan pengantin apakah kau bisa membantu ku hanya satu hari saja "
Kemudian Cheng segera menerima jadwal direktur memulai mengurus mulai dari menyiapkan kendaraan untuk berangkat Mensurvei bahan pokok dari pabrik lain, dan beberapa pemeran lain
Setelah siap Cheng mengetuk pintu direktur menyampaikan sudah waktunya
" hahah apakah bocah nakal itu menghampiri mu dan meminta kau menjadi asisten ku sehari " direktur menebak
Cheng dengan jujur mengangguk tiba-tiba direktur menepuk bahu Cheng " bagus-bagus
Cheng bingung apakah ada yang salah?
Tapi kemudian segera dengan profesional pergi keluarga tapi tidak sengaja bertemu dengan wakil direktur yang ternyata saling bermusuhan
" oohhh apakah direktur li akan mengunakan mobil sayang sekali aku yang pertama datang " ucapnya dengan nada arogan tapi saat asistennya datang mengatakan mobil telah di pesan dia tidak bisa merasa marah
" bajingan mana yang memesan mobil ini "
Cheng tidak takut " itu aku " Cheng menyerahkan nomor pada staf dan resmi dapat mengunakan mobil
Direktur li sering telat mendapatkan mobi karena keduluan wakilnya tapi kali ini dia lebih dulu membuat dia bahagia setengah mati " Go wengche seperti kau harus menunggu satu jam untuk mendapatkan mobil " nada direktur li tanpa sadar naik
Wakil go wengche tidak bisa tidak mengeretakan gigi menahan amarahnya menatap asistennya yang lelet
Cheng tidak peduli dengan sopir kantor mereka bertiga pergi ke pabrik tempat membeli bahan pokok dan utama pembuatan kain dan baju
Selama setengah jam menemani direktur li mengecek barang yang dipesan sesuai atau tidak serta melihat semua sesuai jumlah yang disepakati barulah kemudian membayar tak lupa Cheng mengingatkan untuk meminta bukti
Setelah selesai Cheng kemudian pergi ke tempat selanjutnya untuk mengecek pembelian cat dengan kualitas tinggi
Melihat setiap daftar tugas selesai direktur tertawa senang " Cheng aku akan kembali ke rumah kau bisa meminta sopir mengantarkan kau kembali "
Cheng langsung menolak " direktur kau bisa menurutkan aku di depan aku juga memiliki urusan dan biarkan sopir ikut bersama mu "
Direktur tidak bertanya urusan apa karena setiap orang memiliki pekerjaan lain dan urusan yang penting setelah mendapat anggukan sopir menurutkan Cheng di depan
Dari sana Cheng berpisah dari direktur berjalan melihat sekeliling dengan tatapan serius mulai berjalan melihat-lihat ada beberapa pedangang yang mulai membuka toko karena mendapatkan lampu hijau dari pemerintah tak hanya itu melihat ada yang menjual aksesoris seperti jempitan Cheng membeli satu jempitan bunga seharga 1 dolar dan syal bermotif bunga
Persik
" kawan pasangan anda pasti sangat beruntung memiliki pasangan yang perhatian " ucap wanita tua itu tersenyum
Cheng tersenyum dia lebih beruntung memiliki wanita yang menunggunya dan menyanyanginya dalam keadaan apapun
" terimakasih " ujar Cheng berjalan melihat-lihat suasana yang ramai Cheng ingin membawa yeri kesini dan menikmati toko-toko yang dibuka
Tak jauh dari tempat yeri berdiri terdapat kios kecil menjual beberapa makan ringan seperti kacang kenari, bunga matahari yang sering berada di bioskop
Cheng membeli 1 kati setiap masing-masing
Merasa puas melihat-lihat sekalian mencari peluang usaha Cheng kembali ke pabrik dan itu sudah waktunya pulang......
Mengendari sepedah Cheng kembali ke desa dan sudah ada beberapa bibi berdiri di jalan pintu masuk desa hingga kedalam
Cheng menatap mereka dengan tatapan bingung apa yang mereka tunggu
Disaat sepedah terus melewati mereka Cheng tak sengaja mendengar bibi wu mengatakan anaknya telah bekerja di pabrik setelah pergi ke rumah pamannya dan akan kembali hari ini sedangkan para bibi itu menunggu lelucon dari keluarga chen
Ah Cheng tidak peduli dengan keluarga lama nya
Tapi merasa kasihan pada bibi wu yang di tipu putra sulungnya dia tidak mendapatkan pekerjaan malah tertipu sungguh miris
" aku pulang "
" suami datang dan minum "
" menantu terima kasih atas kerja keras mu " suara Cheng agak kelelah
Melihat itu yeri tersenyum mencium pipi Cheng " suami tidak ada kerja keras, kau kerja keras menghasilkan di uang diluar terimakasih "
Dalam sekejap kelelah Cheng selama sehari lenyap digantikan oleh senyum manis