
๐๐๐ข๐ค๐๐ ๐จ๐ช๐ ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฎ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฌ๐ ๐ฎ๐ ๐ฉ๐ฎ๐ฅ๐ค ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐๐ง๐๐ฃ
๐๐ค ๐ฅ๐ก๐๐๐๐๐ฉ โ
...โโโโโโโนโฑโซโฐโนโโโโโโ...
Paman pi tampak tidak fokus sejak tadi hingga waktu pulang dari pabrik cheng sedikit merasa simpati pada paman pi .
DI DESA
Yeri yang sejak kepergian cheng sibuk membuat baju melihat arlojinya yeri buru-buru berhenti bergegas kedapur memasak hidangan
Memasak hidangan favorit cheng, yeri tersenyum
Cheng yang baru pulang melihat cerobong asap langsung menuju dapur dia melihat punggung gadisnya sedang memasak tanpa sangat cantik dengan senyum indah di wajahnya
Yeri merasakan tatapan melihat kebelakang menemukan cheng menatapnya membuat dia malu
" cheng kau pulang "
Cheng mengangguk tersenyum melipat ujung lengannya membantu yeri menyalahkan api
Yeri tersenyum agak tidak tega saat cheng membantu tapi melihat mata prianya dia tersenyum mempercepat masak
Selesai menyajikan di meja makan cheng dan yeri duduk berdekatan " makan "
Kedua pasangan itu tersenyum menyantap makanan dengan lahap cheng tidak tinggal diam memasukan daging ke mangkuk yeri
Yeri tersenyum memakan daging pemberian suaminya
Bahkan selesai makan cheng langsung pergi cuci piring yeri terkejut melihat cheng bersedia mencuci piring
Yeri tidak diam ikut membantu tapi diusir oleh cheng " jangan melakukan itu airnya dingin "
" tapi _ "
" pergi hangatkan diri "
Yeri berkedut ini panas tidak dingin tapi patuh mendengarkan suaminya duduk tidak jauh menatap wajah suaminya yang tampan
Bahkan disaat cheng selesai yeri tetap fokus menatap wajah suaminya cheng menatap tersenyum geli " apakah tampan "
Yeri mengangguk tanpa sadar tapi setelah sadar dia menundukkan kepala malu
Cheng terkekeh meletakkan piring di dapur kemudian melihat gadisnya masih di kursi yang sama langsung mengendong gadis itu
" ah cheng " yeri terkejut
Cheng tidak peduli membawa masuk gadis itu kedalam kamar
Entah apa yang terjadi anak kecil tidak boleh tau
Dua jam berlalu cheng keluar dengan senyum tapi yeri tidak keluar sebaliknya cheng pergi dapur membuatkan air gula memasukan ke botol militer kemudian meletakkan pada meja di samping ranjang
Cheng memandang gadis yang tertidur dengan lembut mengecup bibir gadis itu menyelimuti dengan rapi kemudian keluar
Mulai membersihkan rumah dan memberi makan hewan ternak. Tidak hanya itu cheng juga berencana membeli TV agar saat di tidak ada rumah yeri tidak kesepian
Tak lupa cheng pergi ke petak kebun menaburkan bibi sesuai jarak yang di intruksi pada kemasan
Selesai cheng berencana ikut tidur bersama istrinya tapi suara ketukan pintu terdengar karena takut istrinya terbangun dia langsung bergegas membuka pintu
Melihat siapa yang datang cheng tidak bereaksi karena yang datang adalah ibu zhu qiong
" ada urusan apa? " cheng to the poin males basa-basi
Ibu zhu mengerutkan kening tidak senang " cheng apakah kau tidak membiarkan aku masuk "
" tidak cukup disini katakan "
Melihat wajah tegas yang tidak membiarkan dia masuk wajah ibu zhu cukup buruk jangan liat dia sering suruh oleh wanita tua itu tapi nyatanya sejak hamil semua langsung menuruti permintaannya
" cheng bibi akan langsung saja, apakah kau bisa memberikan pekerjaan ini pada sepupu mu liat dia selalu membuat keributan di rumah " suaranya penuh keluhan seakan ini adalah salah cheng
Wajah cheng tetap tenang dari awal hingga akhir " tidak kalau ingin memberikan pekerjaan pergi cari suami mu "
Para bibi yang pulang kerumah tak sengaja melihat itu mulai berbisik-bisik
" cheng kau tau kan paman mu hanya pekerja tetap biasa mana mungkin dia memberikan pekerjaan pada sepupu mu " jelas ibu zhu
" terus apakah aku harus memberikan pekerjaan ku pada sepupu ku dan membuat penghasil keluarga ku hilang "
Para bibi juga setuju dengan cheng siapa yang bodoh memberi mangkuk emas pada orang lain
" tapi _ "
" jangan membujuk ku aku hanya pekerja tetap biasa " cheng langsung menolak menutup pintu tepat di wajah ibu zhu
Wajah ibu zhu tidak baik wajahnya memerah marah mengutuk mulut keponakannya yang licin kembali dengan marah
Cheng yang menutup pintu langsung kembali ke kamar di kasur yeri membuka mata menatap cheng " cheng siapa itu " suara yeri agak kecil dengan mata masih ngantuk
" hanya serangga " cheng masuk kedalam selimut menarik gadis itu ke pelukannya
Yeri yang berniat bangun tapi masuk kedalam pelukan cheng mencium aroma menenangkan kembali tertidur
Cheng mengelus kepala gadis itu dengan lembut tertidur mengikuti gadis itu
Ibu zhu kembali ke rumah lama chen dan ditanyai oleh mertuanya " apakah dia memberikannya " ibu zhu menggelengkan kepala
" cucu mati itu " ibu mertuanya marah pada cheng
Ibu zhu hanya mendegus tidak senang dengan mertuanya yang serakah tapi semua itu tidak di tunjukan di wajahnya
Tiba-tiba putra dari anak sulung paman cho datang menghampiri mertuanya
" nenek buyutnya aku ingin telur " teriaknya
Wanita itu menatap dengan marah " bah apakah ibu yang menyuruh wanita mati itu cepat datang aku akan menghajar mu "
Bocah itu yang terbiasa di manja langsung marah saat nenek buyutnya marah padanya " wanita tua berikan aku telur " nadanya marah
Wanita tua itu marah memukul bocah itu dengan keras keributan itu benar-benar tiap hari terdengar dari rumah tua keluarga chen
Ibu zhu dan putrinya merasa jijik memilih menghindari keributan dari keluarga itu
Para tetangga sangat kesal dengan keributan itu menutup telinganya tidak peduli apalagi saat wanita itu berteriak cucu tidak berbakti atau cicit tidak berbakti benar-benar menjengkelkan
Sekitar jam 4 cheng bangun membiarkan gadis itu tidur lebih lama lagi
Dengan hati-hati bangkit membuka pintu karena angin yang masuk kedalam yeri terbangun " hemm " leguhan gadis itu terdengar
" istirahatlah " suara cheng sangat lembut berbeda saat berbicara dengan orang lain walaupun akan ramah tapi itu masih jauh dari kata lembut
Yeri menggelengkan kepala bangun mengucek mata cheng tanpa sadar tersenyum ' imut ' batinya
"Minumlah dulu " cheng memberi botol militer pada yeri
Minum yeri merasa hangat tersenyum pada cheng dengan bergandengan tangan keluar bersama
Yeri memasak sedang cheng di luar memotong kayu menjadi lebih kecil agar mudah digunakan
Saat yeri keluar dari dapur dan meletakkan makanan di meja tanpa sadar melihat tubuh suaminya itu ada 18 kotak-kotak di badanya itu serta keringat yang menetes menambah maskulin dari pria itu
Wajah yeri tanpa sadar memanas merasakan tatapan cheng melihat gadisnya menatap tubuhnya menghentikan aktifitas mendekati menatap wajah gadis itu dengan dekat
Yeri menahan nafas memerah cheng tersenyum " nakal " ujar cheng mencium bibir gadis itu
Ciuman itu semakin lama berubah menjadi ******* dan saat dilepaskan yeri menghirup udara karena kehabisan oksigen memarah malu apalagi dia malu saat keluar dengan bibir yang bengkak
" manis " cheng menjilat bibir yeri
Blush
" cheng "
Cheng terkekeh melihat gadis itu seperti kepiting rebus yeri benar-benar malu ingin mencari lubang untuk bersembunyi